Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT kembali digelar, istilah diperjelas, strategi dirapikan, bahkan koordinasi diperkuat serta terlihat semuanya tampak siap, namun setiap kali pembahasan soal kebakaran hutan dan lahan muncul, ingatan publik biasanya tidak berhenti di ruang rapat. Yang terlintas justru musim kemarau dan kekhawatiran lama yang ikut datang.

Kehadiran Sekda Sumsel, Edward Candra, dalam Rakor Desk Koordinasi Penanganan Karhutla 2026 kemarin diinisiasi Kemenko Polkam menjadi penanda persiapan memang sedang dipanaskan.

Apalagi Sumatera Selatan kembali masuk dalam wilayah yang disorot, bahkan direncanakan menjadi salah satu lokasi Apel Kesiapsiagaan bersama Kalimantan Barat.

Ini bukan posisi sembarangan. Ada kepercayaan, tapi juga tekanan.

Dalam forum itu, arah kebijakan terlihat nyata dan jelas pasalnya ada tiga pilar kembali ditegaskan, antara lain pencegahan, penegakan hukum, dan pemulihan.

Formula yang sebenarnya juga sudah tidak asing lagi karena hampir setiap tahun, tiga hal ini selalu jadi fondasi.

Pertanyaannya bukan lagi soal apa yang harus dilakukan, pasalnya daftarnya sudah lengkap. Yang sering jadi ganjalan justru bagian setelahnya bagaimana semua itu benar-benar berjalan di lapangan.

Pencegahan, misalnya, istilah deteksi dini kerap muncul dan terdengar meyakinkan.

Tapi di lapangan, hal ini bukan hanya soal alat atau teknologi dan soal siapa yang pertama bergerak ketika tanda-tanda mulai muncul.

Apakah informasi cepat sampai ke petugas? apakah responsnya cukup sigap? atau justru terlambat karena koordinasi belum benar-benar menyatu?

Begitu pula dengan kaitannya  dengan edukasi, sosialisasi sering dilakukan, tapi perubahan perilaku tidak selalu mengikuti.

Membuka lahan dengan cara membakar masih dianggap jalan pintas di sejumlah tempat, selama kebiasaan ini belum benar-benar bergeser, risiko akan selalu ada.

Masuk ke pilar berikutnya, yaitu soal penegakan hukum,  bagian ini sepertinya  sering menjadi sorotan, lantara bukan karena tidak ada aturan, tapi karena penerapannya kerap terasa berbeda-beda dan ada yang ditindak cepat, ada yang seolah menguap tanpa jejak.

Di sini, konsistensi jadi kunci,  sebab ketika hukum itu ditegakkan tanpa pandang bulu, efeknya bukan hanya pada pelaku, tapi juga pada pencegahan.

Orang akan berpikir dua kali sebelum mencoba, lantas  soal pemulihan yang  sering datang setelah kejadian, ketika dampak sudah terasa.

Misalnya lahan rusak, kualitas udara menurun, aktivitas terganggu. Proses pemulihan memang penting, tapi tentu jauh lebih baik jika kejadian bisa ditekan sejak awal.

Oleh sebab itu, penunjukan Sumsel sebagai lokasi apel kesiapsiagaan membawa pesan yang cukup jelas,  daerah ini tidak hanya diminta siap di atas kertas, tapi juga siap diuji.

Langkah nyata

Karena  kesiapsiagaan  bukan soal seberapa lengkap rencana disusun, melainkan seberapa cepat dan tepat langkah diambil saat situasi berubah.

Selain itu koordinasi lintas instansi yang dibahas dalam rakor juga punya peran besar. Penanganan karhutla bukan pekerjaan satu pihak. Ada banyak elemen yang terlibat dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat di sekitar wilayah rawan.

Kalau koordinasi ini berjalan mulus, tentu respon bisa lebih cepat, tapi jika  masih berjalan sendiri-sendiri, waktu yang hilang di awal bisa berdampak besar di akhir.

Karena itu, penting memastikan  jalur komunikasi tidak hanya aktif saat rapat berlangsung, tapi juga hidup saat kondisi di lapangan mulai berubah.

Langkah lain yang bisa diperkuat adalah transparansi informasi.

Wilayah rawan, status kondisi lahan, hingga perkembangan penanganan perlu terbuka. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tapi bisa ikut berperan.

Teknologi juga punya ruang besar di sini. Pemantauan berbasis satelit, aplikasi pelaporan cepat, hingga sistem peringatan dini bisa membantu menutup celah keterlambatan.

Tapi lagi-lagi, alat hanya akan efektif jika diikuti respons yang cepat.

Oleh karena itu musim kemarau tidak pernah benar-benar datang tanpa tanda. Selalu ada jeda waktu untuk bersiap.

Sehingga semua rencana seharusnya mulai bergerak, bukan menunggu sampai titik api muncul.

Yang juga tidak kalah penting, evaluasi dari tahun sebelumnya perlu benar-benar dibaca, bukan sekadar dicatat.

Di mana titik lemah, di mana respons terlambat, dan apa yang perlu diperbaiki. Tanpa itu, pola lama berisiko terulang.

Masyarakat sendiri sebenarnya punya ukuran sederhana, bukan soal seberapa sering rakor digelar atau seberapa banyak istilah baru diperkenalkan.

Yang dilihat itu tak lain adalah hasilnya, apakah musim kemarau berjalan lebih tenang, atau justru kembali diwarnai kekhawatiran.

Kalau titik api bisa ditekan, asap tidak menyebar, dan aktivitas tetap berjalan normal, itu sudah cukup jadi jawaban.

Rakor sudah memberi arah,  dan peta jalan juga sudah ada. Tinggal memastikan semua itu tidak berhenti sebagai dokumen yang rapi.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan rencananya, tapi langkah nyatanya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DIPA Diserahkan, Bupati OKI Pesan Ini Kepada OPD

    DIPA Diserahkan, Bupati OKI Pesan Ini Kepada OPD

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.240
    • 0Komentar

    BUPATI Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggara (DPA)  Tahun 2020 kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se Kabupaten OKI di Ruang Rapat Bende Seguguk I pada Kamis, (2/1/2020) Iskandar memerintahkan jajarannya untuk bersegera merealisasikan belanja daerah agar manfaatnya segera dirasakan warga masyarakat Ogan Komering Ilir. “Setelah diserahkan percepat belanja dan serapan anggaran […]

  • CATATAN KAKI : “Sumpah Pemuda Zaman Now, Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Berakal!”

    CATATAN KAKI : “Sumpah Pemuda Zaman Now, Jangan Cuma Viral, Tapi Juga Berakal!”

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau dulu para pemuda bersumpah demi satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, maka sekarang kita perlu nambah satu lagi satu akun aktif buat belajar, bukan cuma buat scroll TikTok tengah malam. Zaman sudah berubah, tetapi tantangan tetap saja berat, bahkan makin banyak kayak notifikasi grup WA keluarga yang isinya cuma kiriman ulang […]

  • TKN: Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara, Ciptakan 4 Juta Pekerjaan

    TKN: Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara, Ciptakan 4 Juta Pekerjaan

    • calendar_month Sabtu, 30 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id,-  Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berkomitmen untuk memberikan makan siang gratis bagi anak-anak di sekolah apabila terpilih di Pilpres 2024 mendatang.   Melalui salah satu program andalan tersebut, Prabowo-Gibran berharap dapat memenuhi gizi anak-anak Indonesia, memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga […]

  • Jelang Libur Nasional & Cuti Bersama, Pertamina Amankan Stok serta Pasokan BBM dan LPG

    Jelang Libur Nasional & Cuti Bersama, Pertamina Amankan Stok serta Pasokan BBM dan LPG

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.348
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel memastikan penyaluran dan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk masyarakat dalam kondisi aman. Unit Manager Communication, Relations & CSR Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Umar Ibnu Hasan, dalam keterangan resminya mengungkapkan pasokan BBM dan LPG saat ini cukup untuk memenuhi […]

  • Asa Pj Bupati Muba kepada JCH Muba

    Asa Pj Bupati Muba kepada JCH Muba

    • calendar_month Minggu, 12 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.115
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, –  Diiringi doa dan harapan, Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi didampingi  Sekda Musi Banyuasin H Apriyadi Bersama Kakan Kemenag Muhammad Makki, Kabag Kesra Setda Muba H Opi Palopi, pada hari ini Jum’at (10/5/2024) secara resmi melepas 270 jemaah calon haji asal Kabupaten Musi Banyuasin di Hotel Gambo & Residence Sekayu. Rasa haru bercampur […]

  • Permudah Stakeholder Peroleh Data, Palembang Siapkan Akses Web Palembang Satu Data

    Permudah Stakeholder Peroleh Data, Palembang Siapkan Akses Web Palembang Satu Data

    • calendar_month Senin, 14 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang mempersiapkan Website Palembangsatudata.go.id guna mempermudah seluruh stakeholder memperoleh suatu data. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Palembang, Edison usai Rapat Walidata Tingkat Kota Palembang yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) kota Palembang, Ratu Dewa di Ruang Rapat Parameswara Setda kota Palembang, Senin [ 14/12/2020]. “Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan rapat, […]

expand_less
WordPress Archive Themify WooCommerce Product Filter Themify WooCommerce Shopdock Themify Wumblr WordPress Theme Therapia – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Templates Therapica – Mental Health & Psychologist Elementor Template Kit Theratio - Architecture & Interior Design Elementor WordPress Theme Therma – Spa and Wellness WordPress Theme Thermen – Beauty Spa & Wellness Center WordPress Theme TheSaaS – Responsive Bootstrap SaaS, Startup & WebApp Template TheSaaS X | Responsive SaaS, Startup & Business WordPress Theme