Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

Ebola Belum Jadi Pandemi, Tapi Dunia Sudah Siaga, Ini Sebenarnya Ditakuti WHO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
  • visibility 65
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DUNIA kembali dibuat waspada oleh munculnya wabah Ebola di Afrika Tengah. Meski jumlah kasusnya belum sebesar pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization sudah menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026.

Keputusan itu langsung membuat banyak negara meningkatkan kewaspadaan, termasuk Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memastikan hingga kini belum ditemukan kasus Ebola di Indonesia. Namun, pengawasan di berbagai pintu masuk negara mulai diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan penyebaran virus dari luar negeri, terutama dari wilayah terdampak di Afrika.

Banyak masyarakat bertanya-tanya, kenapa dunia begitu siaga padahal wabah Ebola saat ini belum dikategorikan sebagai pandemi? Pertanyaan itu muncul karena publik masih memiliki ingatan kuat terhadap Covid-19 yang awalnya juga dianggap kasus lokal sebelum akhirnya menyebar ke seluruh dunia.

WHO menetapkan status darurat global bukan semata-mata karena jumlah kasus Ebola yang besar, melainkan karena tingkat kematian virus ini sangat tinggi dan penyebarannya berpotensi meluas lintas negara.

Selain itu, kondisi fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah terdampak dinilai masih terbatas sehingga risiko pengendalian wabah menjadi lebih sulit.

Berdasarkan data terbaru, wabah Ebola yang terjadi di Provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo disebabkan oleh strain Bundibugyo Virus Disease atau BVD. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat ratusan kasus suspek dengan puluhan kematian. Tingkat fatalitasnya mencapai lebih dari 30 persen, jauh lebih tinggi dibanding banyak penyakit menular lain.

Inilah yang sebenarnya membuat dunia khawatir. Ebola memang tidak menyebar secepat Covid-19 melalui udara bebas, tetapi virus ini dikenal sangat mematikan ketika berhasil menginfeksi manusia. Dalam beberapa wabah sebelumnya, tingkat kematian Ebola bahkan bisa mencapai sekitar 50 persen.

Selain itu, mobilitas manusia modern menjadi tantangan besar dalam pengendalian wabah. Perjalanan internasional yang semakin cepat membuat virus berpotensi berpindah negara hanya dalam hitungan jam melalui penumpang pesawat, terutama jika ada kasus yang belum terdeteksi.

Situasi inilah yang membuat pemerintah Indonesia mulai memperketat pengawasan di bandara dan pelabuhan internasional. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Pantau ebola

Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan wabah Ebola secara global sambil memperkuat sistem kewaspadaan nasional.

Petugas kesehatan kini disiagakan di berbagai pintu masuk negara untuk melakukan skrining terhadap pelaku perjalanan, terutama yang datang dari negara terdampak seperti Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Pemerintah juga menyiapkan prosedur rujukan ke rumah sakit apabila ditemukan penumpang dengan gejala yang mengarah pada Ebola.

Seluruh laporan pengawasan dari pintu masuk negara akan dipantau selama 24 jam melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons serta pusat operasi darurat kesehatan nasional. Kapasitas laboratorium juga disiapkan untuk mendukung deteksi cepat apabila sewaktu-waktu ditemukan kasus suspek.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap Ebola, Kemenkes meminta masyarakat tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya. Dalam beberapa hari terakhir, berbagai unggahan lama mengenai Ebola kembali beredar di media sosial dan memicu kepanikan publik.

Padahal hingga saat ini belum ada laporan kasus Ebola di Indonesia. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang namun tidak lengah. Edukasi dinilai menjadi langkah penting agar masyarakat memahami cara penularan dan gejala penyakit ini secara benar.

Virus Ebola menular melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda yang telah terkontaminasi oleh manusia maupun hewan yang terinfeksi. Virus dapat masuk melalui kulit yang terluka atau selaput lendir seperti mata, hidung, dan mulut.

Gejala Ebola biasanya muncul mendadak dengan masa inkubasi antara dua hingga 21 hari. Penderitanya dapat mengalami demam tinggi, tubuh lemas, nyeri otot, sakit kepala, muntah, diare, hingga perdarahan pada kondisi yang lebih berat.

Karena belum tersedia pengobatan spesifik yang digunakan secara luas, pencegahan menjadi langkah paling penting dalam menghadapi Ebola. Pemerintah mengimbau masyarakat kembali memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS sebagai perlindungan dasar dari berbagai penyakit menular.

Kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar dinilai tetap efektif mengurangi risiko penularan penyakit. Masyarakat juga diingatkan untuk menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang sakit.

Kemenkes turut memberikan perhatian khusus kepada warga yang baru pulang dari negara terdampak Ebola. Mereka diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam atau gejala mencurigakan dalam waktu 21 hari setelah perjalanan.

Pelajaran besar dari pandemi Covid-19 membuat banyak negara kini memilih bergerak lebih cepat sebelum wabah meluas. Dunia mungkin belum menghadapi pandemi Ebola, tetapi alarm kewaspadaan sudah lebih dulu dibunyikan agar penyebaran virus mematikan ini tidak berkembang menjadi ancaman global yang lebih besar.(***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2022, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat

    Tahun 2022, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pada 2022 pihaknya memprakirakan ekonomi Indonesia akan mengalami pertumbuhan di kisaran 4,7&-5,5% atau memuaskan. “Pertumbuhan tersebut tidak hanya di dukung oleh meningkatnya ekspor, tetapi juga karena adanya dukungan komoditas, kemudian juga dukungan investasi untuk mendorong infrastruktur,” kata Perry saat acara Annual Investment Forum 2022 pada Kamis (27/1/2022). Perry […]

  • Ketua Bangar DPR RI Apresiasi Terobosan Program Jaring Pengaman Sosial Kab.Muba

    Ketua Bangar DPR RI Apresiasi Terobosan Program Jaring Pengaman Sosial Kab.Muba

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    PROGRAM  Jaring Pengaman Sosial yang disalurkan untuk warga  miskin baru dan terdampak Covid-19 di Musi Banyuasin mendapat apresiasi dari berbagai pihak, kali ini apresiasi datang dari Ketua Badan Anggaran DPR RI MH Said Abdullah . Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex menjadi narasumber melalui Video Conference pada diskusi dengan tema Politik Anggaran Penanganan […]

  • Palembang Waspadai 3 Konflik Sosial, Apa Saja ?

    Palembang Waspadai 3 Konflik Sosial, Apa Saja ?

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.210
    • 0Komentar

    KOTA Palembang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial. Rapat ini bertujuan untuk menganalisa potensi konflik sosial di Palembang, sehingga dapat melakukan upaya pecegahan dan penanganannya. Rakor dipimpin Asisten I Sekda Kota Palembang K Sulaiman Amin di Balai Kota Palembang. Rapat diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Palembang. […]

  • Ormas di Muba Galang Dana Untuk Korban Stunami Lampung – Banten

    Ormas di Muba Galang Dana Untuk Korban Stunami Lampung – Banten

    • calendar_month Senin, 31 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Muba – Ikatan Mahasiswa  Musi Banyuasin (IMMUBA)  bersama beberapa organisasi masyarakat pemuda Muba menggalang dana  untuk korban bencana guna meringankan beban korban bencana tsunami Banten dan Lampung. Kegiatan ini sudah berlangsung selama 4 hari lalu dengan bersama sama blusukan ke Pasar Babat, Pasar Mangun Jaya, dan Pasar Keluang. Penggalangan dana tersebut berakhir  pada minggu […]

  • WNI Pulang dari Malaysia Setelah 9 Tahun, Ucapannya Bikin Haru

    WNI Pulang dari Malaysia Setelah 9 Tahun, Ucapannya Bikin Haru

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 35
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – WNI pulang dari Malaysia setelah hampir sembilan tahun. Salah seorang di antaranya, pria asal Madura, mengaku tak menyangka akhirnya bisa kembali ke Tanah Air setelah lama berada di negeri jiran. “Alhamdulillah, bahagia. Nggak menyangka kalau sudah bisa kembali ke Indonesia, padahal sudah lama di Malaysia,” ujarnya. Kepulangan itu menjadi bagian dari 82 WNI […]

  • Muba Bertambah 2 Positif Covid-19

    Muba Bertambah 2 Positif Covid-19

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Covid-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Selasa (9/6/2020) mengkonfirmasi penambahan dua kasus positif covid-19. Adapun penambahan dua kasus yakni diantaranya kasus 24 berjenis kelamin perempuan usia 6 tahun dari Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir (lokal) dan kasus 25 berjenis kelamin laki-laki dari Desa Muara Merang Kecamatan Bayung Lencir (lokal). Dengan penambahan 2 kasus ini, total […]

expand_less
WordPress Archive Invested – Venture Capital & Investment WordPress Theme Investex – Corporate & Accounting Theme Investment – Business & Financial Advisor WordPress Theme Investmoon – Finance & Investment Manager Elementor Template Kit INVIA Responsive Corporate WP Theme Invoice Pdf WooCommerce Invoices – Laravel Invoice Management System – Accounting & Billing Management Invoicing Pro Jetpack CRX Addon Iodova – Single Property Real Estate WordPress Theme iOne | Minimal WooCommerce Theme