Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

Modal Caleg Perempuan & Politik Patriarkhi dalam Pemilihan Umum di Indonesia  [Keterwakilan Perempuan pada Pemilu 2019 di Kabupaten Sleman]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Jun 2024
  • visibility 1.501
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TINGKAT keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia tidak terlepas dari ragam faktor, salah  satunya adalah modal yang dimilikinya. Kajian ini menjelaskan modal yang dimiliki caleg  perempuan di tengah politik patriarkhi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dengan fokus analisis  pada kasus Kabupaten Sleman pada 2019.

Keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD di  Kabupaten ini merupakan tertinggi dibanding Kabupaten lain di Yogyakarta, yaitu sebanyak 13  kursi (26%) dari total 50 kursi. Kajian ini menemukan bahwa meski perolehan kursi perempuan  tampak terus meningkat, tetapi peningkatannya tidak signifikan, karena modal caleg perempuan  dikendalikan oleh politik patriarkhi melalui medan Pemilu.

Dengan menggunakan teori Bourdieu  tentang modal, artikel ini berargumen bahwa modal –politik, sosial, ekonomi dan simbolik diyakini sangat penting bagi perempuan untuk terjun dalam politik, tetapi pada kenyataannya  modal itu ditentukan oleh habitus politik patriarkhi dalam kesadaran caleg perempuan dalam  mengarungi medan persaingan politik Pemilu yang umumnya didominasi oleh struktur kelas laki –laki.

Oleh karena itu, meski sistem politik dalam Pemilu menyediakan afirmasi bagi caleg perempuan,  dalam praktiknya, dominasi habitus politik patriarki yang dikendalikan struktur kelas dalam  masyarakat tidak memungkinkan caleg perempuan untuk mendapatkan suara yang lebih banyak  dibanding laki-laki.

Keterwakilan Politik Perempuan di Kabupaten Sleman 

Selama ini dunia politik sangat identik dengan laki-laki. Kesetaraan dan keadilan gender dalam  politik dianggap masih belum optimal. Hal ini salah satunya dapat dilihat dari partisipasi  perempuan pada jabatan publik yang masih sangat minim. Walaupun data proyeksi pertumbuhan penduduk berjenis kelamin perempuan tahun 2018 menunjukkan angka 131,88 juta jiwa dari 265  juta jiwa penduduk Indonesia, tetapi belum sesuai dengan jumlah perempuan belum representatif  di lembaga-lembaga pembuat dan pengambil keputusan politik.

Secara historis, partisipasi politik  perempuan di Indonesia diketahui sangat rendah selama tiga dekade periode Orde Baru (1967- 1998) baik ditingkat Nasional maupun daerah (Robinson 2000). Berbagai hambatan struktural  termasuk aturan partai politik diyakini menghalangi perempuan untuk memasuki lembaga politik.  Selain itu, beragam nilai patriarkhis menghalang-halangi perempuan untuk mengambil posisi  publik dan berpartisipasi dalam urusan publik. Hal ini membuat hanya sedikit perempuan yang  terpilih sebagai anggota dewan dan hanya beberapa perempuan saja yang menjadi Bupati, Gubernur  atau Pejabat Pemerintah di level Nasional. Peningkatan keterwakilan politik perempuan tidak hanya  di Tingkat Nasional, tetapi juga di sejumlah daerah.

Hal ini salah satunya terlihat pada hasil Pemilu  DPRD Kabupaten Sleman di D.I. Yogyakarta. Provinsi ini memiliki empat Kabupaten dan satu  Kotamadya, yaitu Kabupaten Bantul, Kulonprogo, Gunung Kidul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

Modal Caleg Perempuan di Kabupaten Sleman dalam Pemilu 2019 

Bagian ini akan menjelaskan tentang modal (capital) caleg perempuan pada Pemilu2019 di  Kabupaten Sleman. Hal ini penting dijelaskan mengingat peningkatan keterwakilan politik  perempuan dari Pemilu 2009, 2014, dan 2019 tidak dapat dilepaskan dari modal yang dimiliki para caleg perempuan. Bourdieu mendefinisikan modal sebagai unsur penentu posisi agen  dalam medan perjuangan kekuasaan politik.

Ia menyebut adanya empat tipe modal yang idenya  diambil dari lingkungan ekonomi, yakni modal budaya, sosial, ekonomi dan simbolik. Ke empat  modal ini saling membutuhkan dan berkaitan, meski bukan berarti mengalami kegagalan, jika salah  satu modal tersebut tidak dipenuhi. Ke empat modal ini sangat menentukan keberhasilan caleg  perempuan sebagai ‘agen’ untuk dapat lolos dan berhasil menjadi anggota legislatif.

Modal Caleg Perempuan, Habitus dan Medan Patriarkhi Politik 

Bagian ini akan menganalisis aspek modal caleg perempuan di DPRD Kabupaten Sleman dalam  Pemilu 2019 tersebut dilihat dari perspektif teori ‘habitus’ (habitus), ‘medan’ (field) dan  ‘modal’(capital) Bourdieu. Analisis ini penting untuk menjelaskan bahwa modal caleg perempuan  untuk terjun di dunia politik ditentukan habitus politik patriarkhi dalam kesadaran dirinya  untuk mengarungi medan persaingan politik Pemilu yang umumnya didominasi oleh struktur kelas  laki-laki. Sistem patriarkhi politik dalam Pemilu merupakan medan yang membatasi caleg perempuan dalam bertindak.

Oleh sebab itu, medan politik merupakan salah satu arena pertempuran,  medan perjuangan, pasar terbuka bagi para caleg. Struktur medan politik menunjang dan  menunjukkan strategi-strategi yang digunakan para caleg untuk meningkatkan posisi mereka di  tengah dominasi struktur kelas laki-laki. Selain itu, habitus dan medan tidak terlepas dari modal  (ekonomi, budaya, sosial dan simbolik dan politik).

Jika habitus merupakan struktur kognitif  dalam kesadaran individu dan kolektif, maka medan adalah suatu tipe pasar terbuka yang  kompetitif tempat berbagai bentuk modal dipergunakan dan disebarkan. Tetapi, yang paling  penting adalah medan kekuasaan (politik); hierarki hubungan kekuasaan di dalam medan politis  membantu menstrukturkan semua medan lainnya.

Posisi berbagai agen (seperti caleg perempuan)  di dalam medan itu ditentukan oleh jumlah dan bobot relatif modal yang dimiliki. Para caleg  perempuan di dalam medan politik menggunakan berbagai strategi. Melalui strategi itulah caleg  perempaun berusaha, secara individual atau kolektif, melindungi atau memperbaiki posisi mereka.[***]

 

Oleh :  Putri Nur Zahroh 

Mahasiswa Ilmu Politik , FISIP UIN Raden Fatah Palembang

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASN dan PTT Humas Muba Tandatangani Fakta Integritas, Terkait Apa Ya ?

    ASN dan PTT Humas Muba Tandatangani Fakta Integritas, Terkait Apa Ya ?

    • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Satukan tekad dan komitmen untuk disiplin dan komitmen tingkatkan kinerja, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT)/Kontrak di Bagian Humas Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Menandatangani Dokumen Pakta Integritas, di Ruang Rapat Bagian Humas Selasa yang dihadiri Seluruh pejabat Strukural Humas Pemkab Muba,ASN dan Pegawai Tidak Tetap (8/1/2018). […]

  • Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

    Cegah Klaster Kantor Lewat Disiplin 3M

    • calendar_month Sabtu, 5 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    PEMERINTAH di beberapa daerah sudah memperbolehkan perkantoran beroperasi sejak beberapa waktu lalu. Ketentuan-ketentuan ini dibuat agar bisa tetap produktif di masa pandemi ini. Namun, tentunya tetap dengan mengedepankan protokol kesehatan dan standar khusus mulai dari pembatasan kapasitas jumlah karyawan sampai membuat aturan pembatasan usia karyawan yang diperbolehkan bekerja di kantor. “Sebagian dari Anda mungkin sudah […]

  • Sumsel Pilot Project Program Rawa

    Sumsel Pilot Project Program Rawa

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.040
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Provinsi Sumsel menjadi pilot project program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi). Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru dihadapan Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P menyatakan siap dengan program tersebut. Pemerintah Provinsi Sumsel bersama seluruh rakyat Sumsel optimistis akan mengembalikan kejayaan Provinsi Sumsel sebagai lumbung pangan. Hal tersebut […]

  • Gambo Muba dan Pantai Bongen di Ajang API 2021, Berminat Beri Dukungan, ? Simak Ini

    Gambo Muba dan Pantai Bongen di Ajang API 2021, Berminat Beri Dukungan, ? Simak Ini

    • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 995
    • 0Komentar

    TIDAK hanya menargetkan menjadi tuan rumah yang baik dan sukses di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021, Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mematok dua nominasi yakni Gambo Muba dan Pantai Bongen bisa menjuarai API 2021.”Mari kita dukung dengan cara SMS dan Like mulai dari 1 Juli […]

  • Jebol Ventilasi Kamar Mandi, 30 Tahanan Polresta Palembang Kabur

    Jebol Ventilasi Kamar Mandi, 30 Tahanan Polresta Palembang Kabur

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Palembang – Sebanyak 30 tahanan Polresta Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) kabur. 30 tahanan itu kabur dengan menjebol ventilasi kamar mandi. “Benar ada tahanan Polresta Palembang yang kabur sekitar itu, 30-an orang. Sudah saya bentuk tim untuk memburu,” kata Kapolda Sumsel, Irjen Zulkarnain Adinegara ketika dimintai konfirmasi, melansir Detik.com, minggu (5/5/2019). Zulkarnain menceritakan, setelah menjebol ventilasi kamar mandi puluhan […]

  • Indikator Angka Kematian Covid-19

    Indikator Angka Kematian Tidak Dihapus Melainkan Dirapikan

    • calendar_month Kamis, 12 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    Pemerintah tidak menghapus atau meniadakan angka kematian dari penilaian level PPKM. Sekarang, tengah dilakukan perbaikan untuk memastikan ketepatan data. Jika sudah rapi, indikator kematian akan kembali dimasukkan

expand_less
WordPress Archive Restrict Content Pro Drip Content Restrict Content Pro Group Accounts Restrict Content Pro Hard Expiration Dates Restrict Content Pro Help Scout Restrict Content Pro IP Restriction Restrict Content Pro MailChimp Pro Restrict Content Pro Math Verification Restrict Content Pro REST API Restrict Content Pro Restrict Past Content Restrict Content Pro Restriction Timelock