Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Bukan Sukawinatan, Truk Sampah Palembang Kini Punya Tujuan Baru

Bukan Sukawinatan, Truk Sampah Palembang Kini Punya Tujuan Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang berubah dari perjalanan sampah di Kota Palembang, lantaran truk-truk pengangkut sampah yang selama ini identik dengan perjalanan menuju tempat pembuangan akhir, Saat ini secara bertahap memiliki tujuan baru.

Sebagian sampah yang sebelumnya dibawa ke TPA Sukawinatan mulai diarahkan ke sebuah fasilitas di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati. Di sana, sampah tidak cukup diturunkan lalu ditinggalkan.

Namun sampah juga perlu di ditimbang, lalu tonasenya dicatat, selanjutnya truk-truk itu mendapat pemeriksaan secara ketat. Setelah itu, muatan diarahkan menuju area penerimaan dan bunker untuk dipersiapkan sebagai bahan bakar.

Tempat itu tak lain adalah fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Palembang. Perubahan rute ini mungkin terlihat tak ribet. Namun roda-roda truk-truk sampah itu berjalan berlahan dihingga sampai ditempat tujuan.

Palembang memang tengah memasuki tahapan baru dalam pengelolaan sampah yang tadinya  di buang di TPA Sukawinatan alias dulu, tahunya dikumpulkan, angkut, lalu buang, tetapi sampah mulai diposisikan sebagai bahan yang dapat diolah dan dimanfaatkan kembali untuk sumber energi listrik di PSEL.

Sejak 1 September 2026, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai melakukan suplai sampah ke fasilitas PSEL Keramasan. Proses tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju pengoperasian fasilitas serta memastikan sistem penerimaan sampah dapat berjalan.

Selama periode 1 hingga 23 September, pengaturan armada dan ritase dilakukan secara bertahap.

Setiap kendaraan yang masuk harus melewati proses pemeriksaan dan penimbangan. Berat sampah yang dibawa menjadi bagian penting dari pencatatan sekaligus evaluasi sistem suplai.

Artinya, PSEL bukan hanya persoalan memiliki bangunan, mesin dan teknologi sebab ada pekerjaan besar yang justru berada di hulunya, yaitu memastikan sampah yang menjadi bahan baku terus tersedia dan datang dengan sistem yang teratur.

Apalagi, ketika sampah tidak masuk, teknologi di dalam fasilitas itu juga tidak dapat bekerja sebagaimana yang dirancang.

Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai sesuatu yang harus segera disingkirkan kini justru menjadi sesuatu yang harus dikumpulkan, diangkut, ditimbang, dicatat dan dipasok secara berkelanjutan.

Api pertama menyala

Setelah melalui tahapan persiapan dan pengujian sistem, momen penting akhirnya terjadi pada 23 September 2026.

Saat jarum jam menunjuk tepat pukul 23.00 WIB ketika pembakaran perdana sampah dilakukan di fasilitas PSEL Kota Palembang. Api yang menyala malam itu menjadi salah satu penanda penting dalam perjalanan commissioning fasilitas tersebut.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menerangkan pembakaran perdana itu sebagai tonggak dalam proses commissioning sekaligus dimulainya pengujian pengolahan sampah secara langsung.

Sistem PSEL, pembakaran tak cukup menyalakan api, karena perlu rangkaian proses yang harus berjalan, misalnya sejak sampah tiba di fasilitas hingga akhirnya masuk ke sistem pengolahan.

Setelah ditimbang, sampah diarahkan menuju area penerimaan dan bunker. Dari sana, sampah dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari sistem yang dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan kandungan energi yang terdapat di dalamnya.

Dengan kata lain, yang selama ini dianggap sebagai akhir perjalanan sampah di tempat pembuangan, kini dicoba menjadi awal dari proses lain, dan sampah masuk serta mulai diolah kemudian proses terakhirnya tentu dari pengolahan itu menghasilkan energi yang kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.

Namun perjalanan menuju pengoperasian penuh belum selesai, pasalnya pembakaran perdana masih menjadi bagian dari rangkaian commissioning. Berbagai sistem dan peralatan harus terus diuji untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rancangan.

Aspek keselamatan, keandalan peralatan, sistem pendukung dan pengendalian emisi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari tahapan tersebut.

PSEL Kota Palembang juga dilengkapi sistem pengendalian emisi, antara lain semi-dry deacidification, injeksi karbon aktif, bag filter, serta Continuous Emission Monitoring System atau CEMS.

Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengendalian dan pemantauan emisi selama proses pengolahan berlangsung.

Tantangan terbesar justru sebelum sampah dibakar

Kepala DLH Kota Palembang Ahmad Mustain menjelaskan, keberadaan fasilitas PSEL tidak otomatis menyelesaikan persoalan persampahan.

Sistem dari hulu harus ikut disiapkan, mulai dari pengumpulan, pengangkutan, penimbangan, pengaturan ritase hingga pencatatan tonase harus berjalan secara terintegrasi.

PSEL membutuhkan sampah sebagai bahan baku sehingga setidaknya pemerintah kota harus memastikan sistem pengangkutan mampu memasok kebutuhan fasilitas secara konsisten.

Armada yang selama ini bekerja mengangkut sampah dari berbagai wilayah Palembang harus diselaraskan dengan kebutuhan PSEL. Misalnya menyangkut rute, ritase dan jumlah sampah yang masuk menjadi bagian dari sistem yang harus terus dievaluasi.

Dengan demikian, perubahan yang sedang berlangsung sebenarnya bukan hanya terjadi di dalam fasilitas Keramasan. Perubahan itu juga terjadi di jalan-jalan kota, ketika truk pengangkut sampah mulai memiliki tujuan berbeda.

Jika sebelumnya perjalanan berakhir di TPA, kini sebagian perjalanan diarahkan menuju fasilitas pengolahan. Sampah yang datang pun tidak lagi dihitung sebagai muatan yang harus dibuang, karena harus tercatat dalam sistem sebagai bahan baku, dan nantinya diharapkan menjadi energi.

Perhatian pemerintah pusat

Tahapan penting tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat, Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan mengunjungi fasilitas PSEL Kota Palembang, Jumat, (25/9).

Ia didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran organisasi perangkat daerah terkait. Kunjungan tersebut berlangsung ketika PSEL tengah memasuki tahapan penting dalam proses commissioning.

Artinya, fasilitas yang selama ini berada dalam proses pembangunan dan persiapan mulai memasuki fase ketika sistemnya diuji secara langsung.

Keberadaan PSEL menjadi bagian dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi di Kota Palembang.

Meski sudah masuk pada pembakaran perdana, tahapan selanjutnya masih mencakup penyempurnaan commissioning, pengujian sistem secara menyeluruh, evaluasi kinerja fasilitas serta memastikan aspek teknis dan lingkungan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Sebab mengubah sampah menjadi energi bukan hanya persoalan menyalakan tungku. Ada sistem panjang yang harus bekerja bersama. Dari rumah dan sumber sampah, sampah dikumpulkan. Kemudian diangkut. Kendaraan masuk ke fasilitas, muatan ditimbang dan dicatat. Sampah masuk ke bunker. Setelah diproses, energi dari sampah dimanfaatkan.

Rantai tersebut harus berjalan terus-menerus, dan justru keberlanjutan rantai itulah yang akan menentukan perjalanan PSEL setelah tahap commissioning berakhir.

Ketika sampah memiliki perjalanan baru

Selama bertahun-tahun, persoalan sampah selalu berujung pada pertanyaan yang sama, dibawa ke mana setelah dikumpulkan? Kini Palembang mencoba mengubah pertanyaan itu.

Bukan hanya ke mana sampah dibawa, tetapi apa yang dapat dilakukan terhadap sampah setelah sampai di tempat pengolahan.

PSEL Keramasan menjadi bagian dari eksperimen besar tersebut,  apalagi sampah yang sebelumnya berakhir di TPA secara bertahap diarahkan menjadi bahan baku energi. Perubahan itu belum selesai dan fasilitasnya juga belum sepenuhnya memasuki pengoperasian penuh.

Namun pembakaran perdana pada 23 September telah membuka satu babak baru, yaitu ketika truk-truk sampah yang datang ke Keramasan membawa sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai. Tapin kini sangat bernilai karena timbunan itu terdapat kandungan energi yang sedang dicoba dimanfaatkan.

Maka, perjalanan sampah Palembang kini tidak lagi berhenti ketika pintu truk terbuka dan muatannya diturunkan. Di PSEL, perjalanan itu justru baru dimulai, dari sampah menuju proses, dan selanjutnya proses itu menuju energi.

Oleh sebab itu, Palembang sedang menguji apakah sampah yang selama ini menjadi persoalan kota dapat mengambil peran baru sebagai bagian dari sumber energi, selain itu sampah juga bisa menjadi penhasilan baru masyarakat Palembang yang memang benar-benar sadar bahwa sampah bukan lagi limbah kotor, busuk yang harus di buang di TPA, namun ke depannya bisa bernilai ekonomis. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakernas IX PKK Secara Virtual

    Rakernas IX PKK Secara Virtual

    • calendar_month Senin, 8 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 872
    • 0Komentar

      KETUA Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Hj Thia Yufada Dodi Reza menghadiri acara Pembukaan Rakernas IX PKK Pusat secara virtual, Senin, (8/3/2021). Acara bertempat di ruang Rapat Sekretariat PKK Kabulaten Muba. Thia Yufada hadir didampingi Sekretaris TP PKK, dan jajaran pengurusan TP PKK Kabupaten Muba lainnya. Adapun […]

  • SUMSEL Peroleh Penghargaan “Government Award 2018”

    SUMSEL Peroleh Penghargaan “Government Award 2018”

    • calendar_month Jumat, 6 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Penghargaan khusus Adi Paripurna Bhakti, yakni apresiasi tertinggi bagi kepala daerah yang sudah menjalani dua periode kepemimpinan dengan prestasi gemilang.

  • Kisah Inspirtif Repli Agustiar Wisudawan dengan Predikat Lulusan Tercepat Unsri

    Kisah Inspirtif Repli Agustiar Wisudawan dengan Predikat Lulusan Tercepat Unsri

    • calendar_month Senin, 26 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.241
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Ada yang menarik pada penyelenggaraan Wisuda ke-170 Universitas Sriwijaya yang di laksanakan pada hari Kamis, 22 February 2024 kemarin. Pasalnya ada kisan inspiratif yang datang dari seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSRI yang sekaligus menjadi salah-satu wisudawan dengan lulusan tercepat Universitas Sriwijaya. Mahasiswa tersebut bernama Repli Agustiar (21 tahun) yang berasal dari Kecamatan Kayu […]

  • Antusiasme Masyarakat OKI Rayakan Kemerdekaan Lewat Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan

    Antusiasme Masyarakat OKI Rayakan Kemerdekaan Lewat Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan

    • calendar_month Sabtu, 19 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Masyarakat Ogan Komering Ilir tampak antusias mengikuti dan menyaksikan kirab budaya dan karnaval pembangunan dalam rangka peringatan HUT ke-78 RI di Kayuagung pada Jum’at (18/8). Peserta kirab budaya diikuti berbagai lapisan masyarakat, dari pelajar TK hingga SMA, Paguyuban, komunitas hingga instansi pemerintah. Peserta pawai menampilkan arak-arakan pakaian adat, kostum yang unik serta  parade […]

  • Pengamat: Ganjar unggul dibidang pangan dan lingkungan

    Pengamat: Ganjar unggul dibidang pangan dan lingkungan

    • calendar_month Kamis, 28 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi menilai sejumlah gagasan yang ditawarkan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo unggul jika dibandingkan dengan dua bacapres lainnya. Menurut Ade, gagasan Ganjar setidaknya jauh lebih berkualitas di bidang pangan dan lingkungan. “Pertama soal pangan dan kedaulatan pangan. Saya kira Ganjar ini  cukup berhasil. Kedua, soal […]

  • Bukan Hanya Terdampak Covid,  Kemensos Usulkan Anggaran Rp11 Triliun Untuk Yatim Piatu

    Bukan Hanya Terdampak Covid, Kemensos Usulkan Anggaran Rp11 Triliun Untuk Yatim Piatu

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) mengusulkan pagu anggaran tambahan Rp11 triliun lebih untuk penanganan anak yatim, piatu, dan yatim piatu, termasuk anak yang yang kehilangan orang tua akibat pandemi COVID-19 pada 2022. “Alhamdulillah kami bisa didukung terutama yang untuk anak yatim. Awalnya dulu saya berpikir bukan untuk yang terdampak COVID-19 saja,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini […]

expand_less
WordPress Archive Sticky Radio Player WordPress Plugin – Full Width Shoutcast and Icecast HTML5 Player Still - Steel Factory & Manufacturing Elementor Template kit Stock Market & Forex Charts | WordPress Plugin Stock Photos – WordPress Plugin Stockholm – A Genuinely Multi-Concept Theme Stockie – Multi-purpose Creative WooCommerce Theme Stockton – Business & Financial Consulting WordPress Theme StockUpp Advanced Shipping for WooCommerce StockUpp – Split Order For WooCommerce Stocky – A Stock Photography Marketplace Theme