Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Akar ke Sirup, Mangrove Sumber Inspirasi Kreatif & Ekonomi Desa

Akar ke Sirup, Mangrove Sumber Inspirasi Kreatif & Ekonomi Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • visibility 997
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA ada pertanyaan “apa yang bisa dilakukan dari pohon mangrove?” kebanyakan orang bakal jawab “Ya… ditanam biar pesisir nggak abrasi, lah.” Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menutup buku tentang mangrove, karena ternyata, pohon berakar unik ini bukan cuma jago menahan gelombang, tapi juga bisa jadi sumber inspirasi kreatif yang bikin kantong warga sedikit lebih tebal dan kepala sedikit lebih ceria. Iya, serius, nggak bercanda.

Di beberapa desa pesisir Indonesia, rehabilitasi mangrove lewat program M4CR (Mangroves for Coastal Resilience) membuka lembaran baru dari daun ke desain, dari akar ke sirup, dari hutan bakau ke batik. Pepatah lama “di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” kini bisa diterjemahkan menjadi “di mana ada mangrove, di situ ada sirup dan batik keren.”

Mari kita mulai dari sirup mangrove, jangan bayangkan rasanya aneh atau pahit seperti rumput laut kering, karena sirup ini manis, wangi, dan punya cerita. Ibu-ibu desa yang biasanya cuma duduk menunggu hasil tangkapan nelayan, kini bisa duduk sambil mengaduk sirup mangrove sambil berceloteh, “Kalau mangrove bisa hidup di lumpur, kita juga bisa hidup di kota yang keras!” Humor mereka jadi bumbu alami yang bikin sirup lebih nikmat, katanya. Sirup ini bukan sekadar minuman, tapi simbol harapan bahwa alam yang kita rawat bisa memberi rezeki kreatif, bukan cuma hijau di mata.

Lanjut ke batik mangrove, Nah, di sinilah seni bertemu akar, desainer lokal mengambil motif daun dan akar mangrove, lalu mengubahnya menjadi batik yang elegan tapi tetap ‘nyeni’. Bisa dibayangkan, orang yang tadinya cuma tahu mangrove sebagai pohon penyelamat pantai, kini memakainya di baju sambil bergaya di pasar.

“Pakai batik mangrove, biar hati juga ikut hijau,” kata salah satu perajin sambil tertawa. Lucu, tapi serius: ini menunjukkan bahwa konservasi alam bisa berpadu dengan ekonomi kreatif, tanpa harus mengorbankan estetika.

Tak ketinggalan, eco-tour mangrove yang kini banyak dikembangkan. Bayangkan perahu kecil berlayar di kanal-kanal bakau, turis menatap akar yang menari-nari di atas air, sambil pemandu menceritakan manfaat ekologis mangrove. Sambil guyon, pemandu berkata, “Kalau mangrove bisa melindungi pantai dari badai, minimal bisa melindungi dompet kalian dari kebocoran!” Humor sederhana ini membuat turis tersenyum, tapi pesan edukatif tetap nyantol, menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan manusia di pesisir.

Selain ketiga produk itu, ada pewarna alami dari kulit dan daun mangrove yang kini dimanfaatkan untuk kerajinan lokal, bayangkan kain yang tadinya polos, kini bisa dicelup dengan warna alami yang ramah lingkungan.

Bukan cuma cantik, tapi juga cerita alam memberikan warna tanpa harus pakai bahan kimia, pepatah lama “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” cocok disematkan di sini, dengan satu pohon mangrove, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekologis, ekonomi, dan kreatif sekaligus.

Tentu saja, semua ini bukan sekadar soal produk dan keuntungan materi. Ada pesan moral yang bisa dipetik bahwa alam adalah guru kreatif. Jika kita mau belajar dari cara mangrove bertahan, beradaptasi, dan memberi manfaat lebih dari sekadar eksistensinya, kita juga bisa menemukan cara hidup yang lebih kreatif dan harmonis.

Kreativitas ini muncul bukan karena kita memaksakan, tapi karena kita peduli, memperhatikan, dan bekerja sama. Gotong royong ala M4CR tidak hanya menanam pohon, tapi menanam harapan dan ide baru.

Kalau ingin sedikit filosofi kocak, mangrove ibarat startup alami awalnya cuma akarnya di lumpur, dianggap kecil dan tidak berdaya. Tapi ketika dirawat, dibimbing, dan dikembangkan voila! Ia menghasilkan sirup, batik, eco-tour, pewarna alami, dan tentunya inspirasi tanpa batas.

Orang desa yang tadinya hanya tahu menanam, kini tahu membuat produk, memasarkan, bahkan menceritakan kisahnya kepada dunia. Mangrove mengajari kita satu hal penting jangan pernah meremehkan sesuatu yang terlihat sederhana, karena kadang dari hal sederhana lah lahir inovasi besar.

Rehabilitasi mangrove bukan hanya soal menanam pohon untuk menyelamatkan pesisir dari abrasi atau banjir, tapi juga tentang membuka jalan kreativitas masyarakat pesisir. Dari akar ke sirup, dari daun ke batik, dari lumpur ke turis yang tersenyum mangrove membuktikan  alam dan manusia bisa saling memberi, sambil tetap bercanda sedikit.

Jadi, jika suatu hari Anda melewati hutan bakau dan melihat sirup, batik, atau turis tersenyum, ingatlah di balik itu semua, ada satu pepatah yang nyata berlaku, “jagalah alam, maka alam akan menjaga hidupmu, dan mungkin juga kantongmu”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    Taman Anak Sejahtera Palembang Sasar Anak 3-4 Tahun, Fokus Pengasuhan Jadi Perhatian

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO. ID – Taman Anak Sejahtera Palembang mulai diarahkan bukan sekadar sebagai fasilitas bermain anak. Melalui TAS “Wong Kito”, Pemkot Palembang menaruh perhatian pada pengasuhan, perlindungan, dan tumbuh kembang anak usia dini, terutama kelompok usia 3 hingga 4 tahun. Fasilitas tersebut diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan dukungan Kementerian Sosial RI melalui […]

  • Di UIN RF, Ratu Dewa Bongkar Kunci Pemimpin, Bukan Hanya Bicara

    Di UIN RF, Ratu Dewa Bongkar Kunci Pemimpin, Bukan Hanya Bicara

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ratu Dewa mengingatkan calon pemimpin agar tidak terjebak pada anggapan bahwa kepemimpinan cukup dibangun dengan kemampuan berbicara. Ada hal yang jauh lebih penting, yakni bagaimana sebuah pesan disampaikan dengan tepat, jujur, akurat dan benar-benar mengenai sasaran. Pesan itu disampaikan Wali Kota Palembang saat berbicara di hadapan mahasiswa baru Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Raden […]

  • Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    Padang Ingin Tiru 2 Sektor Ini kepada  Palembang

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 982
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Padang, Sumatera Barat berkunjung ke Pemerintah Kota /Pemkot Palembang guna belajar terkait sektor pariwisata religius dan pengolahan Sampah. Kunjungan tersebut di Wakili Asisten I Padang Sumatera Barat (Sumbar) Edi Hasymi dan diterima Sekretaris Daerah [Sekda] Pemkot Palembang, Drs Ratu Dewa, kemarin. Ratu Dewa mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang ingin berkerja sama meniru sektor […]

  • Sambal Mangga Palembang ala Bicik Mona, Pedas Bikin Nagih

    Sambal Mangga Palembang ala Bicik Mona, Pedas Bikin Nagih

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.535
    • 0Komentar

    KALAU orang Palembang kataya terkenal dengan pempeknya, jangan salah, ada juga sambal mangga yang bikin lidah goyang-goyang kayak penonton dangdut. Nah, kali ini ceritanya bukan soal chef hotel bintang lima, tapi tentang Bicik Mona, tetangga sebelah rumah yang kalau masak sambal mangga, aromanya sampai bikin kucing komplek pun kumpul. Bicik Mona selalu bilang, “Sambal itu […]

  • Resep OKI borong 3 Award dari Kemenkeu RI

    Resep OKI borong 3 Award dari Kemenkeu RI

    • calendar_month Rabu, 6 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Pemerintah Kabupaten  Ogan Komering Ilir (OKI) sendiri dalam mengelola dana transfer keuangan daerah (TKD) dari pemerintah pusat Tahun 2023 sehingga dinilai baik dan memborong tiga kategori award Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Tiga kategori penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI antara lain, Realisasi DAK fisik peringkat I se Sumsel, peringkat II Pengelolaan Dana Desa dan […]

  • Prabowo Ucapkan Belasungkawa, Semoga Masyarakat Sulteng Dilindung Allah SWT

    Prabowo Ucapkan Belasungkawa, Semoga Masyarakat Sulteng Dilindung Allah SWT

    • calendar_month Sabtu, 29 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyampaikan duka cita atas bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Donggala, Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dan Mamuju Sulawesi Barat. “Saya atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Partai Gerindra dan Koalisi Indonesia Adil Makmur mengucapkan belasungkawa dan turut berdukacita, serta sangat prihatin atas […]

expand_less
WordPress Archive Densmi – Dental Clinic & Dentist WordPress Theme Denso – Advanced Electronics Store Woocommerce WordPress Theme DentaCare – Dentist & Medical Elementor Template Kit Dental Care – Teeth Clinic WordPress Theme Dental – Dentist Clinic & Medical Elementor Template Kit Dentalia | Dentist & Medical WordPress Theme Dentalika — Dental Clinic & Medical Health Elementor Template Kit Dentalux | Dentist Medical & Healthcare WordPress Theme DentaMedi – Dentist & Dental Clinic WordPress Theme Dentario – Dentist & Medical Elementor Template Kit