Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » STEM Masuk Sekolah! Bukan Soal Teknologi Mahal, Cara Anak Belajar Ini Mulai Diubah

STEM Masuk Sekolah! Bukan Soal Teknologi Mahal, Cara Anak Belajar Ini Mulai Diubah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – STEM mulai didorong sebagai pendekatan pembelajaran guna mengajak anak agar tidak hanya memahami sains, teknologi, enjinering, dan matematika, sehingga harapannya terbiasa dengan bertanya, mencoba, berpikir kritis, dan mencari solusi dari persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Pendekatan ini setidaknya juga mematahkan anggapan pembelajaran STEM harus menggunakan peralatan canggih atau membutuhkan biaya besar. Di sekolah, STEM dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kemendikdasmen memperkenalkan penerapan STEM melalui prinsip 5M, yaitu Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful. Prinsip tersebut menjadi salah satu cara agar pembelajaran STEM dapat diterapkan secara lebih sederhana dan relevan di berbagai lingkungan sekolah.

Alih-alih hanya meminta anak menghafal rumus atau konsep, pembelajaran diarahkan agar mereka memahami bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk menghadapi persoalan nyata.

Misalnya, lingkungan sekitar sekolah dapat menjadi bahan untuk mengamati, mengajukan pertanyaan, melakukan percobaan sederhana, hingga menemukan kemungkinan solusi. Dari proses tersebut, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan pengetahuan tersebut.

Guru Memegang Peran Penting

Tak berhenti di situ saja, tetapi penerapan STEM juga pada perubahan aktivitas belajar murid. Apalagi guru itu menjadi bagian penting dalam menentukan bagaimana konsep tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang sesuai dengan usia dan kondisi peserta didik.

Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu bagian dari penguatan Program STEM.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan, pemerintah menyiapkan berbagai program peningkatan kompetensi dan dapat memperluas pengimbasan pembelajaran STEM.

Sebanyak 3.272 guru menjadi sasaran pengimbasan melalui fasilitator daerah. Sementara itu, Kemendikdasmen telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bermitra dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education.

Penguatan kompetensi  mencakup pelatihan teknis, micro-credential, serta lokakarya lintas jenjang.

Menurut Nunuk, penguatan tersebut diharapkan membantu guru menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang relevan dan berdampak bagi murid.

“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Nunuk.

Tidak Harus Dimulai dari Laboratorium

Salah satu kekuatan pendekatan STEM adalah fleksibilitasnya. Guru dapat menyesuaikan kegiatan dengan lingkungan sekolah, usia anak, serta sumber daya yang tersedia.

Dengan prinsip Mudah dan Murah, pembelajaran STEM tidak harus menunggu tersedianya fasilitas khusus. Benda dan persoalan yang ada di sekitar dapat menjadi bagian dari proses belajar.

Prinsip Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful juga menempatkan pengalaman anak sebagai bagian penting dalam pembelajaran. Anak diberi ruang untuk terlibat, mencoba, memahami proses, serta menghubungkan apa yang dipelajari dengan kehidupan mereka.

Pembelajaran STEM dapat diterapkan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini hingga jenjang pendidikan berikutnya dengan menyesuaikan bentuk kegiatannya.

Sementara untuk guru sendiri setidaknya pendekatan itu bisa menuntut kemauan guna terus belajar dan bertukar pengalaman.

Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe, mengajak para pendidik untuk terus meningkatkan kemampuan dan saling berbagi pengalaman dalam mengajar.

“Mari kita terus semangat belajar mengasah kemampuan dan saling menginspirasi bertukar pengalaman mengajar untuk memperkaya wawasan dan mencetak generasi unggul,” ujarnya.

Sementara itu, Annisa, guru TKIT Umar bin Khatab, berharap Program STEM Nasional dapat mendorong guru menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan membantu menumbuhkan pola pikir kritis anak sejak dini.

Kudus dan Jepara Siapkan Penerapan

Penguatan STEM juga mendapat respons dari pemerintah daerah. Kabupaten Kudus dan Jepara menjadi bagian dari daerah yang menyatakan dukungan terhadap penerapan program tersebut.

Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional.

Penerapannya, kata Anggun, akan dilakukan secara bertahap di berbagai jenjang. Salah satu opsi yang disiapkan adalah melakukan piloting terlebih dahulu di satu atau dua sekolah sebelum diperluas.

“Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada piloting satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus,” kata Anggun.

Ia juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung penerapan STEM di sekolah.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Jepara, Adi Hananto. Ia berharap pembelajaran STEM dapat diterapkan secara menyeluruh sehingga peserta didik di Jepara memiliki dasar STEM yang lebih baik.

Jepara akan mendorong penguatan itu melalui komunitas belajar guru. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu jalur untuk berbagi praktik dan mengimbaskan pembelajaran STEM kepada lebih banyak pendidik.

“Kami akan mendukung program ini melalui komunitas belajar (kombel) guru. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan STEM ini kepada semua guru yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Adi.

Berawal dari Rasa Ingin Tahu

Oleh karena itu, penerapan STEM di sekolah bukan hanya tentang seberapa lengkap fasilitas yang dimiliki. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana guru membuka ruang bagi anak untuk memiliki rasa ingin tahu dan keberanian mencoba.

Pertanyaan sederhana tentang lingkungan sekitar dapat menjadi awal sebuah proses belajar. Anak kemudian diajak mengamati, mencari tahu, menguji gagasan, dan memikirkan solusi.

Cara tersebut membuat sains, teknologi, enjinering, dan matematika terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dengan prinsip 5M, STEM dapat tumbuh dari pembelajaran yang sederhana tanpa harus kehilangan tujuan utamanya, yakni membantu anak membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Semangat itu terangkum dalam slogan STEM: Berani Mencoba, Kreatif Mencipta. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wilayah Banyuasin III, 2 Positif Ravid, Covid Banyuasin Bertambah

    Wilayah Banyuasin III, 2 Positif Ravid, Covid Banyuasin Bertambah

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 3.866
    • 0Komentar

    JURU bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Banyuasin Aminuddin, S.Pd., S.IP., MM mengatakan Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Banyuasin kembali bertambah, per Rabu (13/5). Ada tambahan 1 orang lagi yang positif corona dan saat ini telah ditangani dan diisolasi. Tambahan pasien ke-16 positif COVID-19 tersebut berjenis kelamin laki-laki, berinisial FUF anak umur 1 […]

  • Banjir OKU Rendam Rumah dan Ratusan Hektare Lahan Pertanian

    Banjir OKU Rendam Rumah dan Ratusan Hektare Lahan Pertanian

    • calendar_month Kamis, 8 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten membuat surat permohonan bantuan perbaikan jembatan gantung Kepada Pemerintah Provinsi.

  • Padam Lampu Debat Pilgub Sumsel, S2JB : Bukan Gangguan PLN

    Padam Lampu Debat Pilgub Sumsel, S2JB : Bukan Gangguan PLN

    • calendar_month Jumat, 22 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Acara debat kandidat calon Gubernur Sumsel yang berlangsung di TV One hari Kamis 21 Juni 2018 jam 20.00 WIB bertempat di lantai 3 Hotel Whyndam Palembang terjadi padam listrik akibat pemasangan Genset milik pihak penyelenggara. Padam listrik terjadi dua kali selama berlangsungnya acara. Dalam rilis yang diterima ST, Jumat (22/6/2018), Rosmalina Deputy […]

  • Tinjau Wisma Atlet, Ketua Satgas Pastikan Pelaksanaan Karantina Sesuai Prosedur

    Tinjau Wisma Atlet, Ketua Satgas Pastikan Pelaksanaan Karantina Sesuai Prosedur

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    KETUA Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito melakukan peninjauan pelaksanaan karantina kesehatan di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (4/7). Dalam peninjauan tersebut, Ganip ingin memastikan segala proses karantina repatriasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaku perjalanan internasional lainnya dapat berjalan sesuai standar prosedur operasional yang telah ditentukan. Selain itu, Ganip […]

  • Polres Banyuasin Berikan Bantuan Masker Untuk Wartawan

    Polres Banyuasin Berikan Bantuan Masker Untuk Wartawan

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.881
    • 0Komentar

    Ditengah merebaknya virus corona atau Covid-19, para jurnalis tetap bertugas untuk menyampaikan informasi ke masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian, Polres Banyuasin memberikan alat pelindung diri (APD) kepada sejumlah Jurnalis yang ada di Kabupaten Banyuasin. “Kita disini dalam rangka Silahturahmi dan sosialisasi Covid-19,” ujar Kapolres Banyuasin AKBP Danny Ardiantara Sianipar, S,ik melalui Kanit 1 Sat Intelkam Polres […]

  • Update COVID-19 Minggu, Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Sumsel 

    Update COVID-19 Minggu, Tidak Ada Penambahan Pasien Covid-19 di Sumsel 

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    KABAR baik kembali disampaikan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Provinsi Sumatera Selatan. Sesuai update perkembangan  kasus Covid-19  melalui video conference dengan awak media, diketahui tidak ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di Sumsel pada Minggu (12/4/2020) petang. “Pada hari ini tidak ada warga sumsel yang terkena covid19 atau dapat disebut kasus covid 19 pada […]

expand_less
WordPress Archive Oconnor - Law, Lawyer & Attorney WordPress Theme Oconnor – Lawyer & Law Firm WordPress Theme Octabook appointment scheduling software system for wordpress Ocularus – Minimal Photography WordPress Theme ODA — Really Minimal and Strong WordPress Theme Odear – Multi-Concept Creative WordPress Theme Odette – Restaurant Elementor Template Kit Odio – Music WP Theme For Bands, Clubs, and Musicians Off the Shelf – Online Marketing WordPress Theme Offer Your Price