Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 632
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI penuh berkah di Pangandaran, Jawa Barat pasalnya masih beraroma embun dan suara burung yang belum ngopi, seekor bayi lahir dengan gaya anggun dan langkah gemetar, seperti penari jaipong pemula.

Ia bukan bayi biasa. Ia adalah Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus), si ratu rimba yang kini lebih langka daripada WiFi gratis yang kenceng.

Namanya Exploitasia, jangan salah sangka, bukan karena dia dieksploitasi. Nama ini justru diberikan langsung  Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni, nama yang seolah bisa jadi merk minuman herbal dan sekaligus penyelamat satwa liar.

Kelahiran Exploitasia ini terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025  kemarin sekitar jam 6 pagi, waktu yang sama ketika emak-emak biasanya baru nyeduh kopi sambil ngomel karena sinetron favoritnya diganti acara masak.

Bayi banteng betina ini lahir dari induk bernama Uchi, bukan Uchiha kayak di Naruto, tapi Uchi si banteng cantik yang sebelumnya diboyong dari Taman Safari Bogor ke Cagar Alam Pananjung, Pangandaran.

Ia tak sendiri, ada tiga kawannya si Bindi dari Prigen, serta dua jantan Bejo dan Senta dari Gianyar, Bali. Empat sekawan ini dilepasliarkan sejak 11 Desember 2024.  Hei!, tak sampai setahun, muncul anak, cepet juga mereka PDKT-nya, mungkin Bejo jagonya ngode, he..he…

Untuk yang masih bingung dengan Banteng Jawa itu, bukan sepupu jauh dari Sapi Limosin atau kerabat dekat Sapi Kurban Idul Adha.

Ini hewan liar, liar yang sesungguhnya, Banteng Jawa adalah hewan herbivora asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali, serta sedikit menyelinap di Kamboja dan Thailand, tapi ingat, yang versi javanicus javanicus, itu hanya ada di Jawa.

Banteng ini bisa dibilang “hewan bangsawan” karena masuk daftar merah IUCN. Artinya? terancam punah! Jumlahnya makin dikit, kalah sama jumlah akun pinjol ilegal.

Dalam ilmu latin, namanya saja sudah elegan Bos javanicus javanicus dua kali javanicus, mungkin biar makin nasionalis.

Kalau manusia, ini udah level tokoh legenda, kalau hewan, ya kayak macan tutul atau harimau, cuma banteng ini lebih kalem, nggak suka drama, dan anti tawuran.

Cerita Exploitasia ini tak bisa dilepaskan dari konsep pengembangbiakan semi alami. Jadi bukan buatan pabrik, tapi juga bukan ala-ala cinta terlarang di sinetron.

Di lahan seluas 5 hektar atau setara 7 lapangan bola ditambah lapak jualan cilok, empat banteng hidup dengan penjagaan super ketat.

Sembilan petugas berjaga seperti pasukan Avengers versi konservasi, tugas mereka?, mulai dari kasih makan, periksa kesehatan, sampai ngecek masa birahi. Bayangin aja, tiap hari mantau banteng birahi. Itu bukan kerjaan biasa, bro.

Dan lihatlah hasilnya, setelah beberapa bulan, muncullah Exploitasia, bayi perempuan yang jadi bukti bahwa harapan itu masih ada, walaupun sempat diumumkan populasi Banteng di kawasan itu punah sejak tahun 2023. Tapi sekarang? Eh, muncul generasi baru, kayak kisah cinta yang udah move on tapi jodohnya balik lagi.

Orang tua dulu bilang, “Kalau kita kuat seperti banteng, jangan suka nanduk orang”, tapi banteng ini, justru ngajarin kita arti cinta alam yang sebenar-benarnya.

Ia tak banyak tingkah, tak bikin podcast, tak bikin konten joget, ia cuma pengin hidup tenang, makan rumput, dan punya anak di habitatnya sendiri.

Pelajaran dari Exploitasia? rehabilitasi itu mungkin, bahkan untuk satwa liar, selama ada niat baik, cinta tumbuh. Kayak jodoh yang ketemu di warung soto.

Kolaborasi itu penting dari pemerintah, Lembaga Konservasi, sampai rakyat biasa. Semua bisa bantu, asal niatnya bukan buat selfie doang.

Kehidupan liar itu bukan tontonan, tapi bagian dari ekosistem, eksistensi mereka bukan buat hiburan, tapi penyeimbang alam. Tanpa mereka, kita yang repot.

Kelahiran Exploitasia adalah alarm lembut bahwa alam masih ingin berdamai, tapi jangan sampai bayi banteng ini cuma jadi bahan berita viral lalu dilupakan kayak tren lagu TikTok.

Kalau kita bisa jaga sinyal HP 4G biar gak lemot, kenapa nggak bisa jaga satwa asli Indonesia yang makin langka?, Yuk, jaga hutan, jaga habitat, dan jaga etika.

Jangan sampai kita tinggalin bumi ke anak cucu cuma berisi kenangan soal “dulu pernah ada Banteng Jawa” dan bukan “masih ada Banteng Jawa yang hidup berdampingan dengan kita.”

Karena, seperti kata pepatah Sunda modifikasi “Lamun alam dirusak, nu buntung lain sato, tapi urang sorangan”

Selamat datang di dunia, Exploitasia, semoga kamu tumbuh jadi banteng yang kuat, bijak, dan tidak mudah baper kayak netizen +62.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Modal Pengalaman, Timnas All Star Tundukan Pemain Muda Muba 3-1

    Modal Pengalaman, Timnas All Star Tundukan Pemain Muda Muba 3-1

    • calendar_month Minggu, 10 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.145
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Timnas All Star kembali tak terbendung, kali ini Musi Banyuasin (Muba) Selection harus merasakan ‘ganasnya’ Mahyadi Panggabean dan kawan-kawan di Lapangan STIER, Muba, Sabtu (9/3/2019). Timnas All Star berhasil menekuk Muba Selection 3-1. Tigo Timnas All Star dicetak Djunaidi menit ke-6, Oktavianus menit ke-15 dan Mahyadi Panggabean menit ke-32. Sementara satu gol tuan […]

  • Vlog Rifat Sungkar Soal Sirkuit SkyLand Sudah Di tonton Puluhan Ribu

    Vlog Rifat Sungkar Soal Sirkuit SkyLand Sudah Di tonton Puluhan Ribu

    • calendar_month Minggu, 31 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    MINGGU (31/1/2021) pagi, warganet dihebohkan dengan unggahan channel akun Youtube Rifato milik Pembalap Internasional Rifat Sungkar yang telah mengupload unboxing Sirkuit Internasional SkyLand Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) di https://youtu.be/YAMjLbVWzZo.  Dalam unggahan video berdurasi 13 menit dan berjudul Ternyata Ada Sirkuit Lain di Indonesia | Musi Banyuasin tersebut telah diunggah 13 jam lalu dan berhasil menyedot perhatian […]

  • Pasca Isu Konflik, Suka Mukti Kondusif, Warga Beraktivitas Seperti Biasa

    Pasca Isu Konflik, Suka Mukti Kondusif, Warga Beraktivitas Seperti Biasa

    • calendar_month Minggu, 19 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    KONDISI di desa Sukamukti Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir aman dan kondusif pasca isu konflik di areal lahan PT Tree Kreasi Marga Mulya (TMM). Hal itu diungkap Jontan Likamardi Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Sukamukti Kecamatan Mesuji Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dihubungi Minggu, (19/12). . “Dari kemarin-kemarin kondisi di desa ini kondusif. Tidak […]

  • Gubernur :  Festival Anak Shaleh Kuatkan Pondasi Agama dan Akhlak Mulia Anak

    Gubernur :  Festival Anak Shaleh Kuatkan Pondasi Agama dan Akhlak Mulia Anak

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengapresiasi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BPKRMI) atas digelarnya Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XI Tingkat Provinsi Sumsel yang gelar di “Ada nilai lebih yang didapat melalui kegiatan FASI  yaitu Syiar Agama Islam,” katanya Herman Deru saat menutup secara resmi FASI tingkat Provinsi Sumsel dipusatkan di Pondok Pesantren Syuhrotul […]

  • Gandeng Kemenpan RB, Sumsel Targetkan Peringkat OPD Naik

    Gandeng Kemenpan RB, Sumsel Targetkan Peringkat OPD Naik

    • calendar_month Rabu, 17 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.034
    • 0Komentar

    “Saya ingin peringkat ini menjadi lebih baik di 2018,”

  • Kembali Cium Merah Putih, Prabowo Bikin Haru Saat Penurunan Bendera HUT RI ke-81

    Kembali Cium Merah Putih, Prabowo Bikin Haru Saat Penurunan Bendera HUT RI ke-81

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada momen haru dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan penghormatannya kepada Sang Merah Putih dengan mencium bendera dalam prosesi sakral tersebut. Momen itu menjadi perhatian karena untuk kedua kalinya dalam rangkaian upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI hari ini, Prabowo terlihat mencium […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Stripe Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme