Minggu, 20 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » [Tekno + Edukasi ] “Belgia Bukan Cuma Cokelat, Misi Dagang Kampus, Digital & Double Degree ke Indonesia”

[Tekno + Edukasi ] “Belgia Bukan Cuma Cokelat, Misi Dagang Kampus, Digital & Double Degree ke Indonesia”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 753
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

-Kemdiktisaintek, kolaborasi pendidikan tinggi, teknologi, dan internasionalisasi kampus

ITULAH tiga kunci utama pertemuan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Frank Felix. Di tengah era global yang serba daring dan penuh saingan seperti antrean sembako gratis, Kemdiktisaintek nggak mau ketinggalan kereta. Mereka gercep membangun kerja sama internasional, demi mencetak generasi Indonesia yang nggak cuma bisa TikTok-an, tapi juga bisa bersaing di panggung dunia.

Kisahnya dimulai begini…

Di suatu Rabu yang tidak terlalu mendung, tapi cukup cerah untuk ngopi sore, datanglah tamu kehormatan dari negeri jauh bernama Belgia. Bukan, ini bukan sales wafer Belgia atau importir keju. Ini adalah Frank Felix, Duta Besar Belgia yang datang membawa misi: bukan misi rahasia, tapi misi pendidikan, teknologi, dan harapan manis masa depan.

Disambut langsung oleh Sekjen Kemdiktisaintek, Pak Togar Mangihut Simatupang yang wajahnya sumringah seperti mahasiswa baru dapat beasiswa LPDP pertemuan ini berlangsung dengan nuansa hangat dan penuh potensi. Kayak gebetan yang cocok diajak ngobrol panjang dan punya visi hidup.

Kalau dulu kampus identik dengan bangunan tua dan papan tulis penuh kapur, kini Indonesia punya cita-cita besar: kampus digital, sistem manajemen pembelajaran yang mutakhir, bahkan ujian online yang nggak perlu sinyal kencang. Belgia pun menawarkan solusi teknologi pendidikan yang bisa dipakai bahkan di daerah yang sinyalnya sering “hilang muncul kayak mantan waktu butuh”.

Solusi ini seperti menemukan WiFi gratis di tengah hutan belantara berkah banget buat Indonesia yang geografisnya ribet dan infrastrukturnya belum semua melek digital.

Kemdiktisaintek juga nggak mau mahasiswa Indonesia cuma “muter-muter” di dalam negeri. Kolaborasi dengan kampus Belgia pun diincar untuk bikin program double degree. Bayangin, lulus dapet dua ijazah satu dari Indonesia, satu dari Belgia. Kayak beli satu dapat satu, tapi ini ijazah, bukan sepatu diskon.

Apalagi program doktoral, yang bisa jadi jembatan emas untuk riset bareng. Dari semikonduktor sampe air bersih, dari energi terbarukan sampai ketahanan pangan kerja samanya bukan kaleng-kaleng. Ini udah bukan soal belajar, tapi soal bertahan hidup di masa depan. Seperti kata pepatah, “Siapa yang menanam riset, dia akan memanen solusi.”

Dubes Frank dengan semangat menyampaikan bahwa Belgia juga pengen lebih banyak mahasiswa mereka kuliah di Indonesia. Lah, ternyata Indonesia bukan cuma tujuan wisata murah buat bule, tapi juga tempat kuliah yang makin seksi. Belgia ngeliat potensi kita kayak pengusaha ngelirik startup baru: penuh peluang, tinggal dipoles.

Kemdiktisaintek pun mengiyakan dengan tegas. Biar adil, pertukaran ini harus dua arah. Kayak sahabat baik saling datang, saling belajar, saling bagi pengalaman. Jangan sampai Indonesia cuma jadi tempat magang, tapi juga rumah belajar.

Di balik semua seremoni, duduk manis, dan kopi diplomatik itu, ada pesan moral yang dalam:
Kalau kita ingin maju, jangan cuma menutup pintu lalu bilang “kami mandiri”, tapi buka jendela, buka ruang kolaborasi. Belajar dari siapa saja, bekerja sama dengan siapa saja, demi masa depan anak bangsa yang lebih cerdas, lebih adaptif, dan tetap punya nilai lokal walau berstandar global.

Seperti kata pepatah modern, “Internasionalisasi bukan berarti kehilangan jati diri. Tapi menemukan siapa kita dalam percakapan global.”

Pertemuan Kemdiktisaintek dan Dubes Belgia bukan cuma soal seremoni dan foto bareng. Ini adalah langkah konkret untuk membangun masa depan pendidikan tinggi Indonesia. Biar generasi berikutnya nggak cuma jago main PUBG, tapi juga jago riset, bikin teknologi, dan siap bersaing di dunia yang makin kompleks ini.

Jadi, kalau besok kamu ketemu mahasiswa dari Belgia di kantin kampus, jangan kaget. Itu bukan turis nyasar, tapi buah dari kerja sama yang hari ini ditanam.

Dan ingat, dunia ini terlalu luas untuk dipelajari sendirian. Jadi yuk, belajar bareng karena masa depan itu hasil kolaborasi, bukan kompetisi terus-terusan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 6 Hal yang Harus Dilakukan Saat Tes SKD CPNS Kemenag

    6 Hal yang Harus Dilakukan Saat Tes SKD CPNS Kemenag

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.108
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Agama (Kemenag) 2024 saat ini memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Kepala Biro Kepegawaian (Karopeg) Sekretariat Jenderal Kemenag Wawan Djunaedi menyampaikan, tes SKD CPNS ini berlangsung mulai 18 Oktober hingga 11 November 2024. “Pelaksanaan Test SKD CPNS Kemenag 2024, ada 55 titik lokasi (tilok) secara Nasional,” […]

  • Gubernur Sosialisasikan Larangan Minta Sumbangan di Jalan pada Jamaah Masjid

    Gubernur Sosialisasikan Larangan Minta Sumbangan di Jalan pada Jamaah Masjid

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 988
    • 0Komentar

    Usai meresmikan perbaikan jalan Merah Mata Raya, Gubernur Sumsel H. Herman Deru melanjutkan kunjungan kerjanya dengan melakukan Safari Jumat sekaligus meresmikan Masjid Adi Al Makmur, Desa Merah Mata Banyuasin pada (22/01/2021).  Kesempatan inipun tak disia-siakan orang nomor satu di Sumsel itu untuk mensosialisasikan Surat Edaran (SE) No. 338/0075/B.Kesra.2021 Tentang Pelarangan Permintaan Sumbangan/Pungutan di Jalan Umum […]

  • Nobar dukung Timnas U-23, Ratu Dewa ingat kisah 18 tahun di BKB, apa ya !

    Nobar dukung Timnas U-23, Ratu Dewa ingat kisah 18 tahun di BKB, apa ya !

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.078
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kepada para warga kota Palembang, Pejabat Walikota Palembang Ratu Dewa mengingatkan tentang kisah 18 tahun yang lalu tepatnya di tahun 2006, dimana sejarah Benteng Kuto Besak (BKB) tesebut juga telah menyaksikan langsung kejuaraan dunia, yakni dalam pertandingan antara Perancis dan italia. Kasah itu terulang lagi, ribuan masyarakat padati pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) […]

  • Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap 7 Raperda

    Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel Sampaikan Pandangan Umum Terhadap 7 Raperda

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.476
    • 0Komentar

        DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menggelar Rapat Paripurna  dengan Agenda Pandangan Umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumsel terhadap 7 Rancangan Peraturan Daerah, pada Rapat Paripurna XI (II) yang berlangsung di Gedung DPRD Sumsel, Senin (24/2/2020). Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Sumsel Muchendi Mahzarekki mempersilahkan kepada juru bicara masing-masing fraksi menyampaikan pandangan […]

  • Pesantren Upaya Meningkatkan Ilmu Agama, Kenapa ?

    Pesantren Upaya Meningkatkan Ilmu Agama, Kenapa ?

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengapresiasi tumbuhnya semangat masyarakat untuk belajar agama dalam beberapa tahun terakhir. Namun, Wamenag berharap agar semangat itu tidak hanya berbasis pembelajaran melalui internet dan media sosial yang sulit dipastikan kesesuaian metode pembelajaran, sama keilmuan, dan kapasitas pengajar agamanya. “Pendidikan model pesantren dapat menjadi jawaban atas meningkatnya semangat masyarakat untuk […]

  • Dorong Minat Baca, Gubernur Titipkan Enam Pesan

    Dorong Minat Baca, Gubernur Titipkan Enam Pesan

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 600
    • 0Komentar

    MENYADARI betapa pentingnya menumbuhkan  minat baca masyarakat, Gubernur Sumsel Herman Deru terus memaksimalkan peran Bapak/Bunda Literasi se-Sumsel  melalui penyediaan sarana dan perasarana literasi dibeberapa tempat berkumpulnya masyarakat.   Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sumsel Dr. H. Rosyidin Hasan, M.Pdi saat membuka Workshop Bapak/Bunda Literasi, Duta Literasi, dan Penggiat […]

expand_less
WordPress Archive Gabriela – Crafted Blog WordPress Theme Gaco – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Gadden – Garden Landscaper WordPress Theme GadgetFIX – Gadget, Smartphone & Laptop Repair Services Template Kit Gadgetin – Smartphone & Computer Repair Elementor Template Kit Gaea – Environmental WordPress Theme Gags – Image, Meme & Video Sharing WordPress Theme Gaia - Agriculture & Organic Farming Elementor Template Kit Gainlove – Nonprofit Charity WordPress Theme Galatia – Contemporary Agency WordPress Theme