Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Bila Anak Punya Akun Medsos, Orangtua Jangan Lepas Kontrol

Bila Anak Punya Akun Medsos, Orangtua Jangan Lepas Kontrol

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
  • visibility 695
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KITA tahu, gadget saat ini tidak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan masyarakat untuk menjalani kesehariannya. Penggunaan gadget bahkan juga sudah mulai mewabahi anak-anak. Padahal, sebagian orangtua mungkin sudah menyadari tentang dampak maupun bahaya gadget bagi anak.

Penggunaannya yang berlebihan tentu bisa menimbulkan dampak buruk, bagi kesehatan fisik maupun mental anak.

Selain di rumah dan sekolah, media sosial adalah tempat bersosialisasi bagi anak. Melalui media sosial, anak bisa memiliki lebih banyak teman dan seakan tidak ada batasan. Inilah yang sering ditemukan orangtua saat mengetahui anaknya memiliki akun media sosial.

Jika melihat dampak negatifnya, melarang anak untuk punya akun media sosial selalu dianggap sebagai solusi terbaik.

Namun di sisi lain, sebenarnya media sosial juga memiliki dampak positif, yaitu anak bisa belajar untuk mengembangkan relasi, wawasan, hingga cara bersosialisasi. Jadi, haruskah ayah dan ibu melarang anak untuk mempunyai media sosial?

Bahaya gadget bagi anak jika digunakan berlebihan

Seorang Associate Professor of Paediatrics di Bangkok, Dr. Rawat Sichangsirikarn mengatakan bahwa, ponsel memang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan bantuan gadget, kita dapat memeroleh informasi baru dan berkomunikasi dengan cepat. Namun di sisi lain, mereka punya efek samping yang berbahaya.

Dampak tersebut begitu serius ketika para orangtua mengizinkan anak-anak mereka menggunakan teknologi gadget, termasuk ponsel atau tablet untuk jangka waktu yang lama. Hal tersebut akan menimbulkan bahaya gadget bagi anak. Screen time yang berlebihan dapat menimbulkan risiko serius pada kesehatan fisik maupun mental anak.

Menggunakan aplikasi yang kurang aman bagi si kecil dan kebebasan akses internet yang tanpa batas juga dapat membahayakan mereka. Misalnya, mereka dapat mengakses jejaring sosial yang berbahaya dan tidak pantas, atau terpapar situs web pornografi atau ancaman pemangsa pedofil.

Cara gadget memengaruhi perkembangan anak

Bahaya gadget bagi anak bisa dirasakan ketika mereka menggunakan gadget terlalu lama. Mereka dapat memengaruhi kesejahteraan fisik, mental, dan emosional anak dalam berbagai cara.

Kesehatan fisik
Menatap layar ponsel pintar dan gadgetuntuk jangka waktu yang lama meningkatkan risiko gangguan mata, seperti miopia dan mata lelah;
Anak-anak dapat mengalami kurang tidur dan kurang bisa fokus.

Hal ini mengarah pada siklus tidur yang tidak sehat karena anak-anak lebih mengantuk pada siang hari dan kurang tidur di malam hari. Bahkan, jika setiap 15 menit anak menggunakan perangkat pintar, artinya mereka kehilangan 60 menit waktu tidur;
Anak-anak yang usianya lebih kecil bisa mengembangkan gangguan keterlambatan bicara yang lebih lama seiring dengan meningkatnya screen time; Anak-anak dapat mengalami berbagai masalah fisik, seperti peningkatan berat badan karena kurang gerak, insomnia, sakit kepala, nutrisi yang buruk, dan masalah penglihatan.

Kesehatan mental

Bahaya gadgetbagi anak dapat menimbulkan masalah kesehatan mental dan perubahan perilaku, hingga depresi;
Mereka mungkin juga menjadi agresif dan mudah tersinggung jika orangtua tidak memberi mereka akses menggunakan ponsel atau tablet.

Iritabilitas juga akan mempengaruhi keterampilan lainnya, khususnya dalam hal menahan diri, berpikir, dan mengendalikan emosi. Padahal, keterampilan ini membentuk dasar untuk kesuksesan di masa depan;
Anak-anak dapat mengembangkan berbagai masalah mental, seperti kecemasan, kesepian, rasa bersalah, isolasi diri, depresi, dan perubahan suasana hati. Paparan terhadap gadget juga dapat meningkatkan risiko ADHD dan autisme pada anak-anak.

Keterampilan Umum

Anak-anak yang terpapar gadget pintar untuk waktu yang lama bisa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dasar penting lainnya.

Misalnya, mereka tidak belajar bermain secara mandiri atau dengan teman sebaya mereka, mereka kehilangan kesempatan belajar untuk berpikir secara mandiri, kehilangan waktu membaca dan menulis. Ini adalah keterampilan sosial yang sangat penting untuk pertumbuhan di masa depan.

6. Bukan Melarang, Sebaiknya Orangtua Memberikan Pengawasan pada Anak

Media sosial adalah istilah untuk platform online yang digunakan untuk terhubung dengan orang lain, berbagai konten media, dan membentuk jejaring sosial. Beberapa platform media sosial yang populer di antaranya Facebook, Twitter, WhatsApp, Tumblr, Instagram, Pinterest, Skype, YouTube, dan Tiktok.

Game multipemain daring, seperti World of Warcraft, League of Legends, Clash of Clans, dan The Sims juga menjadi ruang sosial media karena melalui game ini seseorang dapat terhubung dengan pemain lain dan mengobrol sambil bermain. Situs obrolan game juga menjadi cara populer bagi anak-anak dan remaja untuk terhubung dengan orang lain yang memiliki minat yang sama terhadap game.

Begitu banyaknya media sosial yang dekat dengan anak, ayah dan ibu tentu akan kesulitan untuk melarang anak untuk punya media sosial. Cara terbaik yang bisa orangtua lakukan adalah mempersiapkan anak untuk menggunakan teknologi pada usia berapapun yang dianggap perlu dan sesuai. Cara melakukannya, yaitu menanamkan rasa menghormati martabat orang lain dan mencerminkan nilai-nilai positif dari yang sudah dipelajari di sekolah dan di dalam keluarga.

Melarang atau menakut-nakuti anak dalam menggunakan media sosial justru bukan tindakan yang baik. Melarang justru tidak mempersiapkan anak untuk menghadapi dunia tempat mereka tinggal, dunia realita, dan maya. Dampak negatif yang justru dapat terjadi adalah anak menggunakan media sosial dengan sembarangan dan berisiko.

Tidak ada salahnya orangtua memperkenalkan penggunaan teknologi dan media sosial yang bertanggung jawab. Hanya saja, mempersiapkan anak sebaiknya secara bertahap, sesuai dengan waktu, tingkat pertumbuhan, dan kematangan anak. Dan penggunaan media sosial sebaiknya salah satu hal terakhir yang boleh diakses oleh anak dari semua pembelajaran yang diperkenalkan.

Ada banyak alasan kuat untuk menunda anak punya media sosial, tapi jika waktunya tiba dan orangtua membiarkan anak untuk memasuki dunia maya, maka ada beberapa pedoman yang dapat ayah dan ibu beritahu pada anak saat mengawasinya

Tips menjaga kemanan anak sebagai pengguna media sosial

Jika Sobat Polri sudah menghendaki anak untuk memiliki akun media sosial, sebaiknya Sobat Polri memiliki cara untuk menjaga keamanan anak sebagai pengguna media sosial. Berikut beberapa tips untuk Sobat Polri :

Berteman dengan orang yang dikenal

Di media sosial biasanya anak remaja berlomba-lomba mengumpulkan follower, kalau belum tembus angka 1000 follower, katanya belum keren. Sobat Polri perlu ingatkan anak, untuk membatasi follower dan cukup following yang penting saja.

Transparansi dengan orangtua apa yang dilakukan anak melalui media sosial

Orangtua bisa login ke akun anak. Ini adalah cara terbaik untuk mengontrol akun media sosial milik anak mama.

Kontrol dengan mengecek histori beberapa waktu sekali

Batasi penggunaan media sosial, 1 jam perhari sudah cukup bagi anak sekolah. Pengaturan ini bisa dilakukan di Instagram, setelah melewati batas waktu yang ditentukan, akan muncul pengingat untuk membatasi penggunaan Instagram di hari tersebut.

Batasi komunikasi dengan orang tidak dikenal

Tidak perlu menjelaskan latar belakang atau asal-usul anak pada orang asing yang tidak dikenal. Kadang tanpa sadar karena merasa sudah sering berkomunikasi pada orang asing, kita tak sengaja jadi menceritakan kegiatan sehari-hari. Ini harus dikontrol dan dihindari. Pastikan orang yang mengetahui kegiatan anak hanyalah orang-orang terdekat saja.

Tidak bertemu dengan orang asing

Banyak sekali orang mengajak berkenalan kemudian mengajak bertemu. Berawal dari dunia maya, lalu pindah ke dunia nyata. Jangan sampai anak Sobat Polri yang masih kecil bertemu dengan orang asing di luar pengawasan orangtua.

Itulah hal yang bisa Sobat Polri lakukan untuk melindungi anak-anak dari gangguan. Ini bisa dianggap sebagai cara agar anak-anak menggunakan media sosial dengan aman. Kalau Sobat Polri, tipe orangtua seperti apa? Apakah anak Sobat Polri sudah diperbolehkan memiliki akun media sosial pribadi?.Tribratanews 2020 (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD Harus Bantu Banyuasin Dorong Usulan Pembangunan di Pemintah Pusat 

    DPD Harus Bantu Banyuasin Dorong Usulan Pembangunan di Pemintah Pusat 

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.158
    • 0Komentar

    DPD RI diharapkan dapat membantu mendorong usulan Pemkab Banyuasin yang telah diajukan ke pemerintah pusat. Pernyataan itu disampaikan Bupati Banyuasin Askolani  menerima kunjungan kerja Kepala Kantor DPD RI Perwakilan Sumatera Selatan Yuni Samsi Agus SH Msi di ruang kerjanya, kemarin. Sinergisitas yang sudah terjalin baik, menurutnya terus ditingkatkan dan tentu DPD terus mensuarakan usulan Pembangunan […]

  • Ayo Sukseskan Millennial Road Safety Festival

    Ayo Sukseskan Millennial Road Safety Festival

    • calendar_month Jumat, 15 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.090
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Polres Musi Banyuasin (Muba) tidak lama lagi bakal menggelar puncak acara Millennial Road Safety Festival, tepatnya pada 16 Maret 2019, guna mewujudkan Indonesia tertib dalam berlalulintas. Mewakili Bupati Muba, H Dodi Reza Alex Noerdin, Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi menghimbau kepada seleruh lapisan masyarakat terutama generasi millenial untuk turut hadir pada […]

  • Pelindo II Cabang Palembang Sosialisasikan SIMOP

    Pelindo II Cabang Palembang Sosialisasikan SIMOP

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2020
    • account_circle Aan
    • visibility 1.288
    • 0Komentar

    DALAM memberikan pelayanan terbaik melalui aplikasi Sistem Operasi Manajemen dan Operasional Kapal (SIMOP), khususnya pada penggunaan Tarif Paket Pemanduan dan Penundaan, PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Palembang (Persero) atau IPC Palembang melakukan Sosialisasi yang dilakukan pada 22-23 Juli 2020 lalu. Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah pengguna jasa IPC Palembang dengan bidang usaha Shipping Line/Shipping Agent. […]

  • Bentuk Tim Pelatihan SP4N-Lapor

    Bentuk Tim Pelatihan SP4N-Lapor

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Nasrun Umar memimpin langsung Rapat Koordinasi tindak lanjut hasil pemantauan pengelola sistem informasi pelayananan publik nasional – layanan aspirasi pengaduan online rakyat (SP4N-Lapor!) tahun 2019, di Ruang Rapat Setda, kemarin. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan,  sejak digulirkan tahun 2018 lalu Sistem Lapor SP4N  telah membuat masyarakat […]

  • BI Dukung Pemerintah Percepat Digitalisasi Daerah

    BI Dukung Pemerintah Percepat Digitalisasi Daerah

    • calendar_month Jumat, 12 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.252
    • 0Komentar

    Bank Indonesia (BI) mendukung upaya Pemerintah dalam mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah. Hal ini diwujudkan dengan keanggotaan BI dalam Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD), sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021. Sejalan dengan Visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, dukungan BI terhadap digitalisasi daerah adalah melalui penciptaan ekosistem sistem pembayaran yang dapat […]

  • Ketua DPRD Kota Palembang kantongi informasi terkait jalan protokol di Kota Palembang yang banjir cukup tinggi, minta 2 hal ini yang harus dilakukan Pemkot saat musim kemarau, apa reaksi Ratu Dewa !

    Ketua DPRD Kota Palembang kantongi informasi terkait jalan protokol di Kota Palembang yang banjir cukup tinggi, minta 2 hal ini yang harus dilakukan Pemkot saat musim kemarau, apa reaksi Ratu Dewa !

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.267
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hujan turun deras beberapa hari ini membuat sejumlah jalan protokol yang terendam air, setidaknya ada sekitar 13 akses jalan utama yang berdampak macet, terkait masalah ini mendapat respon serius dari Ketua DPRD Kota Palembang Zainal Abidin karena telah mengantongi informasi masalah itu. banyak rumah warga yang terendam banjir. Ia mengingatkan  Pemkot agar segera […]

expand_less
WordPress Archive Generik – Multipurpose WordPress Blog Magazine Theme Genius Kitchen – News Magazine and Blog Food WordPress Theme Genox – Creative Gutenberg WordPress Theme Gentech – IT Solutions & Startup WordPress Theme Gentlecut – Hair Salon and Barbershop WordPress Theme GeoDirectory Advanced Search Filters GeoDirectory AffiliateWP Integration GeoDirectory Ajax Duplicate Alert GeoDirectory Booster GeoDirectory BuddyPress Integration