Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Laporan terbaru ungkap tantangan dunia melawan krisis iklim

Laporan terbaru ungkap tantangan dunia melawan krisis iklim

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
  • visibility 2.110
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIGA belas tahun lalu, negara-negara maju membuat komitmen dalam Pertemuan Iklim PBB untuk mengumpulkan 100 miliar dolar Amerika setiap tahun pada 2020-2025, sebagai upaya membantu negara-negara berkembang dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Tapi seperti komitmen politik lainnya, kenyataan di lapangan tidak semulus itu. Jelang pelaksanaan COP26 di Glasgow pada 2021 lalu saja, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyatakan target itu belum tercapai. Sayangnya, kenyataan ini berbanding terbalik dengan biaya yang dibutuhkan untuk melawan krisis iklim dari tahun ke tahun.

Laporan terbaru dari Oxfam menyebutkan, jumlah uang yang dibutuhkan dalam menghadapi keadaan darurat cuaca ekstrem telah meningkat lebih dari 800% dalam dua dekade terakhir. Hal ini berkaitan dengan krisis iklim yang terjadi dengan cepat.

Selain itu, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa untuk setiap 2 dolar Amerika yang dibutuhkan untuk mengatasi bencana yang dipicu oleh perubahan iklim, negara-negara maju hanya menyediakan setengahnya.

Hal ini kembali menegaskan bahwa dampak krisis iklim akan memperparah ketidaksetaraan dan paling dirasakan oleh negara-negara miskin dunia – dengan krisis pangan, udara, dan tempat tinggal yang akan terjadi jika bencana lebih sering terjadi.

 

 

Laporan terbaru lainnya melalui jurnal Nature Climate Change. Inti laporan tersebut menyatakan bahwa pemanasan yang terjadi di masa mendatang ditentukan dari emisi gas rumah kaca yang kita hasilkan hari ini dan seterusnya. Meskipun sejarah telah membuat kita berada dalam krisis iklim, apa yang kita lakukan selanjutnya mempengaruhi kesempatan kita untuk terhindar dari bencana perubahan iklim atau tidak.

Mengutip CNN, studi ini juga menunjukkan bahwa jika dunia tidak menghasilkan emisi apa pun hari ini, hanya ada 2% kemungkinan untuk menembus ambang batas pemanasan 2 derajat Celcius – ambang batas atas dengan risiko bencana yang lebih tinggi dan lebih parah.

Hal ini seharusnya menjadi peringatan keras negara-negara dan perusahaan penghasil emisi besar di dunia: Kita hanya memiliki sedikit waktu untuk mengurangi emisi sebesar-besarnya.

 

 

Sebagai individu, kamu mungkin merasa putus asa dengan masalah-masalah Krisis Iklim. Tapi, masih ada harapan dan kamu bisa melakukan sesuatu yang juga berarti untuk bumi. Vox News setidaknya ada tiga poin yang bisa kamu lakukan sebagai perjuangan melawan krisis iklim:

  1. Pikirkan bagaimana kemampuanmu dan minatmu bisa berkontribusi dalam aksi iklim

Menjadi “aktivis” bisa dimaknai dari berbagai hal, karena aksi sekecil apapun sangat berarti. Kami di Greenpeace berkampanye untuk menciptakan perubahan perilaku melalui aksi-aksi kreatif tanpa kekerasan. Kamu mungkin memiliki minat untuk menjadi sukarelawan di organisasi non-profit? Atau kamu memiliki kemampuan finansial untuk berdonasi? Atau kamu aktif dan memiliki komunitas digital yang bisa diajak membuat konten bersama soal krisis iklim?

  1. Identifikasi targetmu

Perjuangan melawan krisis iklim bisa masuk dari berbagai isu dan inilah yang membuat target setiap orang akan berbeda-beda. Kamu mungkin lebih tertarik untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah terhadap undang-undang yang meningkatkan merusak hutan Indonesia, sebagian orang lainnya ingin menuntut transisi energi yang lebih cepat dan adil. Pilih pertempuran Anda dengan bijak!

  1. Membawa percakapan tentang iklim secara offline

Yang juga menjadi penting adalah membawa percakapan tentang iklim dalam keseharian kita. Bukan hanya ketika kita melakukan aksi kreatif di jalan, tapi juga bagaimana turut serta membuat keluarga, rekan-rekan kerja atau teman-teman kampus kita memahami bahwa krisis iklim adalah masalah bersama.

Kami akan memberikan informasi terbaru terkait Krisis Iklim agar kita bisa bergerak bersama dan terhindar dari bencana iklim yang semakin parah.[***]

 

Salam hijau damai,

Greenpeace Indonesia

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pariwisata Sektor Paling Berdampak terhadap Pandemi, Apalagi Yang Harus Dilakukan Agar Ekonomi Bangkit Kembali

    Pariwisata Sektor Paling Berdampak terhadap Pandemi, Apalagi Yang Harus Dilakukan Agar Ekonomi Bangkit Kembali

    • calendar_month Kamis, 3 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.612
    • 0Komentar

    SEKTOR Pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19.  Penurunan jumlah kunjungan wisatawan  cukup signifikan ini disebabkan karena kebijakan physical distancing disamping penutupan akses sehingga mobilitas warga. Sektor  pariwisata  menjadi salah satu yang paling terdampak covid lebih dari satu tahun ini, bahkan daerahb yang menggantungkan PAD-nya pada pariwisata bisa kontraksi diatas 50 persen. Disini  […]

  • Keamanan Salah Satu Kunci Sukses PON, Polda Papua Akan Simulasi Pengamanan

    Keamanan Salah Satu Kunci Sukses PON, Polda Papua Akan Simulasi Pengamanan

    • calendar_month Senin, 7 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Daerah (Polda) Papua segera menyiapkan simulasi pengamanan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar sebelum Oktober 2021. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri di Jayapura, Rabu, mengatakan simulasi ini penting untuk melakukan rekayasa lalu lintas, khususnya pada saat acara pembukaan dan penutupan PON. “Sehingga dalam penyelenggaraannya, masyarakat bisa merasa […]

  • Ini Tujuan Menag ke Jepang

    Ini Tujuan Menag ke Jepang

    • calendar_month Selasa, 11 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.462
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Tangerang – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas didampingi Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Aqil Irham berangkat ke Jepang dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (10/7/2023) malam. Dalam lawatannya kali ini, Menag Yaqut dijadwalkan akan memantau proses asesmen dua lembaga halal luar negeri (LHLN) asal Jepang, yaitu Japan Islamic Trust […]

  • Jokowi Sebut Lakalantas Masuk 5 Besar Penyebab Kematian, Ini Pesan untuk Milenial Palembang

    Jokowi Sebut Lakalantas Masuk 5 Besar Penyebab Kematian, Ini Pesan untuk Milenial Palembang

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    “Kalian kan kalau bermotor,  dalam sehari sering pulang pergi. Jadi hati-hatilah, Siapkan Semua Surat Menyurat dan Perlengakapan, terutama Helem,” Sumselterkinii.co.id, Palembang – Ribuan kaum milenial di Palembang tumpah ruah di sepanjang Jembatan Ampera, Bundaran Air Mancur,  Jalan Sudirman hingga Areal Benteng Kuto Besak [BKB] untuk ikut menghadiri  South Sumatra Millenial Road Safety Festival di Taman […]

  • TNI dan Polri Terus Laksanakan Pengamanan, PON Papua Berlangsung Kondusif

    TNI dan Polri Terus Laksanakan Pengamanan, PON Papua Berlangsung Kondusif

    • calendar_month Kamis, 7 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    KEPOLISIAN Republik Indonesia (Polri) memastikan bahwa situasi keamanan di empat klaster penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dalam kondisi aman dan kondusif. “Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional masih berjalan, dan keamanan sangat kondusif,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat memberikan keterangan pers secara virtual, Rabu (6/10/2021). Dilansir dari […]

  • Setkab Luncurkan Buku “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”

    Setkab Luncurkan Buku “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    SEKRETARIAT Kabinet (Setkab) meluncurkan buku berjudul “Indonesia dan Pandemi COVID-19: Kerja Keras di Tengah Pandemi”, Senin (07/03/2022). Buku yang memuat perjalanan bangsa Indonesia dalam melewati ujian berat pandemi COVID-19 merupakan benang merah kumpulan pidato Presiden mulai dari periode Oktober 2019 hingga Maret 2021. “Sungguh sangat membahagiakan pada hari ini Sekretariat Kabinet akan meluncurkan buku tentang […]

expand_less
WordPress Archive Farmart - Organic & Grocery Marketplace WordPress Theme Farmas – Organic Food Store WordPress Theme Farmex – Agriculture & Farm Elementor Template Kit Farmhouse – Agrotourism, Farm and Agriculture WordPress Theme Farmino – Organic Food Template Kit Farren – CV-Resume Elementor Template Kit Farvis – Multipurpose WordPress Theme Faryita – Organic Juice & Health Drinks WordPress Theme Fash – WooCommerce Elementor Template Kit Fasha – Woman Fashion & Shop eCommerce Elementor Template Kit