Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA kembali dibuat waspada oleh munculnya wabah Ebola di Afrika Tengah. Meski jumlah kasusnya belum sebesar pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization sudah menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026.

Keputusan itu langsung membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan, termasuk Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Namun, pengawasan di berbagai pintu masuk negara mulai diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus dari luar negeri, terutama dari wilayah terdampak di Afrika.

Banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa dunia begitu siaga padahal wabah Ebola saat ini belum dikategorikan sebagai pandemi? Pertanyaan itu muncul karena publik masih memiliki ingatan kuat terhadap Covid-19 yang awalnya juga dianggap kasus lokal sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

WHO menetapkan status darurat global bukan semata-mata karena jumlah kasus Ebola yang besar, melainkan karena tingkat kematian virus ini sangat tinggi dan penyebarannya berpotensi meluas lintas negara.

Selain itu, kondisi fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah terdampak dinilai masih terbatas sehingga risiko pengendalian wabah menjadi lebih sulit.

Berdasarkan data terbaru, wabah Ebola yang terjadi di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo disebabkan oleh strain Bundibugyo Virus Disease atau BVD. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat ratusan kasus suspek dengan puluhan kematian. Tingkat fatalitasnya mencapai lebih dari 30 persen, jauh lebih tinggi dibanding banyak penyakit menular lain.

Inilah yang sebenarnya membuat dunia khawatir. Ebola memang tidak menyebar secepat Covid-19 melalui udara bebas, tetapi virus ini dikenal sangat mematikan ketika berhasil menginfeksi manusia. Dalam beberapa wabah sebelumnya, tingkat kematian Ebola bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen.

Selain itu, mobilitas manusia modern menjadi tantangan besar dalam pengendalian wabah. Perjalanan internasional yang semakin cepat membuat virus berpotensi berpindah negara hanya dalam hitungan jam melalui penumpang pesawat, terutama jika ada kasus yang belum terdeteksi.

Situasi inilah yang membuat pemerintah Indonesia mulai memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Pantau ebola

Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan wabah Ebola secara global sambil memperkuat sistem kewaspadaan nasional.

Petugas kesehatan kini disiagakan di berbagai pintu masuk negara untuk melakukan skrining terhadap pelaku perjalanan, terutama yang datang dari negara terdampak seperti Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Pemerintah juga menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.

Seluruh laporan pengawasan dari pintu masuk negara akan dipantau selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons serta pusat operasi darurat kesehatan nasional. Kapasitas laboratorium juga disiapkan untuk mendukung deteksi cepat apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus suspek.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Ebola, Kemenkes meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai unggahan lama mengenai Ebola kembali beredar di media sosial dan memicu kepanikan publik.

Padahal hingga saat ini belum ada laporan kasus Ebola di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak lengah. Edukasi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara penularan dan gejala penyakit ini secara benar.

Virus Ebola menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang telah terkontaminasi oleh manusia maupun hewan yang terinfeksi. Virus dapat masuk melalui kulit yang terluka atau selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.

Gejala Ebola biasanya muncul mendadak dengan masa inkubasi antara dua hingga 21 hari. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, muntah, diare, hingga perdarahan pada kondisi yang lebih berat.

Karena belum tersedia pengobatan spesifik yang digunakan secara luas, pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi Ebola. Pemerintah mengimbau masyarakat kembali memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS sebagai perlindungan dasar dari berbagai penyakit menular.

Kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dinilai tetap efektif mengurangi risiko penularan penyakit. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang sakit.

Kemenkes turut memberikan perhatian khusus kepada warga yang baru pulang dari negara terdampak Ebola. Mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gejala mencurigakan dalam waktu 21 hari setelah perjalanan.

Pelajaran besar dari pandemi Covid-19 membuat banyak negara kini memilih bergerak lebih cepat sebelum wabah meluas. Dunia mungkin belum menghadapi pandemi Ebola, tetapi alarm kewaspadaan sudah lebih dulu dibunyikan agar penyebaran virus mematikan ini tidak berkembang menjadi ancaman global yang lebih besar.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Camat di Ajak Partisipasi dalam Muba Expo 2019

    Camat di Ajak Partisipasi dalam Muba Expo 2019

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Koordinasi baik antar kecamatan maupun dengan OPD terkait sehingga event Muba Expo 2019 dapat berjalan sesuai yang diharapkan, serta mampu memberikan informasi yang akurat mengenai berbagai produk unggulan Kabupaten Muba dan berbagai inovasi dan prestasi yang telah dicapai oleh Pemkab Muba.

  • Pembubuhan Warna Pada Wajah Tokoh

    Pembubuhan Warna Pada Wajah Tokoh

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.986
    • 0Komentar

    MEMBANGUN keindahan dalam satu ilustrasi gambar atau lukisan, membutuhkan konsentrasi penuh di dalam diri perupa. Paling tidak, perasaan dan jiwanya akan mengarungi kreativitas secara utuh. Sense of human, atau perasaan terdalam dari jiwa pelukislah yang mampu menentukan baik buruknya gambar atau lukisan. Karena itu Rembradt van Rijn dan Leonardo da Vinci sepakat untuk memberi keindahan pada […]

  • Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

    Rapat Singkat di Palembang, Dampaknya Bisa Bertahun-Tahun

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 455
    • 0Komentar

    DI Indonesia, rapat sering kali seperti sinetron kejar tayang, episodenya panjang, ceritanya muter-muter, ending-nya menggantung. Namun Rapat Koordinasi pelaksanaan Sensus Sosial Ekonomi dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)  dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa justru memilih jalur sebaliknya, singkat, to the point, dan kalau serius dijalankan, efeknya bisa lebih panjang dari umur baliho kampanye. […]

  • Taati Intruksi Presiden, Pemkot Daftarkan  RibuanTenaga Honorer ke BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa : Anggaran Sudah Ada, Tinggal Kuatkan Payung Hukum

    Taati Intruksi Presiden, Pemkot Daftarkan RibuanTenaga Honorer ke BPJS Ketenagakerjaan, Ratu Dewa : Anggaran Sudah Ada, Tinggal Kuatkan Payung Hukum

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang akan mendaftarkan ribuan tenaga honorer ikut BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini untuk menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2/2021 Republik Indonesia tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Inpres itu memuat di dalamnya soal tenaga honorer pemerintah daerah untuk diikutsertakan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa, mengatakan, di lingkungan Pemkot Palembang, […]

  • Dari Bayi Ngempeng hingga Bisa Debat, ASTERKUMBANG Urus Semua, Kecuali PR Matematika

    Dari Bayi Ngempeng hingga Bisa Debat, ASTERKUMBANG Urus Semua, Kecuali PR Matematika

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 792
    • 0Komentar

    KALAU dulu, orang tua cuma modal doa dan minyak kayu putih buat memastikan anaknya tumbuh sehat, sekarang zamannya udah beda. Anak-anak zaman now bukan cuma perlu imunisasi, tapi juga pantauan tumbuh kembang yang lebih canggih dari fitur kamera iPhone terbaru. Untungnya, Palembang sekarang punya jurus pamungkas bernama ASTERKUMBANG,  bukan nama serangga dari Planet Bekasi, tapi […]

  • Baznas OKI Pugar 4 Unit Rumah Tak Layak Huni

    Baznas OKI Pugar 4 Unit Rumah Tak Layak Huni

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.768
    • 0Komentar

    BADAN Amil Zakat Nasional Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan program pemugaran rumah tidak layak huni. Salah satu rumah yang telah dipugar dan diserahterimakan adalah milik Suhaimi bin M. Ali (49) Warga Sukadana, Kecamatan Kota Kayuagung. “Untuk tahun ini kami menyasar sebanyak 4 unit RTLH di Kabupaten OKI,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Nazir Bayd, […]

expand_less
WordPress Archive Invested – Venture Capital & Investment WordPress Theme Investex – Corporate & Accounting Theme Investment – Business & Financial Advisor WordPress Theme Investmoon – Finance & Investment Manager Elementor Template Kit INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme