PMI: Budaya Donor Darah Jadi Kunci Jaga Stok Darah
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Budaya donor darah dinilai menjadi kunci guna menjaga ketersediaan stok darah tetap aman serta mampu memenuhi kebutuhan pasien yang membutuhkan transfusi setiap hari.
Menurut Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara rutin perlu terus dibangun, sehingga donor darah tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan sosial atau peringatan tertentu.
Ketua PMI Kota Palembang, Dewi Sastrani, setiap kantong darah yang didonorkan memiliki arti penting bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan.
Darah yang terkumpul, lanjutnya dapat digunakan untuk membantu pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan yang mengalami perdarahan, korban kecelakaan, anak-anak yang membutuhkan transfusi rutin, hingga pasien dengan berbagai kondisi medis lainnya.
“Setiap kantong darah yang didonorkan dapat menjadi harapan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Karena itu, kami berharap donor darah tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan tertentu, tetapi tumbuh menjadi budaya di tengah masyarakat,” ujarnya di sela kegiatan bakti sosial donor darah dan pengobatan massal dalam rangka Hari Bakti TNI Angkatan Udara (TNI AU) ke-79 Tahun 2026 di Gedung Bima Sakti, Selasa (21/7/2026).
Antusiasme masyarakat dalam mengikuti donor darah, tambahnya menjadi modal penting untuk membangun budaya kemanusiaan yang berkelanjutan.
Menurutnya semakin banyak masyarakat rutin mendonorkan darahnya, makin terjaga pula ketersediaan stok darah bagi pasien yang membutuhkan.
Dalam kegiatan itu, PMI Kota Palembang menargetkan penghimpunan 200 kantong darah untuk memperkuat persediaan darah di Kota Palembang.
Bahkan stok diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan transfusi darah di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Menjaga ketersediaan darah tidak dapat dilakukan PMI sendiri, paparnya dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TNI Angkatan Udara, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat agar budaya donor darah terus tumbuh dan dilakukan secara berkelanjutan.
Ia juga mengapresiasi TNI Angkatan Udara yang menjadikan donor darah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti TNI AU ke-79.
Kegiatan ini tidak hanya membantu menambah stok darah, tetapi juga menjadi sarana mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup peduli sesama.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan sesaat, melainkan budaya yang mampu menyelamatkan banyak nyawa,” tutupnya.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
