Senin, 14 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hukum » Peluncuran IPKD MCP 2025 : Menghapus Celah, Mencegah Korupsi

Peluncuran IPKD MCP 2025 : Menghapus Celah, Mencegah Korupsi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
  • visibility 792
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Korupsi merupakan penyakit kronis yang terus menggerogoti sistem pemerintahan dan merugikan masyarakat luas. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan  pencegahan korupsi yang paling efektif adalah dengan penindakan.

Sumselterkini.co.id, – Dalam sebuah kegiatan yang dihadiri  seluruh Kepala Daerah se-Indonesia, Ketua KPK, Setyo Budianto, menyoroti pentingnya menghilangkan kesempatan bagi pejabat untuk melakukan korupsi. Acara juga dihadiri juga  Gubernur Sumsel, H. Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang secara Daring di Sumsel Command Center (Rabu, 5/3/2025)

“Saya yakin bahwa banyak orang memiliki integritas, namun kesempatan yang terbuka lebar justru menggoyahkan prinsip mereka. Oleh karena itu, kesempatan-kesempatan ini harus kita hilangkan bersama, baik oleh KPK, Pemerintah Daerah, Kepala OPD, maupun sektor-sektor lainnya,” ujar Setyo Budianto.

Selain penindakan, ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam menjalankan pemerintahan. Dengan adanya transparansi, setiap kebijakan dan keputusan dapat diawasi oleh publik sehingga celah untuk korupsi semakin kecil. Namun, transparansi bukan sekadar jargon. Diperlukan mekanisme konkret yang memungkinkan partisipasi publik secara luas.

Salah satu alat yang diharapkan dapat menjadi instrumen pencegahan korupsi adalah Monitoring Center for Prevention (MCP). Ketua KPK berharap agar MCP tidak hanya menjadi pusat data atau formalitas semata, tetapi benar-benar dijadikan alat monitoring, controlling, surveillance, dan prevention yang efektif.

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kemendagri RI, Sang Made Mahendra Jaya, menyampaikan  pengelolaan MCP bertujuan menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik. Ada delapan area intervensi yang menjadi fokus, yaitu perencanaan, penganggaran, pengendalian barang dan jasa, pelayanan publik, pengawasan APIP, manajemen ASN, pengelolaan barang milik daerah, serta optimalisasi pajak daerah.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI, Didik Agung Widjanarko, mengungkapkan bahwa Indikator Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MCP Tahun 2024 mengalami peningkatan dengan skor 76, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 75.

Pernyataan  “penindakan adalah pencegahan yang paling efektif” tentu mengundang pertanyaan. Apakah penindakan memang benar-benar menjadi solusi utama dalam mencegah korupsi? Faktanya, kasus korupsi di Indonesia tetap marak meskipun sudah banyak operasi tangkap tangan (OTT) dan hukuman berat bagi koruptor.

Pendekatan yang lebih holistik mungkin lebih diperlukan. Pendidikan antikorupsi sejak dini, reformasi birokrasi yang menghilangkan celah korupsi, serta sistem meritokrasi yang kuat bisa menjadi solusi jangka panjang.

Selain itu, transparansi yang diharapkan harus diiringi dengan keterbukaan data yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi kinerja pemerintah.Kesuksesan MCP juga masih menjadi tanda tanya besar. Jika skor IPKD MCP meningkat, apakah berarti tingkat korupsi benar-benar menurun, atau hanya menunjukkan kepatuhan administratif belaka?

Evaluasi yang lebih mendalam dan berbasis dampak nyata harus dilakukan agar MCP benar-benar menjadi alat yang efektif, bukan hanya sekadar angka dalam laporan tahunan.

Membangun Budaya Antikorupsi

Lebih jauh, korupsi bukan hanya masalah hukum, tetapi juga budaya. Selama masyarakat masih permisif terhadap praktik suap-menyuap dan nepotisme, maka celah korupsi akan terus ada. Oleh karena itu, upaya pemberantasan korupsi harus mencakup edukasi bagi masyarakat agar menolak segala bentuk praktik korupsi sekecil apa pun.

Pendidikan antikorupsi tidak cukup hanya menjadi materi pelajaran di sekolah, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, lingkungan kerja, maupun komunitas. Peran media juga sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang dampak buruk korupsi terhadap pembangunan negara.

Selain itu, pejabat publik harus menjadi teladan yang baik. Jika pemimpin memiliki integritas tinggi, maka budaya korupsi dapat ditekan dari atas ke bawah. Sayangnya, masih banyak pejabat yang tersandung kasus korupsi, sehingga menimbulkan pesimisme di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penerapan sistem reward and punishment yang lebih tegas perlu diperkuat untuk memastikan bahwa hanya mereka yang benar-benar berintegritas yang diberi kepercayaan untuk mengelola negara.

Meskipun tantangan besar masih menghadang, bukan berarti perang melawan korupsi tidak bisa dimenangkan. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, baik pemerintah, sektor swasta, maupun individu, maka Indonesia yang bersih dan bebas korupsi bukanlah mimpi yang mustahil. Yang diperlukan bukan hanya tindakan represif, tetapi juga perubahan sistem yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.

KPK, bersama dengan seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat, perlu terus mencari pendekatan yang lebih inovatif dalam memberantas korupsi. Penindakan memang penting, tetapi pencegahan yang berbasis perubahan sistem dan budaya adalah solusi yang lebih berkelanjutan. Semoga Indonesia ke depan benar-benar bersih. [***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    Gerina Mendarat di Banyuasin, Alung Bilang Sumsel Siap Panen Ketahanan Pangan

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Banyuasin, SOFUAN.GON, Siapa sangka, desa yang biasanya tenang dan penuh suara jangkrik di malam hari, mendadak heboh karena kedatangan tamu istimewa, Presiden Prabowo Subianto. Bukan mau panen durian atau cari ikan sepat, tapi kali ini beliau datang bawa “oleh-oleh” nasional Gerakan Indonesia Menanam alias Gerina. Bukan Gerhana, bukan Sabrina. Ini Gerina, program yang disusun […]

  • BNPB Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ektrem, Itu Berdasarkan Prakiraan BMKG

    BNPB Himbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ektrem, Itu Berdasarkan Prakiraan BMKG

    • calendar_month Selasa, 1 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    BNPB dan BPBD mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam dua hari ke depan. Hal tersebut berdasarkan analisis BMKG terhadap siklon tropis Choi-Wan yang dapat berdampak tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang di sekitar wilayah Indonesia. BMKG mengeluarkan pemutakhiran analisis wilayah dengan potensi tersebut, antara lain wilayah Kalimantan Utara, […]

  • 3 Desa di OKI Isolasi Mandiri, Pemkab Salurkan Sembako

    3 Desa di OKI Isolasi Mandiri, Pemkab Salurkan Sembako

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.626
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, mengirimkan bantuan sembako ke tiga desa yang sedang memberlakukan isolasi mandiri. Sebanyak 1.550 paket sembako diserahkan Pemkab OKI untuk meringankan beban masyarakat di tiga desa yang melakukan isolasi mandiri tersebut, antara lain Desa Panca Tunggal Benawa, Desa Sinar Harapan Mulya dan Desa Bumi Harapan Kecamatan Teluk Gelam, OKI. “Kami […]

  • Di Muba Kemarin, Penambahan 1 Kasus Covid-19  Meninggal Dunia

    Di Muba Kemarin, Penambahan 1 Kasus Covid-19 Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.053
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, mengkonfirmasi penambahan 1 kasus meninggal dunia, kemarin “Ada penambahan 1 kasus meninggal dunia per 11 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, dr Povi Pada Indarta SP P. Povi menyebutkan, kasus meninggal dunia dialami kasus 975 perempuan usia 67 tahun asal Desa Talang Piase. “Sudah dimakamkan sesuai prokes […]

  • PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

    PENDIDIKAN HUKUM : “Posbankum, Warung Kopi Baru Tempat Ngobrol Soal Keadilan”

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    DENGAR kata pos, bayangan kita biasanya ke arah tempat nongkrong malam-malam di ujung gang pos ronda, di situlah warga gantian jaga malam, sambil rebahan di dipan bambu, ngopi hitam tanpa gula, sesekali main gaple sampai meja gedebuk kayak mau pecah. Fungsinya jelas biar maling mikir dua kali sebelum nekat, dan biar warga kampung merasa ada […]

  • Karhutla Kubu Raya, Satu Percikan Api Bisa Lahap Ribuan Hektare

    Karhutla Kubu Raya, Satu Percikan Api Bisa Lahap Ribuan Hektare

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menghadapi ancaman serius di tengah musim kemarau panjang. Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengingatkan, satu percikan api saja dapat berkembang menjadi kebakaran yang melahap ribuan hektare lahan. Peringatan itu disampaikan Budi saat meninjau penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya, […]

expand_less
WordPress Archive Minimog – Next-gen Multipurpose Shopify theme grade-A Minimosity – Magazine, Reviews and News WP Theme MINIMUM – Professional WordPress Theme MiniPo – Multipurpose Minimal Portfolio WordPress Theme Miniport – Minimal Portfolio WordPress Theme Minishop – Multipurpose, e-Commerce WordPress Theme Miniture – Minimalist WooCommerce Theme Mins – Eye Care Clinic Services Elementor Template Kit Mipro - Minimal WooCommerce WordPress Theme Mirasat – Internet Provider and Satellite TV WordPress Theme