Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

“Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 657
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAPA bilang tugas negara itu selalu serius, berkeringat, dan penuh tekanan seperti jadi wasit di final Liga Champions? Coba tengok Dewan Kesenian Palembang (DKP), yang belum lama ini mengeluarkan surat tugas bernomor segede pintu kereta api -026/ST/DKP/VIII/2025- untuk mengirim tim pemantau ke Festival dan Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta.

Tapi jangan bayangkan pemantau ini seperti detektif ala film action yang lompat dari gedung ke gedung sambil bawa walkie-talkie. Nggak, Bung. Tim ini lebih mirip wartawan budaya undercover, hadir di tengah pementasan, diam-diam nyimak tari-tarian, lalu pulangnya bawa oleh-oleh berupa catatan dan inspirasi.

DKP menugaskan lima orang pilihan Faldy Lonardo (Ketua tim), plus empat pendekar seni lainnya, Irfan, Imansyah, Febri Zulian, dan Kemas Ari Panji. Mereka bukan pemain sinetron, tapi kalau disuruh tampil di panggung, kemungkinan besar mereka juga nggak nolak.

Kali ini tugas mereka bukan untuk tampil, melainkan memantau mengamati seniman Palembang yang ikut tampil, mengukur seberapa besar guncangan budaya yang berhasil ditimbulkan, dan mencatat apakah koreografi penari Palembang lebih menggoyang dibanding penari dari kota lain. Ibarat juri MasterChef, tapi khusus urusan budaya dan bukan untuk ngomentari plating makanan.

Langkah DKP ini sebenarnya keren banget, di tengah dunia seni yang sering kali sibuk tampil tapi lupa mengevaluasi, keberadaan tim pemantau seperti ini ibarat kaca spion bagi mobil kebudayaan Palembang. Kita ini sering gaspol tampil di berbagai ajang, tapi kadang nggak sempat nengok ke belakang, sudah sejauh mana dampaknya?. Sudah sampai mana jaringan yang kita bangun?, nah, tim ini hadir untuk menjawab itu semua.

Mereka bukan cuma hadir lalu pulang bawa sandal hotel, tapi bawa laporan, rekomendasi, dan mungkin juga ide gila yang bisa disulap jadi program seni tahun depan. Bayangkan kalau dari pengamatan itu muncul program “Ngamen Sastra di Atas Kapal Ketek” atau “Opera Pempek Kisah Cinta Cuko dan Laksan”- nggak mustahil, bro!

JKPI sendiri bukan acara ecek-ecek, lima hari penuh, dari pagi sampai malam, isinya pertunjukan budaya, rapat antar kota pusaka, pameran UMKM, hingga wisata ke situs sejarah,  semacam maraton budaya yang bisa bikin otak dan perut sama-sama kenyang.

Di sinilah pentingnya pemantauan, Palembang harus hadir bukan cuma sebagai kota dengan jembatan estetik dan makanan penuh kolesterol bahagia, tapi juga kota dengan seniman yang eksis, aktif, dan mampu bikin orang kota lain bertanya, “Eh, itu penampil dari mana sih? Keren juga!”

Secara tidak langsung, tim pemantau ini juga jadi duta branding, mereka ngobrol dengan komunitas seni dari daerah lain, saling tukar kartu nama (atau minimal tukar nomor WA), dan itu bisa jadi cikal bakal kolaborasi.

Hari ini ngobrol di Yogyakarta, siapa tahu tahun depan bikin festival bareng di Palembang. Ingat pepatah lama “Kalau mau punya teman, jangan pelit senyum dan sinyal”.

Oleh karena itu, kehadiran tim ini, walau tanpa pentas, membawa dampak memperluas jaringan, membuka kemungkinan baru, dan membuat Palembang hadir di percakapan nasional soal budaya.

Jadi, kalau kamu melihat lima orang dari Palembang berjalan dengan clipboard, kamera, dan mata awas di tengah keramaian budaya Jogja, jangan dikira mereka sedang cari nasi kucing. Bisa jadi mereka sedang mencatat sejarah kecil, yang nantinya akan berbuah besar, karena kadang, perubahan itu dimulai dari mengamati bukan hanya beraksi. Dan DKP tahu, di balik setiap gerakan penari dan bait syair, ada makna yang layak dicatat, lalu dibawa pulang ke Bumi Sriwijaya.

Seperti pepatah warung kopi bilang, “Kalau nggak bisa joget di panggung, minimal ngerti nadanya, jangan tepuk tangan pas lagi sedih!”

Tim pemantau ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi jadi mata dan telinga Palembang di dunia seni, tampil itu penting, tapi yang diam-diam nyatet kadang lebih berpengaruh. Budaya butuh yang manggung, tapi juga yang mikir, karena seni itu kayak sambal terasi nggak harus semua doyan, tapi yang ngerti, pasti nagih dan nyari lagi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri HUT Kota Prabumulih, Dorong Bupati/Wako Prioritaskan Program Kesejahteraan Masyarakat 

    Hadiri HUT Kota Prabumulih, Dorong Bupati/Wako Prioritaskan Program Kesejahteraan Masyarakat 

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 607
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendorong kepala daerah  memprioritaskan program pembangunan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Hal ini, Menurut dia yang menjadi tolak ukur kesusksesan seorang kepala daerah adalah tercapainya kesejahteraan rakyat yang ditandai dengan turunnya angka kemiskinan. “Saya ingin kita samakan persepsi. Tolak ukur kesusksesan suatu daerah bukan hanya pembangunan fisik […]

  • ratusan warga menolak pengukuran tanah

    Pak Wali Tolong Dong..! Ribuan Warga di Kelurahan Srimulya dan Sukamulya Terancam Tak Miliki Rumah

    • calendar_month Kamis, 14 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.449
    • 0Komentar

    Ribuan warga yang tinggal di Kelurahan Srimulya dan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang terancam tak memiliki tempat tinggal menyusul lahan warga di klaim oleh Kemas H Halim. Luas lahan yang diakui oleh konglomerat di Palembang tersebut seluas 4.000 hektare.

  • RSUD Kayuagung Tingkatkan Mutu Sarana & Prasarana

    RSUD Kayuagung Tingkatkan Mutu Sarana & Prasarana

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    RUMAH Sakit Umum Daerah (RSUD) Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menambah fasilitas layanan sarana dan prasarana di RSUD Kayuagung OKI di antaranya.  Hal itu dilakukan untuk meningkatkan mutu pelayanan sarana dan prasarana serta kualitas SDM. Direktur Manajemen dr. Hj. Asri Wijayanti, M.Kes, mengatakan salah satunya melakukan pengadaan peralatan mata, ruang operasi tekanan negatif dan […]

  • DHL Express Tunjukkan Standar Keamanan Tertinggi dengan Sertifikasi TAPA “A” ke-100 di Asia Pasifik

    DHL Express Tunjukkan Standar Keamanan Tertinggi dengan Sertifikasi TAPA “A” ke-100 di Asia Pasifik

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – DHL Express, penyedia layanan ekspres internasional terkemuka di dunia dan Transported Asset Protection Association (TAPA) hari ini meresmikan situs bersertifikat TAPA FSR Kelas ‘A’ ke-100 perusahaan – sertifikasi TAPA tingkat tertinggi – untuk DHL Express di Asia Pasifik (tidak termasuk China). Situs ke-100 adalah Pusat Layanan Hanoi Barat senilai EUR2 juta […]

  • Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi di BLK Bagi Korban PHK, Karyawan Yang di PHK Siap – Siaplah

    Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi di BLK Bagi Korban PHK, Karyawan Yang di PHK Siap – Siaplah

    • calendar_month Minggu, 6 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Ketenagakerjaan berencana memberikan pelatihan vokasi bagi pekerja Giant yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan begitu, pekerja yang ter-PHK dapat meningkatkan atau alih keterampilan, sehingga dapat masuk kembali ke pasar kerja atau berwirausaha mandiri. “Ibu Menaker sudah ada arahan kepada saya, Sekjen, dan Dirjen Bina Pelatihan (Binalatvoktas), untuk mengundang teman-teman pekerja mantan Giant, untuk […]

  • Aplikasi SRIKANDI Diterapkan di Seluruh Pemerintah Desa/Kelurahan Kabupaten Muba

    Aplikasi SRIKANDI Diterapkan di Seluruh Pemerintah Desa/Kelurahan Kabupaten Muba

    • calendar_month Jumat, 7 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.105
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muba menggelar Kegiatan Bimbingan Teknis Aplikasi SRIKANDI Tingkat Desa/Kelurahan. Acara berlangsung di Ruang Layanan Komputer Dispusip Kabupaten Muba, Rabu (5/6/2024). Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Muba Sunaryo SSTP MM mengatakan bahwa, Pemkab Muba […]

expand_less
WordPress Archive GeoDirectory Events GeoDirectory Framework GeoDirectory Franchise Manager GeoDirectory List Manager GeoDirectory Location Manager GeoDirectory Marker Cluster GeoDirectory Pricing Payment Manager GeoDirectory Re-Captcha GeoDirectory Review Rating Manager GeoDirectory Social Importer