Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » Transaksi BSB Lewat HP Melonjak 50,49 Persen, Kok Bisa?

Transaksi BSB Lewat HP Melonjak 50,49 Persen, Kok Bisa?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
  • visibility 30
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – “Pakettt… paket!”

Suara tukang paket terdengar dari depan pagar rumahku dibilangan Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, RT 50, Jalan Azhri, Kalidoni, Palembang saat pukul 14.00 WIB akhir pekan lalu.

Kalimat dari tukang anter yang menggunakan kendaraan roda dua kerap terdengar saat ada kiriman paket ke rumahku.

Belum sempat saya keluar, anak nomor duaku sudah lebih dulu berlari ke depan. Rupanya, dia memang sedang menunggu barang yang dipesannya melalui TikTok Shop.

Tak lama kemudian, dalam hitungan menit, paket yang dipesannya tiga hari lalu sudah berpindah tangan. Anak saya membayar dengan sistem cash on delivery (COD), tetapi uangnya tidak lagi berpindah dalam bentuk lembaran rupiah. Cukup dengan memindai QRIS, transaksi pun selesai. Gampang, kan?

Cara sederhana dan cepat seperti itulah yang kini menjadi bagian dari kebiasaan dalam bertransaksi. Tak perlu lagi mencari uang pas, bahkan tidak perlu repot merogoh kocek celana untuk menyiapkan kembalian.

Saya kemudian berpikir, mungkin beginilah cara transaksi berubah tanpa kita sadari. Dulu, ketika membeli sesuatu, kita menyiapkan uang tunai. Kalau uang tidak cukup, mencari ATM. Saldo ATM kurang, eh… pinjam dulu sama kakak, orang tua, bahkan teman dekat.

Sekarang? ponsel sudah berada di tangan, saldo tersedia, QRIS tinggal dipindai dan satu transaksi selesai hanya dalam hitungan detik. Kebetulan, rekening Bank Sumsel Babel (BSB) yang digunakan anak saya memang sering dipakai untuk berbagai kebutuhan pembayaran. Salah satunya membayar SPP kuliah yang dilakukan setiap enam bulan sekali di salah satu perguruan tinggi negeri di Palembang.

Untuk urusan seperti itu, saya menilai polanya terasa semakin praktis. Tak harus membawa uang tunai dalam jumlah besar dan tidak perlu datang hanya untuk melakukan pembayaran. Cukup menggunakan layanan digital yang tersedia.

Barangkali, contoh kecil di rumah saya ini bisa menjadi gambaran bagaimana teknologi perlahan masuk ke dalam kebiasaan transaksi sehari-hari, termasuk melalui layanan bank milik pemerintah daerah Sumsel dan Babel.

Kalau dipikir-pikir, ketika transaksi seperti itu terjadi setiap detik, menit dan jam, berapa banyak nasabah yang menggunakannya dalam sehari?, dari sinilah saya mulai melihat bahwa transaksi digital tak hanya fitur tambahan, setidaknya menjadi  kebiasaan baru yang sedang tumbuh.

Transaksi BSB lewat HP ternyata memang sedang tumbuh, hal itu disampaikan Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp. Ia mengatakan, hingga Agustus 2026, volume transaksi BSB Mobile meningkat 50,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Jumlah pengguna BSB Mobile juga meningkat 19,90 persen, sementara nilai transaksinya tumbuh 32,99 persen,” katanya, Senin (28/9).

Artinya, perubahan itu bukan semata-mata soal semakin banyak nasabah yang memiliki layanan mobile banking. Nasabah yang sudah menggunakannya juga semakin aktif bertransaksi melalui ponsel. Transfer, pembayaran, pembelian dan berbagai kebutuhan perbankan lainnya semakin mudah dilakukan tanpa harus datang ke kantor cabang.

QRIS juga ikut mengubah kebiasaan

Kalau BSB Mobile menggambarkan bagaimana ponsel digunakan untuk mengurus kebutuhan perbankan, QRIS menunjukkan perubahan lain, yaitu cara orang melakukan pembayaran karena cukup dengan membuka aplikasi, memindai kodenya, serta mengecek nominal, lalu terakhir transaksi selesai.

Data Bank Sumsel Babel menyebutkan, sampai Agustus 2026 jumlah merchant QRIS tumbuh 2,75 persen dibandingkan Agustus 2025. Volume transaksinya meningkat 24,57 persen. Namun, ada satu angka yang lebih menarik dan menjadiperhatian, yaitu nilai transaksi QRIS melonjak 68,02 persen.

Pertumbuhan tersebut membuktikan pembayaran digital semakin masuk ke berbagai aktivitas transaksi. Bukan hanya di toko atau pusat perbelanjaan.

Bahkan QRIS juga terus diperluas ke UMKM, pedagang, sekolah, rumah sakit, pemerintah dan berbagai sektor usaha. Jadi, mungkin persoalannya bukan lagi, apakah masyarakat akan menggunakan transaksi digital., Sebaliknya menjadi sebuah pertanyaannya yang justru, menyebutkan berapa jauh transaksi digital akan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari?

Bukan berarti ATM dan uang tunai hilang

Tentu saja, memang tidak sesederhana itu, sebab uang tunai saat ini masih dibutuhkan. ATM dan kantor cabang juga tetap memiliki fungsi bagi masyarakat dengan kebutuhan transaksi tertentu. Namun, caranya memilih metode pembayaran memang semakin beragam. Untuk transaksi tertentu, QRIS bisa menjadi pilihan sedangkan  untuk transfer, BSB Mobile tersedia di ponsel.

Sementara BI-FAST dan Virtual Account juga menjadi bagian dari layanan transaksi digital yang bisa digunakan sesuai kebutuhan. Oleh sebab itu, dengan berbagai pilihan tersebut, masyarakat tidak lagi hanya bergantung pada satu cara untuk menyelesaikan urusan keuangan. Perubahan seperti ini pun biasanya tidak datang secara tiba-tiba sebab, ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan yang kecil biasanya dilakukan berulang kali, dari pembayaran sehari-hari, transfer, pembelian, hingga kebutuhan pendidikan dan transaksi lainnya.

Bank Sumsel Babel menyiapkan langkah berikutnya

Hingga akhir 2026, Bank Sumsel Babel akan terus mendorong pertumbuhan transaksi digital. Fokusnya antara lain meningkatkan pengguna aktif BSB Mobile, memperluas QRIS dan merchant aktif, meningkatkan transaksi BI-FAST dan Virtual Account, serta mendorong digitalisasi transaksi pemerintah dan pendidikan.

Bank juga menargetkan peningkatan Fee Based Income dari transaksi digital, sehingga diharapkan  akhirnya, digitalisasi perbankan mungkin bukan lagi soal teknologi yang terlihat canggih, sementara dengan layanan itu, nasabah dimanjakan, sebab dengan layanan tersebut membuat urusan menjadi lebih mudah?

Angka pertumbuhan BSB Mobile pun meningkat sebesar 50,49 persen sehingga memberi gambaran bahwa penggunaan layanan perbankan melalui ponsel semakin mendapat tempat dalam aktivitas transaksi, bukan berarti uang tunai akan hilang atau ATM tidak lagi dibutuhkan. Hanya saja, pilihan masyarakat dalam menyelesaikan urusan keuangan kini semakin banyak.

Dan ketika sebuah pilihan terasa lebih praktis, cepat dan mudah digunakan, bukan tidak mungkin pilihan itu perlahan berubah menjadi kebiasaan. Mungkin, di situlah wajah baru transaksi perbankan mulai terbentuk, pasalnya  bukan karena orang berhenti menggunakan cara lama, tetapi karena semakin banyak urusan bisa diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    Pandemi Covid Meningkat, Wakapolda Bersama Forkopimda Bengkulu Gelar Rapat Bahas Penanganan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 2 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 967
    • 0Komentar

    WAKIL Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu bersama Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, Karo Ops Polda Bengkulu, Kadinkes serta FKPD Provinsi Bengkulu menggelar rapat dengan bahas penanganan Covid-19 di Provinsi Bengkulu yang diselenggarakan di Balai Semarak Provinsi Bengkulu, Jum’at (02/07/2021). Wakapolda Bengkulu mengatakan dalam rapat kali ini akan membahas situasi terkini mengenai peningkatan Covid-19 khususnya di Provinsi Bengkulu. […]

  • “Indonesia Night in Daegu” di Korsel, BI pamerkan produk UMKM, ada wastra yang diaplikasikan jadi modest fashion ready to wear

    “Indonesia Night in Daegu” di Korsel, BI pamerkan produk UMKM, ada wastra yang diaplikasikan jadi modest fashion ready to wear

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.930
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Korsel -“Indonesia Night in Daegu” yang berlangsung kemarin di Kota Daegu, Korea Selatan (Korsel), Bank Indonesia (BI) mengangkat produk UMKM sebagai pusat atensi para hadirin, termasuk salah satunya wastra yang diaplikasikan menjadi modest fashion ready to wear. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mempromosikan Wastra dan menyerahkan tekstil warisan budaya Indonesia sebagai simbol apresiasi kepada para […]

  • Strategi Tarik Investor Ala Gub. Sumsel, Apa Saja ?

    Strategi Tarik Investor Ala Gub. Sumsel, Apa Saja ?

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    KENYAMANAN menjadi poin penting yang harus disediakan Pemprov Sumsel kepada investor agar mereka tertarik menanamkan modal di Bumi Sriwijaya. Untuk itu Ia mewanti-wanti betul agar dinas terkait memberikan pelayanan  terbaik dan cepat terutama dalam hal kemudahan perizinan. Hal itu dikatakan Gubernur Sumsel Herman Deru saat membuka Forum bisnis Investasi dan Infrastruktur Daerah (INFRADA) Provinsi Sumsel tahun […]

  • Dukung revitalisasi KI  hingga Destinasi Heritage Pj Wali Kota, Mendagri Tito : Palembang kurang hiburan

    Dukung revitalisasi KI hingga Destinasi Heritage Pj Wali Kota, Mendagri Tito : Palembang kurang hiburan

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.642
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendukung penuh rencana revitalisasi Kambang Iwak (KI) menjadi tempat olahraga yang memadai bagi warga Kota Palembang.   Begitu juga dengan destinasi wisata heritage yang sedang dikembangkan Pj Wali Kota Palembang A Damenta, diantaranya Lawang Borotan di Benteng Kuto Besak (BKB) hingga Jembatan Ampera.   Hal itu diungkapkan […]

  • Dapur Umum untuk Tim Pemadam Karhutlabun di Muba

    Dapur Umum untuk Tim Pemadam Karhutlabun di Muba

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 890
    • 0Komentar

    “Jadi di dapur umum yang kita siapkan ini untuk makan dan minum tim pemadam api karhutbunlah di lapangan,” termasuk bagi warga terdampak yang turut serta membantu pemadaman di lokasi .

  • UMKM Loyo? Ternyata Ini Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan!

    UMKM Loyo? Ternyata Ini Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan!

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 624
    • 0Komentar

    “Sepahit-pahit kopi, masih bisa dinikmati. Tapi sepahit nasib UMKM tanpa branding, itu bikin ngelus dada dan dompet” Begitulah kira-kira kalau nasib para pelaku UMKM kita diibaratkan dalam secangkir kopi tanpa gula. Udah pahit, ngga bisa dijual mahal pula. Palembang boleh terkenal dengan jembatan Ampera dan pempek kapal selamnya, tapi giliran kopi lho kok yang dikenal […]

expand_less
WordPress Archive Motelin – Hotel & Resort Booking Elementor WordPress Theme Motivakit - Life Coach & Motivator Elementor Template Kit Motocare – Automotive Elementor Template Kit MotoPress – Auto Repair & Mechanic Shop WordPress Theme Motor – Cars, Parts, Service, Equipments and Accessories WooCommerce Store Motorix — Car Repair Auto Garage WordPress Theme MotorMania | Motorcycle Accessories WooCommerce Theme Motors – Automotive, Car Dealership, Car Rental, Auto, Classified Ads, Listing WordPress Theme Motors – Car Dealer, Rental & Listing WordPress theme Motorx – Car Dealer & Listing WordPress Theme