Minggu, 23 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » “Kerja ke Luar Negeri Itu Bukan Jalan Ninja, Kenapa Banyak Lupa Syarat Wajibnya?”

“Kerja ke Luar Negeri Itu Bukan Jalan Ninja, Kenapa Banyak Lupa Syarat Wajibnya?”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 2.416
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH nggak dengar cerita orang yang berangkat kerja ke luar negeri pakai ‘jalur ninja’ alias jalur cepat yang katanya tanpa ribet? Biasanya mereka digoda iming-iming, ‘Sudah, ikut saja saya… nggak perlu urus-urus syarat. Tinggal berangkat’

Nah, pola begini sama persis kayak orang yang percaya bisa sampai Jakarta lewat ‘jalan tikus’, padahal mau menuju kota besar itu ya jelas lebih aman lewat jalan tol, lebih terang, lebih pasti, walau sedikit lebih panjang prosesnya.

Di Musi Banyuasin, tren ‘jalur ninja’ inilah yang bikin Dinasnakertrans Muba gatal pengen bersuara. Kepala Dinasnakertrans, Herryandi Sinulingga, AP, sampai mengingatkan dengan nada setengah serius setengah sayang ke warganya.

“Bekerja ke luar negeri itu harus lewat mekanisme resmi. Regulasi ini bukan untuk mempersulit, tapi memastikan warga Muba berangkat secara legal, aman, dan bermartabat. Kami ingatkan supaya menghindari jalur non-prosedural karena risikonya besar, termasuk perdagangan orang,” tegas Herryandi.

Saya sempet bertanya di dalam hati.. mungkin Pak Herryandi sudah terlalu sering menerima laporan, hehehe!.

Pasalnya ada yang berangkat diam-diam, ada pula yang pas sampai negara tujuan malah bingung karena nggak punya kontrak kerja.

Bahkan, mirisnya ada yang kerja tak sesuai janji. Ibaratnya mirip beli bakso di pinggir jalan, di foto keliatan jumbo, pas disuguhkan, waduh.. isinya cuma angin.

Oleh karena itu,  pemerintah daerah sekarang lagi garang-garangnya mengedukasi.

Mereka bilang proses resmi itu cepat, mudah, dan gratis. Tapi, ya… namanya manusia, kata ‘gratis’ sering kalah pamor dari ‘cepat tanpa aturan’. Padahal sebenarnya yang resmi itu jauh lebih aman dan disiapkan untuk melindungi.

Coba kita merunut proses resmi Calon PMI versi Muba.

Ada KTP dan KK, paspor, surat nikah atau surat keterangan belum menikah, surat izin keluarga, sampai perjanjian penempatan. Ini bukan ribet, itulah fondasinya. Tanpa fondasi itu, kok berani bangun rumah? Mau roboh?

Belum lagi pemeriksaan kesehatan dan psikologi. Ini sangat penting, supaya yang berangkat benar-benar siap, bukan cuma kuat jempol tapi ngos-ngosan kalau naik tangga gedung tujuh lantai.

Belum cukup? Ada perjanjian kerja yang bakal diverifikasi Atase Ketenagakerjaan dan kewajiban ikut BPJS Ketenagakerjaan. Nah, yang terakhir ini sering disepelekan, padahal di negara orang itu, namun kita butuh jaminan lebih kokoh lagi bukan cuma ‘kata agen’.

“Kami ingin masyarakat berangkat sebagai PMI yang profesional. Kalau ada tawaran mencurigakan atau terlalu indah untuk jadi kenyataan, segera hubungi kami’ pesan Herryandi lagi tegas.

Sampai sini, sebenarnya yang resmi sudah jelas-jelas lebih aman. Tapi namanya hidup, kadang orang tetap tergoda shortcut. Makanya di tulisan ini, saya mau nyentil sedikit, biar pembaca sadar kalau jalur resmi itu jangan dibikin elergi.

Dorong PMI

Contoh dari daerah lain, misalnya ada kabupaten yang membuat job center khusus, ada kota yang membuka helpdesk 24 jam, semuanya itu untuk mendorong calon PMI patuh aturan.

Artinya apa? Pemerintah daerah sudah siap membantu, tinggal masyarakatnya mau memanfaatkannya atau tidak.

Saya pernah bertemu seorang mantan PMI dari daerah tetangga, ceritanya begini. “Aku dulu berangkat non-prosedural mas.., katanya sampai disana langsung dapat kerja. Eh begitu, pas mendarat… walah!! malah disuruh nunggu di gudang kayak barang kiriman!”

Kasus itu merupakan pelajaran mahal, karena Muba sekarang ngotot mengedukasi lewat layanan cepat, efektif, profesional, akuntabel, transparan, dan ini yang paling disuka, apalagi  gratisan.

Makanya ada caranya, tinggal hubungi petugas,  Thomas, Emilia, atau Eva, mereka itu bukan calo, bukan juga agen ‘jalur ninja’, tapi melainkan petugas resmi yang siap menjawab pertanyaan tanpa modus tambahan.

Akhirnya, kalau hari ini ada yang tanya. “Bikcik, kerja ke luar negeri itu biso dak peke syarat resmi? biar cepet?”

Jawabannya, biso bae… tapi..ado tapinyo ponaan, hehe itu samo Bae cak naek ojek tanpa rem, biso jalan, tapi kito dak tahu lagik, kapan harus loncat.

Pasalnya bekerja jadi PMI itu bukan sekadar berangkat.

Namun perjalanan hidup itu, butuh persiapan, misalnya dokumen uang jelas, perlindungan hukum yang kuat, dan proses yang terang.

Bak pepatah bilang “Jalan tikus memang cepat terlihat, tapi jalan tol lah yang membuatmu selamat sampai tujuan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasan Ismaik Buka Peluang Investasi Strategis di Klub Legendaris Jerman, TSV 1860 Munich

    Hasan Ismaik Buka Peluang Investasi Strategis di Klub Legendaris Jerman, TSV 1860 Munich

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    “HAMIC Group” Hasan Ismaik, Pendiri dan Ketua HAMIC Group Sumselterkini.co.id, – ABU DHABI, Uni Emirat Arab, 15 April 2025 – Miliarder flamboyan sekaligus Ketua HAMIC Group, Hasan Abdullah Ismaik, resmi mengumumkan bahwa dirinya tengah mempertimbangkan sejumlah tawaran akuisisi atas sahamnya di klub sepak bola legendaris Jerman, TSV 1860 Munich. Bagi investor global yang doyan tantangan […]

  • Sumsel Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi dan Jalan Negara Rp3 Triliun

    Sumsel Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Provinsi dan Jalan Negara Rp3 Triliun

    • calendar_month Rabu, 19 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.215
    • 0Komentar

    Palembang – Provinsi Sumsel pada 2019 mengalokasikan dana sebear Rp3 triliun guna mem perbaiki ruas jalan  milik provinsi dan jalan negera yang rusak di Sumatera Selatan. Dana yang dialokasikan itu bersumber dari APBD Provinsi maupun dari APBN.Diharapkan dengan alokasi dana tersebut  ruas  jalan provinsi  termasuk ruas jalan negera yang rusak  akan  teratasi 100 %. Penegasan […]

  • Kemenkeu RI  Kasih Penghargaan untuk Muba Karena Hal Ini

    Kemenkeu RI  Kasih Penghargaan untuk Muba Karena Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    TIDAK hanya konsisten menjadi yang tercepat dalam penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama tiga tahun berturut-turut, namun Pemkab Muba yang dinahkodai Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wakil Bupati Muba Beni Hernedi SIP juga telah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama delapan […]

  • Welcome to Palembang, Anak Walikota pun Disikat Pungli!

    Welcome to Palembang, Anak Walikota pun Disikat Pungli!

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Kalau kamu pikir anak walikota itu hidupnya santai, bebas pungli, tinggal bilang “Aku anak siapa!” lalu semua calo bubar kayak maling lampu, kamu salah besar, bro. Di Palembang, pungli itu tidak mengenal silsilah, tidak peduli silsilaku, silsilamu, apalagi silsilah negara. Semua disikat rata. Anak walikota? hajarrrr. [karena gak kenal..kalau kenal lain cerita..he..he]. Apalagi kita […]

  • Curhat Paguyuban Budidaya & Pecinta Ikan Hias kepada Wawako Palembang

    Curhat Paguyuban Budidaya & Pecinta Ikan Hias kepada Wawako Palembang

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.984
    • 0Komentar

    WAKIL  Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengunjungi lokasi pembudidaya ikan hias,ikan Cupang di Jalan Sungai Sedapat, Lorong Setia III, RT 41, RW 08 Kecamatan Sukarami Palembang. Kunjungan tersebut bertujuan mendukung para pengusaha kecil yang membutuhkan bantuan dari Pemerintah, ia pun  meresmikan langsung Paguyuban Pembudidayaan dan Pecinta Ikan Hias. “Dalam kunjungan ini, banyak hal yang mereka sampaikan kepada […]

  • Samsung Electronics Memperkenalkan ISOCELL Zoom Anyplace & E2E AI Remosaic untuk Sensor Gambar 200 MP

    Samsung Electronics Memperkenalkan ISOCELL Zoom Anyplace & E2E AI Remosaic untuk Sensor Gambar 200 MP

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics pertama kali meluncurkan Sensor Gambar 200 Megapiksel (MP) pada tahun 2021. Sejak saat itu, perusahaan ini telah memimpin industri megapiksel ultra-tinggi dengan terus meluncurkan produk baru dan giat mendorong inovasi lebih lanjut. Perkembangan tersebut termasuk penerapan Dual-VTG dan Tetra2pixel, yang telah meningkatkan teknologi piksel secara pesat. Seiring dengan kelanjutan upaya ini, […]

expand_less
WordPress Archive Jetsloth – Gravity Forms Color Picker Jetsloth – Gravity Forms Image Choices Gravity Forms Tooltips JetSmartFilters For Elementor JetStyleManager for Elementor JetTabs For Elementor JetThemeCore For Elementor JetTricks For Elementor JetWooBuilder For Elementor Jevape – Vape Store Elementor Template Kit