Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Komit Koordinasi Tantangan Global

Komit Koordinasi Tantangan Global

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 1 Okt 2022
  • visibility 1.935
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, Jakarta –Negara anggota G20 berkomitmen menjaga koordinasi dalam implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung, serta memandang penting stabilitas sistem keuangan dan reformasi struktural dalam menghadapi tekanan global yang kian meningkat saat ini. Demikian mengemuka dalam pertemuan ketiga sekaligus pertemuan terakhir dalam rangkaian Framework Working Group (FWG) Presidensi G20 2022. Lantunan gamelan dari pertunjukan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 5 Bali jurusan seni membuka pertemuan hibrid yang dihadiri negara anggota G20, negara undangan, dan organisasi internasional tersebut di Kuta, Bali pada 29-30 September 2022. Genapnya pertemuan FWG yang berjalan dengan lancar, telah menunjukkan kapabilitas kepemimpinan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun fragmentasi geopolitik.

FWG 2022 yang dipimpin oleh Indonesia dengan India dan Inggris sebagai co-chair merupakan tim kerja G20 yang fokus mendiskusikan upaya untuk mendorong pertumbuhan global yang kuat, berkelanjutan, berimbang dan inklusif. Pada hari pertama, International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengawali pertemuan dengan asesmen dan outlook ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi global akan kembali mengalami perlambatan yang lebih dalam. Perang di Ukraina telah mendorong kenaikan harga pangan, komoditas, dan energi. Tekanan pada rantai pasok masih berlanjut dan pasar tenaga kerja yang belum pulih menambah problematika perlambatan ekonomi yang diiringi peningkatan tekanan inflasi pada hampir seluruh sektor ekonomi, sehingga meningkatkan biaya hidup dan berdampak signifikan terutama kepada kelompok rentan.

Lebih lanjut, mengemuka pentingnya kebijakan moneter untuk fokus dalam menurunkan inflasi, dan kebijakan fiskal untuk membantu kelompok rentan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang sulit, dengan  tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal. Negara anggota juga memandang perlunya menjaga stabilitas keuangan dan juga melanjutkan reformasi struktural untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong kapasitas demi pertumbuhan.

Negara G20 terus menyampaikan komitmennya untuk menjaga koordinasi dalam implementasi kebijakan fiskal dan moneter yang saling mendukung. Negara G20 menekankan pentingnya bauran kebijakan dalam mengatasi tantangan dan kebijakan yang dikalibrasi, direncanakan dan dikomunikasikan dengan baik agar perekonomian dapat pulih lebih cepat dan kuat. Lebih lanjut, seiring dengan krisis energi yang diperkirakan akan cukup lama, banyak negara anggota juga menekankan pentingnya reformasi sektor energi melalui percepatan transisi menuju energi terbarukan.

Hari kedua pertemuan berfokus pada tingginya harga pangan dan ancaman risiko ketahanan pangan. Harga pangan tahun 2022 meningkat secara signifikan yang diperparah dengan peningkatan harga energi dan pupuk, bencana kekeringan yang terjadi di beberapa negara, dan juga tingkat hutang yang tinggi menjadi hambatan pembiayaan ketahanan pangan.  Untuk itu, Presidensi G20 Indonesia menginisiasi pertemuan antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian untuk mendiskusikan upaya yang dapat dilakukan G20 untuk mengatasi kerentanan pangan. Inilah saat yang tepat untuk membangun momentum mendirikan koordinasi finance-agriculture secara berkelanjutan.

Sebagian besar negara anggota G20 sepakat untuk terus mengatasi permasalahan kerawanan pangan melalui perdagangan pangan global, peningkatan koordinasi antar negara, pemberian bantuan bagi negara miskin, serta meningkatkan keterlibatan organisasi internasional dan lembaga pembiayaan untuk berperan dalam meningkatkan produksi dan distribusi pangan.

Pada topik diskusi lainnya yaitu risiko perubahan iklim, perlu adanya kerja sama internasional yang dapat memastikan implementasi kebijakan terkait net zero policy yang merata dan juga terjangkau bagi negara-negara berkembang dan miskin. Kredibilitas kebijakan moneter dan insentif juga diyakini dapat mengurangi biaya makroekonomi dari kebijakan iklim. Network for Greening Financial System (NGFS) memaparkan perlunya transisi yang ambisius di semua sektor ekonomi. Hal ini akan lebih ekonomis ketimbang transisi tidak teratur (disorderly) yang dilakukan secara bertahap dalam jangka panjang. Negara anggota G20 bersepakat bahwa aktivitas transisi perlu segera dilakukan dengan memperhatikan kapasitas masing-masing negara, sekalipun terdapat tantangan global yang menghambat.

Presidensi G20 Indonesia, salah satunya melalui penyelenggaraan FWG dalam jalur keuangan, telah berhasil dan senantiasa mendorong negara anggota G20 dalam menjunjung semangat multilateralisme untuk mencapai pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, inklusif di masa depan. Selanjutnya, pada periode Presidensi G20 tahun 2023 yang akan dipimpin India, terdapat agenda prioritas FWG yang mencakup kerawanan pangan, implikasi makroekonomi dari perubahan iklim, dampak makro dan fiskal globalisasi keuangan di dunia pascapandemi.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    Ketika Uban Tak Lagi Disembunyikan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Rambut, Godek, Kumis, Janggut, dan Brewok: Cara Aku Berdamai di Usia Kepala Lima PAGI senin setelah mandi, seperti hari-hari sebelumnya, aku berdiri sedikit lebih lama di depan cermin. Cahaya matahari pagi memantul pelan di wajahku dari kaca jendela kamar. Tidak ada yang berubah drastis, namun ada sesuatu yang terasa berbeda. Yang kulihat bukan lagi hanya […]

  • Agar Fasum dan Fasos Gunakan PLTS, Ini Yang Dilakukan Pemkot Palembang

    Agar Fasum dan Fasos Gunakan PLTS, Ini Yang Dilakukan Pemkot Palembang

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.002
    • 0Komentar

    “Saat itu dijelaskan serta ditawarkan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Diharapkan melalui PLTS ini akan mampu menekan biaya listrik untuk OPD. Selain itu juga nmenekan emisi efek rumah kaca untuk menuju green cities,”

  • Seribu Vaksin Plus Bibit Pohon Gratis bagi Warga Palembang

    Seribu Vaksin Plus Bibit Pohon Gratis bagi Warga Palembang

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 794
    • 0Komentar

    DAPAT vaksin Covid-19 gratis, 1000 warga Palembang pulangnya bawa bibit pohon berisi lima buah bibit seperti pohon salam, pohon jambu sampai pohon sirsak. Kolaborasi antara Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumsel dengan Paguyuban Sinar Mas dan Keluarga Rimbawa serta Dinas Kesehatan Kota Palembang memvaksin 1.000 warga Palembang di Gedung Al Hijrah Jalan Sukabangun 1, kemarin. […]

  • PTSP Sumsel Masuk 6 Besar Nasional 2026, Ini yang Dicek Tim KemenPAN-RB

    PTSP Sumsel Masuk 6 Besar Nasional 2026, Ini yang Dicek Tim KemenPAN-RB

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – PTSP Sumsel masuk jajaran 6 besar nasional dalam penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan percepatan pelaksanaan berusaha tahun 2026. Pencapaian tersebut tidak diraih begitu saja. Tim KemenPAN-RB bersama tim evaluasi turun langsung ke lapangan untuk mengecek kualitas pelayanan perizinan sekaligus memastikan pengalaman pelaku usaha sesuai dengan standar yang dinilai. Verifikasi lapangan dilakukan […]

  • Gelar Seminar Digitalisasi, Dirut Bank Sumsel Babel : Bicara Digitalisasi Tak Cukup Teknologi, Perlu People

    Gelar Seminar Digitalisasi, Dirut Bank Sumsel Babel : Bicara Digitalisasi Tak Cukup Teknologi, Perlu People

    • calendar_month Rabu, 31 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.569
    • 0Komentar

    DIREKTUR Utama [Dirut] Bank Sumsel Babel Achamd Syamsudin menilai  era digitalisasi saat ini bukan saja yang harus diperhatikan masalah teknologinya, namuna people-nya juga karena proses mempercepat digitalisasi. “Prosesnya, maka proses harus fleksibel, terkait Pandemi. Alhamdulillah pemerintah melalui OJK cepat memberikan relaksasi,” kata dia Seminar Nasional dan Rapat Kerja Nasional Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan […]

  • Disenggol Tongkang,  Warga Tirtoharjo Jembatan 7 Banyuasin Tewas

    Disenggol Tongkang, Warga Tirtoharjo Jembatan 7 Banyuasin Tewas

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.405
    • 0Komentar

        Sumselterkini,co,id.Kayuagung – Apa hendak dikata,rasa sedih terpancar jelas diraut wajah M. Yasin (78), warga Desa Tirtoharjo Jembatan 7 Kecamatan Muara Padang Kabupaten Banyuasin, sambil memeluk istri terbaring di pangkuannya, saat dirinya dijemput di pinggir sungai oleh anggota Satpolair Polres OKI yang menolongnya, Sabtu (23/3/2019) siang. Kesedihan teramat sangat yang didera pria usia lanjut tersebut bukan […]

expand_less
WordPress Archive Captura – Photography Portfolio WordPress Theme Capuay - Hotel & Resort Elementor Template Kit Car Dealer – Automotive Responsive WordPress Theme Car Dealer Automotive WordPress Theme – Responsive Car Rental System (Native WordPress Plugin) Car Rental WordPress Theme Landing Page Car Repair Services & Auto Mechanic WordPress Theme + RTL Car Service – Mechanic & Auto Repair WordPress Theme Car Shire || Auto Mechanic & Repair WordPress Theme Car Wash – Auto Spa WordPress Theme