Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Siapa Al Hind ?

Siapa Al Hind ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
  • visibility 9.861
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AL HIND  masih menjadi sosok mesterius oleh sebagian dari Sejarawan dalam kisah Nusantara, yang terselip menjadi bagian sejarah dalam rangkaian peradaban Islam di Tanah Sumatera, dalam beberapa riwayat juga mengatakan bahwa Raja Al Hind juga dikenal dengan nama Abdullah Samudri R. A.

“Hal ini juga tidak menutup kemungkinan memiliki kaitan dengan pulau Sumatera yang menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya,” ujar Pemerhati Sejarah Palembang, Muhammad Abdillah Asmara, saat dihubungi, Jumat (21/12/18).

Nama Al Hind ditemukan pertama kali dalam kitab Mustadrak Al Hakim (Al-‘At’imah) yang diriwayatkan ada seorang Raja Hind yang datang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang disampaikan  Abu Sa’id Al Khudri R.A.

“Seorang Malik Al-Hind telah mengirim Nabi Muhammad SAW sebuah tembikar yang berisikan jahe…..” Dalam penjelasannya “…kemudian Nabi Muhammad SAW memberi makan kepada sahabat-sahabatnya sepotong demi sepotong, dan Nabi Muhammad SAW pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu” (H.R.Hakim).

Keberadaan Malik Al Hind, seperti yang dijelaskan dalam hadist itu, dikatakan Abdillah, melahirkan beberapa persepsi diantaranya beberapa sejarawan ada yang mengatakan Malik Al Hind tersebut adalah Cheraman Perumal seorang Raja dari Kerajaan Kodungallur (Kerala, India) yang telah masuk islam yang kemudian dikenal dengan nama Thajuddin R.A (Abdullah Samudri R.A).

Abdillah menerangkan, dimana sebelumnya telah ditemukan catatan yang ditemukan dalam lemari arsip Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Umary sebuah surat Raja Sriwijaya kepada Khalifah Islam pada saat itu dipimpin Muawiyyah bin Abu Sofyan yang diambil dari kitab Al Hayawan karya Abu Utsman ‘Amr Ibnu Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basri atau yang lebih dikenal dengan nama Al Jahiz (776 M).

Di kutip oleh Azyumardi Azra (2004) dimana menceritakan kembali isi pendahuluan surat tersebut yang jika diterjemahkan kurang lebih sebagai berikut :

“Dari Maha Raja Al-Hind yang kandang binatangnya berisikan seribu gajah, dan istananya terbuat dari emas dan perak, yang dilayani putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi gaharu, kepada Muawiyyah…,”

Namun Melihat dari literasi yang ada dalam catatan sejarah tentang malik Al Hind menjadi sebuah hal yang menarik untuk dikaji mendalam terutama melihat apa yang disampaikan Al Maududi sebagaimana dikutip M. Hamidullah dalam kitab “Muhammad Rosulullah”

Bahwa Al Hind yang dimaksud adalah Chakrawati Farmas, hal itu juga dikuatkan dengan catatan yang terdapat dalam naskah tua di India Office Library, London (nomor referensi: Arab, 2807, 152-173).

Sedangkan Syeikh Abdul Majid Al Zandani menerangkan Al Hind adalah Raja Hindia yang beriman pada waktu peristiwa terbelahnya bulan oleh nabi Muhammad SAW.

Namun jika kita membuka lembaran sejarah Nusantara ucap Abdillah , kata Malik Al-Hind sering dipergunakan untuk raja-raja Nusantara terutama oleh Raja Sriwijaya sebagaimana yang terdapat dalam isi surat yang ditujukan kepada Muawiyyah bin Abu Sofyan (Azra, 2006).

“Dalam beberapa riwayat juga mengatakan bahwa Raja Al Hind juga dikenal dengan nama Abdullah Samudri R.A,” terangnya.

Hal ini juga tidak menutup kemungkinan ungkap Abdillah memiliki kaitan dengan pulau Sumatera yang menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya pada masa itu, dikarenakan menurut risalah Rihlah Ibnu Batuttah (1345M) menyebutkan kata Samudra menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatera (Krom, 1941).

Hubungan perniagaan antara Arab, India, Tiongkok dan Asia Tenggara sudah terjalin pada abad-abad pertama masehi, sehingga bukan suatu yang mustahil beranggapan bahwa Malik Al Hind merupakan Raja dari kerajaan nusantara terkhusus Raja Sri Indrawarman dari kerajaan Sriwijaya yang pernah beberapa kali mengirim surat kepada Khalifah Muawiyyah bin Abi Sufyan dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Namun kendati demikian bukan berarti secara sepihak dapat langsung mengklaim dengan penuh kebenaran bahwa Al Hind adalah Raja dari wilayah nusantara ataupun Raja dari India dengan segudang sejarahnya, seperti Chakrawati Farmas dan Cheraman Perumal melainkan haruslah melalui jalur kajian dan penelusuran secara detail serta mendalam.

“Terutama banyaknya indikasi-indikasi temuan yang menerangkan hubungan antara ajaran agama Islam di kepulaun melayu dan hal ini, bahkan telah ada semasa Nabi Muhammad SAW hidup… Waullahu a’lam,” terangnya.[**]

Penulis : Faldy

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Libatkan CSR & OPD Gotong Royong, Walkot Ingin Adopsi Ancol Jadikan Pulau Kemaro Destinasi Wisata Air

    Libatkan CSR & OPD Gotong Royong, Walkot Ingin Adopsi Ancol Jadikan Pulau Kemaro Destinasi Wisata Air

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    WALIKOTA Palembang Harnojoyo berencana mengadopsi pusat Wisata Ancol Jakarta untuk menjadikan Pulau Kemaro sebagai obyek wisata air. “Ya konsepnya kita adopsi, seperti Ancol kurang lebih seperti itu. Maka dari itu setiap minggu kegiatan gotong royong akan terus dilaksanakan, saya sendiri yang akan terjun langsung,” katanya saat memimpin gotong royong membersihkan perairan Pulau Kemaro bersama Organisasi […]

  • SGM Eksplor Hadirkan Festival Anak Generasi Maju di Kota Palembang

    SGM Eksplor Hadirkan Festival Anak Generasi Maju di Kota Palembang

    • calendar_month Minggu, 27 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Pengembangan anak usia dini yang berkualitas menjadi investasi utama agar dapat mewujudkan visi pemerintah Generasi Emas Indonesia 2045. Sebab, di usia lima tahun pertama si Kecil, pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, sosial dan emosionalnya berkembang paling pesat dan tidak akan dapat diulang kembali pada masa-masa berikutnya dalam hidupnya. Sehingga, bila tumbuh kembang anak pada periode […]

  • Lindungi Warga dari Pinjaman Online, Kominfo Tutup Ribuan Platform Fintech Ilegal

    Lindungi Warga dari Pinjaman Online, Kominfo Tutup Ribuan Platform Fintech Ilegal

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.468
    • 0Komentar

    PINJAMAN online (pinjol) ternyata selain membawa berkah, juga bisa menjadi bencana bagi warga. Pinjol sejatinya adalah salah satu terobosan bagi warga yang tidak memiliki akses ke bank untuk mendapatkan pinjaman uang tunai melalui internet. Berkat teknologi, konsep meminjam uang tidak lagi melalui bank tetapi bisa melalui mekanisme financial technology (fintech) dengan menggunakan jaringan internet. Proses […]

  • BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

    BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KETIDAKPASTIAN global kembali sangat berpengaruh sekali bagi perekonomian dunia, terutama terkait dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah, masalah itu tentu berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan Internasional. Sehingga dalam  situasi seperti ini, Bank Indonesia (BI) memilih tidak  hanya bersikap defensif, melainkan harus bisa memperkuat strategi stabilisasi dengan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan terintegrasi. Salah satu […]

  • Johan Anuar Minta Kasusnya Di SP 3

    Johan Anuar Minta Kasusnya Di SP 3

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    Menanggapi pernyataan Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S mengenai kasus korupsi mark up dana pengadaan lahan TPU di Baturaja yang menjerat Wakil Bupati OKU Johan Anuar saat ini telah dikoordinasikan dengan penegek hukum lainnya dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pernyataan tersebut ditanggapi tim kuasa hukum Johan Anuar, yang diketuai […]

  • H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    H-7 Pemkab Muba bakal bagikan THR ASN & Pegawai TKK/honorer, Alhamdulillah..

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alhamdulillah,  Pemerintah Kabupaten Muba bakal mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. untuk ASN dan Pegawai TKK/Honorer di lingkungan Pemkab Muba. Pasalnya, Pj Bupati Apriyadi Mahmud dengan tegas akan mencairkan Tunjangan Hari Raya (THR) paling lambat H-7 atau seminggu sebelum perayaan Idul Fitri. “Target saya H-7 […]

expand_less
WordPress Archive Media Hovers WordPress Plugin Media Library Categories Premium MediaCenter – Electronics Store WooCommerce Theme MediaDesk – Magazine WordPress Theme MediaFoundry – Creative Production Studio Theme Median – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Mediax – Health & Medical WordPress Theme Medibuds – Medical Marijuana Dispensary WordPress Theme Medical & Dentist | Medical WordPress MedicaLife – Health Care & Medical Elementor Template Kit