Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Siapa Al Hind ?

Siapa Al Hind ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 21 Des 2018
  • visibility 9.917
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AL HIND  masih menjadi sosok mesterius oleh sebagian dari Sejarawan dalam kisah Nusantara, yang terselip menjadi bagian sejarah dalam rangkaian peradaban Islam di Tanah Sumatera, dalam beberapa riwayat juga mengatakan bahwa Raja Al Hind juga dikenal dengan nama Abdullah Samudri R. A.

“Hal ini juga tidak menutup kemungkinan memiliki kaitan dengan pulau Sumatera yang menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya,” ujar Pemerhati Sejarah Palembang, Muhammad Abdillah Asmara, saat dihubungi, Jumat (21/12/18).

Nama Al Hind ditemukan pertama kali dalam kitab Mustadrak Al Hakim (Al-‘At’imah) yang diriwayatkan ada seorang Raja Hind yang datang bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana yang disampaikan  Abu Sa’id Al Khudri R.A.

“Seorang Malik Al-Hind telah mengirim Nabi Muhammad SAW sebuah tembikar yang berisikan jahe…..” Dalam penjelasannya “…kemudian Nabi Muhammad SAW memberi makan kepada sahabat-sahabatnya sepotong demi sepotong, dan Nabi Muhammad SAW pun memberikan saya sepotong makanan dari dalam tembikar itu” (H.R.Hakim).

Keberadaan Malik Al Hind, seperti yang dijelaskan dalam hadist itu, dikatakan Abdillah, melahirkan beberapa persepsi diantaranya beberapa sejarawan ada yang mengatakan Malik Al Hind tersebut adalah Cheraman Perumal seorang Raja dari Kerajaan Kodungallur (Kerala, India) yang telah masuk islam yang kemudian dikenal dengan nama Thajuddin R.A (Abdullah Samudri R.A).

Abdillah menerangkan, dimana sebelumnya telah ditemukan catatan yang ditemukan dalam lemari arsip Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Umary sebuah surat Raja Sriwijaya kepada Khalifah Islam pada saat itu dipimpin Muawiyyah bin Abu Sofyan yang diambil dari kitab Al Hayawan karya Abu Utsman ‘Amr Ibnu Bahr Al Qinanih Al Fuqaymih Al Basri atau yang lebih dikenal dengan nama Al Jahiz (776 M).

Di kutip oleh Azyumardi Azra (2004) dimana menceritakan kembali isi pendahuluan surat tersebut yang jika diterjemahkan kurang lebih sebagai berikut :

“Dari Maha Raja Al-Hind yang kandang binatangnya berisikan seribu gajah, dan istananya terbuat dari emas dan perak, yang dilayani putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi gaharu, kepada Muawiyyah…,”

Namun Melihat dari literasi yang ada dalam catatan sejarah tentang malik Al Hind menjadi sebuah hal yang menarik untuk dikaji mendalam terutama melihat apa yang disampaikan Al Maududi sebagaimana dikutip M. Hamidullah dalam kitab “Muhammad Rosulullah”

Bahwa Al Hind yang dimaksud adalah Chakrawati Farmas, hal itu juga dikuatkan dengan catatan yang terdapat dalam naskah tua di India Office Library, London (nomor referensi: Arab, 2807, 152-173).

Sedangkan Syeikh Abdul Majid Al Zandani menerangkan Al Hind adalah Raja Hindia yang beriman pada waktu peristiwa terbelahnya bulan oleh nabi Muhammad SAW.

Namun jika kita membuka lembaran sejarah Nusantara ucap Abdillah , kata Malik Al-Hind sering dipergunakan untuk raja-raja Nusantara terutama oleh Raja Sriwijaya sebagaimana yang terdapat dalam isi surat yang ditujukan kepada Muawiyyah bin Abu Sofyan (Azra, 2006).

“Dalam beberapa riwayat juga mengatakan bahwa Raja Al Hind juga dikenal dengan nama Abdullah Samudri R.A,” terangnya.

Hal ini juga tidak menutup kemungkinan ungkap Abdillah memiliki kaitan dengan pulau Sumatera yang menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Sriwijaya pada masa itu, dikarenakan menurut risalah Rihlah Ibnu Batuttah (1345M) menyebutkan kata Samudra menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatera (Krom, 1941).

Hubungan perniagaan antara Arab, India, Tiongkok dan Asia Tenggara sudah terjalin pada abad-abad pertama masehi, sehingga bukan suatu yang mustahil beranggapan bahwa Malik Al Hind merupakan Raja dari kerajaan nusantara terkhusus Raja Sri Indrawarman dari kerajaan Sriwijaya yang pernah beberapa kali mengirim surat kepada Khalifah Muawiyyah bin Abi Sufyan dan Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Namun kendati demikian bukan berarti secara sepihak dapat langsung mengklaim dengan penuh kebenaran bahwa Al Hind adalah Raja dari wilayah nusantara ataupun Raja dari India dengan segudang sejarahnya, seperti Chakrawati Farmas dan Cheraman Perumal melainkan haruslah melalui jalur kajian dan penelusuran secara detail serta mendalam.

“Terutama banyaknya indikasi-indikasi temuan yang menerangkan hubungan antara ajaran agama Islam di kepulaun melayu dan hal ini, bahkan telah ada semasa Nabi Muhammad SAW hidup… Waullahu a’lam,” terangnya.[**]

Penulis : Faldy

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementan Apresiasi Dodi Terkait Program Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

    Kementan Apresiasi Dodi Terkait Program Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 9 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Kementrian Pertanian memberi apresiasi kepada Bupati Musi Banyuasin [Muba] Dodi Reza Alex dalam mewujudkan program  pembangunan perkebunan berkelanjutan [Sustanaible Development]. Apresiasi itu dibuktikan bakal dinobatkannya mantan anggota DPR RI dua periode tersebut sebagai kepala daerah yang telah berupaya melakukan inovasi atau terobosan baru untuk Pembangunan Perkebunan Berkelanjutan di Muba. Merujuk pada surat […]

  • Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Rambut, Godek, Kumis, Janggut, dan Brewok: Cara Aku Berdamai di Usia Kepala Lima PAGI senin setelah mandi, seperti hari-hari sebelumnya, aku berdiri sedikit lebih lama di depan cermin. Cahaya matahari pagi memantul pelan di wajahku dari kaca jendela kamar. Tidak ada yang berubah drastis, namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Yang kulihat bukan lagi hanya […]

  • Ini para Bujang Gadis Protokol Kesehatan 2020

    Ini para Bujang Gadis Protokol Kesehatan 2020

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.263
    • 0Komentar

    DAFTAR NAMA BUJANG GADIS PROTOKOL KESEHATAN KOMPAS RI 2020 NO BUJANG-GADIS 1 APRIADI – MSY SITI JULIANI 2 M. WILDAN FEBRIAN -NYAYU HAMIDAH AGUSTINA 3 AGUS READIANSYAH – ADINDA PUTRI RAISA 4 M VARREL AKBAR YUSFIKAR- OMEGA NOVIANTI 5 SATRIA RENDIKA – AMRINA ASHARITA 6 DWI PRANSYAHPUTRA – ROSA INDIANA JANNATI 7 AHMAD ZAHRUN – […]

  • Indah Afrizah Sumbang Medali Emas Untuk Sumsel di Ajang PON Aceh -Sumut 2024

    Indah Afrizah Sumbang Medali Emas Untuk Sumsel di Ajang PON Aceh -Sumut 2024

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.620
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id- Prestasi Positif Kembali Diukir oleh Atlet asal dari kabupaten Musi Banyuasin. Dara manis kelahiran Kayuara kecamatan Sekayu Indah Afrizah berhasil meraih medali emas pertama untuk Sumatera Selatan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024, Sabtu (7/9/2024). Atlet angkat besi kelas 71 kg yang berbakat ini merupakan alumni PPLP-D Muba tahun 2022. Atas prestasi […]

  • MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), H. Sandiaga Salahuddin Uno membuka Festival Sriwijaya XXIX tahun 2021

    Festival Sriwijaya XXIX, Festival Pertama Setelah Pandemi Melandai

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.367
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia (RI), H. Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Festival Sriwijaya merupakan festival pertama yang dikunjunginya setelah pandemi melandai di Indonesia. Karena itu ia pun berharap kegiatan ini menjadi pembangkit untuk memulihkan ekonomi kreatif di Indonesia. Sandiaga Uno tak hanya mengapresiasi gelaran Festival Sriwijaya XXIX Tahun 2021 yang digagas Gubernur […]

  • Kurangi Emisi Karbon, KKP Jalankan Aksi Ini

    Kurangi Emisi Karbon, KKP Jalankan Aksi Ini

    • calendar_month Senin, 29 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.731
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN  Kelautan Perikanan (KKP) melakukan pemadaman lampu di gedung KKP pada Sabtu malam (27/03/2021). Hal ini dilakukan dalam rangka Aksi Hemat Energi dan Pengurangan Emisi Karbon dan juga sebagai aksi nyata KKP berkontribusi terhadap keberlanjutan ketersediaan sumber energi dunia dan penekanan risiko efek rumah kaca. KKP melakukan pemadaman lampu seluruh gedung Mina Bahari I sd […]

expand_less
WordPress Archive Media Hovers WordPress Plugin Media Library Categories Premium MediaCenter – Electronics Store WooCommerce Theme MediaDesk – Magazine WordPress Theme MediaFoundry – Creative Production Studio Theme Median – Digital Marketing Agency Elementor Template Kit Mediax – Health & Medical WordPress Theme Medibuds – Medical Marijuana Dispensary WordPress Theme Medical & Dentist | Medical WordPress MedicaLife – Health Care & Medical Elementor Template Kit