Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SENIN pagi kemarin, di sebuah forum literasi digital di Jakarta, para narasumber kembali menyoroti satu hal yang makin sulit diabaikan, anak-anak kini tumbuh di tengah layar yang tidak pernah benar-benar berhenti bergerak. Anak-anak sudah terbiasa memegang ponsel bahkan sebelum benar-benar memulai aktivitas hari mereka. Mereka membuka layar lebih dulu sebelum membuka percakapan dengan orang di rumah.

Masalahnya, layar itu tidak pernah menawarkan dunia yang tersaring sepenuhnya untuk usia mereka.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat  lebih dari 50,3 persen anak Indonesia telah terpapar konten bermuatan seksual di media sosial. Data ini menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, menekankan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dipandang ringan.

 “50,3 persen anak terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial, jadi kebayang teman-teman, dari 80 juta itu setengahnya terpapar. Dari 80 juta, 48 persen mengalami kekerasan gender berbasis online,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan satu hal penting anak terpapar konten seksual di internet sudah terjadi dalam skala besar, bukan lagi kasus yang berdiri sendiri.

Di ruang digital, anak-anak menghadapi dua jenis risiko utama risiko konten dan risiko kontak.

Risiko konten muncul ketika anak terus terpapar berbagai informasi di media sosial tanpa batas usia yang jelas. Algoritma tidak memilihkan mana yang sesuai, sehingga semua jenis konten bisa muncul di layar mereka.

Alfreno menjelaskan anak-anak dengan adanya akses ke media sosial bisa terpapar konten apapun itu, mau negatif, positif, semua jadi yurisdiksinya anak-anak itu sendiri.

Risiko lain datang dari kontak. Anak-anak tidak hanya melihat konten, tetapi juga mulai berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal.

“Hari ini enggak sedikit anak-anak kita bisa ngobrol sama orang yang enggak dikenal, setelah itu dicekoki informasi-informasi yang buruk, seperti radikalisme. Selain itu, juga bisa terjadi pelecehan anak,” paparnya.

Kondisi ini memperlihatkan  keamanan anak di media sosial tidak hanya soal apa yang mereka lihat, tetapi juga siapa yang mereka temui di sana.

Anak Tumbuh di Tengah Algoritma

Hari ini, anak-anak tidak lagi sekadar “menggunakan internet”. Mereka hidup di dalamnya.

Setiap scroll, setiap klik, dan setiap tontonan membentuk apa yang mereka lihat berikutnya. Algoritma bekerja tanpa henti, mengatur aliran informasi yang masuk ke layar mereka.

Pada masalah ini literasi digital anak menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Karena akses internet sudah lebih cepat dibanding kesiapan pendampingan di rumah maupun sekolah.

Oleh karena itu untuk menjawab tantangan itu, pemerintah menerbitkan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini hadir untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital, tanpa menghentikan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

Alfreno menegaskan kebijakan ini tidak bertujuan membatasi anak muda, tetapi melindungi mereka dari risiko yang mereka hadapi setiap hari di dunia digital.“Kita enggak pernah mau membatasi inovasi untuk anak muda. Kita cuma mau anak muda itu mengerti apa yang benar dan salah. Kita cuma ingin anak-anak muda Indonesia itu terjauhkan dari risiko, tapi kita enggak menunda inovasi,” tambahnya lagi.

Meski aturan sudah mulai berjalan, tantangan anak terpapar konten seksual di media sosial masih terus bergerak. Platform digital berkembang cepat, sementara pengawasan, edukasi, dan pendampingan belum selalu bergerak dengan kecepatan yang sama.

Di sinilah peran orang tua, sekolah, dan platform digital menjadi penting. Tanpa kerja bersama, ruang digital akan tetap terbuka, tetapi belum tentu aman.

Oleh karena itu perlindungan anak di internet bukan hanya soal regulasi. Hal  ini soal bagaimana kita hadir dalam dunia digital yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak.

Layar kini bukan lagi hanya alat, ia sudah menjadi ruang tumbuh, seperti ruang tumbuh pada umumnya, ia bisa menjadi tempat yang aman atau justru sebaliknya, jika tidak dijaga bersama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • De Beers kenalkan Metamorfosis Bab Dua: koleksi Perhiasan Tinggi yang merayakan kekuatan transformatif dari berlian alami

    De Beers kenalkan Metamorfosis Bab Dua: koleksi Perhiasan Tinggi yang merayakan kekuatan transformatif dari berlian alami

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.090
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin: metamorfosis konstan alam terwujud dalam siklus ritme musim. Bunga mekar, daun berubah warna, sungai membeku. Seekor ulat muncul dari kepompongnya sebagai kupu-kupu yang agung. Dan berlian kasar yang terbentuk miliaran tahun yang lalu diubah menjadi permata yang dibuat dengan […]

  • Musrenbang Perubahan RPJMD Harus Hasilkan Kualitas

    Musrenbang Perubahan RPJMD Harus Hasilkan Kualitas

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 703
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex membuka secara resmi Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Muba Tahun 2017-2022 bertempat di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu (7/10/2020). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kanedi SH, Asisten Bidang Perekonomian Setda Muba Ir Yusman Sriyanto MT, […]

  • Meski Susut 0,86 %, Bank SumselBabel Optimistis Target DPK Tercapai

    Meski Susut 0,86 %, Bank SumselBabel Optimistis Target DPK Tercapai

    • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.830
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel mencatat hingga paruh tahun ini, Dana Pihak Ketiga [DPK] mengalami penyusutan, 0,86 % [YOY] dibanding Juni tahun lalu. Menurut Sekretaris Perusahaan Bank SumselBabel Normandy Akil penyusutan DPK hingga paruh tahun ini, salah satunya memang adanya penarikan dana masyarakat melalui tabungan, karena dampak covid-19, sehingga ekonomi melambat. “Kondisi saat ini memang sangat berpengaruh, apalagi  […]

  • Jaring Atlet, Gub Sumsel Ajak Sosialisasikan Olahraga Menembak

    Jaring Atlet, Gub Sumsel Ajak Sosialisasikan Olahraga Menembak

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    KETUM Pengprov Perbakin Sumsel, Herman Deru mengajak semua pihak khususnya yang terlibat dalam Perbakin Sumsel untuk ikut mensosialisasikan olahraga menembak, guna menjaring atlet penembak asal Sumsel. Dia berkeinginan agar olahraga menembak tidak lagi dikenal sebagai olahraga kalangan elit semata, melainkan olahraga yang memasyarakat di Sumsel. “Saya ingin semua yang terlibat dalam Perbakin agar bagaimana mensosialisasikan […]

  • Gubernur Sosialisasikan Asian Games kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako

    Gubernur Sosialisasikan Asian Games kepada Masyarakat se-Kecamatan Sako

    • calendar_month Jumat, 20 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 962
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bersilaturahmi dan mensosialisasikan Asian Games XVIII tahun 2018 kepada masyarakat se-Kecamatan Sako Palembang di Gedung Serbaguna Metasari, Sako Palembang, (20/4). Nampak hadir juga Pjs. Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, Camat Sako, Achmad Iryanto serta ribuan masyarakat se-Kecamatan Sako. Dalam kesempatan silaturahmi itu, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyampaikan tentang manfaat […]

  • Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    Gubernur Bersama Kapolda Sumsel Canangkan Kampung Tangguh di OKU Timur

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 683
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru bersama dengan Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Hermanto mencanangan Desa Batu Mas dan Desa Mangulak di Wilayah OKU Timur sebagai kampung tangguh anti intoleransi dan radikalisme. Pencanangan kampung tangguh ini dilakukan di Balai Rakyat Pemda OKU Timur, Kamis (2/6). Menurut Herman Deru langkah  deteksi  dini yang dilakukan Polda Sumsel, Pemkab […]

expand_less
WordPress Archive Product Loops for WooCommerce Product Options for WooCommerce Product password protector for WooCommerce Product Price Info For WooCommerce Product Sales Report Pro for WooCommerce Pro Product Variation Table of WooCommerce Product Vendors for WooCommerce Products Share On WhatsApp Plugin | WooCommerce WordPress Products View in Room Popup | WooCommerce WordPress Profecient - Multipurpose Elementor Business & WooCommerce WordPress Theme