Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Sarung, Sintaksis & Segelas Semangat, Cerita Serius dari Haflah yang Gokil”

“Sarung, Sintaksis & Segelas Semangat, Cerita Serius dari Haflah yang Gokil”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 540
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI tengah riuh rendah dunia digital, ketika anak-anak muda lebih fasih membaca caption Instagram ketimbang kitab kuning, muncul cahaya kecil dari Desa Bero Jaya, Kecamatan Tungkal Jaya, di sanalah para santri ngaji Alfiyah Ibnu Malik sambil menyeruput kopi, bukan untuk gaya-gayaan, tapi demi mengasah akal dan akhlak.

Wakil Bupati Muba, Kyai Rohman, hadir di acara Haflah Khotmil Alfiyah ke-4 seperti seorang bapak yang bangga melihat anak-anaknya wisuda. Tapi ini bukan sekadar wisuda biasa, ini wisuda ngaji kitab ribuan bait! Kalau ditumpuk, kitab Alfiyah itu bisa setinggi lemari es dua pintu. Dan para santri? Mereka bukan cuma hafal, tapi paham, dan itu prestasi langka—seperti menemukan sinyal WiFi di tengah sawah.

“Santri itu bukan cuma penjaga masjid, tapi juga penjaga masa depan bangsa,” ujar Kyai Rohman, mantap seperti teh tubruk tanpa gula, kemarin.

Kalau di kota orang sibuk healing, di pondok para santri sibuk hauling ilmu. Kadang sambil garuk-garuk kepala karena ngaji nahwu sharaf itu seperti main puzzle Arab level dewa. Tapi justru dari latihan itulah muncul mental baja yang gak gampang roboh kalau dikatain netizen.

Menghafal Alfiyah itu ibarat merajut sarung pakai benang emas rumit tapi berharga. Kata pepatah, “Ilmu tanpa adab seperti kopi tanpa gula pahit dan bikin tegang”. Maka, pesantren tak hanya menggembleng otak, tapi juga membentuk watak.

Di zaman sekarang, banyak yang pinter tapi galak. Punya gelar segudang, tapi kalau nyetir di jalan lupa etika. Nah, pesantren ngajarin ilmu plus sopan santun. Santri itu kalau ngomong masih pakai kata “punten”, bukan “anjay”.

Wahai anak muda, jangan minder! Di balik sarung dan kitab itu, tersembunyi daya ledak moral dan intelektual yang bisa mengubah dunia.

Contohnya? Lihat di Maroko, pesantren tradisional seperti Al-Qarawiyyin jadi pusat keilmuan dunia Islam, di Turki, Imam Hatip Schools membina santri jadi teknokrat dan pemimpin negeri, di Gontor, Indonesia, para alumni tersebar dari Sabang sampai Silicon Valley jadi menteri, diplomat, sampai pengusaha startup.

Jadi, siapa bilang santri cuma bisa jadi guru ngaji? Dengan modal adab, ilmu, dan wifi, santri bisa jadi CEO!

Indonesia butuh lebih banyak acara macam Haflah ini, bukan sekadar seremoni, tapi pengingat bahwa warisan ilmu jangan dikubur di rak buku. Kalau generasi muda sibuk ngafal konten TikTok tapi lupa ngaji, ya siap-siap aja krisis akhlak makin membabi buta.

Mari kita rawat tradisi ini, bukan karena romantisme masa lalu, tapi karena masa depan butuh fondasi yang kuat dan pesantren adalah salah satu batu bata emasnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Memaknai HUT RI ke -75

    Memaknai HUT RI ke -75

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.748
    • 0Komentar

    PADA 17 Agustus 1945, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, kemerdekaan yang direbut tersebut bukan hasil dari pemberian ataupun hadiah bangsa Asing [Belanda], namun lewat pengorbanan yang gigih dari seluruh pahlawan di Negeri ini, bahkan ribuan nyawa pun menjadi korban dalam merebut kemerdekaan RI. Hari ini, Senin, 17 Agustus 2020, seluruh rakyat Indonesia merayakan HUT Kemerdekaan RI yang […]

  • Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate ingatkan prokes tetap dijaga

    Pandemi Melandai, Prokes Tetap Harus Dijaga

    • calendar_month Minggu, 24 Okt 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.279
    • 0Komentar

    MESKI kasus terus melandai, pandemi belum berakhir. Sebagian besar masyarakat terpantau cukup sadar akan hal ini, sehingga tingkat kepatuhan menjaga protokol kesehatan (Prokes) tetap tinggi. Kendati demikian, seiring dengan relaksasi kegiatan dan penurunan level PPKM, disiplin Prokes di beberapa daerah mulai terlihat mengendor. Perlu upaya bersama semua pihak untuk tetap mengoptimalkan perlindungan kesehatan, mengingat pandemi […]

  • Kerja Bareng Sisir APK yang Masih Terpampang

    Kerja Bareng Sisir APK yang Masih Terpampang

    • calendar_month Minggu, 14 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Musi Banyuasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta beberapa OPD Muba yakni diantaranya Satpol-PP dan Kesbangpol Muba,  menertibkan alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) yang masih terpasang. Pasalnya, terhitung mulai hari ini sudah mulai memasuki masa tenang jelang pelaksanaan Pemilu serentak 17 April nanti. “Sebelumnya sudah […]

  • Gubernur Sumsel Dinobatkan  Sebagai Gubernur Pembina K3 Terbaik

    Gubernur Sumsel Dinobatkan  Sebagai Gubernur Pembina K3 Terbaik

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 711
    • 0Komentar

    DIBAWAH kepemimpinan Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya, Pemerintah Provinsi Sumsel kembali menorehkan prestasi tingkat nasional baru saja mendapat penghargaan sebagai  Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terbaik nasional untuk ke empat kalinya secara berturut-turut. Gubernur Sumsel H Herman Deru melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera […]

  • Asa Pj Bupati Muba untuk Perusahaan Perkebunan di Forum CSR

    Asa Pj Bupati Muba untuk Perusahaan Perkebunan di Forum CSR

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    Pj Bupati Apriyadi  punya asa sendiri untuk perusahaan perkebunan, asa itu ditegaskan pada Rapat Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Rangka Sinergi Pembangunan Antara Dunia Usaha dan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Kamis (4/1/2024). Ia juga memminta Perusahaan Perkebunan di Muba Saling Jaga dan Patuh, karena keberadaan perusahaan […]

  • Sistem Merit BKPP OKI Jadi Contoh Lampung Utara

    Sistem Merit BKPP OKI Jadi Contoh Lampung Utara

    • calendar_month Kamis, 7 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 707
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung bersama sejumlah pejabat mengunjungi Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Ogan Komering Ilir pada Rabu, (6/7) Kunjungan ini, untuk belajar tentang implementasi sistem merit di Kabupaten OKI. Kepala BKSDM Lampura Hairul Fadila mengatakan kunjungannya ke Kabupaten OKI selain melakukan studi banding (benchmarking) […]

expand_less
WordPress Archive Obra – Kids Education & School Template Kit Obsius – Creative Agency WordPress Theme Ocartomatic – Open Cart Automatic Post Generator Plugin for WordPress Oceania – Yacht Club and Boat Rental WordPress Theme OceanWP Cookie Notice OceanWP Elementor Widgets OceanWP Footer Callout OceanWP Full Screen OceanWP Hooks OceanWP Instagram