Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Dolar Naik, Tanjung Carat dan Mimpi Memindahkan Beban Kota

Dolar Naik, Tanjung Carat dan Mimpi Memindahkan Beban Kota

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 64
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PELABUHAN Tanjung Carat atau kini lebih sering disebut “Palembang New Port” kembali mulai disuarakan, proyek lama yang sempat naik-turun itu kembali dipromosikan sebagai harapan baru Sumatera Selatan (Sumsel) untuk memperkuat ekspor sekaligus mengurangi kepadatan logistik di Kota Palembang.

Beberapa hari lalu, Gubernur Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan Herman Deru menerima jajaran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Griya Agung Palembang.

Dalam pertemuan itu inti pembicaraannya terkait percepatan pembangunan Tanjung Carat, bahkan Pemerintah Provinsi tampak optimistis dengan pembangunan pelabuhan baru itu yang digadang-gadang akan menjadi gerbang ekspor modern Sumsel di masa depan.

Pemprov. Sumsel bahkan menargetkan pelabuhan itu mulai beroperasi pada 2028 dan paling lambat 2029. Target itu terdengar ambisius untuk ukuran proyek bernilai puluhan triliun rupiah di tengah situasi ekonomi global yang sedang tidak ramah dan bersahabat saat ini.

Di perencanaan dan hitungan di atas kertas, gagasan itu memang menjanjikan. Bahkan asanya distribusi barang yang masuk keluar dari Sumsel lebih cepat, ekspor komoditas Sumsel juga bisa lebih kompetitif, dan beban logistik di Palembang perlahan berkurang.

Namun megaproyek sering kali tidak diuji oleh presentasi dan seremoni saja, mega proyek juga diuji oleh realitas ekonomi. Dan beberapa hari ini realitas itu datang dalam bentuk dolar yang terus menekan rupiah.

Oleh karena itu, nilai investasi Tanjung Carat bukan angka kecil, pasalnya estimasi pengembangan pelabuhan disebut berada dikisaran US$1,2 miliar atau sekitar Rp20 – 21 triliun dengan kurs saat ini.

Bahkan jika dihitung bersama integrasi jalan tol dan konektivitas logistik, nilainya disebut bisa mencapai Rp26 triliun. Artinya hal ini bukan proyek biasa, karena termasuk kelas megaproyek strategis.

Masalahnya, proyek bernilai puluhan triliun itu hadir di tengah ekonomi global yang sedang tidak ramah. Rupiah terus melemah terhadap dolar AS. Ketidakpastian geopolitik belum reda. Sehingga dengan kondisi itu diperkirakan membuat investor global mulai lebih berhati-hati. Apalagi nantinya biaya pembangunan infrastruktur berbasis impor ikut melonjak.

Sebab, pelabuhan modern bukan proyek yang seluruhnya dibangun dengan rupiah, terlebih beberapa komponen utamanya masih sangat dipengaruhi kurs dollar, misalnya crane pelabuhan, alat bongkar muat, pengerukan alur sungai, sistem digital logistik, teknologi operasional hingga pembiayaan investasi.

Artinya ketika dolar naik, biaya proyek ikut terdorong naik. Jika dulu kurs Rp14 ribu membuat proyek US$1,2 miliar berada dikisaran Rp16,8 triliun, maka pada kurs Rp17.700 nilainya melonjak menjadi sekitar Rp21,2 triliun. Ada potensi pembengkakan hampir Rp5 triliun hanya karena perubahan kurs.

Dan masalah itu harus menjadi perhatian,  belum lagi persoalan jika menghitung bunga pembiayaan, biaya logistik global, serta ketidakpastian investasi yang terus bergerak liar.

Dampaknya juga membuat investor nantinya bersikap wait and see, kondisi ini setidaknya masuk akal.

Investor PMA maupun PMDN tentu tidak hanya melihat gambar desain pelabuhan saja atau panjang dermaga, mereka mulai menghitung lebih realistis, karena hitungan memang soal bisnis atau hitungan untung rugi.

Apalagi pertimbanganya, yaitu apakah arus ekspor Sumsel cukup kuat, apakah konektivitas jalan dan tol benar-benar selesai tepat waktu, apakah distribusi logistik nanti efisien, dan apakah proyek ini benar-benar menghadirkan perubahan besar atau hanya menambah titik aktivitas pelabuhan baru?

Karena target operasi 2028 memang terdengar optimistis, tetapi dalam dunia megaproyek, waktu efektif sekitar tiga tahun jelas bukan hitungan ringan. Apalagi jika kondisi ekonomi global terus bergejolak dan rupiah belum menunjukkan tanda-tanda benar-benar stabil.

Oleh sebab itu, tahun 2029 terdengar lebih realistis dibanding hanya  angka optimistis di atas podium.

Apalagi yang dibangun itu bukan hanya dermaga saja, di dalam pembangunan itu ada proyek pengerukan alur pelayaran, pembangunan akses jalan dan tol, kawasan logistik, utilitas pendukung, sistem distribusi barang, hingga pembiayaan jangka panjang yang semuanya membutuhkan stabilitas ekonomi.

Direktur Strategi Pelindo, Farid Padang, menegaskan pembangunan Tanjung Carat bukan untuk mematikan pelabuhan lama seperti Pelabuhan Boom Baru maupun Pelabuhan Sungai Lais.

Menurutnya, pelabuhan eksisting tetap akan difungsikan sebagai feeder dan pendukung operasional pelabuhan baru.

Pernyataan itu mungkin terdengar biasa dalam bahasa bisnis pelabuhan. Tetapi bagi warga kota, maknanya cukup besar.

Artinya aktivitas logistik belum sepenuhnya keluar dari Palembang, maka disitulah yang perlu jadi bahan pertimbangan.

Sebab bagi warga, problem utamanya bukan sekadar kapal bersandar di mana atau pelabuhan mana yang aktif. Yang paling terasa justru kendaraan bertonase besar yang setiap hari melintas di jalan-jalan kota.

Truk-truk panjang itu selama bertahun-tahun menjadi bagian dari rutinitas Palembang. Dampaknya juga nyata. Jalan kota lebih cepat rusak, aspal bergelombang, lubang bermunculan lebih cepat, kemacetan makin panjang, dan suasana kota menjadi kurang nyaman bagi pengguna jalan biasa.

Belum lagi ancaman kecelakaan yang selalu menghantui. Pengendara motor, mobil kecil, hingga warga di kawasan padat harus berbagi ruang dengan kendaraan logistik berat yang mobilitasnya nyaris tanpa jeda.

Oleh sebab itu, selama ini masyarakat kota seperti menanggung “biaya sosial” dari aktivitas logistik.

Karena itu publik tentu berharap Tanjung Carat bukan hanya menghadirkan pelabuhan baru, tetapi juga pola logistik baru yang lebih manusiawi bagi kota.

Harapannya masyarakat itu sederhana, misalnya truk berat tidak lagi mendominasi jalan utama Palembang, distribusi logistik dialihkan ke jalur khusus, kerusakan jalan bisa ditekan, kemacetan berkurang, dan warga tidak terus hidup berdampingan dengan lalu lintas kendaraan industri berat.

Namun jika nanti kendaraan bertonase besar masih rutin melintasi jalan kota meski volumenya berkurang, maka beban Palembang sebenarnya belum benar-benar pindah.

Mungkin tekanannya tidak sebesar sekarang. Tetapi persoalan dasarnya masih tetap hidup. Padahal diberbagai negara yang bisa dijadikan rujukan,  justru membangun pelabuhan baru di negara lain itu gunanya untuk memindahkan tekanan logistik keluar dari pusat kota dan hasilnya terbukti memberi dampak positif.

Asanya perubahan nyata

Thailand misalnya mengembangkan Laem Chabang Port untuk mengurangi kepadatan logistik Bangkok. Aktivitas distribusi berat diarahkan keluar pusat kota dan ditopang kawasan industri serta konektivitas logistik yang lebih terintegrasi.

Belanda juga menjadikan Port of Rotterdam bukan hanya pelabuhan besar, tetapi sistem logistik modern yang terhubung dengan rel barang, kawasan industri, dan jalur distribusi khusus sehingga pusat kota tidak terlalu terbebani kendaraan logistik berat.

Singapura kini memusatkan aktivitas pelabuhannya ke Tuas Port sebagai bagian dari penataan ulang kawasan kota dan distribusi logistik jangka panjang.

Aktivitas pelabuhan yang sebelumnya tersebar mulai dipindahkan agar distribusi lebih efisien sekaligus membuka ruang pengembangan kota yang lebih tertata.

Korea Selatan juga melakukan hal serupa lewat Busan New Port. Pelabuhan baru dibangun untuk mengurangi kepadatan pelabuhan lama dan memperbaiki sistem distribusi barang dengan dukungan konektivitas jalan dan rel logistik.

Malaysia pun mengembangkan Port Klang beserta kawasan logistik penyangganya untuk mengurangi tekanan distribusi di Kuala Lumpur sehingga lalu lintas logistik tidak terlalu membebani kawasan perkotaan utama.

Bahkan Jepang mengembangkan Port of Yokohama dengan prinsip pemisahan aktivitas logistik berat dari ruang hidup warga.

Jalur distribusi barang dibuat lebih terstruktur agar kota tetap nyaman meski aktivitas ekonomi berjalan besar.

Negara-negara itu tampaknya memahami satu hal yaitu,  kota modern tidak bisa terus menjadi ruang campur aduk antara aktivitas warga dan lalu lintas logistik berat.

Karena itu tantangan terbesar Sumsel bukan hanya membangun pelabuhan baru bernilai puluhan triliun. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebab pelabuhan modern seharusnya bukan hanya memindahkan kapal dari satu titik ke titik lainnya. Tetapi juga memindahkan beban kota dari pundak warganya.

Dan dalam situasi dolar yang terus menanjak, tantangan terbesar proyek Tanjung Carat mungkin bukan sekadar membangun dermaga.

Yang jauh lebih sulit adalah menjaga agar kepercayaan investor tidak ikut roboh bersama melemahnya rupiah.

Karena keberhasilan Pelabuhan Tanjung Carat nanti bukan hanya diukur dari berapa kapal yang bersandar atau seberapa besar nilai investasinya. Yang jauh lebih penting adalah apakah warga Palembang benar-benar merasakan kotanya menjadi lebih nyaman, lebih tertata, dan lebih aman untuk ditinggali.

Sebab masyarakat tentu tidak ingin pelabuhan baru bernilai puluhan triliun hanya menjadi proyek mercusuar yang megah di atas kertas, tetapi beban logistiknya masih tetap berputar di jalan-jalan kota.

Jika truk-truk bertonase besar masih rutin melintas, jalan kota masih cepat rusak, kemacetan tetap panjang, dan risiko kecelakaan masih membayangi warga, maka pertanyaan publik akan tetap sama, sejauh apa sebenarnya perubahan itu terjadi?

Karena pelabuhan modern semestinya bukan hanya memindahkan kapal. Pelabuhan itu juga harus mampu memindahkan tekanan ekonomi, kemacetan, dan beban sosial dari ruang hidup masyarakat.

Dan mungkin benar, pelabuhan bisa dibangun itu sangat bermanfaat, setidaknya kota yang nyaman dibangun dengan keberanian mengubah sistem secara sungguh-sungguh.

Apalagi keberhasilan Pelabuhan Tanjung Carat nanti bukan hanya diukur dari berapa kapal yang bersandar atau seberapa besar nilai investasinya. Yang jauh lebih penting adalah apakah warga Palembang benar-benar merasakan kotanya menjadi lebih nyaman, lebih tertata, dan lebih aman untuk ditinggali.

Sebab masyarakat tentu tidak ingin pelabuhan baru bernilai puluhan triliun hanya menjadi proyek mercusuar yang megah di atas kertas, sementara beban logistiknya masih tetap berputar di jalan-jalan kota.

Pada akhirnya, proyek Pelabuhan Tanjung Carat memang memberi harapan besar bagi masa depan ekonomi Sumsel. Daerah penghasil batubara, sawit, dan karet seperti Sumsel memang membutuhkan pelabuhan modern agar tidak tertinggal dalam persaingan logistik regional.

Namun harapan itu akan benar-benar terasa jika pembangunan Tanjung Carat mampu melahirkan perubahan yang nyata, bukan hanya perpindahan titik sandar kapal.

Sebab masyarakat kota tidak hidup dari angka investasi dan gambar masterplan. Masyarakat merasakan pembangunan dari jalan yang lebih nyaman dilalui, kemacetan yang berkurang, distribusi barang yang lebih tertata, serta ruang kota yang tidak terus dipenuhi lalu lintas kendaraan industri berat.Di situlah sebenarnya pertaruhan terbesar proyek ini berada.

Karena ketika negara lain membangun pelabuhan modern untuk menata ulang wajah kotanya, Sumsel tentu berharap Tanjung Carat juga menjadi awal lahirnya sistem logistik yang lebih sehat, lebih efisien, dan lebih manusiawi bagi Palembang di masa depan. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Infratruktur Jalan & Jembatan Saja, Gubernur Instruksikan untuk menyelesaikan masalah Non Program, Ini Sebutnya yang Dadakan !

    Bukan Infratruktur Jalan & Jembatan Saja, Gubernur Instruksikan untuk menyelesaikan masalah Non Program, Ini Sebutnya yang Dadakan !

    • calendar_month Senin, 4 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel Herman Deru mengintruksikan kepala Organisani Perangkat Daerah [OPD] dalam menangani kondisi infrastruktur yang sifatnya non program. Menurutnya seperti ada usulan yang mendadak, ada  bencana banjir  yang terjadi secara mendadak.  Oleh sebab itu, terangnya tidak saka fokus hanya jalan, jembatan tetapi termasuk irigasi termasuk juga kolam retensi dan juga penataan pemukiman. Jadi pertemuan ini sangat […]

  • Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    Penyerapan Masih Minim, Kemensos Percepat Penyerapan Anggaran

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 700
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) akan mempercepat penyerapan alokasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) yang masih berkisar 17,50 persen, untuk melakukan verifikasi dan validasi data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). “Kami optimistis Oktober-November 2021 ada peningkatan penyerapan anggaran,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Harry Hikmat, melalui keterangan tertulis, usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII Dewan Perwakilan […]

  • Luar Biasa, Ajang Dubai Expo, Kurang 1 Pekan Paviliun RI Pikat 11 Ribu Kunjungi, Begini Kata Wamen Perdagangan  

    Luar Biasa, Ajang Dubai Expo, Kurang 1 Pekan Paviliun RI Pikat 11 Ribu Kunjungi, Begini Kata Wamen Perdagangan  

    • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.419
    • 0Komentar

    KURANG dari satu pekan paviliun milik Indonesia di ajang Dubai Expo 2020 sudah dikunjungi oleh sebanyak 11 ribu pengunjung. Tepatnya, dalam waktu lima hari masyarakat di sana sangat antusias mengunjungi paviliun itu, untuk mengetahui berbagai produk unggulan yang ditampilkan. “Data per 5 Oktober 2021, sudah sebanyak 11 ribu pengunjung yang datang ke paviliun milik Indonesia […]

  • Pemimpin Global Teknologi Perawatan Berdiskusi di MAIC 2022, Bahas Peluang & Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Rintisan Teknologi Kesehatan & UKM di Asia Pasifik

    Pemimpin Global Teknologi Perawatan Berdiskusi di MAIC 2022, Bahas Peluang & Tantangan yang Dihadapi Perusahaan Rintisan Teknologi Kesehatan & UKM di Asia Pasifik

    • calendar_month Rabu, 16 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.113
    • 0Komentar

    SINGAPURA- pemimpin global dalam teknologi perawatan kesehatan, hari ini mengadakan konferensi hybrid pertamanya, Medtronic Open Innovation Conference (MAIC 2022), di Singapura, bertema ‘Accelerating Healthcare Inovasi Teknologi’ Didedikasikan untuk start-up teknologi medis dan teknologi kesehatan di APAC, acara ini dihadiri oleh Menteri Negara, Alvin Tan, Kementerian Perdagangan dan Industri dan Kebudayaan, Komunitas dan Pemuda, Pemerintah Singapura, […]

  • Siaga Nataru, OKI Dirikan Pos Pengamanan di Tiga Titik

    Siaga Nataru, OKI Dirikan Pos Pengamanan di Tiga Titik

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    DALAM rangka pengamanan natal 2021 dan tahun baru 2022, Pemerintah Kabupaten OKI bersama dengan unsur TNI/Polri mendirikan Pos Pengamanan di beberapa titik strategis di OKI, diantaranya Exit Tol Celikah, Lempuing, dan Mesuji. Wakil Bupati Ogan Komering Ilir H. M. Dja’far Shodiq, Kamis (30/12/2021) bersama dengan unsur Forkopimda (Kasdim 0402/OKI & Wakapolres OKI) dan juga segenap […]

  • Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    Gojek Sumbang Ekonomi Palembang Rp1,5 Triliun

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Palembang – Gojek Indonesia pada 2018 berhasil menyumbang ekonomi Palembang sebesar Rp1,5 triliun. Kontribusi ekonomi mitra Gojek terhadap perekonomian Palembang sebesar Rp1,5 triliun itu, terdiri dari mitra pengemudi Go-ride menyumbang Rp690 miliar, mitra pengemudi Go-car berkontribusi senilai Rp236 miliar dan mitra UMKM Go-food bersumbangsih senilai Rp601 miliar. Wakil Kepala LD FEB UI, Paksi C.K Walandouw, saat […]

expand_less
WordPress Archive GrozPastry – Bakery Elementor Template Kit Gruene – Digital Marketing WordPress Theme Grulf – Golf Club WordPress Theme Grund - Creative Digital Agency Elementor Template Kit Grunge WordPress Theme Grupo Chat – Chat Room & Private Chat – Video Chat & Audio Chat – AI Chat – PHP Group Chat Code Gröwla – Digital Agency & Studio WordPress Theme GSlider – Premium Gutenberg Slider Block For WordPress Gsquare – Real Estate Theme Gueni – Business Solution Elementor Template Kit