Selasa, 22 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

Layar Tak Lagi Aman, Anak Terpapar Konten Seksual

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SENIN pagi kemarin, di sebuah forum literasi digital di Jakarta, para narasumber kembali menyoroti satu hal yang makin sulit diabaikan, anak-anak kini tumbuh di tengah layar yang tidak pernah benar-benar berhenti bergerak. Anak-anak sudah terbiasa memegang ponsel bahkan sebelum benar-benar memulai aktivitas hari mereka. Mereka membuka layar lebih dulu sebelum membuka percakapan dengan orang di rumah.

Masalahnya, layar itu tidak pernah menawarkan dunia yang tersaring sepenuhnya untuk usia mereka.

Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat  lebih dari 50,3 persen anak Indonesia telah terpapar konten bermuatan seksual di media sosial. Data ini menegaskan bahwa perlindungan anak di ruang digital sudah menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar wacana.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar, menekankan bahwa situasi ini tidak bisa lagi dipandang ringan.

 “50,3 persen anak terpapar konten bermuatan seksual melalui media sosial, jadi kebayang teman-teman, dari 80 juta itu setengahnya terpapar. Dari 80 juta, 48 persen mengalami kekerasan gender berbasis online,” katanya.

Pernyataan itu menunjukkan satu hal penting anak terpapar konten seksual di internet sudah terjadi dalam skala besar, bukan lagi kasus yang berdiri sendiri.

Di ruang digital, anak-anak menghadapi dua jenis risiko utama risiko konten dan risiko kontak.

Risiko konten muncul ketika anak terus terpapar berbagai informasi di media sosial tanpa batas usia yang jelas. Algoritma tidak memilihkan mana yang sesuai, sehingga semua jenis konten bisa muncul di layar mereka.

Alfreno menjelaskan anak-anak dengan adanya akses ke media sosial bisa terpapar konten apapun itu, mau negatif, positif, semua jadi yurisdiksinya anak-anak itu sendiri.

Risiko lain datang dari kontak. Anak-anak tidak hanya melihat konten, tetapi juga mulai berinteraksi dengan orang yang tidak mereka kenal.

“Hari ini enggak sedikit anak-anak kita bisa ngobrol sama orang yang enggak dikenal, setelah itu dicekoki informasi-informasi yang buruk, seperti radikalisme. Selain itu, juga bisa terjadi pelecehan anak,” paparnya.

Kondisi ini memperlihatkan  keamanan anak di media sosial tidak hanya soal apa yang mereka lihat, tetapi juga siapa yang mereka temui di sana.

Anak Tumbuh di Tengah Algoritma

Hari ini, anak-anak tidak lagi sekadar “menggunakan internet”. Mereka hidup di dalamnya.

Setiap scroll, setiap klik, dan setiap tontonan membentuk apa yang mereka lihat berikutnya. Algoritma bekerja tanpa henti, mengatur aliran informasi yang masuk ke layar mereka.

Pada masalah ini literasi digital anak menjadi hal yang tidak bisa ditunda. Karena akses internet sudah lebih cepat dibanding kesiapan pendampingan di rumah maupun sekolah.

Oleh karena itu untuk menjawab tantangan itu, pemerintah menerbitkan PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Regulasi ini hadir untuk memperkuat perlindungan anak di ruang digital, tanpa menghentikan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.

Alfreno menegaskan kebijakan ini tidak bertujuan membatasi anak muda, tetapi melindungi mereka dari risiko yang mereka hadapi setiap hari di dunia digital.“Kita enggak pernah mau membatasi inovasi untuk anak muda. Kita cuma mau anak muda itu mengerti apa yang benar dan salah. Kita cuma ingin anak-anak muda Indonesia itu terjauhkan dari risiko, tapi kita enggak menunda inovasi,” tambahnya lagi.

Meski aturan sudah mulai berjalan, tantangan anak terpapar konten seksual di media sosial masih terus bergerak. Platform digital berkembang cepat, sementara pengawasan, edukasi, dan pendampingan belum selalu bergerak dengan kecepatan yang sama.

Di sinilah peran orang tua, sekolah, dan platform digital menjadi penting. Tanpa kerja bersama, ruang digital akan tetap terbuka, tetapi belum tentu aman.

Oleh karena itu perlindungan anak di internet bukan hanya soal regulasi. Hal  ini soal bagaimana kita hadir dalam dunia digital yang sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak.

Layar kini bukan lagi hanya alat, ia sudah menjadi ruang tumbuh, seperti ruang tumbuh pada umumnya, ia bisa menjadi tempat yang aman atau justru sebaliknya, jika tidak dijaga bersama. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OP, Pemkab Muba Salurkan 4,8 Ton Migor

    OP, Pemkab Muba Salurkan 4,8 Ton Migor

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 748
    • 0Komentar

    TERJADI kelangkaan minyak goreng di sejumlah wilayah membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Muba menggelar operasi pasar minyak goreng (migor). Rabu (23/2/2022) di UD Pancaroba. Para panitia berjibaku melayani para pembeli yang datang. Disana masyarakat bisa mendapatkan minyak goreng kemasan merek Fortune dengan harga yang relatif murah yakni Rp […]

  • Kami akan bertarung dan bekerja keras di Piala Asia

    Kami akan bertarung dan bekerja keras di Piala Asia

    • calendar_month Senin, 8 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.616
    • 0Komentar

    – Justin Hubner sudah tidak sabar untuk bisa bermain di Piala Asia. Hal itu diungkapnya sesaat tiba di Qatar, Minggu (7/1). Setelah melakukan perjalanan dari Antalya, Turki, timnas Indonesia telah tiba pukul 06.00 waktu setempat.   Asnawi Mangkualam dan kawan-kawan terbang dari Antalya ke Istanbul pada Sabtu (6/1), pukul 20.55 waktu setempat. “Ini sangat luar […]

  • 3 cerita kocak terkait dokter hewan

    3 cerita kocak terkait dokter hewan

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.218
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Tiga cerita kocak terkait dokter hewan ini, bisa jadi temen ente sore-sore gini, ditambah lagi bisa ngudut sembari ngopi, lumayan.. ilang semua rasa capek ente…ya selamat baca.. Suatu hari, seorang dokter hewan baru saja membuka praktiknya di sebuah kota kecil. Dia sangat antusias dan ingin membangun reputasi yang baik. Namun, pada hari […]

  • Bupati Muba  Dinobatkan Jadi Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian

    Bupati Muba Dinobatkan Jadi Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian

    • calendar_month Selasa, 2 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 910
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lubuk linggau- Komitmen zero konflik yang terus dijaga di bumi Serasan Sekate terus menuai apresiasi dari berbagai pihak di tingkat nasional, kali ini atas komitmen bersama seluruh stakeholder terkait untuk menjaga dan mempertahankan zero konflik di Muba, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin dinobatkan dari  Kementerian Sosial sebagai Tokoh Pembina Wilayah Pelopor Perdamaian […]

  • Ikut Subuh Berjamaah dengan Walkot Palembang, Begini Komentar Walkot Bengkulu

    Ikut Subuh Berjamaah dengan Walkot Palembang, Begini Komentar Walkot Bengkulu

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.289
    • 0Komentar

    WALIKOTA Bengkulu H. Helmi Hasan memberi apresiasi terhadap program Sholat Subuh berjamaah yang digagas  Walikota Palembang H. Harnojoyo. Hal ini disampaikan Helmi Hasan saat ikut bersama Melaksanakan Sholat subuh berjamaah dengan Walikota Palembang Harnojoyo dan Masyarakat di Masjid Muawanah, Jalan Padang Selasa, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, Rabu, (14/1/2020). “Tidak salah Kota Palembang dijuluki sebagai […]

  • IPPAT Minta Perhitungan BPHTB Sesuai Ketentuan

    IPPAT Minta Perhitungan BPHTB Sesuai Ketentuan

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.214
    • 0Komentar

    KETUA Pengurus Wilayah Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah(IPPAT) Firlandia Muchtar SH.SPn berharap agar pemerintah daerah dapat melakukan perhitungan bea perolehan hak atas tanah dan atau bangunan (BPHTB) sesuai ketentuan yang ada. “Akibatnya kami sering kesulitan saat melakukan validasi,” terangnya saat audiensi dengan Gubernur Sumsel, Selasa [23/6/2020]. Menurut Firlandia, jika ini terus dibiarkan, maka rentan merugikan […]

expand_less
WordPress Archive Product Loops for WooCommerce Product Options for WooCommerce Product password protector for WooCommerce Product Price Info For WooCommerce Product Sales Report Pro for WooCommerce Pro Product Variation Table of WooCommerce Product Vendors for WooCommerce Products Share On WhatsApp Plugin | WooCommerce WordPress Products View in Room Popup | WooCommerce WordPress Profecient - Multipurpose Elementor Business & WooCommerce WordPress Theme