Seni & Budaya

Tak Butuh Alasan

Foto : istimewa

GAJAH mati  sisakan  gading

Harimau tiada masih ada loreng

Nama selalu dikenang meski  jasad terkubur

Boleh punya panggilan sama

Bisa saja kantongi alias

Tak senama

bukan alasan untuk saling bersitegang

Merasa lebih

Jangan jadi prinsip

 

Adonan gandum memang enak

Nasi pasti lebih pas di lidah

Jagung tak kalah gurihnya

Roti serasa empuk dikunyah

Apapun makanan pokok

Bukan penyebab saling angkat senjata

Asal padat di sudut perut

Tak kan tudingan membuat tersinggung

Lalu serbu negara tetangga demi ekspansi

 

 

Matahari bisa bakar kulit

Ada yang hitam selain kuning

Itu memang anugerah yang kuasa

Putih terjemur pun tak berubah sawo matang

Pun direndam salju yang hitam tak akan luntur menguning

Albino sekali pun

Bukan pilihan mengharuskan serdadu angkat senjata

Saling tembak dan lempar torpedo

Tak sama justru barisan jadi fenomenal

 

 

Kaca hitam bisa ubah penglihatan

Asal  jangan sampai gelap mata

Ada yang punya mata biru

Yang lain disebut sipit

Tak sedikit sama-sama hitam

Kalaupun tak sewarna di balik kaca

Saling bantu dan saling hormati

Modal  utama sejukkan hidup

Melotot tak dilarang

Melirik boleh saja

Memerah bukan berarti marah

Damai dijaga dengan dinginkan kepala

Meski hati serasa mendidih

 

 

Mahkota gadis panjang terurai

Bisa hitam, ada yang pirang

Cokelat pun tetap membuat cantik dan gagah

Lurus panjang

Keriting ikal

Pendek sekali pun tetap indah

Lain tempat beda nama

Di atas bibir: kumis

Di bawah dagu: jenggot

Di ketiak bulu: kelek

Di atas mata: alis

Di dada: bulu dada

Ada yang lebat, tak sedikit yang tipis bahkan tiada

Jangan karena tak sama, saling tarik dan jenggut dijadikan tontotan

Lalu saling hancur dan tundukkan

Dijamin kiamat dunia cepat menjelma

 

 

Pertalian saudara diikat darah dan kandungan

Perekat lain masih banyak

Sama berjuang

Sama susah

Sama perangai

Sama menderita

Sama pendapat

Sama panggilan

Bisa ciptakan persaudaraan

Kalaupun tak bersaudara

Jangan buat argumentasi untuk berseteru

Tanamkan chip di balik kening,

Selagi nyawa belum ditarik ilahi saling bantu dan saling jaga

Pasti sejukkan kehidupan

 

Sejarah dimulai sejak tulisan sertai langkah

Media komunikasi memang beragam

Ada dari  kanan

Yang lain bacanya  dari kiri

Dari atas ke bawah pun ada yang punya

Fisik aksara pun tak seragam

Historisnya, damai terjaga hingga kini

Meski ada tercatat banyak perang di sela napas

Jangan salah arti

Bahkan sampai gagal paham

Bisa jadi awal silang sengketa

Bahasa tak sama usahakan jangan jadi penyebab seteru

 

 

Makanan,  keturunan, gaya hidup

Dampaknya fisik variatif

Kurus

Langsing

Bahenol

Kekar

Gemuk

Gendut

Jangkung

Pendek

Kate

Tak sama jangan sekali-kali jadi perbedaan

Masih bisa saling rangkul

Dekap, dorong, dan dukung

Ciptakan tentram

 

Agama boleh tak sama

Wajib dan haram jaga untuk toleran

Keyakinan bisa berbeda

Jangan paksa untuk sama

Ideologi tak dilarang beroposisi

Boleh dipegang untuk kendali diri

Sudut pandang  dapat melenceng

Asal pertimbangkan  mudarat dan manfaat

Alam memang bermacam

Bersalju

Padang pasir

Gurun

Rawa

Pegunungan

Pesisir

Ciptaan Mahakuasa sungguh sempurna

Tanpa perang

Tiada seteru

Tanggalkan kebencian

Tinggalkan egois

Jauhi permusuhan

Rapuh dunia kan kian jauh

Nikmat hidup menjadi rasa

Bangsa kian terhormat

Pendidikan bertambah sempurna

Ekonomi global merata

Tak perlu cari alasan

Tuk jaga dan cipta perdamaian.[***]

 

Penulis  : Muhamad Nasir

Dosen Universitas PGRI Palembang dan Kandidat Doktor Bahasa

Palembang, Oktober 2017

Comments

Terpopuler

To Top