Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

Karhutla 2026: Rencana Ada, Eksekusi Jadi Penentu ?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 214
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

RAPAT kembali digelar, istilah diperjelas, strategi dirapikan, bahkan koordinasi diperkuat serta terlihat semuanya tampak siap, namun setiap kali pembahasan soal kebakaran hutan dan lahan muncul, ingatan publik biasanya tidak berhenti di ruang rapat. Yang terlintas justru musim kemarau dan kekhawatiran lama yang ikut datang.

Kehadiran Sekda Sumsel, Edward Candra, dalam Rakor Desk Koordinasi Penanganan Karhutla 2026 kemarin diinisiasi Kemenko Polkam menjadi penanda persiapan memang sedang dipanaskan.

Apalagi Sumatera Selatan kembali masuk dalam wilayah yang disorot, bahkan direncanakan menjadi salah satu lokasi Apel Kesiapsiagaan bersama Kalimantan Barat.

Ini bukan posisi sembarangan. Ada kepercayaan, tapi juga tekanan.

Dalam forum itu, arah kebijakan terlihat nyata dan jelas pasalnya ada tiga pilar kembali ditegaskan, antara lain pencegahan, penegakan hukum, dan pemulihan.

Formula yang sebenarnya juga sudah tidak asing lagi karena hampir setiap tahun, tiga hal ini selalu jadi fondasi.

Pertanyaannya bukan lagi soal apa yang harus dilakukan, pasalnya daftarnya sudah lengkap. Yang sering jadi ganjalan justru bagian setelahnya bagaimana semua itu benar-benar berjalan di lapangan.

Pencegahan, misalnya, istilah deteksi dini kerap muncul dan terdengar meyakinkan.

Tapi di lapangan, hal ini bukan hanya soal alat atau teknologi dan soal siapa yang pertama bergerak ketika tanda-tanda mulai muncul.

Apakah informasi cepat sampai ke petugas? apakah responsnya cukup sigap? atau justru terlambat karena koordinasi belum benar-benar menyatu?

Begitu pula dengan kaitannya  dengan edukasi, sosialisasi sering dilakukan, tapi perubahan perilaku tidak selalu mengikuti.

Membuka lahan dengan cara membakar masih dianggap jalan pintas di sejumlah tempat, selama kebiasaan ini belum benar-benar bergeser, risiko akan selalu ada.

Masuk ke pilar berikutnya, yaitu soal penegakan hukum,  bagian ini sepertinya  sering menjadi sorotan, lantara bukan karena tidak ada aturan, tapi karena penerapannya kerap terasa berbeda-beda dan ada yang ditindak cepat, ada yang seolah menguap tanpa jejak.

Di sini, konsistensi jadi kunci,  sebab ketika hukum itu ditegakkan tanpa pandang bulu, efeknya bukan hanya pada pelaku, tapi juga pada pencegahan.

Orang akan berpikir dua kali sebelum mencoba, lantas  soal pemulihan yang  sering datang setelah kejadian, ketika dampak sudah terasa.

Misalnya lahan rusak, kualitas udara menurun, aktivitas terganggu. Proses pemulihan memang penting, tapi tentu jauh lebih baik jika kejadian bisa ditekan sejak awal.

Oleh sebab itu, penunjukan Sumsel sebagai lokasi apel kesiapsiagaan membawa pesan yang cukup jelas,  daerah ini tidak hanya diminta siap di atas kertas, tapi juga siap diuji.

Langkah nyata

Karena  kesiapsiagaan  bukan soal seberapa lengkap rencana disusun, melainkan seberapa cepat dan tepat langkah diambil saat situasi berubah.

Selain itu koordinasi lintas instansi yang dibahas dalam rakor juga punya peran besar. Penanganan karhutla bukan pekerjaan satu pihak. Ada banyak elemen yang terlibat dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat di sekitar wilayah rawan.

Kalau koordinasi ini berjalan mulus, tentu respon bisa lebih cepat, tapi jika  masih berjalan sendiri-sendiri, waktu yang hilang di awal bisa berdampak besar di akhir.

Karena itu, penting memastikan  jalur komunikasi tidak hanya aktif saat rapat berlangsung, tapi juga hidup saat kondisi di lapangan mulai berubah.

Langkah lain yang bisa diperkuat adalah transparansi informasi.

Wilayah rawan, status kondisi lahan, hingga perkembangan penanganan perlu terbuka. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya jadi penonton, tapi bisa ikut berperan.

Teknologi juga punya ruang besar di sini. Pemantauan berbasis satelit, aplikasi pelaporan cepat, hingga sistem peringatan dini bisa membantu menutup celah keterlambatan.

Tapi lagi-lagi, alat hanya akan efektif jika diikuti respons yang cepat.

Oleh karena itu musim kemarau tidak pernah benar-benar datang tanpa tanda. Selalu ada jeda waktu untuk bersiap.

Sehingga semua rencana seharusnya mulai bergerak, bukan menunggu sampai titik api muncul.

Yang juga tidak kalah penting, evaluasi dari tahun sebelumnya perlu benar-benar dibaca, bukan sekadar dicatat.

Di mana titik lemah, di mana respons terlambat, dan apa yang perlu diperbaiki. Tanpa itu, pola lama berisiko terulang.

Masyarakat sendiri sebenarnya punya ukuran sederhana, bukan soal seberapa sering rakor digelar atau seberapa banyak istilah baru diperkenalkan.

Yang dilihat itu tak lain adalah hasilnya, apakah musim kemarau berjalan lebih tenang, atau justru kembali diwarnai kekhawatiran.

Kalau titik api bisa ditekan, asap tidak menyebar, dan aktivitas tetap berjalan normal, itu sudah cukup jadi jawaban.

Rakor sudah memberi arah,  dan peta jalan juga sudah ada. Tinggal memastikan semua itu tidak berhenti sebagai dokumen yang rapi.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan rencananya, tapi langkah nyatanya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidak Banjir Badang di Lahat, Pemprov. Sumsel Salurkan Beras 3,5 Ton

    Sidak Banjir Badang di Lahat, Pemprov. Sumsel Salurkan Beras 3,5 Ton

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    BENCANA banjir bandang yang menimpa sejumlah pemukiman warga  di Kabupaten Lahat yang berujung pada kerusakan sejumlah  rumah dan mengakibatkan putusnya  jembatan Mulak Ulu penghubung  Kabupaten  Lahat  dengan Ruas  Lintas Tengah Kabupaten Muara Enim, Minggu (29/12/2019) pagi lalu menyisakan keprihatinan warga setempat yang terdampak. Oleh sebab itu, Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Forkopimda, yakni Pangdam II/Sriwijaya […]

  • The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021, Wujudkan RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021, Wujudkan RI Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    BADAN Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama kembali menggelar The 3rd International Halal Dialogue (IHD) 2021. Kegiatan tahunan ini, menjadi rangkaian 8th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021 yang diselenggarakan Bank Indonesia. IHD 2021 mengusung tema “Mewujudkan Pentingnya Standar Halal Global”. Giat ini diikuti sejumlah lembaga halal dari berbagai negara, asosiasi, kedutaan, peneliti, pelaku […]

  • Akibat Pesawat Tergelincir, Penerbangan di Bandara Halim Dialihkan ke Soekarno-Hatta

    Akibat Pesawat Tergelincir, Penerbangan di Bandara Halim Dialihkan ke Soekarno-Hatta

    • calendar_month Minggu, 21 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    PT Angkasa Pura/AP II (Persero) mengalihkan seluruh penerbangan sipil pada hari ini, Minggu, 21 Maret 2021 (keberangkatan dan kedatangan) di Bandara Halim Perdanakusuma (divert) ke Bandara Soekarno-Hatta. Pengalihan penerbangan tersebut menyusul dampak dari pesawat kargo Trigana Air yang mengalami kejadian keluar landasan (excursion) pada Sabtu, 20 Maret 2021 yang mengakibatkan Bandara Halim Perdanakusuma masih ditutup […]

  • Mengingat-ingat lagi film animasi dulu “Donal Bebek”, tapi kini masih ngetop, ini karakternya

    Mengingat-ingat lagi film animasi dulu “Donal Bebek”, tapi kini masih ngetop, ini karakternya

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.055
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Masih ingatkan film animasi Donal Bebek, pasti kok, karena di televisi swasta masih banyak memutar seri film ini, nah, kita mengenang lagi, dan mengenal kembali karakternya..mungkin generasi sekarang masih banyak yang belum tahu. Silahkan baca di bawah ini : Film animasi yang melibatkan karakter Donal Bebek adalah “The Three Caballeros” (1944). Film ini […]

  • Minta Bupati Muba Terus Andil Pemikiran di MES Sumsel

    Minta Bupati Muba Terus Andil Pemikiran di MES Sumsel

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 973
    • 0Komentar

    BUPATI Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin bakal melepas jabatan sebagai Ketua Umum MES Sumsel setelah 10 tahun memimpin Masyarakat Ekonomi Syariah [MES] Sumsel. Dalam kesempatan audiensi Pengurus Caretaker MES Sumsel bersama Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex Noerdin, Senin (3/2/2020). Pengurus MES Sumsel berharap Bupati Muba Dodi Reza selaku Ketum MES Sumsel […]

  • Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

    Bukan Sekadar Menyulam Jaring, Perempuan Menata Laut, Dunia pun Jadi Saksi!

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di kampung nelayan yang mataharinya tak pernah telat bersinar dan ombaknya rajin menyapa perahu, ada satu pemandangan yang semakin sering muncul  perempuan-perempuan bersarung, bukan hanya sibuk menjemur ikan, tapi juga duduk melingkar bicara soal zonasi laut, konservasi terumbu karang, hingga strategi ekowisata yang tak bikin lumba-lumba pindah kelurahan. Iya, Pak, Bu. Laut bukan […]

expand_less
WordPress Archive Themify WooCommerce Product Filter Themify WooCommerce Shopdock Themify Wumblr WordPress Theme Therapia – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Templates Therapica – Mental Health & Psychologist Elementor Template Kit Theratio - Architecture & Interior Design Elementor WordPress Theme Therma – Spa and Wellness WordPress Theme Thermen – Beauty Spa & Wellness Center WordPress Theme TheSaaS – Responsive Bootstrap SaaS, Startup & WebApp Template TheSaaS X | Responsive SaaS, Startup & Business WordPress Theme