Sampah Rumah Tangga Jadi Fokus Pengelolaan Lingkungan di Palembang
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sampah rumah tangga kini menjadi fokus pengelolaan lingkungan di Kota Palembang guna membangun budaya hidup bersih serta mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
Langkah ini terus diperkuat dengan melibatkan masyarakat, dan membentuk kesadaran, serta pola pikir, agar pengelolaan sampah dimulai sejak dari lingkungan keluarga.
Salah satu upaya dilakukan, yakni melalui penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Sri Mulya, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.
Kawasan ini ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) dengan harapan bisa menjadi contoh untuk penerapan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah lain.
Sebagai bagian dari program ini, Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar Pelatihan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSSTB) Peduli Lingkungan di Kantor DLH Kota Palembang, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan itu melibatkan para Ketua RT, pengurus Bank Sampah, serta penggerak Kampung Lele dari Kelurahan Sri Mulya.
Mereka dibekali pemahaman mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga, agar dapat diterapkan sekaligus disosialisasikan kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan pengelolaan sampah dari rumah tangga menjadi langkah awal menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita fokuskan kegiatan ini untuk menciptakan kebersihan di lingkungan keluarga. sebab pengelolaan sampah rumah tangga menjadi langkah awal untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar,” ujarnya.
Menurut Dewi, Bank Sampah tidak hanya berfungsi mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat.
“Melalui Bank Sampah, kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa sampah bukan hanya masalah yang harus dibuang, tetapi juga sumber daya yang dapat dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik,” urainya.
Ia menjelaskan, Kelurahan Sri Mulya dipilih sebagai kawasan percontohan, sehingga membutuhkan pendampingan dan pengawasan secara berkelanjutan dari DLH Kota Palembang, agar program berjalan optimal dan dapat diterapkan di wilayah lain.
Dewi menilai kolaborasi antara TP PKK, DLH, pemerintah kelurahan, pengurus Bank Sampah, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun budaya pengelolaan sampah sejak dari lingkungan keluarga.
“Kolaborasi menjadi kekuatan utama guna membangun budaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Kita juga bersyukur karena Bank Sampah di Kelurahan Sri Mulya telah terbentuk dan mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang,” tambahnya lagi.
Melalui pembekalan ini, lanjutnya pengelolaan sampah rumah tangga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya sebelum dibuang ke tempat pembuangan akhir. (***)/yud
- Penulis: Irwan Wahyudi
