Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » STEM Masuk Sekolah! Bukan Soal Teknologi Mahal, Cara Anak Belajar Ini Mulai Diubah

STEM Masuk Sekolah! Bukan Soal Teknologi Mahal, Cara Anak Belajar Ini Mulai Diubah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – STEM mulai didorong sebagai pendekatan pembelajaran guna mengajak anak agar tidak hanya memahami sains, teknologi, enjinering, dan matematika, sehingga harapannya terbiasa dengan bertanya, mencoba, berpikir kritis, dan mencari solusi dari persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Pendekatan ini setidaknya juga mematahkan anggapan pembelajaran STEM harus menggunakan peralatan canggih atau membutuhkan biaya besar. Di sekolah, STEM dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kemendikdasmen memperkenalkan penerapan STEM melalui prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Prinsip tersebut menjadi salah satu cara agar pembelajaran STEM dapat diterapkan secara lebih sederhana dan relevan di berbagai lingkungan sekolah.

Alih-alih hanya meminta anak menghafal rumus atau konsep, pembelajaran diarahkan agar mereka memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menghadapi persoalan nyata.

Misalnya, lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi bahan untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan sederhana, hingga menemukan kemungkinan solusi. Dari proses tersebut, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut.

Guru Memegang Peran Penting

Tak berhenti di situ saja, tetapi penerapan STEM juga pada perubahan aktivitas belajar murid. Apalagi guru itu menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang sesuai dengan usia dan kondisi peserta didik.

Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian dari penguatan Program STEM.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi dan dapat memperluas pengimbasan pembelajaran STEM.

Sebanyak 3.272 guru menjadi sasaran pengimbasan melalui fasilitator daerah. Sementara itu, Kemendikdasmen telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bermitra dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education.

Penguatan kompetensi  mencakup pelatihan teknis, micro-credential, serta lokakarya lintas jenjang.

Menurut Nunuk, penguatan tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang relevan dan berdampak bagi murid.

“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Nunuk.

Tidak Harus Dimulai dari Laboratorium

Salah satu kekuatan pendekatan STEM adalah fleksibilitasnya. Guru dapat menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan sekolah, usia anak, serta sumber daya yang tersedia.

Dengan prinsip Mudah dan Murah, pembelajaran STEM tidak harus menunggu tersedianya fasilitas khusus. Benda dan persoalan yang ada di sekitar dapat menjadi bagian dari proses belajar.

Prinsip Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful juga menempatkan pengalaman anak sebagai bagian penting dalam pembelajaran. Anak diberi ruang untuk terlibat, mencoba, memahami proses, serta menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan mereka.

Pembelajaran STEM dapat diterapkan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan berikutnya dengan menyesuaikan bentuk kegiatannya.

Sementara untuk guru sendiri setidaknya pendekatan itu bisa menuntut kemauan guna terus belajar dan bertukar pengalaman.

Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan dan saling berbagi pengalaman dalam mengajar.

“Mari kita terus semangat belajar mengasah kemampuan dan saling menginspirasi bertukar pengalaman mengajar untuk memperkaya wawasan dan mencetak generasi unggul,” ujarnya.

Sementara itu, Annisa, guru TKIT Umar bin Khatab, berharap Program STEM Nasional dapat mendorong guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan membantu menumbuhkan pola pikir kritis anak sejak dini.

Kudus dan Jepara Siapkan Penerapan

Penguatan STEM juga mendapat respons dari pemerintah daerah. Kabupaten Kudus dan Jepara menjadi bagian dari daerah yang menyatakan dukungan terhadap penerapan program tersebut.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional.

Penerapannya, kata Anggun, akan dilakukan secara bertahap di berbagai jenjang. Salah satu opsi yang disiapkan adalah melakukan piloting terlebih dahulu di satu atau dua sekolah sebelum diperluas.

“Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada piloting satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus,” kata Anggun.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung penerapan STEM di sekolah.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Adi Hananto. Ia berharap pembelajaran STEM dapat diterapkan secara menyeluruh sehingga peserta didik di Jepara memiliki dasar STEM yang lebih baik.

Jepara akan mendorong penguatan itu melalui komunitas belajar guru. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu jalur untuk berbagi praktik dan mengimbaskan pembelajaran STEM kepada lebih banyak pendidik.

“Kami akan mendukung program ini melalui komunitas belajar (kombel) guru. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan STEM ini kepada semua guru yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Adi.

Berawal dari Rasa Ingin Tahu

Oleh karena itu, penerapan STEM di sekolah bukan hanya tentang seberapa lengkap fasilitas yang dimiliki. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana guru membuka ruang bagi anak untuk memiliki rasa ingin tahu dan keberanian mencoba.

Pertanyaan sederhana tentang lingkungan sekitar dapat menjadi awal sebuah proses belajar. Anak kemudian diajak mengamati, mencari tahu, menguji gagasan, dan memikirkan solusi.

Cara tersebut membuat sains, teknologi, enjinering, dan matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan prinsip 5M, STEM dapat tumbuh dari pembelajaran yang sederhana tanpa harus kehilangan tujuan utamanya, yakni membantu anak membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Semangat itu terangkum dalam slogan STEM: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Curhat Walikota Terkait Ini, Sandiaga Uno Respon Begini..

    Curhat Walikota Terkait Ini, Sandiaga Uno Respon Begini..

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.802
    • 0Komentar

    KESERIUSAN Walikota Palembang Harnojoyo untuk menjadikan Pulau Kemaro yang terletak di delta kecil Sungai Musi menjadi Obyek Wisata Air persis seperti Taman Impian Jaya Ancol Jakarta direspon positif  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno. Dalam pertemuan di Jakarta kemarin,  Walikota Palembang memaparkan Pulau Kemaro memiliki lahan yang lebih luas dari kawasan Wisata Ancol, […]

  • Cuti Bersama, Bupati Muba Ingatkan Ini

    Cuti Bersama, Bupati Muba Ingatkan Ini

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 774
    • 0Komentar

    PADA 28 Oktober-1 November 2020 mendatang akan dihadapkan dengan libur Cuti Bersama sebagaimana ditetapkan berkenaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada tanggal 29 Oktober. Hal ini juga diatur dalam Keputusan Presiden Nomor 17 tahun 2020. Mengantisipasi terulang peningkatan trafic penularan wabah COVID-19, Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA […]

  • Perlindungan HAM, Harus Mengedepankan Keadilan

    Perlindungan HAM, Harus Mengedepankan Keadilan

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 716
    • 0Komentar

    PEMERINTAH berkomitmen untuk menegakkan, menuntaskan, dan menyelesaikan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat dengan mengedepankan prinsip keadilan bagi korban dan juga bagi yang diduga menjadi pelaku HAM berat. Hal ini ditegaskan Presiden dalam sambutannya pada International Conference on Islam and Human Rights, Jumat (10/12/2021) di Istana Negara. Acara ini merupakan rangkaian peringatan Hari HAM Sedunia. […]

  • Optimalkan Kerjasama, Muba- BSB Cabang Sekayu Jajaki MoU

    Optimalkan Kerjasama, Muba- BSB Cabang Sekayu Jajaki MoU

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.128
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah (BKSD) Kabupaten Muba, melakukan penjajakan kerja sama dengan Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Sekayu , Rabu (16/6/2021) di Ruang rapat Kantor BKSD Kabupaten Muba. “Pada dasarnya Pemkab Muba dan BSB Cabang Sekayu sudah lama  bekerjasama. Namun hari ini kita melakukan rapat untuk mengkaji ulang MoU […]

  • Gerakan Sedekah Seribu Sehari ( GS3 ) Bagikan 100 Nasi Kotak Untuk Masyarakat Kurang Mampu

    Gerakan Sedekah Seribu Sehari ( GS3 ) Bagikan 100 Nasi Kotak Untuk Masyarakat Kurang Mampu

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    Budina Sofiyan, Ketua Yayasan Padri Mulya Jaya Kelurahan Bayung Lencir Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin menjelaskan Yayasan Padri Mulya Jaya adalah sebuah gerakan sosial mengajak masyarakat untuk sedekah seribu dalam sehari, dengan maksud membiasakan berbagi untuk sesama dan tidak memberatkan. “Gerakan ini rutin dilaksanakan setiap hari jum’at, untuk sementara di Wilayah Kecamatan Bayung Lencir […]

  • Bayarkan Insentif Tenaga Medis, Patut di Apresiasi, Mereka Itu Pejuang Covid-19, Sebut Bupati Muba

    Bayarkan Insentif Tenaga Medis, Patut di Apresiasi, Mereka Itu Pejuang Covid-19, Sebut Bupati Muba

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    PEMKAB Muba membayarkan insentif untuk tenaga medis yang terlibat dalam penangangan covid-19. Pelaksanaan kegiatan ini diperkuat adanya nota kesepahaman antara Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin dengan Aparat Penegak Hukum (APH) Kajari Muba Suyanto SH MH dan Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK yang ditandatangani oada Senin (11/5/2020) lalu. Tindakan strategis ini  […]

expand_less
WordPress Archive Oconnor - Law, Lawyer & Attorney WordPress Theme Oconnor – Lawyer & Law Firm WordPress Theme Octabook appointment scheduling software system for wordpress Ocularus – Minimal Photography WordPress Theme ODA — Really Minimal and Strong WordPress Theme Odear – Multi-Concept Creative WordPress Theme Odette – Restaurant Elementor Template Kit Odio – Music WP Theme For Bands, Clubs, and Musicians Off the Shelf – Online Marketing WordPress Theme Offer Your Price