Suahasil Jadi Orang Nomor Satu di Kemenkeu, 3 Hal Ini Jadi Fokusnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : setneg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Suahasil Nazara kini memegang kendali Kementerian Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Begitu dipercaya menempati posisi tersebut, Suahasil langsung menyampaikan sejumlah hal yang akan menjadi perhatian dalam pengelolaan keuangan negara. Salah satunya memastikan APBN tetap sehat, kredibel, dan mampu menopang program prioritas pemerintah.
Ada tiga hal yang menjadi garis besar pesan Suahasil setelah resmi menduduki kursi Menteri Keuangan.
Pertama, menjaga kesehatan keuangan negara.
Suahasil mengatakan arahan Presiden Prabowo adalah memastikan kondisi keuangan negara tetap sehat sekaligus memiliki kredibilitas yang kuat.
“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkap Suahasil seusai pelantikan.
Kata Suahasil, APBN merupakan bagian penting dari keuangan negara, oleh sebab itu, anggaran harus tetap mampu menjalankan program-program prioritas pemerintah tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.
Ia juga memberikan kepastian mengenai batas defisit APBN. “Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegasnya.
Kedua, memastikan APBN tetap dipercaya publik.
Menurut Suahasil, menjaga APBN tidak berhenti pada penyusunan kebijakan dan angka-angka anggaran. Kepercayaan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan keuangan negara.
Ia menekankan perlunya komunikasi publik yang dapat dipercaya dan dilakukan secara konsisten.
“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya, dan juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan oleh APBN adalah mendukung program prioritas pemerintah,” ujarnya.
Ketiga, memastikan efisiensi anggaran benar-benar terasa manfaatnya.
Suahasil menilai efisiensi tidak bisa hanya diterjemahkan sebagai pemangkasan belanja. Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran yang tersedia digunakan sebaik mungkin sehingga menghasilkan keluaran maksimal.
“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Suahasil.
Dengan pendekatan tersebut, APBN diharapkan tidak hanya terlihat sehat dari sisi pengelolaan, tetapi juga memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.
Disamping itu, Suahasil memastikan proses transisi di Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik.
Ia ingin pengelolaan keuangan negara dan berbagai program pemerintah tetap berjalan secara berkesinambungan.
Setelah resmi berada di pucuk Kementerian Keuangan, Suahasil membawa pesan yang cukup jelas, yaitu APBN harus tetap sehat, dipercaya, dan digunakan seefektif mungkin untuk mendukung agenda pemerintah serta memberi manfaat bagi masyarakat. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
