Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Bila Anak Punya Akun Medsos, Orangtua Jangan Lepas Kontrol

Bila Anak Punya Akun Medsos, Orangtua Jangan Lepas Kontrol

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
  • visibility 689
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KITA tahu, gadget saat ini tidak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan masyarakat untuk menjalani kesehariannya. Penggunaan gadget bahkan juga sudah mulai mewabahi anak-anak. Padahal, sebagian orangtua mungkin sudah menyadari tentang dampak maupun bahaya gadget bagi anak.

Penggunaannya yang berlebihan tentu bisa menimbulkan dampak buruk, bagi kesehatan fisik maupun mental anak.

Selain di rumah dan sekolah, media sosial adalah tempat bersosialisasi bagi anak. Melalui media sosial, anak bisa memiliki lebih banyak teman dan seakan tidak ada batasan. Inilah yang sering ditemukan orangtua saat mengetahui anaknya memiliki akun media sosial.

Jika melihat dampak negatifnya, melarang anak untuk punya akun media sosial selalu dianggap sebagai solusi terbaik.

Namun di sisi lain, sebenarnya media sosial juga memiliki dampak positif, yaitu anak bisa belajar untuk mengembangkan relasi, wawasan, hingga cara bersosialisasi. Jadi, haruskah ayah dan ibu melarang anak untuk mempunyai media sosial?

Bahaya gadget bagi anak jika digunakan berlebihan

Seorang Associate Professor of Paediatrics di Bangkok, Dr. Rawat Sichangsirikarn mengatakan bahwa, ponsel memang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan bantuan gadget, kita dapat memeroleh informasi baru dan berkomunikasi dengan cepat. Namun di sisi lain, mereka punya efek samping yang berbahaya.

Dampak tersebut begitu serius ketika para orangtua mengizinkan anak-anak mereka menggunakan teknologi gadget, termasuk ponsel atau tablet untuk jangka waktu yang lama. Hal tersebut akan menimbulkan bahaya gadget bagi anak. Screen time yang berlebihan dapat menimbulkan risiko serius pada kesehatan fisik maupun mental anak.

Menggunakan aplikasi yang kurang aman bagi si kecil dan kebebasan akses internet yang tanpa batas juga dapat membahayakan mereka. Misalnya, mereka dapat mengakses jejaring sosial yang berbahaya dan tidak pantas, atau terpapar situs web pornografi atau ancaman pemangsa pedofil.

Cara gadget memengaruhi perkembangan anak

Bahaya gadget bagi anak bisa dirasakan ketika mereka menggunakan gadget terlalu lama. Mereka dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, mental, dan emosional anak dalam berbagai cara.

Kesehatan fisik
Menatap layar ponsel pintar dan gadgetuntuk jangka waktu yang lama meningkatkan risiko gangguan mata, seperti miopia dan mata lelah;
Anak-anak dapat mengalami kurang tidur dan kurang bisa fokus.

Hal ini mengarah pada siklus tidur yang tidak sehat karena anak-anak lebih mengantuk pada siang hari dan kurang tidur di malam hari. Bahkan, jika setiap 15 menit anak menggunakan perangkat pintar, artinya mereka kehilangan 60 menit waktu tidur;
Anak-anak yang usianya lebih kecil bisa mengembangkan gangguan keterlambatan bicara yang lebih lama seiring dengan meningkatnya screen time; Anak-anak dapat mengalami berbagai masalah fisik, seperti peningkatan berat badan karena kurang gerak, insomnia, sakit kepala, nutrisi yang buruk, dan masalah penglihatan.

Kesehatan mental

Bahaya gadgetbagi anak dapat menimbulkan masalah kesehatan mental dan perubahan perilaku, hingga depresi;
Mereka mungkin juga menjadi agresif dan mudah tersinggung jika orangtua tidak memberi mereka akses menggunakan ponsel atau tablet.

Iritabilitas juga akan mempengaruhi keterampilan lainnya, khususnya dalam hal menahan diri, berpikir, dan mengendalikan emosi. Padahal, keterampilan ini membentuk dasar untuk kesuksesan di masa depan;
Anak-anak dapat mengembangkan berbagai masalah mental, seperti kecemasan, kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, depresi, dan perubahan suasana hati. Paparan terhadap gadget juga dapat meningkatkan risiko ADHD dan autisme pada anak-anak.

Keterampilan Umum

Anak-anak yang terpapar gadget pintar untuk waktu yang lama bisa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dasar penting lainnya.

Misalnya, mereka tidak belajar bermain secara mandiri atau dengan teman sebaya mereka, mereka kehilangan kesempatan belajar untuk berpikir secara mandiri, kehilangan waktu membaca dan menulis. Ini adalah keterampilan sosial yang sangat penting untuk pertumbuhan di masa depan.

6. Bukan Melarang, Sebaiknya Orangtua Memberikan Pengawasan pada Anak

Media sosial adalah istilah untuk platform online yang digunakan untuk terhubung dengan orang lain, berbagai konten media, dan membentuk jejaring sosial. Beberapa platform media sosial yang populer di antaranya Facebook, Twitter, WhatsApp, Tumblr, Instagram, Pinterest, Skype, YouTube, dan Tiktok.

Game multipemain daring, seperti World of Warcraft, League of Legends, Clash of Clans, dan The Sims juga menjadi ruang sosial media karena melalui game ini seseorang dapat terhubung dengan pemain lain dan mengobrol sambil bermain. Situs obrolan game juga menjadi cara populer bagi anak-anak dan remaja untuk terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama terhadap game.

Begitu banyaknya media sosial yang dekat dengan anak, ayah dan ibu tentu akan kesulitan untuk melarang anak untuk punya media sosial. Cara terbaik yang bisa orangtua lakukan adalah mempersiapkan anak untuk menggunakan teknologi pada usia berapapun yang dianggap perlu dan sesuai. Cara melakukannya, yaitu menanamkan rasa menghormati martabat orang lain dan mencerminkan nilai-nilai positif dari yang sudah dipelajari di sekolah dan di dalam keluarga.

Melarang atau menakut-nakuti anak dalam menggunakan media sosial justru bukan tindakan yang baik. Melarang justru tidak mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia tempat mereka tinggal, dunia realita, dan maya. Dampak negatif yang justru dapat terjadi adalah anak menggunakan media sosial dengan sembarangan dan berisiko.

Tidak ada salahnya orangtua memperkenalkan penggunaan teknologi dan media sosial yang bertanggung jawab. Hanya saja, mempersiapkan anak sebaiknya secara bertahap, sesuai dengan waktu, tingkat pertumbuhan, dan kematangan anak. Dan penggunaan media sosial sebaiknya salah satu hal terakhir yang boleh diakses oleh anak dari semua pembelajaran yang diperkenalkan.

Ada banyak alasan kuat untuk menunda anak punya media sosial, tapi jika waktunya tiba dan orangtua membiarkan anak untuk memasuki dunia maya, maka ada beberapa pedoman yang dapat ayah dan ibu beritahu pada anak saat mengawasinya

Tips menjaga kemanan anak sebagai pengguna media sosial

Jika Sobat Polri sudah menghendaki anak untuk memiliki akun media sosial, sebaiknya Sobat Polri memiliki cara untuk menjaga keamanan anak sebagai pengguna media sosial. Berikut beberapa tips untuk Sobat Polri :

Berteman dengan orang yang dikenal

Di media sosial biasanya anak remaja berlomba-lomba mengumpulkan follower, kalau belum tembus angka 1000 follower, katanya belum keren. Sobat Polri perlu ingatkan anak, untuk membatasi follower dan cukup following yang penting saja.

Transparansi dengan orangtua apa yang dilakukan anak melalui media sosial

Orangtua bisa login ke akun anak. Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol akun media sosial milik anak mama.

Kontrol dengan mengecek histori beberapa waktu sekali

Batasi penggunaan media sosial, 1 jam perhari sudah cukup bagi anak sekolah. Pengaturan ini bisa dilakukan di Instagram, setelah melewati batas waktu yang ditentukan, akan muncul pengingat untuk membatasi penggunaan Instagram di hari tersebut.

Batasi komunikasi dengan orang tidak dikenal

Tidak perlu menjelaskan latar belakang atau asal-usul anak pada orang asing yang tidak dikenal. Kadang tanpa sadar karena merasa sudah sering berkomunikasi pada orang asing, kita tak sengaja jadi menceritakan kegiatan sehari-hari. Ini harus dikontrol dan dihindari. Pastikan orang yang mengetahui kegiatan anak hanyalah orang-orang terdekat saja.

Tidak bertemu dengan orang asing

Banyak sekali orang mengajak berkenalan kemudian mengajak bertemu. Berawal dari dunia maya, lalu pindah ke dunia nyata. Jangan sampai anak Sobat Polri yang masih kecil bertemu dengan orang asing di luar pengawasan orangtua.

Itulah hal yang bisa Sobat Polri lakukan untuk melindungi anak-anak dari gangguan. Ini bisa dianggap sebagai cara agar anak-anak menggunakan media sosial dengan aman. Kalau Sobat Polri, tipe orangtua seperti apa? Apakah anak Sobat Polri sudah diperbolehkan memiliki akun media sosial pribadi?.Tribratanews 2020 (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sadzali Gelar DR Pimpin Lagi DS. Gemantung Induk

    Sadzali Gelar DR Pimpin Lagi DS. Gemantung Induk

    • calendar_month Selasa, 19 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.035
    • 0Komentar

    PEMILIHAN Kepala Desa Pulau Gemantung Induk, Kecamatan Tangjung Lubok, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yang digelar Selasa (19/11/2019) Menetapkan Sadzali Gelar Dahulu Ratu sebagai Kepala Desa terpilih untuk periode 2020-2025 mendatang. Sadzali ini sendiri merupakan kades petahana di periode sebelumnya. Ketua Pilkades Nahrowi mengatakan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1.199 pemilih. Dari jumlah suara tersebut, […]

  • BUMD Harus Sehat,yang Tidak Sehat Terpaksa di Likuidasi Sebut HDMY

    BUMD Harus Sehat,yang Tidak Sehat Terpaksa di Likuidasi Sebut HDMY

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menegaskan pihak perlu mengambil langka audit agar Perusahaan Daerah [BUMD] di bawah naungan Pemprov. Sumsel dapat sehat dan profesional, jika yang tidak bisa sehat akan dilikuidasi. Kebijakan itu diambil, kata Gubernur Sumsel Herman Deru agar tidak membebani kas daerah. […]

  • “Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

    “Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 645
    • 0Komentar

    SIAPA bilang tugas negara itu selalu serius, berkeringat, dan penuh tekanan seperti jadi wasit di final Liga Champions? Coba tengok Dewan Kesenian Palembang (DKP), yang belum lama ini mengeluarkan surat tugas bernomor segede pintu kereta api -026/ST/DKP/VIII/2025- untuk mengirim tim pemantau ke Festival dan Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta. Tapi […]

  • Grab Luncurkan Fitur ‘Anti Tuyul’ dan Grab Driver Center

    Grab Luncurkan Fitur ‘Anti Tuyul’ dan Grab Driver Center

    • calendar_month Kamis, 2 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.015
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Perusahaan teknologi Grab meluncurkan fitur terbaru ‘Anti Tuyul’ yang tersemat di aplikasi mitra pengemudi Grab. Fitur ini merupakan salah satu bagian peningkatan taraf hidup mitra pengemudi yang terangkum dalam empat pilar utama, yaitu dukungan, pemberdayaan, penghasilan, serta komunitas. Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, mengungkapkan pencapaian 2 miliar perjalanan Grab di Asia […]

  • Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

    Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

    • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.501
    • 0Komentar

    TINGKAT keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia tidak terlepas dari ragam faktor, salah  satunya adalah modal yang dimilikinya. Kajian ini menjelaskan modal yang dimiliki caleg  perempuan di tengah politik patriarkhi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dengan fokus analisis  pada kasus Kabupaten Sleman pada 2019. Keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD di  Kabupaten ini merupakan tertinggi dibanding Kabupaten lain […]

  • Infobip identifies five frauds impacting the messaging ecosystem

    Infobip identifies five frauds impacting the messaging ecosystem

    • calendar_month Jumat, 13 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.221
    • 0Komentar

    New report outlines the five common security challenges impacting mobile users and the steps enterprises and MNOs can take to combat them   Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach –  Global cloud communications platform Infobip has identified five common frauds impacting mobile users in the messaging ecosystem. Infobip explains the security challenges enterprises and […]

expand_less
WordPress Archive Generik – Multipurpose WordPress Blog Magazine Theme Genius Kitchen – News Magazine and Blog Food WordPress Theme Genox – Creative Gutenberg WordPress Theme Gentech – IT Solutions & Startup WordPress Theme Gentlecut – Hair Salon and Barbershop WordPress Theme GeoDirectory Advanced Search Filters GeoDirectory AffiliateWP Integration GeoDirectory Ajax Duplicate Alert GeoDirectory Booster GeoDirectory BuddyPress Integration