Senin, 17 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Imunisasi-Vaksin Paling Efektif bagi Kesehatan

Imunisasi-Vaksin Paling Efektif bagi Kesehatan

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
  • visibility 1.139
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“IMUNISASI melalui vaksin, terbukti sebagai pendekatan kesehatan masyarakat yang paling efektif. Dengan kata lain telah terbukti juga bahwa tanpa vaksin dan program imunisasi manusia tidak bisa menang perang melawan virus”. Demikian, antara lain dikemukakan dr. Jane Soepardi, konsultan Imunisasi dan Pengawasan untuk Lembaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC Atlanta kantor Indonesia.
Kunci sukses untuk membebaskan Indonesia dari polio menurut dr. Jane adalah dukungan dari jajaran pemerintah yang memiliki keinginan kuat untuk menghapus virus ini dari Indonesia. Selain itu dukungan sumber daya tenaga kesehatan dan logistik yang cukup juga membantu Indonesia terbebas polio. “Tidak kalah penting, komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai media terlaksana dengan baik sehingga imunisasi dengan vaksin yang sesuai, mampu diterima dan terbukti sebagai pendekatan kesehatan yang efektif”.
Lebih lanjut, dr Jane berpesan bagi masyarakat yang belum yakin akan efektivitas vaksin. “Membuat vaksin jauh lebih sulit dan syaratnya lebih berat daripada membuat obat. Karena vaksin untuk orang yang masih sehat, sedangkan obat untuk orang yang sudah sakit. Oleh karena itu, syarat utama bagi vaksin adalah keamanannya. Target pemberian vaksin adalah, agar orang sehat tetap sehat dan menjadi kebal terhadap vaksin tertentu”.
Imunisasi, menurutnya, sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh dalam melawan penyakit tertentu yang merupakan bagian dari upaya mencegah lebih baik daripada mengobati. Imunisasi merupakan interfensi kesehatan masyarakat yang spesifik dan efektif dari segi biaya.
Salah satu upaya imunisasi yang massif yang pernah dilakukan pemerintah adalah program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dimulai pada tahun 1995. PIN saat itu merupakan program untuk mengeradikasi virus polio.
“Pemberian vaksin oral polio pada 1995-1997 diberikan pada siapa saja, tanpa memandang seseorang itu sudah diberikan vaksin polio secara rutin atau belum. Bagi yang telah mendapat imunisasi polio rutin, maka pemberian kembali vaksin polio akan memperkebal daya tahan tubuhnya. Mereka yang belum mendapat vaksin polio, maka bisa dikatakan mendapatkan imunisasi dasar”, terang dr. I Nyoman Kandun MPH, Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), dalam acara Dialog Produktif bertema Belajar dari Sukses PIN Polio, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (17/11). Dokter Nyoman dan Dokter Jane Soperdi menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
PIN saat itu, lanjut dr Nyoman, bertujuan untuk mengeradikasi polio di Indonesia. Masyarakat perlu mengetahui tahap-tahap penanganan penyakit menular, yaitu mengontrol, mengeliminasi dan mengeradikasi.
“Mengontrol adalah menekan insiden penyakit menular. Sedangkan mengeliminasi adalah menekan hingga angka yang sangat rendah, bisa sampai nol, tapi virusnya tidak hilang. Mengeradikasi artinya, di samping kita bisa menekan penularan sampai nol, virusnya juga bisa hilang. Seperti misalnya cacar yang tidak ditemukan lagi adanya virus cacar sehingga kita bisa dikatakan mengeradikasi cacar”, terang dr Nyoman.
Cakupan imunisasi rutin polio yang dimulai dari 1995, sempat menurun akibat terdampak krisis multi dimensi pada periode 1998-2002. Pada 2002 baru pemerintah melakukan PIN kembali. Pada 2005 virus polio liar (wild polio virus) teridentifikasi di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. “Penanganan virus polio di Cidahu sebenarnya telah dilakukan dalam tindakan cepat yang dikenal sebagai sub PIN, supaya virus polio liar yang masuk Cidahu tidak menyebar. Tapi virus tersebut menyebar ke Sumatra dan wilayah lainnya,” jelas dr. Nyoman.
Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai KLB dan kembali menjalankan PIN. Hasilnya, polio kembali sukses diberantas pada 2006. Kemudian pada 2014, label bebas polio diberikan WHO kepada Indonesia. “Sampai saat ini tidak ditemukan lagi penderita polio yang disebabkan virus polio liar. Jadi apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus? Cakupan imunisasi harus setinggi-tingginya, bila perlu 100 persen”, terang dr Nyoman.
Selain itu, dari sudut pandang investasi kesehatan, dr Nyoman mengatakan, “Imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak Indonesia. Dengan dibekali imunisasi yang melindungi mereka dari penyakit menular, maka anak Indonesia bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental. Dengan begitu, anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas”, tutupnya.(**)sir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siapkan Strategi, Pemerintah Penuhi Kebutuhan Oksigen dan Percepat Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko

    Siapkan Strategi, Pemerintah Penuhi Kebutuhan Oksigen dan Percepat Vaksinasi Covid-19 Berbasis Risiko

    • calendar_month Selasa, 27 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 616
    • 0Komentar

    MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi dalam memenuhi peningkatan kebutuhan oksigen untuk para pasien Covid-19. Menurut Menkes, saat ini kebutuhan oksigen medis meningkat lebih dari lima kali lipat dibandingkan periode sebelum Lebaran tahun 2021. “Kebutuhan oksigen kita sebelum Lebaran 400 ton per hari. Sekarang sudah naik menjadi 2.500 ton […]

  • Kali ke-8, Muara Enim Peroleh WTP

    Kali ke-8, Muara Enim Peroleh WTP

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.614
    • 0Komentar

      PEMKAB Muara Enim memperoleh dan mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-8 kalinya secara berturut-turut.   Penghargaan diberikan langsung Kepala BPK-RI Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan, Harry Purwaka, Jumat [7/5/2021].   Penghargaan ke -8 atas laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2020.   Plh. Bupati Nasrun Umar berterima terimaksih kepada BPK-RI atas […]

  • Tuntaskan Kendala  Gencarkan Vaksinasi di Muba Wujudkan Herd Immunity

    Tuntaskan Kendala  Gencarkan Vaksinasi di Muba Wujudkan Herd Immunity

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    MUBA melakukan percepatan vaksinasi guna mencapai target herd immunity hingga 100%.Seperti halnya pada hari ini, Rabu (15/12/2021) bertempat di di Ruang Rapat Serasan Sekate, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) progres percepatan vaksinasi COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin. Rapat dipimpin oleh Plt Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi SIP melalui Sekretaris Daerah Muba […]

  • status-gunung-agung-bali

    Awas, Gunung Agung Siaga III

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.733
    • 0Komentar

    Bupati Karangasem IGA Mas Sumantri menyatakan tanggap darurat bencana diberlakukan sejak 18 September – 1 Oktober 2017 menyusul Status Gunung Agung naik ke level siaga.

  • Karhutla 2026: Ritual Tahunan yang Belum Kita Taklukkan

    Karhutla 2026: Ritual Tahunan yang Belum Kita Taklukkan

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 71
    • 0Komentar

      SETIAP tahun, Indonesia seperti mengulang adegan lama, langit memerah, udara menebal, dan rapat koordinasi kembali digelar. Tahun 2026 pun membuka bab yang serupa, bahkan dengan nada yang lebih mengkhawatirkan. Data yang disampaikan Hanif Faisol Nurofiq dalam Rakor Pengendalian Karhutla di Jakarta baru-baru menunjukkan lonjakan tajam, sekitar 700 titik panas hingga April, jauh di atas […]

  • Ajak Masyarakat Gotong Royong Santuni Korban Kebakaran Ulak Teberau

    Ajak Masyarakat Gotong Royong Santuni Korban Kebakaran Ulak Teberau

    • calendar_month Kamis, 30 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 714
    • 0Komentar

    PERISTIWA kebakaran yang melanda warga Dusun IV Desa Ulak Teberau Kecamatan Lawang Wetan, Rabu (29/6/2022) siang mengundang keprihatinan Pj Bupati Drs Apriyadi MSi.   Kebakaran yang disebabkan oleh kecelakaan tunggal mobil yang membawa olahan minyak tersebut menyambar sedikitnya empat unit rumah milik warga.   “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, dan hari ini saya ingin warga […]

expand_less
WordPress Archive Kozi – Elementor Fashion Store WordPress Theme KRAFTY – Construction & Industry Elementor Template Kit Krakatau – Mountain & Hiking Elementor Template Kit Kraken Automatic Post Editor Plugin for WordPress Kramic – Pottery & Ceramic Store WooCommerce Elementor Template Kit Krativa – Creative & Digital Agency Services Elementor Template Kit Kreate – Modern Creative Agency WordPress Theme Kreatifa – Creative Digital Agency Elementor Template Kit Kredok – Car Showroom Elementor Template Kit Kristo – Modern Magazine WordPress Theme