Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Imunisasi-Vaksin Paling Efektif bagi Kesehatan

Imunisasi-Vaksin Paling Efektif bagi Kesehatan

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
  • visibility 1.157
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“IMUNISASI melalui vaksin, terbukti sebagai pendekatan kesehatan masyarakat yang paling efektif. Dengan kata lain telah terbukti juga bahwa tanpa vaksin dan program imunisasi manusia tidak bisa menang perang melawan virus”. Demikian, antara lain dikemukakan dr. Jane Soepardi, konsultan Imunisasi dan Pengawasan untuk Lembaga Pencegahan dan Pengendalian Penyakit CDC Atlanta kantor Indonesia.
Kunci sukses untuk membebaskan Indonesia dari polio menurut dr. Jane adalah dukungan dari jajaran pemerintah yang memiliki keinginan kuat untuk menghapus virus ini dari Indonesia. Selain itu dukungan sumber daya tenaga kesehatan dan logistik yang cukup juga membantu Indonesia terbebas polio. “Tidak kalah penting, komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai media terlaksana dengan baik sehingga imunisasi dengan vaksin yang sesuai, mampu diterima dan terbukti sebagai pendekatan kesehatan yang efektif”.
Lebih lanjut, dr Jane berpesan bagi masyarakat yang belum yakin akan efektivitas vaksin. “Membuat vaksin jauh lebih sulit dan syaratnya lebih berat daripada membuat obat. Karena vaksin untuk orang yang masih sehat, sedangkan obat untuk orang yang sudah sakit. Oleh karena itu, syarat utama bagi vaksin adalah keamanannya. Target pemberian vaksin adalah, agar orang sehat tetap sehat dan menjadi kebal terhadap vaksin tertentu”.
Imunisasi, menurutnya, sangat penting untuk membentuk daya tahan tubuh dalam melawan penyakit tertentu yang merupakan bagian dari upaya mencegah lebih baik daripada mengobati. Imunisasi merupakan interfensi kesehatan masyarakat yang spesifik dan efektif dari segi biaya.
Salah satu upaya imunisasi yang massif yang pernah dilakukan pemerintah adalah program Pekan Imunisasi Nasional (PIN) dimulai pada tahun 1995. PIN saat itu merupakan program untuk mengeradikasi virus polio.
“Pemberian vaksin oral polio pada 1995-1997 diberikan pada siapa saja, tanpa memandang seseorang itu sudah diberikan vaksin polio secara rutin atau belum. Bagi yang telah mendapat imunisasi polio rutin, maka pemberian kembali vaksin polio akan memperkebal daya tahan tubuhnya. Mereka yang belum mendapat vaksin polio, maka bisa dikatakan mendapatkan imunisasi dasar”, terang dr. I Nyoman Kandun MPH, Penasihat Field Epidemiology Training Program (FETP), dalam acara Dialog Produktif bertema Belajar dari Sukses PIN Polio, yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Selasa (17/11). Dokter Nyoman dan Dokter Jane Soperdi menjadi narasumber dalam kegiatan ini.
PIN saat itu, lanjut dr Nyoman, bertujuan untuk mengeradikasi polio di Indonesia. Masyarakat perlu mengetahui tahap-tahap penanganan penyakit menular, yaitu mengontrol, mengeliminasi dan mengeradikasi.
“Mengontrol adalah menekan insiden penyakit menular. Sedangkan mengeliminasi adalah menekan hingga angka yang sangat rendah, bisa sampai nol, tapi virusnya tidak hilang. Mengeradikasi artinya, di samping kita bisa menekan penularan sampai nol, virusnya juga bisa hilang. Seperti misalnya cacar yang tidak ditemukan lagi adanya virus cacar sehingga kita bisa dikatakan mengeradikasi cacar”, terang dr Nyoman.
Cakupan imunisasi rutin polio yang dimulai dari 1995, sempat menurun akibat terdampak krisis multi dimensi pada periode 1998-2002. Pada 2002 baru pemerintah melakukan PIN kembali. Pada 2005 virus polio liar (wild polio virus) teridentifikasi di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. “Penanganan virus polio di Cidahu sebenarnya telah dilakukan dalam tindakan cepat yang dikenal sebagai sub PIN, supaya virus polio liar yang masuk Cidahu tidak menyebar. Tapi virus tersebut menyebar ke Sumatra dan wilayah lainnya,” jelas dr. Nyoman.
Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai KLB dan kembali menjalankan PIN. Hasilnya, polio kembali sukses diberantas pada 2006. Kemudian pada 2014, label bebas polio diberikan WHO kepada Indonesia. “Sampai saat ini tidak ditemukan lagi penderita polio yang disebabkan virus polio liar. Jadi apa yang bisa dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus? Cakupan imunisasi harus setinggi-tingginya, bila perlu 100 persen”, terang dr Nyoman.
Selain itu, dari sudut pandang investasi kesehatan, dr Nyoman mengatakan, “Imunisasi merupakan investasi masa depan bagi anak Indonesia. Dengan dibekali imunisasi yang melindungi mereka dari penyakit menular, maka anak Indonesia bisa tumbuh sehat secara fisik dan mental. Dengan begitu, anak Indonesia bisa tumbuh sehat dan cerdas”, tutupnya.(**)sir

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Kampung Inggris, IBC – Pemkab Muba Inisiasi Belajar Bahasa Inggris Kilat Hanya 1 Detik, Kok Bisa ?

    Program Kampung Inggris, IBC – Pemkab Muba Inisiasi Belajar Bahasa Inggris Kilat Hanya 1 Detik, Kok Bisa ?

    • calendar_month Minggu, 28 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.217
    • 0Komentar

    PENGUASAAN bahasa asing khususnya bahasa Inggris menjadi peranan penting untuk pengembangan kompetensi diri dan kualitas sumber daya manusia (SDM).  Indonesia Brain Camp (IBC) bersama Komandan Pangkalan (Danlanal) TNI Angkatan Laut Palembang Kolonel Laut (P) Filda Malari dan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA menginisiasi program kampung Inggris dengan konsep metode pembelajaran bahasa […]

  • GeNose C19 Hadir di 21 Bandara

    GeNose C19 Hadir di 21 Bandara

    • calendar_month Rabu, 28 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 677
    • 0Komentar

    ALAT deteksi COVID-19 karya anak bangsa “GeNose C19” hingga saat ini sudah diterapkan di 21 bandara di Indonesia. Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan pelayanan tes deteksi COVID-19 untuk memastikan penumpang yang bepergian benar-benar tidak sedang terinfeksi COVID-19. Penerapan GeNoseC19 diatur dalam Surat Edaran Kemenhub No 26 Tahun 2021, yakni tindak lanjut dari Surat Edaran Satgas […]

  • Tingkatkan pengalaman pengguna buta warna, Samsung Kenalkan Mode SeeColors pada Jajaran TV & Monitor 2023

    Tingkatkan pengalaman pengguna buta warna, Samsung Kenalkan Mode SeeColors pada Jajaran TV & Monitor 2023

    • calendar_month Senin, 26 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, SAMSUNG  – Fitur aksesibilitas membantu pemirsa dengan kekurangan penglihatan warna untuk mengkalibrasi ulang layar mereka untuk pengalaman menonton yang lebih menyenangkan. Mode SeeColors menerima sertifikasi “Aksesibilitas Penglihatan Warna” dari TÜV Rheinland Samsung Electronics hari ini mengumumkan penambahan mode SeeColors pada rangkaian TV dan monitor 2023.1 Fitur aksesibilitas yang baru ditambahkan menyediakan berbagai pengaturan warna […]

  • Keluarga Bupati Banyuasin Berbagi dengan Tukang Ojek

    Keluarga Bupati Banyuasin Berbagi dengan Tukang Ojek

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    Sebanyak 100 Paket sembako dibagikan Keluarga Bupati Banyuasin kepada Tukang Ojek di Halaman Kantor Camat, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin. Menurut dr. Sri Fitrianti Askolani, [Istri Bupati Banyuasin] mengatakan bantuan ini  sebagai salah satu bentuk kepedulian untuk membantu masyarakat yang terdampak wabah Covid-19. “Sebenarnya ini uang dapur saya dan uang jajan anak-anak yang sengaja kami […]

  • Kain Kanduk & Kayu Aro Bakal Unjuk Gigi di Palembang Fashion Week 2020, Ketua TP PKK Bilang Begini

    Kain Kanduk & Kayu Aro Bakal Unjuk Gigi di Palembang Fashion Week 2020, Ketua TP PKK Bilang Begini

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.146
    • 0Komentar

    DITEMANI kedua putrinya Samantha Tivani dan Ratu Tenny Leriva, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Selatan Hj. Febrita Lustia Herman Deru menghadiri Palembang Fashion Week 2020 bertema “Young and Nature di Palembang Sport and Convention Center (PSCC). “Saya hadir disini mendukung Dekranasda Kabupaten OKU Selatan yang menampilkan kawai kanduk dan kayu […]

  • Social Distancing Sangatlah Penting

    Social Distancing Sangatlah Penting

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.589
    • 0Komentar

    ADANYA penemuan dua kasus pertama positif Covid-19 di Indonesia tepatnya di daerah Depok, Provinsi Jawa Barat cukup mengejutkan masyarakat. Kabar yang tak terduga dan mengkhawatirkan bagi kita ini diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 2 maret 2020. Pasien kasus pertama dan kedua yang terjangkit Covid-19 ini merupakan ibu dan anak. Berdasarkan informasi yang […]

expand_less
WordPress Archive Kozi – Elementor Fashion Store WordPress Theme KRAFTY – Construction & Industry Elementor Template Kit Krakatau – Mountain & Hiking Elementor Template Kit Kraken Automatic Post Editor Plugin for WordPress Kramic – Pottery & Ceramic Store WooCommerce Elementor Template Kit Krativa – Creative & Digital Agency Services Elementor Template Kit Kreate – Modern Creative Agency WordPress Theme Kreatifa – Creative Digital Agency Elementor Template Kit Kredok – Car Showroom Elementor Template Kit Kristo – Modern Magazine WordPress Theme