Mahasiswa MUBA Yogyakarta Bukan Cuma Berebut Hadiah, Ini yang Terjadi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, YOGYAKARTA – Bukan soal siapa yang pulang membawa hadiah. Di balik semarak perlombaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, mahasiswa Musi Banyuasin (MUBA) di Yogyakarta justru punya momen untuk kembali berkumpul dan memperkuat rasa kekeluargaan.
Suasana tersebut terasa dalam rangkaian kegiatan yang digelar di Asrama Putri Randik MUBA Yogyakarta, Sabtu (12/9/2026). Sejumlah perlombaan digelar dan diikuti anggota Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) MUBA Yogyakarta.
Kegiatan itu menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk sejenak melepas rutinitas perkuliahan sekaligus mempererat hubungan antarsesama perantau asal MUBA.
Bagi IKPM MUBA Yogyakarta, perayaan kemerdekaan dan Maulid Nabi tidak berhenti pada kemeriahan perlombaan. Ada kesempatan untuk bertemu, saling mendukung, bercanda, hingga membangun kembali kedekatan yang terkadang terpisah oleh kesibukan masing-masing.
Ketua IKPM MUBA Yogyakarta, Mutia Mei Sari, mengatakan kebersamaan menjadi salah satu hal penting yang ingin dijaga melalui kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba dan hadiah hanya menjadi bagian dari rangkaian acara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat para anggota semakin dekat dan memiliki rasa kekeluargaan selama menjalani kehidupan sebagai mahasiswa MUBA di Yogyakarta.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan dan hadiah, tetapi juga bagaimana kita bisa berkumpul, saling mendukung, dan mempererat rasa kekeluargaan,” ujar Mutia.
Di penghujung kegiatan, para pemenang lomba kemudian menerima hadiah. Mutia turut menyerahkan hadiah kepada salah satu pemenang sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme anggota yang ikut memeriahkan rangkaian acara.
Momen tersebut menjadi penutup dari kegiatan yang mempertemukan para mahasiswa MUBA dalam suasana yang lebih santai dan akrab.
Bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman, agenda semacam ini menjadi cara sederhana untuk menjaga hubungan. Bukan hanya berkumpul saat ada kepentingan organisasi, tetapi juga menciptakan ruang untuk tumbuh bersama sebagai keluarga mahasiswa MUBA di Yogyakarta. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
