Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Meutya Ungkap Syarat Anak Bisa Akses Platform Digital

Meutya Ungkap Syarat Anak Bisa Akses Platform Digital

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 104
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan syarat agar anak bisa mengakses platform digital di tengah kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan media sosial berisiko tinggi bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Menurutnya, akses ini dapat diberikan, jika platform bisa memenuhi standar keamanan sehingga menjadi ruang digital yang ramah bagi anak.

Meutya menegaskan kebijakan pemerintah tidak semata-mata membatasi usia pengguna, melainkan juga guna mendorong perusahaan penyedia platform digital melakukan pembenahan terhadap layanan mereka.

Pemerintah kata dia,  membuka peluang bagi setiap platform untuk menurunkan tingkat risikonya melalui penguatan perlindungan anak, penyaringan konten sesuai usia, hingga penghapusan fitur yang berpotensi membahayakan anak.

“Platform juga kita beri ruang untuk berlomba-lomba membuat platformnya menjadi lebih ramah anak,” kata Meutya saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dan Girls in ICT Day 2026 di Garuda Spark Innovation Hub, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Bahkan, ujarnya, jika platform mau berubah, menghilangkan fitur kontak yang berbahaya dan memastikan hanya konten yang sesuai usia yang dapat diakses anak, maka platform bisa menjadi platform berisiko rendah dan anak-anak boleh masuk.

Selain itu, perkembangan teknologi digital, paparnya  memberikan banyak manfaat bagi anak, terutama dalam mendukung proses belajar dan memperoleh informasi.

Meski demikian manfaatnya juga terdapat berbagai risiko yang perlu diantisipasi, mulai dari kecanduan media sosial, gangguan pola tidur, hingga paparan konten yang tidak sesuai dengan usia.

Meutya melanjutkan perubahan perilaku anak kerap dipengaruhi lingkungan digital yang belum sepenuhnya aman.

Oleh sebab itu perlindungan anak tidak cukup dilakukan melalui pengawasan orang tua saja akan tetapi, juga membutuhkan komit penyelenggara platform untuk menciptakan ekosistem digital sehat.

“Anak-anak kita bukan anak yang nakal. Mereka adalah tunas bangsa yang hebat. Tetapi jika anak-anak yang baik terus-menerus terpapar konten negatif ketika usianya belum siap, tentu perilaku mereka bisa berubah,” ujarnya.

Selain persoalan konten, Meutya menyoroti juga keberadaan fitur interaksi di sejumlah platform digital yang memungkinkan orang asing berkomunikasi langsung dengan anak tanpa diketahui orang tua maupun guru.

Dengan kondisi  itu  tentu berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan digital, termasuk dalam praktik child grooming.

Perbaiki sistem

Maka untuk itu, jelasnya pemerintah menerapkan kebijakan penundaan akses terhadap platform digital berisiko tinggi hingga anak berusia 16 tahun.

Langkah ini dimaksudkan agar dapat memberikan perlindungan lebih optimal pada saat anak belum memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko di ruang digital.

“Fitur kontak ini sangat berbaha kadang juga orang dewasa memiliki niat tidak baik melakukan komunikasi dengan anak-anak tanpa sepengetahuan orang tua maupun guru. Itulah salah satu alasan kami menunda usia anak sampai 16 tahun untuk masuk ke ranah digital dengan risiko tinggi,” tambahnya lagi.

Lagi menurut Meutya, pemerintah tak menutup pintu bagi perusahaan teknologi, pemerintah memberikan kesempatan kepada penyelenggara platform untuk memperbaiki sistem keamanan, memperkuat moderasi konten, serta menghilangkan fitur-fitur yang dapat memicu kecanduan maupun membuka peluang terjadinya kejahatan digital.

Ia menegaskan, pembenahan juga mencakup pengawasan terhadap konten pornografi, perjudian daring, hingga fitur yang membuat anak menghabiskan waktu terlalu lama di depan layar sehingga berdampak pada kualitas tidur dan kemampuan berkonsentrasi.

“Kita memberi waktu kepada platform untuk memperbaiki dirinya agar konten-konten seperti pornografi, kejahatan digital termasuk judi online, serta fitur-fitur yang membuat anak sulit tidur dan sulit berkonsentrasi dibenahi terlebih dahulu. Ketika ruang digital sudah benar-benar ramah anak, maka mereka bisa kembali masuk dengan aman,” katanya.

Meutya juga mengingatkan kecakapan digital bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara aktivitas di ruang digital dan kehidupan nyata.

Ia menilai anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitar sebagai bagian penting dari proses tumbuh kembang.

“Anak-anak tetap perlu bermain di lapangan, tetap perlu bermain bersama teman-temannya, mengenal permainan tradisional, berinteraksi dengan orang tua dan saudara. Cakap digital bukan berarti hanya hidup di dunia digital, tetapi mampu menyeimbangkan kehidupan di ruang maya dengan kehidupan nyata,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, peringatan Hari Anak Nasional turut diwarnai pembacaan Deklarasi Bersama Sekolah Cakap Digital oleh perwakilan guru dan siswa dari delapan sekolah di Jakarta.

Melalui deklarasi ini, mereka menyatakan komitmen mendukung implementasi PP TUNAS dengan membangun budaya digital yang aman, beretika, bertanggung jawab, menjaga data pribadi, serta mencegah perundungan siber sebagai bagian dari upaya bersama melindungi anak di ruang digital.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagi Kebahagiaan ke Panti Asuhan Palembang

    Bagi Kebahagiaan ke Panti Asuhan Palembang

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.129
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Ramadan tuh emang waktu yang pas banget buat berbagi, dan itu yang lagi dilakukan Dewi Sastrani, Ketua Tim Penggerak PKK Palembang. Beliau nggak cuma duduk manis di kantor, tapi turun langsung ke lapangan. Bareng rombongan pemerintah kota, Dewi keliling ke beberapa panti asuhan di Palembang buat kasih bingkisan ke anak-anak dan lansia yang lagi […]

  • FGD Diorama Sumsel

    FGD Diorama Sumsel

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.922
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Keberadaan arsip dinilai penting bagi suatu badan usaha, kelembagaan maupun pemerintahan. Dimana arsip merupakan rekaman atau catatan atas kinerja yang telah dilakukan. Arsip tidak hanya sebagai langkah untuk membukukan suatu kegiatan yang telah dilakukan, namun hal itu dapat menjadi sarana untuk mencatat suatu peristiwa yang sebelumnya pernah terjadi sehingga nantinya dapat bermanfaat […]

  • Muba Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM

    Muba Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM

    • calendar_month Senin, 10 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia ke-70 pada 10 Desember 2018 nanti, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kembali mendapatkan penghargaan, Kabupaten Muba dinobatkan sebagai Kabupaten yang peduli HAM dan Pelayanan Publik Berbasis HAM yang diberikan Kementerian Hukum dan HAM dan rencananya akan diserahkan secara langsung oleh Wakil Presiden RI […]

  • Wagub Optimistis Jalan Baru Lubuk Keliat Rampung Akhir Desember

    Wagub Optimistis Jalan Baru Lubuk Keliat Rampung Akhir Desember

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Prov. Sumsel optimistis Jalan Baru Lubuk Keliat sepanjang 770 meter Rampung Akhir Desember.Jalan tersebut longsor pada Mei 2019 akibat diterjang air Sungai Ogan. Kabid Jalan PU Bina Marga Muchtar MA mengatakan, saat ini Pemprov melalui PUBM sedang melakukan pembangunan di tiga titik mulai dari Jalan Ruas Tanjung Raja hingga Simpang Tambang Rambang OI menggunakan APBD-P 2019. Menurutnya pembangunan relokasi […]

  • #PakaiMasker Yang Bisa Dikalungin? Praktis Sih, Tapi…

    #PakaiMasker Yang Bisa Dikalungin? Praktis Sih, Tapi…

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

      SEDANG nge-tren nih menggunakan masker berkalung atau masker yang terdapat tali strap. Praktis, tapi hati-hati, ternyata ia membawa risiko karena mengurangi higienitas masker yang kita kenakan. Karena tergantung di leher, masker pada sisi dalam yang sudah terkontaminasi droplet saat berbicara, batuk, ataupun udara dari helaan nafas yang kotor dapat berpotensi menularkan orang-orang di sekitar kita. […]

  • Begini Cara Mantan Gubernur Sumsel Pompa Semangat dan Prestasi Pengurus KONI 4 Lawang

    Begini Cara Mantan Gubernur Sumsel Pompa Semangat dan Prestasi Pengurus KONI 4 Lawang

    • calendar_month Sabtu, 22 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Tebing Tinggi – Pengurus KONI Kabupaten Empat Lawang Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2018-2021 resmi dikukuhkan  H Alex Noerdin Ketua Umum KONI Sumsel. Pelantikan dengan tema “Kita Tingkatkan Prestasi Olahraga Menuju Empat Lawang Madani” itu dilaksanakan di  Aula Rumah Dinas Bupati, Tebing Tinggi, Empat Lawang, Sabtu (22/2/2018). H Alex Noerdin ketua umum KONI Provinsi Sumsel, […]

expand_less
WordPress Archive Bronx | Portfolio WordPress Theme Brook – Creative Agency & Business HTML Template Brook | Light & Responsive WordPress Blog Theme Brooklyn | Creative Multipurpose Responsive WordPress Theme Brooklyn Heights – Private Villa & Hotel Elementor Template Kit Browcraft – Microblading & Eyebrow Beauty Salon WordPress Theme Brutal | Creative Agency & Advertising Service Elementor Template Kit Bryan – Resume WordPress Theme BS GMaps PRO – Google Map Widget for Elementor BS Input – Social Login and Register Popup With Shortcode & Site Locker