UMKM Didorong Masuk Digital, Ini 3 Kunci Bertahan di Lapangan
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
UPAYA penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K PKK) di Kota Palembang terus dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis dan berbasis digital.
Hal itu kembali ditegaskan dalam Pelatihan Kewirausahaan Kreatif untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga yang digelar TP PKK Kota Palembang bersama Dinas Koperasi dan UKM di Atyasa, baru-baru ini, Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan UMKM dan UP2K PKK memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Menurutnya, perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini semakin bergeser ke arah digital membuat pelaku usaha kecil harus mampu beradaptasi agar tidak tertinggal.
“Di era digital yang bergerak sangat cepat saat ini, UMKM dituntut untuk terus beradaptasi. Kreativitas dan inovasi menjadi kunci agar usaha tetap bertahan dan berkembang,” ujar Dewi.
Dalam pelatihan tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi perhatian dalam penguatan UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan usaha di lapangan.
1. Adaptasi digital semakin menjadi kebutuhan utama
Perubahan pola belanja masyarakat yang kini banyak dilakukan melalui platform digital membuat pelaku UMKM perlu memahami cara pemasaran berbasis teknologi, termasuk media sosial dan marketplace.
2. Kreativitas menjadi kekuatan utama pelaku usaha kecil
Dewi menegaskan bahwa usaha kecil tidak selalu membutuhkan modal besar. Justru kemampuan membaca peluang di lingkungan sekitar serta mengolah ide sederhana menjadi produk bernilai jual menjadi faktor penentu keberhasilan usaha.
3. Tantangan terbesar ada pada penerapan di lapangan
Meski berbagai pelatihan terus dilakukan, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM kerap muncul saat kembali menjalankan usaha secara mandiri, terutama dalam konsistensi dan penerapan strategi digital secara berkelanjutan.
Dewi menyebut, pelatihan seperti ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan formal, tetapi benar-benar dapat membantu pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya secara nyata.
“Harapannya peserta bisa mengembangkan usaha masing-masing secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk terus memperkuat inovasi dan kemampuan adaptasi agar mampu bersaing di tengah ketatnya persaingan usaha di era digital.
Dengan adanya kegiatan ini, pemerintah berharap UMKM di Kota Palembang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih luas. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
