Jika Payroll ASN Dialihkan, BSB Ungkap 4 Dampak yang Mengintai
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 15 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bsb
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Bank Sumsel Babel (BSB) menilai pengelolaan payroll aparatur sipil negara (ASN) memiliki peran penting bagi kondisi bank. Jika payroll ASN dialihkan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) ke bank Himbara, BSB mengungkap empat dampak yang dinilai dapat muncul.
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, mengatakan BSB mendukung keputusan pemerintah yang memastikan payroll ASN daerah tetap berada di BPD dan tidak dialihkan ke bank Himbara.
Dukungan itu tidak terlepas dari besarnya kontribusi payroll ASN terhadap aktivitas perbankan BSB. Per Agustus 2026, kontribusi payroll ASN tercatat 10,87 persen dari jumlah nasabah tabungan Bank Sumsel Babel.
Selain jumlah nasabah, terdapat pula aliran dana pemerintah yang berkaitan dengan pembayaran gaji ASN.
Teddy menyebutkan dana yang berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan dialokasikan setiap bulan untuk pembayaran gaji ASN mencapai sekitar Rp1,3 triliun.
“Sehingga apabila terjadi perpindahan terhadap payroll gaji tersebut akan sangat berpengaruh terhadap likuiditas Bank Sumsel Babel,” kata Teddy dalam jawaban tertulis yang dikirim kepada SUMSELTERKINI.CO.ID melalui WhatsApp.
Besarnya basis payroll ASN BSB juga, kata dia tercermin dari jumlah rekening yang dikelola. Per 31 Agustus 2026, tercatat 183.462 ASN menggunakan rekening payroll Bank Sumsel Babel.
Menurut Teddy, keputusan pemerintah mempertahankan payroll ASN di BPD berdampak positif terhadap likuiditas dan Current Account Saving Account (CASA) Bank Sumsel Babel.
Namun, BSB sebelumnya telah menyampaikan keberatan terhadap rencana peralihan payroll ASN ke bank Himbara.
Teddy yang juga menjabat Ketua Umum Serikat Pekerja Bank Sumsel Babel serta Wakil Presiden Federasi Serikat Pekerja Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (Federasi SP BPD SI) periode 2025-2027, mengatakan keberatan tersebut disampaikan bersama serikat pekerja BPD.
Dari situ, lanjutnya BSB mengungkap empat dampak yang menjadi perhatian apabila payroll ASN benar-benar dialihkan.
Pertama, ancaman terhadap likuiditas Bank Sumsel Babel. Perpindahan payroll dinilai dapat mengurangi basis dana yang selama ini menopang aktivitas bank.
Kedua, meningkatnya kolektibilitas kredit ASN karena payroll gaji tidak lagi dikelola oleh BPD.
Ketiga, dampak terhadap ekonomi daerah. BSB menilai kondisi tersebut dapat menyebabkan perlambatan terkait kemampuan BPD untuk melakukan setoran dividen.
Keempat, risiko PHK massal yang juga disebut dalam keberatan serikat pekerja BPD.
Payroll ASN Berkaitan dengan Kredit hingga Ekonomi Daerah
Dengan payroll ASN tetap berada di BPD, BSB menyatakan akan terus memperkuat layanan kepada ASN. Penawaran produk akan diarahkan pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun penyaluran kredit.
Menurutnya, BSB juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan DPK di tengah persaingan dengan bank Himbara dan bank swasta. Pengembangan produk perbankan, kolaborasi dengan sektor riil, digitalisasi keuangan daerah, transaksi non-tunai, serta peningkatan layanan melalui aplikasi perbankan digital menjadi bagian dari strategi tersebut.
Teddy mengatakan peningkatan CASA dari payroll ASN juga menjadi salah satu bagian dari target dan strategi korporasi BSB dalam meningkatkan porsi CASA pada komponen DPK.
Bukan hanya untuk menghimpun dana, keberadaan payroll ASN juga berkaitan dengan kemampuan BSB menyalurkan kredit ke sektor produktif di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.
“Apabila payroll ASN tersebut tidak dikelola oleh BPD, maka akan berpengaruh pada LDR Bank Sumsel Babel yang tentunya akan mempengaruhi proses penyaluran kredit di seluruh sektor,” ujar Teddy.
Dampaknya, menurunya lagi tidak berhenti pada aktivitas internal bank. Keberadaan payroll ASN juga berpengaruh terhadap kemampuan menyalurkan pinjaman kepada UMKM, sektor pemerintahan, maupun sektor ekonomi lokal.
“Keberadaan Payroll ASN berpengaruh terhadap kemampuan Bank Sumsel Babel untuk dapat menyalurkan pinjaman kepada UMKM, sektor pemerintahan, atau sektor ekonomi lokal,” katanya.
Dengan demikian, bagi BSB, payroll ASN bukan hanya fasilitas pembayaran gaji. Di dalamnya terdapat kepentingan likuiditas, CASA, kualitas kredit, hingga kemampuan bank menyalurkan pembiayaan yang ikut berkaitan dengan perputaran ekonomi daerah.
Keputusan mempertahankan payroll ASN di BPD pun menjadi faktor penting bagi Bank Sumsel Babel untuk menjaga basis dana sekaligus memperkuat fungsi intermediasi perbankan di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
