Kebijakan

The Time Breaker, Pendatang Baru Tak Terimbas Pandemi

PANDEMI covid tak mampu menghentikan aktivitas pemusik. Baik itu yang telah banyak makan asam garam di dunia hiburan itu, maupun para pendatang baru.
The Time Breaker, sebuah band pendatang baru termasuklah di antaranya. Digawangi Dhimas Prastianto (Vokal & Rhythm), Saujana Uthama A (Vokal & Bass), M Reza Pratama (Vokal & Drum), Boma Panggabean (Vokal & Lead Guitar), grup musik ini kini telah menghasilkan beberapa lagu.
“Justru ada di antara lagu-lagu itu lahir di masa pandemi ini,”ujar Dimas, yang kini tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ilmi Komputer, Jurusan Teknik Informatika, Universitas Bina Darma (UBD) Palembang.
Lirik dan aransemen lagu itu, hasil kolaborasi bersama Tama yang kini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Bina Sriwijaya Palembang, Judul lagu yang lahir di masa pandemi itu, Thera are Boy, bergenre blues.
Sebelumnya, lagu You’re My Treasure juga sudah dilahirkan band ini. Bedanya, lagu ini lebih ngepop. Karena mereka mengidolakan The Beatles dan Koes Plus, karya mereka pun berkiblat ke grup-grup lawas tersebut.
“Kami menjadikan band-bnd terdahulu itu sebagai sumber inspirasi. Lalu meramunya menjadi lagu berunsur alternatif,” tambah Tama yang juga terlibat dalam aransemen. Tama, tercatat menamatkn pendidikannya di SDN 50 Palembang, SMP Muhammadiyah 7 Palembang, dan SMA Pusri Palembang. Sebelum melanjutkan ke Bina Sriwijaya jurusan Pariwisata dan Perhotelan dan tercatat semester V.
Sementara M Reza dan Boma, sementara tetap terlibat secara aktif dalam bermain dan berlatih. Namun, belum masuk dalam proses penciptaan. “Tetapi, nantinya, kami punya rencana, semua pemain juga akan menjadi aransemen sekaligus penulis lirik. Sehingga, masing-masing punyq karya cipta,” tambah Dimas, yang menamatkan SDN 2 Betung, SMPN 1 Betung dan SMAN 1 Betung, Banyuasin ini.
M Reza, yang saat ini tercatat sebagai pegawai pengiriman paket, memang belum lama bergabung. Sama seperti Boma Panggabean, yang baru menamatkan SMA.
Semua personel band ini, uniknya, mendapatkan kemampuan bermuiskk dan olah vokal secara otodidak. Tak melalui proses formal ataupun ikut kursus musik/olah vokal. Tama, misalnya, dara musik dan olah suaranya mengalir dari orangtua, Andre dan Sri, yang dahulu sejak 1985 hinga 2000 menjalani profesi sebagai penyanyi jalanan.
M Reza, misalnya, menamatkan SMKN 2 Palembang, jurusan Listrik. Bukan jurusan musik. Sementara sebelumnya dia menuntut ilmu di SDN 55 Palembang, SMPN 8 Palembang.
Begitu pun Boma, juga baru tamat SMA Xaverius 1 Palembang.
Kini, pandemi masih mnelanda. Status kota Palembang, bahkan kini kembali ke zona merah. Namun, semangat bermusik anak-anak The Time Breaker terus berdenyut. Beberapa lagu lainyang yang sudah diciptakan, Mr. Tesla dan Is This My Destiny. “
Semua lagu mereka memang berbahasa asing, bukan dengan maksud tertentu. “Sekedar kiat agar bisa masuk dan bisa juga dinikmati sampai di mancanegera. Karena, dengan menggunakan daring, bkan tidak mungkin lagu merka bisa menembus tapal batas negara. Meskipun, memang belum dirilis secara resmi,” tambah Dimas.
Mereka berharap, ada produser yang bisa melirik dan menarik mereka ke dalam kancah bermusik. Sebagai bukti keterkaian dengan budaya dan tradisi daerah, ked epan mereka juga akan mencoba mengolah lagu bermutana lokal. Baik bahasa mautun kontennya memang tentang daerah setempat.
Kini, keterbatasan yang ada membuat personel The Time Breaker ini masih mengisi hari-hari latihannya di rental sejak terbentuk di awal 2020.. Namun, itu tak memupus semangat mereka untuk saling CK (cari kawan) demi membayar rental band. Kesamaan semangat dan visi membuat band ini mengalami metamorfosis dari Band Revolution yang sebelumya terbentuk di tahun 2018 (nasir)
The Time Breaker
Nama Personil :
1. Dhimas Prastianto (Vokal & Rhythm)
2. Saujana Uthama A (Vokal & Bass)
3. M Reza Pratama (Vokal & Drum)
4. Boma Panggabean (Vokal & Lead Guitar)

Comments

Terpopuler

To Top