Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

“Mata-mata Budaya – Ketika DKP Kirim Detektif Seniman ke Yogyakarta”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
  • visibility 637
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SIAPA bilang tugas negara itu selalu serius, berkeringat, dan penuh tekanan seperti jadi wasit di final Liga Champions? Coba tengok Dewan Kesenian Palembang (DKP), yang belum lama ini mengeluarkan surat tugas bernomor segede pintu kereta api -026/ST/DKP/VIII/2025- untuk mengirim tim pemantau ke Festival dan Rakernas XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta.

Tapi jangan bayangkan pemantau ini seperti detektif ala film action yang lompat dari gedung ke gedung sambil bawa walkie-talkie. Nggak, Bung. Tim ini lebih mirip wartawan budaya undercover, hadir di tengah pementasan, diam-diam nyimak tari-tarian, lalu pulangnya bawa oleh-oleh berupa catatan dan inspirasi.

DKP menugaskan lima orang pilihan Faldy Lonardo (Ketua tim), plus empat pendekar seni lainnya, Irfan, Imansyah, Febri Zulian, dan Kemas Ari Panji. Mereka bukan pemain sinetron, tapi kalau disuruh tampil di panggung, kemungkinan besar mereka juga nggak nolak.

Kali ini tugas mereka bukan untuk tampil, melainkan memantau mengamati seniman Palembang yang ikut tampil, mengukur seberapa besar guncangan budaya yang berhasil ditimbulkan, dan mencatat apakah koreografi penari Palembang lebih menggoyang dibanding penari dari kota lain. Ibarat juri MasterChef, tapi khusus urusan budaya dan bukan untuk ngomentari plating makanan.

Langkah DKP ini sebenarnya keren banget, di tengah dunia seni yang sering kali sibuk tampil tapi lupa mengevaluasi, keberadaan tim pemantau seperti ini ibarat kaca spion bagi mobil kebudayaan Palembang. Kita ini sering gaspol tampil di berbagai ajang, tapi kadang nggak sempat nengok ke belakang, sudah sejauh mana dampaknya?. Sudah sampai mana jaringan yang kita bangun?, nah, tim ini hadir untuk menjawab itu semua.

Mereka bukan cuma hadir lalu pulang bawa sandal hotel, tapi bawa laporan, rekomendasi, dan mungkin juga ide gila yang bisa disulap jadi program seni tahun depan. Bayangkan kalau dari pengamatan itu muncul program “Ngamen Sastra di Atas Kapal Ketek” atau “Opera Pempek Kisah Cinta Cuko dan Laksan”- nggak mustahil, bro!

JKPI sendiri bukan acara ecek-ecek, lima hari penuh, dari pagi sampai malam, isinya pertunjukan budaya, rapat antar kota pusaka, pameran UMKM, hingga wisata ke situs sejarah,  semacam maraton budaya yang bisa bikin otak dan perut sama-sama kenyang.

Di sinilah pentingnya pemantauan, Palembang harus hadir bukan cuma sebagai kota dengan jembatan estetik dan makanan penuh kolesterol bahagia, tapi juga kota dengan seniman yang eksis, aktif, dan mampu bikin orang kota lain bertanya, “Eh, itu penampil dari mana sih? Keren juga!”

Secara tidak langsung, tim pemantau ini juga jadi duta branding, mereka ngobrol dengan komunitas seni dari daerah lain, saling tukar kartu nama (atau minimal tukar nomor WA), dan itu bisa jadi cikal bakal kolaborasi.

Hari ini ngobrol di Yogyakarta, siapa tahu tahun depan bikin festival bareng di Palembang. Ingat pepatah lama “Kalau mau punya teman, jangan pelit senyum dan sinyal”.

Oleh karena itu, kehadiran tim ini, walau tanpa pentas, membawa dampak memperluas jaringan, membuka kemungkinan baru, dan membuat Palembang hadir di percakapan nasional soal budaya.

Jadi, kalau kamu melihat lima orang dari Palembang berjalan dengan clipboard, kamera, dan mata awas di tengah keramaian budaya Jogja, jangan dikira mereka sedang cari nasi kucing. Bisa jadi mereka sedang mencatat sejarah kecil, yang nantinya akan berbuah besar, karena kadang, perubahan itu dimulai dari mengamati bukan hanya beraksi. Dan DKP tahu, di balik setiap gerakan penari dan bait syair, ada makna yang layak dicatat, lalu dibawa pulang ke Bumi Sriwijaya.

Seperti pepatah warung kopi bilang, “Kalau nggak bisa joget di panggung, minimal ngerti nadanya, jangan tepuk tangan pas lagi sedih!”

Tim pemantau ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi jadi mata dan telinga Palembang di dunia seni, tampil itu penting, tapi yang diam-diam nyatet kadang lebih berpengaruh. Budaya butuh yang manggung, tapi juga yang mikir, karena seni itu kayak sambal terasi nggak harus semua doyan, tapi yang ngerti, pasti nagih dan nyari lagi!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    Agar Tidak Tumpang Tindih Kebijakan, Pengelolaan Hutan Harus Ada Koordinasi

    • calendar_month Minggu, 30 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan Ir H. Mawardi Yahya menerima audensi Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Bambang Supriyanto di  Griya Agung Palembang, kemarin. Wakil Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya menyambut baik kedatangan Dirjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan serta Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI teraebut terlebih […]

  • Ini para Bujang Gadis Protokol Kesehatan 2020

    Ini para Bujang Gadis Protokol Kesehatan 2020

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.246
    • 0Komentar

    DAFTAR NAMA BUJANG GADIS PROTOKOL KESEHATAN KOMPAS RI 2020 NO BUJANG-GADIS 1 APRIADI – MSY SITI JULIANI 2 M. WILDAN FEBRIAN -NYAYU HAMIDAH AGUSTINA 3 AGUS READIANSYAH – ADINDA PUTRI RAISA 4 M VARREL AKBAR YUSFIKAR- OMEGA NOVIANTI 5 SATRIA RENDIKA – AMRINA ASHARITA 6 DWI PRANSYAHPUTRA – ROSA INDIANA JANNATI 7 AHMAD ZAHRUN – […]

  • Rumah Sakit Spesialis & Pusat Penelitian King Faisal Pamerkan Inovasi & Solusi Kesehatan di Pameran Kesehatan Global

    Rumah Sakit Spesialis & Pusat Penelitian King Faisal Pamerkan Inovasi & Solusi Kesehatan di Pameran Kesehatan Global

    • calendar_month Minggu, 29 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 730
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, RIYADH, Arab Saudi, (GLOBE NEWSWIRE) — Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal (KFSH&RC) berpartisipasi sebagai mitra kesehatan strategis dalam Pameran Kesehatan Global 2023, yang dimulai di Riyadh besok dan berlanjut selama tiga hari .   Rumah sakit, melalui paviliunnya yang berpartisipasi dalam pameran yang menyertai forum tersebut, akan memamerkan inovasi dan solusi […]

  • Ketua ICMI Kasih Saran Kepada Gubernur Sumsel, Terkait Apa ?  

    Ketua ICMI Kasih Saran Kepada Gubernur Sumsel, Terkait Apa ?  

    • calendar_month Sabtu, 6 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan segera merealisasikan pembangunan pusat Islamic Center Terpadu Masjid Sriwijaya. Kepastian akan dibangunnya Masjid Sriwijaya tersebut setelah mendapatkan  saran dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof Dr Jimly Asshiddiqie saat mengadakan Silahturahmi dengan Gubernur Sumsel H. Herman Deru di Hotel Arista, Sabtu (6/7/2019). Sebelumnya penyelesaian pembangunan  Masjid […]

  • BKPRMI Siap Sinergi Bangun Umat Berbasis Agama

    BKPRMI Siap Sinergi Bangun Umat Berbasis Agama

    • calendar_month Rabu, 6 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    KOMITMEN kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA membangun umat berbasis agama di Kabupaten Musi Banyuasin menunjukkan bahwa ia adalah sosok pemimpin daerah yang memiliki integritas dan sangat luar biasa. Hal ini membuat bangga seluruh masyarakat dan menjadi contoh bagi masyarakat Muba sehingga kualitas ke Islaman di kabupaten Musi Banyuasin kini […]

  • Solusi Perdagangan Masa Depan, CSG Luncurkan Encompass

    Solusi Perdagangan Masa Depan, CSG Luncurkan Encompass

    • calendar_month Kamis, 24 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 652
    • 0Komentar

      DENVER, AS – Masa depan digital ada di sini, dan 5G menemukan kembali penciptaan, penyediaan, dan pemanfaatan pelayanan digital. Imajinasi dan penyedia layanan komunikasi (communications service provider/CSP) terpercaya telah menghalangi era berikutnya dari pengalaman digital yang mendalam. Untuk membawa industri ini menuju era inovasi digital berikutnya dengan cepat, CSG ® (NASDAQ: CSGS) meluncurkan Encompass pada hari ini. […]

expand_less
WordPress Archive GeoDirectory Events GeoDirectory Framework GeoDirectory Franchise Manager GeoDirectory List Manager GeoDirectory Location Manager GeoDirectory Marker Cluster GeoDirectory Pricing Payment Manager GeoDirectory Re-Captcha GeoDirectory Review Rating Manager GeoDirectory Social Importer