Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » PPN Sektor Pendidikan Hanya untuk Klasisifikasi Tertentu, Bukan Semua Sekolah

PPN Sektor Pendidikan Hanya untuk Klasisifikasi Tertentu, Bukan Semua Sekolah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Jun 2021
  • visibility 1.029
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

STAF Khusus Menteri Keuangan (Stafsus Menkeu) Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo menyatakan bahwa pemerintah tidak memiliki niat untuk mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) kepada sektor pendidikan.

Namun, ada satu kondisi yang dikecualikan untuk dibebaskan dari pajak, yakni sekolah yang eksklusif. Di mana hal itu semakin membuat kesenjangan pendidikan di Indonesia semakin besar.

“Tidak ada niat sedikit pun pemerintah mengenakan PPN atas jasa pendidikan umum, apalagi jasa pendidikan yang dikelola oleh yayasan, oleh pihak-pihak yang selama ini digerakkan oleh kepedulian dan misi kemanusiaan, misi sosial,” kata Yustinus dalam sebuah diskusi secara virtual bertema “Pajak Pendidikan?” pada, Minggu (13/6/2021).

Yustinus menggambarkan sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, sekolah Muhammadiyah adalah sekolah yang memiliki tujuan untuk meringankan tugas negara dalam memberikan hak pendidikan kepada seluruh warga negara tidak termasuk dalam skema PPN.

“Saya meminjam istilah Pak Haedar Nasir Ketua PP Muhammadiyah, kami (Muhammadiyah) itu membantu meringankan tugas negara, mencerdaskan kehidupan anak bangsa, syukur-syukur di bantu, bukan malah dibebani, dan kita sepakat dalam hal itu. Jadi kami tegaskan tidak ada niat juga untuk memajaki alat,” jelasnya.

Yustinus menambahkan, saat ini banyak berdiri sekolah-sekolah yang sama sekali abai pada misi-misi sosial, mengenakan biaya sangat mahal dan hanya kelompok tertentu yang bisa mengakses, akhirnya ketimpangan dan kesenjangan makin lebar.

Alhasil karena sekolah yang besifat elitis itu pun, banyak orang yang tidak bisa mengenyam pendidikan secara memadai. Contohnya adalah seperti satuan pendidikan internasional, lembaga kursus, privat serta pelatihan profesional berbayar.

“Jelas hal seperti ini profit oriented, hal seperti ini bukan misi sosial, boleh enggak (beroperasi), boleh beroperasi, tetapi alangkah baiknya yang bisa mengonsumsi jasa-jasa itu berbagi melalui pajak supaya uangnya bisa dikumpulkan negara, lalu bisa di redistribusi kan untuk membantu pendidikan mereka yang tidak mampu itu prinsip,” kata Yustinus.

Untuk diketahui, pemerintah mewacanakan bahan pokok, pendidikan dan kesehatan sebagai objek pajak atau akan dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Hal ini ditujukan sekaligus melakukan pemulihan perekonomian melalui reformasi kebijakan pajak di Indonesia.

“Apa yang dirancang dan diberikan pemerintah, kita ingin memastikan reformasi perpajakan terus dilanjutkan (lewat revisi UU 6/198),” jelas Yustinus.

Langkah ini diambil karena pemerintah juga membutuhkan dana yang besar untuk memulihkan perekonomian, sementara pemerintah sendiri juga telah mengambil bagian dalam hal tersebut dengan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat.

Kenapa memberikan bantuan sosial kepada masyarakat, karena penerimaan pajak menurun akibat ekonomi yang bergerak lambat. Bahkan untuk menggerakkan ekonomi, pemerintah terpaksa harus utang ke Bank Indonesia (BI) terlebih dahulu.

“Apapun itu, ini tanggungan yang harus kita bayar di masa mendatang, maka dalam situasi pandemi, pemerintah bertanggungjawab karena harus melakukan utang (ke BI), kelak ketika itu normal, kitalah para warga negara yang kembali mengambil tanggungjawab, membiayai kehidupan sosial kita ini dengan membayar pajak, itu prinsip,” tuturnya.

Jadi, lanjutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memikirkan payung kebijakan untuk memulihkan perekonomian Indonesia melalui pajak. Mulai dari pembahasan kerangka kebijakan sampai apa saja instrumen barang dan yang bisa dikenakan pajak.

“Timing sangat kita jaga, tapi payung kita sediakan mulai dari sekarang, kita nggak tahu kelak akan panas atau akan hujan, tapi kita siapkan. Kenapa baru sekarang, menyusun undang-undang itu tidak mudah, proses politik kadang panjang, kadang pendek, apalagi hal yang sensitif perlu penjelasan. Itulah kenapa kita siapkan Sejak saat ini dan nanti diterapkan ketika kita sudah cukup kondusif dan punya kemampuan ekonomi (mulai pulih), itu yang dapat kami tegaskan,” ujar Yustinus.InfoPublik (***)

Ril

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muba Deklarasi Menolak Anarkisme

    Muba Deklarasi Menolak Anarkisme

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    SEBAGAI salah satu daerah yang komitmen dan konsisten menjaga persatuan dan kesatuan, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kian gencar mengajak masyarakat bumi Serasan Sekate untuk tetap bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan. Kabupaten Muba ini menolak tegas seluruh tindakan anarkisme terjadi Bumi Serasan Sekate. Penolakan itu ditandai dengan Deklarasi Menolak Anarkisme yang dilakukan Pemkab Muba, Polres […]

  • Kampanye ‘Beyond #MissingJapan’ Dimulai Ketika Jepang Dibuka Kembali

    Kampanye ‘Beyond #MissingJapan’ Dimulai Ketika Jepang Dibuka Kembali

    • calendar_month Selasa, 25 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.009
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, TOKYO, JEPANG –  Japan National Tourism Organization (JNTO) dan All Nippon Airways (ANA), maskapai penerbangan terbesar di Jepang “Beyond #MissingJapan” setelah berita tentang rencana Jepang untuk membuka kembali negara tersebut bagi wisatawan internasional .     Kampanye “Beyond #MissingJapan” terinspirasi oleh posting media sosial dari orang-orang Jepang yang Jepang akibat pandemi dan keinginan yang […]

  • BPS Sumsel Pantau Harga 386 Komoditas di Sumsel

    BPS Sumsel Pantau Harga 386 Komoditas di Sumsel

    • calendar_month Rabu, 5 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Tri Wahyuningsih mengaku terus memantau harga 386 komiditas di Sumsel terutama 55 komoditas yang mengalami penurunan harga. “Penurunan harga 55 komoditas hasilnya mampu memberikan dampak positif terhadap pengendalian inflasi,”ungkapya dalam keterangan pers, (5/9/2018). Dia menyebutkan harga telur dan daging ayam menjadi pengendali inflasi di Sumatera […]

  • Pembukaan Webinar Plus DKP Disiarkan Langsung RRI

    Pembukaan Webinar Plus DKP Disiarkan Langsung RRI

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2020
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 2.286
    • 0Komentar

    *Dialog Kapolrestabes-Kepala Dinas Kebudayaan-Kepala Dinas Pariwisata-Ketua DKP Pembukaan (Opening) Webinar Plus DKP Senin (19/8) akan siarkan secara langsung oleh RRI dari tempat pelaksanaan Guns Cafe di seputaran Kambang Iwak Palembang. Penyiaran langsung (live) pembukaan webinar Plus DKP ini disebutkan Kepala Stasiun RRI Palembang Ahmad Bahri Jumat (14/8) di ruang kerjanya. “Aktivitas kesenian dan kebudayaan memang […]

  • Pilihan Hadiah AOC: Temukan Pasangan Sempurna Anda

    Pilihan Hadiah AOC: Temukan Pasangan Sempurna Anda

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.314
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – SINGAPURA – Media OutReach Newswire –  Mulailah perjalanan mendebarkan bersama AOC, spesialis layar ternama, dan sub-merek monitor gaming terkemuka, AGON by AOC, yang dipuji sebagai monitor gaming nomor satu di dunia menurut IDC Quarterly Q3/2023 Laporan Pelacak Game. Sepanjang tahun, AOC telah meluncurkan serangkaian monitor dan periferal inovatif. Saat kami merangkum rangkaian produk […]

  • Pemuda Pancasila Dan Para Habaib Di Sumsel Ujuk Rasa Tolak RUU HIP Besok.

    Pemuda Pancasila Dan Para Habaib Di Sumsel Ujuk Rasa Tolak RUU HIP Besok.

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.266
    • 0Komentar

    ORMAS Pemuda Pancasila, Kyai dan Habaib beserta beberapa gabungan OKP (Organisasi Kepemudaan) Se-Sumatera Selatan akan menggelar aksi ujuk rasa penolakan rancangan dan pengesahaan UU HIP besok, Sabtu (27/6) dipelataran Benteng Kuto besak Palembang pukul 08.00 WIB. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palembang, Nur Syamsu saat ditemui diruang kerjanya mengungkapkan aksi ini merupakan reaksi dari rancangan […]

expand_less
WordPress Archive Bizconmy – Business and Consulting WordPress Theme Bizency – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme BizGUE – Business Elementor Template Kit Bizi – A WordPress Theme for Food Bloggers BiziCorp – Business Consulting Elementor Template Kit Bizix – Corporate and Business WordPress Theme Bizkar – Creative Agency WordPress Theme Bizkeep – Bookkeeping & Accounting Service Elementor Template Kit bizNext – Corporate Business Template Kit Biznise – Business Consulting Elementor Template Kit