Rabu, 30 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » BMKG: Musim Hujan 2026/2027, Hujan Ekstrem Mengintai Kota

BMKG: Musim Hujan 2026/2027, Hujan Ekstrem Mengintai Kota

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 21 menit yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah daerah diminta tidak menunggu bencana datang untuk menggunakan data cuaca dan iklim. Memasuki musim hujan 2026/2027, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan hujan ekstrem tetap perlu diwaspadai meski secara umum curah hujan di sejumlah wilayah diprakirakan berada dalam kondisi normal.

Hal ini menjadi perhatian karena hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat dapat meningkatkan risiko banjir hingga longsor, terutama di kawasan perkotaan yang menghadapi tekanan pembangunan dan perubahan lingkungan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani di laman resmi bmkg menjelaskan perubahan iklim telah memengaruhi pola suhu dan hujan di Indonesia. Dampaknya tidak hanya terasa dari meningkatnya suhu udara, tetapi juga terlihat pada perubahan karakteristik hujan.

“Kenaikan satu derajat itu bukan kecil, tapi suatu perubahan ekosistem yang sangat besar,” kata Faisal dalam Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 di IPB International Convention Center, Bogor.

Menurut Faisal, perubahan pola hujan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan pemerintah daerah. Proyeksi BMKG menunjukkan sejumlah wilayah di selatan khatulistiwa berpotensi mengalami penurunan curah hujan tahunan dalam jangka panjang. Pada saat yang sama, kejadian hujan ekstrem diproyeksikan semakin sering.

“Perubahan iklim itu tidak hanya terkait dengan kenaikan suhu, tapi juga perubahan pola hujan. Hujan ekstremnya akan lebih sering terjadi,” ujarnya.

Curah hujan normal bukan berarti tanpa risiko

BMKG membagi Indonesia ke dalam 699 zona musim. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa awal dan karakter musim hujan tidak sama di setiap wilayah.

Pada sejumlah daerah, musim hujan 2026/2027 diprakirakan mulai berlangsung pada November hingga Desember. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember, Januari, hingga Februari.

Yang perlu diperhatikan pemerintah daerah bukan hanya jumlah hujan dalam satu musim. Curah hujan yang secara akumulatif masih berada dalam kisaran normal tetap dapat disertai hujan berintensitas tinggi dalam waktu singkat.

Situasi inilah yang berpotensi memicu persoalan di wilayah perkotaan, mulai dari genangan dan banjir hingga longsor di daerah rawan.

Sehingga, informasi cuaca dan iklim dinilai perlu masuk lebih awal dalam proses pembangunan. Data tersebut dapat digunakan untuk membantu pemerintah menentukan kebijakan tata ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, transportasi, ketahanan pangan, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.

BMKG memiliki informasi prakiraan cuaca dari skala jam hingga 10 hari ke depan, prediksi iklim hingga satu tahun, serta proyeksi perubahan iklim untuk jangka panjang.

Informasi tersebut dapat menjadi dasar pemerintah daerah untuk mengenali risiko sebelum mengambil keputusan pembangunan.

Bukan hanya urusan saat bencana

Pesan mengenai pentingnya data iklim itu mengemuka dalam Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar APEKSI Pusat bersama Pemerintah Kota Bogor.

Forum tersebut mempertemukan wali kota dan kepala organisasi perangkat daerah se-Komisariat Wilayah III APEKSI. Pembahasannya mencakup ketahanan pangan, lingkungan perkotaan, tata ruang berbasis risiko, hingga pemanfaatan climate intelligence dan sistem peringatan dini.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai informasi iklim harus dimanfaatkan sejak tahap perencanaan, termasuk ketika pemerintah daerah menentukan arah tata ruang.

Dengan begitu, pembangunan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan saat ini, tetapi juga kondisi lingkungan dan risiko yang mungkin dihadapi wilayah tersebut.

Hanif juga mengingatkan persoalan lingkungan tidak mengenal batas administratif. Masalah yang terjadi di kawasan hulu dapat berdampak langsung terhadap wilayah hilir.

“Penanganan kota tidak boleh berhenti di batas administratif. Harus dilakukan melalui pendekatan lanskap yang mengikat kota dan kabupaten/kota tetangga, kawasan hulu, dan daerah penyangga dalam satu kesatuan ekosistem,” kata Hanif.

Pendekatan tersebut menjadi penting karena persoalan air, pangan, pencemaran, tata ruang, hingga risiko bencana sering kali saling berkaitan dan tidak dapat diselesaikan oleh satu daerah saja.

Kota diminta mulai bersiap

Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam mengatakan meningkatnya dampak perubahan iklim membuat kerja sama antarkota semakin dibutuhkan.

Menurut dia, kolaborasi tidak cukup berhenti pada forum atau pernyataan bersama. Pemerintah daerah perlu menerjemahkannya menjadi langkah yang bisa diterapkan untuk menjawab persoalan di wilayah masing-masing.

Melalui Mayors Talk 2026, APEKSI mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan, prioritas aksi pemerintah daerah, serta penguatan jejaring antarkota dalam menghadapi perubahan iklim.

Kebutuhan terhadap data, teknologi, pembiayaan, dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah juga menjadi bagian dari pembahasan.

Bagi BMKG, penggunaan informasi cuaca dan iklim sejak tahap awal perencanaan menjadi bagian penting dari upaya mengurangi risiko.

“Efek perubahan iklim itu bukan besok-besok, sekarang terjadinya. Jadi kita harus persiapkan dengan sebaik-baiknya,” tegas Faisal.

Dengan pola hujan yang semakin perlu diantisipasi dan risiko perkotaan yang semakin kompleks, pemerintah daerah dituntut tidak hanya bergerak setelah bencana terjadi. Data cuaca dan iklim perlu ditempatkan sebagai bagian dari keputusan pembangunan agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Daerah di Jabar Ditetapkan Siaga Satu

    5 Daerah di Jabar Ditetapkan Siaga Satu

    • calendar_month Rabu, 7 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 845
    • 0Komentar

    “Kami meminta masyarakat selalu waspada, hindari tempat rawan bencana,”

  • Jelang Ramadhan, Gubernur Sumsel kunjungi 2 Ponpes Ini

    Jelang Ramadhan, Gubernur Sumsel kunjungi 2 Ponpes Ini

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.112
    • 0Komentar

    Palembang – Menjelang Ramadhan 1440 Hijriah, Gubernur Sumatera Selatan  H. Herman Deru  mengunjungi Pondok  Pesantren Ar Rahman yang beralamat  di Jalan Tegal Binangun Plaju Darat. Ponpes ini  selain menjadi  pusat pendidikan Ilmu Agama Islam juga menjadi pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Sabtu (4/5/2019). “Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus sudah susah payah menegakan Pondok Pesantren […]

  • KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

    KESEHATAN HAJI 2025 : Keringat Jadi Pahala, Klinik Jadi Kenangan

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    JADI begini, om dan tante dan ente sekalian…….Tanggal 10 Juli 2025 kemarin, Indonesia resmi “menarik pasukan putih” dari Tanah Suci. Kloter KJT 28 pulang ke tanah air dengan wajah bahagia, meski sebagian ada yang bawa batuk bonus, dan sebagian lagi cuma bawa air zamzam dan oleh-oleh buat mertua. Dengan kepulangan kloter terakhir itu, maka berakhirlah […]

  • Tekan “Aksi Nakal” Oknum, Dana Bos & Aset Harus Diawasi

    Tekan “Aksi Nakal” Oknum, Dana Bos & Aset Harus Diawasi

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya memimpin Exit Meeting Pemeriksaan Keuangan Daerah Provinsi Sumsel 2019 dan Pengeluaran Bantuan Dana Keuangan Partai Politik di Ruang Rapat Gubernur Sumsel, Senin (2/3/2020). Dalam kesempatan itu, Mawardi meminta agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumsel untuk membuat pertanggungjawaban terhadap keuangan yang telah dikeluarkan. Termasuk juga […]

  • Peringati Hari Kelahiran Pancasila, Fitri : Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

    Peringati Hari Kelahiran Pancasila, Fitri : Jangan Lupakan Jasa Pahlawan

    • calendar_month Minggu, 2 Jun 2019
    • account_circle Asri
    • visibility 823
    • 0Komentar

    PALEMBANG – Peringatan hari kelahiran Pancasila tahun ini sangat spesial. Betapa tidak, karena saat peringatan hari kelahiran Pancasila tahun ini pada , Sabtu (1/6/2019) ini bertepatan dibulan suci ramadhan dan juga telah memasuki suasana idul fitri. “Hari ini saya hadir di Sekretariat Legiun Veteran, bersilahturahmi dengan pejuang dan pahlawan pada masanya,” ujar Wakil Walikota Palembang […]

  • Dari Sinar Mas untuk Indonesia

    Dari Sinar Mas untuk Indonesia

    • calendar_month Rabu, 23 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.662
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki modal besar untuk bisa menjadi negara maju. Salah satunya adalah jumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terbukti mampu menjadi tameng resesi dan keluar dari tekanan pandemi covid-19 lalu. Menurut data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) pada tahun 2023 terdapat 64,2 juta pelaku UMKM. […]

expand_less
WordPress Archive Bootstrap Pricing Table for WordPress Booyah – Creative Artist Portfolio Elementor Template Kit Bopo – WooCommerce Product Bundle Builder – Build Your Own Box Borderland – Multipurpose Vintage WordPress Theme Borlabs Cookie Cookie Opt-in Borrow – Loan Company Responsive WordPress Theme BosMarket - Flexible Multivendor Elementor WooCommerce WordPress Theme (12 Indexes + Mobile Layouts) Boston – School & University Elementor Template Kit Botanica – WordPress Theme For Spa, Beauty & Wellness Botiga Pro