Minggu, 13 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips » Tips Kurangi Kafein Kopi Robusta, Kulit Nanas Ternyata Bisa Dimanfaatkan

Tips Kurangi Kafein Kopi Robusta, Kulit Nanas Ternyata Bisa Dimanfaatkan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 2 Sep 2026
  • visibility 21
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Orang biasanya, menikmati kopi bukan hanya soal minuman. Ada yang membutuhkan secangkir kopi untuk menemani pagi, menyelesaikan pekerjaan, atau cuma menikmati waktu santai. Namun, ketika kafein mulai membuat tubuh kurang nyaman, pilihan kopi rendah kafein pun menjadi menarik untuk dipertimbangkan.

Menariknya, upaya mengurangi kafein pada kopi tidak selalu harus berangkat dari bahan yang rumit. Sebuah inovasi mahasiswa di Kabupaten Subang justru melihat peluang dari sesuatu yang selama ini sering dianggap tidak berguna, kulit dan bonggol nanas.

Kedua bagian nanas tersebut dimanfaatkan sebagai bahan dalam penelitian dekafeinasi kopi robusta. Pendekatan ini mempertemukan dua persoalan yang berbeda, yakni kebutuhan akan kopi dengan kadar kafein lebih rendah dan banyaknya limbah pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Kulit dan bonggol nanas ternyata punya potensi

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa Program Studi D3 Agroindustri Politeknik Negeri Subang (POLSUB), terdiri dari Kori Rahma Mardika, Widia Nur Juliyanti, Fahrul Muttaqin, Muhammad Akbar, dan Roffi Jaelanti Fadhillah.

Melalui riset berjudul “Karakteristik Kimia dan Hedonik Kopi Dekafein Robusta dengan Perendaman Kulit dan Bonggol Nanas”, mereka mencoba memanfaatkan ekstrak kulit serta bonggol nanas dalam proses perendaman biji kopi robusta.

Gagasannya berawal dari kondisi di Subang yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil nanas. Ketika bagian kulit dan bonggolnya belum dimanfaatkan, jumlah limbah yang dihasilkan tentu cukup besar.

Tim kemudian melihat adanya potensi dari kandungan bromelin pada bagian nanas tersebut. Bromelin merupakan enzim proteolitik alami yang menjadi salah satu komponen yang diperhatikan dalam penelitian ini untuk melihat potensinya pada proses dekafeinasi.

Dengan pendekatan tersebut, limbah nanas tidak berhenti sebagai sisa pengolahan, tetapi dicoba diberi fungsi baru dalam pengolahan pangan.

Bukan sekadar mengurangi kafein

Penelitian ini tidak hanya melihat apakah kadar kafein dapat berkurang. Karakteristik kopi setelah perlakuan juga diperhatikan agar hasil akhirnya tetap dapat diterima oleh konsumen.

Di bawah bimbingan Fenny Aprilliani, S.TP., M.Si., tim menguji berbagai kombinasi ekstrak kulit dan bonggol nanas dengan beberapa lama waktu perendaman. Pengujian dilakukan pada durasi 12, 24, dan 48 jam.

Selain kadar kafein, sejumlah parameter kimia turut diperiksa, meliputi kadar air, kadar abu, pH, serta total asam tertitrasi. Untuk melihat penerimaan konsumen, penelitian tersebut juga melibatkan 88 panelis dalam pengujian hedonik.

Hasilnya cukup menarik, seluruh perlakuan yang diuji dilaporkan memenuhi persyaratan SNI 8964:2021. Kadar air berada pada kisaran 3,46–4,44 persen, kadar abu 3,28–4,78 persen, sedangkan nilai pH berada pada rentang 4,77–5,44.

Artinya, eksperimen ini tidak hanya berhenti pada gagasan memanfaatkan limbah. Ada serangkaian pengujian yang dilakukan untuk melihat karakteristik kopi setelah diberi perlakuan.

Berapa banyak kafeinnya bisa berkurang?

Pada biji kopi kontrol, kadar kafein yang digunakan sebagai pembanding tercatat sebesar 15,87 persen.

Setelah mendapatkan perlakuan ekstrak nanas, penurunan kadar kafein berada pada kisaran yang berbeda-beda tergantung kombinasi bahan dan lama perendaman.

Pada perendaman 12 jam, penurunannya tercatat sekitar 15,09–15,39 persen. Sementara pada 24 jam berada di kisaran 14,65–15,33 persen, dan pada 48 jam sekitar 14,48–14,94 persen.

Salah satu perlakuan yang dinilai paling konsisten dari sisi kriteria kimia adalah A1B3, yaitu kombinasi 25 persen ekstrak kulit nanas dan 75 persen ekstrak bonggol dengan waktu perendaman 48 jam.

Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan hasil kimia terbaik tidak otomatis menjadi yang paling disukai lidah panelis.

Yang paling disukai ternyata bukan perlakuan terbaik secara kimia

Inilah bagian menarik lainnya, dari 88 panelis yang ikut menilai, perlakuan A1B1 justru mendapatkan penerimaan sensorik paling baik. Komposisinya terdiri dari 75 persen ekstrak kulit nanas dan 25 persen ekstrak bonggol, dengan waktu perendaman 12 jam.

Penilaian tersebut mencakup warna, aroma, rasa, tingkat keasaman, hingga penerimaan secara keseluruhan.

Dengan kata lain, semakin lama proses dilakukan bukan berarti hasilnya otomatis paling disukai konsumen. Ada keseimbangan yang perlu diperhatikan antara karakteristik kimia dan pengalaman ketika kopi diminum.

Temuan ini pengembangan dari kopi rendah kafein tidak cukup hanya mengejar angka kadar kafein. Rasa dan penerimaan konsumen tetap menjadi bagian penting.

Dari limbah menjadi bagian dari solusi

Hal yang membuat penelitian ini menarik dalam konteks lingkungan adalah bahan yang digunakan.

Kulit dan bonggol nanas yang biasanya berakhir sebagai limbah dicoba dimanfaatkan kembali. Pendekatan seperti ini sejalan dengan konsep zero waste, yaitu berupaya mengurangi bahan yang terbuang, sekaligus green processing yang mengedepankan proses pengolahan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.

Bagi daerah penghasil nanas seperti Subang, pemanfaatan hasil samping pertanian semacam ini membuka peluang baru. Limbah tidak hanya dipandang sebagai persoalan yang harus dibuang, tetapi juga sebagai sumber bahan yang mungkin masih memiliki nilai guna.

Tips AVer Green: jangan buru-buru menyebutnya sampah

Dari inovasi kopi dan nanas ini ada satu pelajaran sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang terlihat seperti limbah belum tentu benar-benar tidak berguna.

Sebelum membuang sisa bahan pangan, coba lihat apakah masih ada bagian yang dapat dimanfaatkan kembali. Kulit buah, ampas, bonggol, hingga hasil samping pengolahan bisa saja memiliki fungsi lain jika diolah dengan cara yang tepat.

Penelitian mahasiswa POLSUB tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana persoalan limbah dapat dipertemukan dengan kebutuhan sehari-hari.

Secangkir kopi pun akhirnya membawa cerita yang lebih panjang: tentang inovasi, pemanfaatan sumber daya, dan bagaimana sesuatu yang biasanya dibuang bisa diberi kesempatan untuk memiliki nilai baru.

Karena prinsip hidup hijau tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dengan melihat kembali apa yang selama ini kita anggap sebagai sampah. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapangan Golf KGC Tidak Boleh Berorientasi Untuk Bisnis

    Lapangan Golf KGC Tidak Boleh Berorientasi Untuk Bisnis

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru kembali menegaskan Lapangan Golf tertua di Indonesia yang terletak di Provinsi Sumsel,  tidak boleh dijadikan tempat yang berorientasi bisnis. Menurutnya,  (Kenten Golf Course/KGC) yang  dibangun sejak 1926 oleh Pegolf Profesional Amerikan Gene Sarazene, ini akan segera menjadi cagar budaya milik Provinsi Sumsel. “Tempat ini akan segera menjadi […]

  • Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    Jardine Matheson dan Hongkong Land Rayakan 50 tahun Jardine House: Gedung Pencakar Langit Pertama Hong Kong terus Berinovasi dan Menarik Penyewa Kelas Dunia

    • calendar_month Minggu, 16 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.396
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach – Jardine Matheson dan Hongkong Land memperingati 50 tahun Jardine House, gedung pencakar langit pertama di Hong Kong, dan pusat ekosistem Central Hongkong Land. Selesai pada tahun 1973, Jardine House menetapkan standar baru dengan desainnya yang kuat, lift tercepat, pendingin AC terbesar, dan 1.748 jendela kaca melingkar ikonik yang […]

  • Yuk,Gotong Royong, Harnojoyo : Ada Keluhan Silahkan Lapor @harno.joyo

    Yuk,Gotong Royong, Harnojoyo : Ada Keluhan Silahkan Lapor @harno.joyo

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.005
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Semangat gotong- royong yang disuarakan   Walikota Palembang Harnojoyo hingga ke pelosok Kota Palembang. Gotong Royong tersebut hampir setiap minggu dilaksanakan orang nomor satu di Palembang ini. Komitmen ini terus dijalankan guna menciptakan Palembang bersih, Harno sadar tanpa bersama-sama dan dukungan seluruh masyarakat program tersebut tak bisa berjalan dengan sempurna. Kesadaran masyarakat pun […]

  • Urai Kepadatan Boom Baru, TAA Dioperasikan

    Urai Kepadatan Boom Baru, TAA Dioperasikan

    • calendar_month Rabu, 13 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Banyuasin – Pelabuhan Laut Tanjung Api-Api [TAA] di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumater Selatan yang dibangun sejak 2004 akhirnya resmi dioperasikan, Rabu (14/3/2019). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru didampingi Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI R Agus H Purnomo, Ketua DPRD Sumsel Aliandra Gantada, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain […]

  • Negara akan Afirmasi dan Lindungi Seluruh Umat Beragama, Demi Kerukunan Umat Beragama

    Negara akan Afirmasi dan Lindungi Seluruh Umat Beragama, Demi Kerukunan Umat Beragama

    • calendar_month Rabu, 5 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 708
    • 0Komentar

    MENTERI Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan negara akan selalu mengafirmasi serta melindungi seluruh umat beragama. Hal ini dikemukakan Menag saat menerima audiensi Pengurus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta. “Pada prinsipnya pemerintah ingin melindungi semua agama. Jadi semua umat beragama harus diafirmasi,” kata Menag Yaqut, Selasa (4/5/2021). Karenanya, […]

  • Wahh di Bulan Ramadhan, Si Abuh Bakal Bikin Kejutan untuk Warga Palembang, Penasaran ?

    Wahh di Bulan Ramadhan, Si Abuh Bakal Bikin Kejutan untuk Warga Palembang, Penasaran ?

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.367
    • 0Komentar

    Palembang – Tak lama lagi umat Islam di Palembang akan menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1440 H. Biasanya selama ibadah saum tersebut, umat Islam mengisi waktunya dengan kegiatan-kegiatan positif selama sebulan penuh agar rukun Islam yang ke tiga itu menjadi lebih ‘Apdol’ Nah,  untuk menyambut bulan suci ramadhan tersebut,  Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang melauching Aplikasi Subuh Palembang Darussalam atau […]

expand_less
WordPress Archive YITH Paypal Adaptive Payments for WooCommerce Premium YITH PayPal Braintree For WooCommerce YITH PayPal Payouts for WooCommerce YITH Petshopper | E-Commerce Theme for Pets Products YITH Point of Sale for WooCommerce YITH Pre-Order for WooCommerce Premium YITH Product Description in Loop for WooCommerce YITH Product Shipping for WooCommerce Premium YITH Product Size Charts for WooCommerce Premium YITH Quick Order Forms for WooCommerce Premium