Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Akar ke Sirup, Mangrove Sumber Inspirasi Kreatif & Ekonomi Desa

Akar ke Sirup, Mangrove Sumber Inspirasi Kreatif & Ekonomi Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • visibility 990
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA ada pertanyaan “apa yang bisa dilakukan dari pohon mangrove?” kebanyakan orang bakal jawab “Ya… ditanam biar pesisir nggak abrasi, lah.” Tapi tunggu dulu, jangan buru-buru menutup buku tentang mangrove, karena ternyata, pohon berakar unik ini bukan cuma jago menahan gelombang, tapi juga bisa jadi sumber inspirasi kreatif yang bikin kantong warga sedikit lebih tebal dan kepala sedikit lebih ceria. Iya, serius, nggak bercanda.

Di beberapa desa pesisir Indonesia, rehabilitasi mangrove lewat program M4CR (Mangroves for Coastal Resilience) membuka lembaran baru dari daun ke desain, dari akar ke sirup, dari hutan bakau ke batik. Pepatah lama “di mana ada kemauan, di situ ada jalan,” kini bisa diterjemahkan menjadi “di mana ada mangrove, di situ ada sirup dan batik keren.”

Mari kita mulai dari sirup mangrove, jangan bayangkan rasanya aneh atau pahit seperti rumput laut kering, karena sirup ini manis, wangi, dan punya cerita. Ibu-ibu desa yang biasanya cuma duduk menunggu hasil tangkapan nelayan, kini bisa duduk sambil mengaduk sirup mangrove sambil berceloteh, “Kalau mangrove bisa hidup di lumpur, kita juga bisa hidup di kota yang keras!” Humor mereka jadi bumbu alami yang bikin sirup lebih nikmat, katanya. Sirup ini bukan sekadar minuman, tapi simbol harapan bahwa alam yang kita rawat bisa memberi rezeki kreatif, bukan cuma hijau di mata.

Lanjut ke batik mangrove, Nah, di sinilah seni bertemu akar, desainer lokal mengambil motif daun dan akar mangrove, lalu mengubahnya menjadi batik yang elegan tapi tetap ‘nyeni’. Bisa dibayangkan, orang yang tadinya cuma tahu mangrove sebagai pohon penyelamat pantai, kini memakainya di baju sambil bergaya di pasar.

“Pakai batik mangrove, biar hati juga ikut hijau,” kata salah satu perajin sambil tertawa. Lucu, tapi serius: ini menunjukkan bahwa konservasi alam bisa berpadu dengan ekonomi kreatif, tanpa harus mengorbankan estetika.

Tak ketinggalan, eco-tour mangrove yang kini banyak dikembangkan. Bayangkan perahu kecil berlayar di kanal-kanal bakau, turis menatap akar yang menari-nari di atas air, sambil pemandu menceritakan manfaat ekologis mangrove. Sambil guyon, pemandu berkata, “Kalau mangrove bisa melindungi pantai dari badai, minimal bisa melindungi dompet kalian dari kebocoran!” Humor sederhana ini membuat turis tersenyum, tapi pesan edukatif tetap nyantol, menjaga mangrove berarti menjaga kehidupan manusia di pesisir.

Selain ketiga produk itu, ada pewarna alami dari kulit dan daun mangrove yang kini dimanfaatkan untuk kerajinan lokal, bayangkan kain yang tadinya polos, kini bisa dicelup dengan warna alami yang ramah lingkungan.

Bukan cuma cantik, tapi juga cerita alam memberikan warna tanpa harus pakai bahan kimia, pepatah lama “sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” cocok disematkan di sini, dengan satu pohon mangrove, masyarakat bisa mendapatkan manfaat ekologis, ekonomi, dan kreatif sekaligus.

Tentu saja, semua ini bukan sekadar soal produk dan keuntungan materi. Ada pesan moral yang bisa dipetik bahwa alam adalah guru kreatif. Jika kita mau belajar dari cara mangrove bertahan, beradaptasi, dan memberi manfaat lebih dari sekadar eksistensinya, kita juga bisa menemukan cara hidup yang lebih kreatif dan harmonis.

Kreativitas ini muncul bukan karena kita memaksakan, tapi karena kita peduli, memperhatikan, dan bekerja sama. Gotong royong ala M4CR tidak hanya menanam pohon, tapi menanam harapan dan ide baru.

Kalau ingin sedikit filosofi kocak, mangrove ibarat startup alami awalnya cuma akarnya di lumpur, dianggap kecil dan tidak berdaya. Tapi ketika dirawat, dibimbing, dan dikembangkan voila! Ia menghasilkan sirup, batik, eco-tour, pewarna alami, dan tentunya inspirasi tanpa batas.

Orang desa yang tadinya hanya tahu menanam, kini tahu membuat produk, memasarkan, bahkan menceritakan kisahnya kepada dunia. Mangrove mengajari kita satu hal penting jangan pernah meremehkan sesuatu yang terlihat sederhana, karena kadang dari hal sederhana lah lahir inovasi besar.

Rehabilitasi mangrove bukan hanya soal menanam pohon untuk menyelamatkan pesisir dari abrasi atau banjir, tapi juga tentang membuka jalan kreativitas masyarakat pesisir. Dari akar ke sirup, dari daun ke batik, dari lumpur ke turis yang tersenyum mangrove membuktikan  alam dan manusia bisa saling memberi, sambil tetap bercanda sedikit.

Jadi, jika suatu hari Anda melewati hutan bakau dan melihat sirup, batik, atau turis tersenyum, ingatlah di balik itu semua, ada satu pepatah yang nyata berlaku, “jagalah alam, maka alam akan menjaga hidupmu, dan mungkin juga kantongmu”.[****]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penelitian Infobip Baru Menunjukkan Meningkatnya Dominasi Aplikasi Obrolan untuk Komunikasi Pelanggan

    Penelitian Infobip Baru Menunjukkan Meningkatnya Dominasi Aplikasi Obrolan untuk Komunikasi Pelanggan

    • calendar_month Senin, 5 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Penelitian baru dari platform komunikasi cloud global Infobip mengungkapkan bahwa aplikasi obrolan seperti WhatsApp menjadi saluran penting untuk komunikasi pelanggan, menunjukkan semakin pentingnya pengalaman percakapan. Data Infobip menunjukkan peningkatan interaksi WhatsApp dan rich communication services (RCS) masing-masing sebesar 80% dan 62% pada paruh pertama tahun 2022 dibandingkan dengan periode yang […]

  • DPRD Sumsel Bentuk Bapemperda

    DPRD Sumsel Bentuk Bapemperda

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.439
    • 0Komentar

    RAPAT Paripurna XXXVIII Provinsi Sumatera Selatan dengan agenda Penjelasan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA)  Provinsi terhadap Tata Tertib DPRD Provinsi Sumsel dilanjutkan Pembentukan Pansus, dihadiri Wakil Gubernur H Mawardi Yahya. Rapat paripurna berlangsung di Auditorium DPRD Provinsi Sumsel, Senin (11/10/2021). Dengan Agenda Persetujuan Pembentukan Panitia Khusus Badan Pembentukan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan terhadap Perubahan […]

  • Setahun Ratu Dewa, Dari Klaim Data ke Uji Lapangan

    Setahun Ratu Dewa, Dari Klaim Data ke Uji Lapangan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 111
    • 0Komentar

    SETAHUN memimpin Palembang, Wali Kota Ratu Dewa memaparkan capaian pembangunan. Pertumbuhan ekonomi meningkat, angka kemiskinan menurun, inflasi terkendali, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masuk kategori sangat tinggi, dan tingkat pengangguran terbuka berkurang. Secara data, arah pembangunan terlihat positif, namun ukuran utama tidak berhenti pada angka, melainkan sejauh mana dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) […]

  • Penumpang KRL Turun 19,6 Persen

    Penumpang KRL Turun 19,6 Persen

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.276
    • 0Komentar

    PT KAI Commuter mencatat, sepanjang 2021 telah melayani pengguna Kereta Listrik Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (KRL Jabodetabek) sebanyak 123.125.911 penumpang dengan rata-rata 337.331 pengguna tiap harinya. Jumlah tersebut turun 19,6 persen dibanding jumlah pengguna KRL Jabodetabek sepanjang 2020, yaitu sebanyak 153.154.151 penumpang dengan rata-rata pengguna perharinya sebanyak 419.600 penumpang. “Sepanjang 2021 lalu, pengguna […]

  • Tips Fotografi Awesome dengan Setting Default di Galaxy A54

    Tips Fotografi Awesome dengan Setting Default di Galaxy A54

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.863
    • 0Komentar

    Keandalan smartphone Samsung Galaxy A54 5G untuk merekam foto dan video dalam berbagai kondisi pencahayaan tak perlu diragukan lagi. Settingannya lengkap, mulai dari settingan default alias normal, sampai dengan settingan pro dan night mode untuk pemotretan pada kondisi low light.   Memotret dengan setting default/normal terbilang mudah. Tapi untuk menghasilkan foto-foto yang awesome tentu butuh trik-trik tersendiri.   “Dengan formasi kamera yang awesome, Samsung Galaxy A54 5G […]

  • Sudah tinjau beberapa pasar tradisional, Pj Walikota Palembang akui harga beras masih tinggi, minta Disdag rutin OP

    Sudah tinjau beberapa pasar tradisional, Pj Walikota Palembang akui harga beras masih tinggi, minta Disdag rutin OP

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 972
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Harga beras disejumlah Pasar tradisional Palembang dinilai masih tinggi, menurut pantauan Pj Walikota Palembang  Ratu Dewa, oleh sebab itu Dinas Perdagangan (Disdag) Palembang rutin melakukan operasi pasar pada Senin, Selasa, dan Kamis. Harga beras di Kota Palembang masih di sejumlah Pasar Tradisional Palembang rata-rata Rp 12.500 untuk beras medium, biasanya harga normal berkisar […]

expand_less
WordPress Archive Densmi – Dental Clinic & Dentist WordPress Theme Denso – Advanced Electronics Store Woocommerce WordPress Theme DentaCare – Dentist & Medical Elementor Template Kit Dental Care – Teeth Clinic WordPress Theme Dental – Dentist Clinic & Medical Elementor Template Kit Dentalia | Dentist & Medical WordPress Theme Dentalika — Dental Clinic & Medical Health Elementor Template Kit Dentalux | Dentist Medical & Healthcare WordPress Theme DentaMedi – Dentist & Dental Clinic WordPress Theme Dentario – Dentist & Medical Elementor Template Kit