Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

BI Pasang Jurus Baru Hadapi Gejolak Global

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KETIDAKPASTIAN global kembali sangat berpengaruh sekali bagi perekonomian dunia, terutama terkait dengan dinamika geopolitik di Timur Tengah, masalah itu tentu berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan Internasional.

Sehingga dalam  situasi seperti ini, Bank Indonesia (BI) memilih tidak  hanya bersikap defensif, melainkan harus bisa memperkuat strategi stabilisasi dengan pendekatan kebijakan yang lebih adaptif dan terintegrasi.

Salah satu langkah yang disorot adalah penyesuaian struktur suku bunga pasar melalui instrumen, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kenaikan yield instrumen  bertujuan menjaga daya tarik aset keuangan domestik, agar tetap kompetitif di tengah ketidakpastian global dan tren suku bunga tinggi di berbagai negara maju.

Strategi ini pada dasarnya bukan cumasoal angka suku bunga, tetapi bagian dari upaya menjaga aliran modal asing tetap masuk. Dalam kondisi global yang sensitif terhadap risiko, investor cenderung mencari negara dengan kombinasi stabilitas makro dan imbal hasil yang menarik, oleh karena itu Indonesia berusaha mengisi dua sisi itu secara bersamaan.

Pertemuan pertemuan dengan investor di Singapura, Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rilis dilaman resmi Bank Indonesia (bi.goi.id) menjelaskan  BI terus memperkuat komunikasi dengan pelaku pasar global untuk menjaga kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

Pendekatan dinilai penting, karena di era finansial modern, persepsi pasar sering kali bergerak lebih cepat daripada data ekonomi itu sendiri.

Lebih jauh, Ia menjelaskan BI saat ini menjalankan kerangka kebijakan yang disebut integrated monetary policy mix. Kerangka ini mencerminkan evolusi kebijakan moneter yang tidak lagi berdiri pada satu instrumen saja, melainkan kombinasi tiga pilar utama yang dijalankan secara simultan.

Pilar pertama adalah kebijakan suku bunga yang difokuskan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta mengendalikan inflasi dalam sasaran. Pilar kedua adalah intervensi di pasar valuta asing, yang berfungsi meredam volatilitas berlebihan pada nilai tukar. Pilar ketiga adalah pengelolaan likuiditas domestik agar sistem keuangan tetap stabil dan tidak mengalami tekanan likuiditas.

Dengan mengaju di atas pendekatan BI tidak lagi mengandalkan satu “senjata utama”, melainkan sistem kebijakan yang saling melengkapi. Ketidakpastian global, fleksibilitas menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tanpa mengorbankan pertumbuhan ekonomi.

Selain kebijakan moneter, ungkapnya aspek penting lainnya adalah koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal. BI menekankan  stabilitas ekonomi tidak bisa dijaga oleh satu institusi saja, melainkan melalui sinergi kebijakan yang solid antara bank sentral dan pemerintah.

Oleh karena itu koordinasi  menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi tetap berada pada kisaran target 2,5±1% serta mendukung proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di rentang 4,9–5,7% pada tahun 2026. Meskipun tekanan global meningkat, prospek ekonomi domestik masih berada pada jalur yang relatif stabil.

Selanjutnya  BI juga memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Salah satu instrumen yang diperkuat adalah insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM),  diberikan kepada perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor-sektor prioritas.

Tujuannya guna memastikan  likuiditas tidak hanya mengendap di sistem keuangan, tetapi benar-benar mengalir ke sektor riil.

Pembiayaan

Selain itu, percepatan penurunan suku bunga kredit juga menjadi perhatian untuk menjaga momen pertumbuhan. Dalam situasi ekonomi global yang tidak pasti, akses pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga daya tahan dunia usaha.

Di luar kebijakan keuangan, BI juga terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran. Pengembangan QRIS, transaksi lintas negara berbasis mata uang lokal, hingga penguatan infrastruktur pembayaran ritel menjadi bagian dari transformasi besar sistem keuangan Indonesia.

Digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi transaksi, tetapi juga memperluas inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan formal.

Jika dilihat secara keseluruhan, strategi BI saat ini mencerminkan pendekatan yang lebih komprehensif. Stabilitas tidak lagi hanya dipahami sebagai pengendalian inflasi atau nilai tukar semata, tetapi juga mencakup ketahanan sistem keuangan, kelancaran kredit, hingga efisiensi transaksi ekonomi.

Di tengah tekanan global yang masih tinggi, Indonesia berusaha menempatkan diri bukan hanya sebagai “korban” dari gejolak eksternal, tetapi sebagai negara dengan kebijakan yang mampu mengelola risiko secara aktif.

Pertemuan dengan investor di Singapura juga menjadi sinyal penting bahwa BI tidak hanya bekerja di dalam negeri, tetapi juga aktif membangun persepsi positif di pasar global. Dalam dunia keuangan modern, kepercayaan investor adalah aset yang sama pentingnya dengan cadangan devisa atau suku bunga.

Dengan kombinasi kebijakan moneter yang adaptif, koordinasi fiskal yang erat, serta reformasi sistem keuangan yang berkelanjutan, Indonesia mencoba menjaga satu hal utama, stabilitas yang tetap hidup, bukan stabilitas yang pasif.

Jadi, di tengah dunia yang masih penuh ketidakpastian, pesan itu menjadi kunci mengapa Indonesia masih dipandang sebagai salah satu destinasi investasi yang relatif menarik di kawasan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asanya SIMONEV di Luncurkan OKI untuk Tingkatkan Kualitas & Sediakan Informasi Capaian Pembangunan

    Asanya SIMONEV di Luncurkan OKI untuk Tingkatkan Kualitas & Sediakan Informasi Capaian Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 11 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaunching Aplikasi Sistem Monitoring Dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIMONEV) guna meningkatkan kualitas dan menyediakan informasi capaian pembangunan daerah. Kepala BAPPEDA, Aidil Azwari, SP., M.Si dalam laporannya menyampaikan ada dua indikator untuk melihat kinerja kunci (key performance indicator) yang ada dalam RPJMD tahun […]

  • Harapan Wagub Sumsel Untuk Sarjana STISIPOL Candradimuka

    Harapan Wagub Sumsel Untuk Sarjana STISIPOL Candradimuka

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    WAKIL  Gubernur Sumatera Selatan  Ir H. Mawardi Yahya mengharap agar para wisudawan  Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka tidak fokus pada usaha mencari kerja namun lebih dari itu para sarjana dituntut dapat membuka lapangan kerja baru. Harapan  tersebut diungkapkannya dihadapan 196 orang wisudawan program strata satu (S1) dan 95 orang wisudawan program […]

  • Cegah Faham Radikaisme dan Anti Pancasila, Polres Muba Gelar Forum Diskusi

    Cegah Faham Radikaisme dan Anti Pancasila, Polres Muba Gelar Forum Diskusi

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Polres Musi Banyuasin (Muba) bekerja sama dengan Kesbangpol kabupaten Muba menggelar Forum Diskusi  Guna Menangkal dan Mencegah Paham Radikalisme dan Anti Pancasila, dengan mengundang Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Toko Adat dan Toko Pendidikan. Bertempat di Aula Hotel Ranggonang Sekayu, Rabu (20/2/2019). Mewakili Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra […]

  • Pemkab OI Diminta Edukasi Pengrajin Emas & Perak

    Pemkab OI Diminta Edukasi Pengrajin Emas & Perak

    • calendar_month Minggu, 9 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    GUBENUR Sumsel Herman Deru meminta kepada Pemerinta Kabupaten [Pemkab] Ogan Ilir untuk memberikan edukasi kepada pengrajin emas dan perak yang perlu dipertahankan, karena salah satu untuk menjaga budaya dan kearifan lokal. “Saya juga mengharapkan pemerintah setempat untuk mengedukasi pengrajin. Tolong tingkatkan namun tetap gunakan cara tradisional dalam mengelola emas dan perak ini. Jika memang membutuhkan […]

  • TIPS KESEHATAN : Rahasia Tetangga 70 Tahun yang Masih Bisa Gowes 20 Km Tanpa Ngos-ngosan

    TIPS KESEHATAN : Rahasia Tetangga 70 Tahun yang Masih Bisa Gowes 20 Km Tanpa Ngos-ngosan

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    ADA kenalan saya, yang sering bikin iri sekaligus malu hati, namanya Pak Lik Sastro, umur sudah 70 tahun, tapi tiap pagi masih semangat gowes sepeda tua sejauh 20 kilometer. Bayangkan, anak-anak muda sekarang baru 2 kilometer saja sudah nyari warung es teh. Lah, ini orang tua malah melenggang seakan-akan sepedanya ada mesin turbo. Warga yang […]

  • Berburu Remis di Sungai Musi Di Saat Musim Kemarau

    Berburu Remis di Sungai Musi Di Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.262
    • 0Komentar

    “Kami turun dari jam 10 pagi hingga jam 12 siang dan masing-masing orang memperoleh satu karung remis dalam waktu dua jam pencarian. Remis ini untuk kami konsumsi bersama, para tetangga kami bersama bergotong royong untuk mengolah remis dan memasaknya,”

expand_less
WordPress Archive Booknetic - Square Payments Addon Booknetic - Stripe Payments Addon Booknetic - Taxes Addon Booknetic - User Role Manager Addon Booknetic - Webhook ( Zapier, IFTTT, etc ) Addon Booknetic - WhatsApp Notifications Addon Booknetic - WooCommerce Integration Addon Booknetic - WordPress Booking Plugin for Appointment Scheduling Booknetic - Zoom Integration Addon Bookory - Book Store WooCommerce Theme