Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

Bayi Banteng Jawa Lahir di Pangandaran! Exploitasia, Satwa Langka Bangkit Setelah Dinyatakan Punah

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
  • visibility 610
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI penuh berkah di Pangandaran, Jawa Barat pasalnya masih beraroma embun dan suara burung yang belum ngopi, seekor bayi lahir dengan gaya anggun dan langkah gemetar, seperti penari jaipong pemula.

Ia bukan bayi biasa. Ia adalah Banteng Jawa (Bos javanicus javanicus), si ratu rimba yang kini lebih langka daripada WiFi gratis yang kenceng.

Namanya Exploitasia, jangan salah sangka, bukan karena dia dieksploitasi. Nama ini justru diberikan langsung  Menteri Kehutanan, Bapak Raja Juli Antoni, nama yang seolah bisa jadi merk minuman herbal dan sekaligus penyelamat satwa liar.

Kelahiran Exploitasia ini terjadi pada Minggu, 27 Juli 2025  kemarin sekitar jam 6 pagi, waktu yang sama ketika emak-emak biasanya baru nyeduh kopi sambil ngomel karena sinetron favoritnya diganti acara masak.

Bayi banteng betina ini lahir dari induk bernama Uchi, bukan Uchiha kayak di Naruto, tapi Uchi si banteng cantik yang sebelumnya diboyong dari Taman Safari Bogor ke Cagar Alam Pananjung, Pangandaran.

Ia tak sendiri, ada tiga kawannya si Bindi dari Prigen, serta dua jantan Bejo dan Senta dari Gianyar, Bali. Empat sekawan ini dilepasliarkan sejak 11 Desember 2024.  Hei!, tak sampai setahun, muncul anak, cepet juga mereka PDKT-nya, mungkin Bejo jagonya ngode, he..he…

Untuk yang masih bingung dengan Banteng Jawa itu, bukan sepupu jauh dari Sapi Limosin atau kerabat dekat Sapi Kurban Idul Adha.

Ini hewan liar, liar yang sesungguhnya, Banteng Jawa adalah hewan herbivora asli Indonesia, khususnya Pulau Jawa dan Bali, serta sedikit menyelinap di Kamboja dan Thailand, tapi ingat, yang versi javanicus javanicus, itu hanya ada di Jawa.

Banteng ini bisa dibilang “hewan bangsawan” karena masuk daftar merah IUCN. Artinya? terancam punah! Jumlahnya makin dikit, kalah sama jumlah akun pinjol ilegal.

Dalam ilmu latin, namanya saja sudah elegan Bos javanicus javanicus dua kali javanicus, mungkin biar makin nasionalis.

Kalau manusia, ini udah level tokoh legenda, kalau hewan, ya kayak macan tutul atau harimau, cuma banteng ini lebih kalem, nggak suka drama, dan anti tawuran.

Cerita Exploitasia ini tak bisa dilepaskan dari konsep pengembangbiakan semi alami. Jadi bukan buatan pabrik, tapi juga bukan ala-ala cinta terlarang di sinetron.

Di lahan seluas 5 hektar atau setara 7 lapangan bola ditambah lapak jualan cilok, empat banteng hidup dengan penjagaan super ketat.

Sembilan petugas berjaga seperti pasukan Avengers versi konservasi, tugas mereka?, mulai dari kasih makan, periksa kesehatan, sampai ngecek masa birahi. Bayangin aja, tiap hari mantau banteng birahi. Itu bukan kerjaan biasa, bro.

Dan lihatlah hasilnya, setelah beberapa bulan, muncullah Exploitasia, bayi perempuan yang jadi bukti bahwa harapan itu masih ada, walaupun sempat diumumkan populasi Banteng di kawasan itu punah sejak tahun 2023. Tapi sekarang? Eh, muncul generasi baru, kayak kisah cinta yang udah move on tapi jodohnya balik lagi.

Orang tua dulu bilang, “Kalau kita kuat seperti banteng, jangan suka nanduk orang”, tapi banteng ini, justru ngajarin kita arti cinta alam yang sebenar-benarnya.

Ia tak banyak tingkah, tak bikin podcast, tak bikin konten joget, ia cuma pengin hidup tenang, makan rumput, dan punya anak di habitatnya sendiri.

Pelajaran dari Exploitasia? rehabilitasi itu mungkin, bahkan untuk satwa liar, selama ada niat baik, cinta tumbuh. Kayak jodoh yang ketemu di warung soto.

Kolaborasi itu penting dari pemerintah, Lembaga Konservasi, sampai rakyat biasa. Semua bisa bantu, asal niatnya bukan buat selfie doang.

Kehidupan liar itu bukan tontonan, tapi bagian dari ekosistem, eksistensi mereka bukan buat hiburan, tapi penyeimbang alam. Tanpa mereka, kita yang repot.

Kelahiran Exploitasia adalah alarm lembut bahwa alam masih ingin berdamai, tapi jangan sampai bayi banteng ini cuma jadi bahan berita viral lalu dilupakan kayak tren lagu TikTok.

Kalau kita bisa jaga sinyal HP 4G biar gak lemot, kenapa nggak bisa jaga satwa asli Indonesia yang makin langka?, Yuk, jaga hutan, jaga habitat, dan jaga etika.

Jangan sampai kita tinggalin bumi ke anak cucu cuma berisi kenangan soal “dulu pernah ada Banteng Jawa” dan bukan “masih ada Banteng Jawa yang hidup berdampingan dengan kita.”

Karena, seperti kata pepatah Sunda modifikasi “Lamun alam dirusak, nu buntung lain sato, tapi urang sorangan”

Selamat datang di dunia, Exploitasia, semoga kamu tumbuh jadi banteng yang kuat, bijak, dan tidak mudah baper kayak netizen +62.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Motif Pelaku Perkosa-Bunuh Guru yang Jasadnya Dimasukan ke Dalam Ember

    Ini Motif Pelaku Perkosa-Bunuh Guru yang Jasadnya Dimasukan ke Dalam Ember

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.956
    • 0Komentar

    A(18) nekat menghabisi nyawa EJ(45), seorang guru asal Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Bukan hanya itu, pelaku memperkosa korban dalam keadaan tidak sadarkan diri. Apa motif pelaku? Menurut keterangan Polisi, pelaku yang bekerja sebagai sopir ini mengaku sering mengintip korban yang sedang mandi. “Rumah antara pelaku dan korban hanya berjarak 20 meter, sebelumnya pelaku sering […]

  • Pemkab Muba Gelar Penyuluhan Hukum Terpadu

    Pemkab Muba Gelar Penyuluhan Hukum Terpadu

    • calendar_month Selasa, 12 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Bagian Hukum Setda Muba menggelar Sosialisasi dan Penyuluhan Hukum Terpadu Kecamatan dalam Kabupaten Muba. Bertempat di Aula Kantor Kecamatan Sekayu, Senin (11/11/2019). Hari pertama dilaksanakan di Kecamatan Sekayu, dan  dibuka oleh Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin melalui Plt Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba, H Yudi Herzandi SH […]

  • Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

    Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Aliansi Suara Orang Muda gunakan momentum Hari Bumi tekan kebijakan pemerintah KOTA Palembang menghadapi peningkatan kejadian banjir dalam beberapa bulan terakhir di berbagai titik kota, genangan tidak hanya muncul di kawasan pinggiran, tetapi juga di ruas-ruas utama yang menjadi pusat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga. Di balik situasi tersebut, sejumlah kelompok masyarakat sipil menyoroti perubahan […]

  • Wawako Palembang Kasih Pesan Ini Saat Hadiri di HUT Pol PP ke -72

    Wawako Palembang Kasih Pesan Ini Saat Hadiri di HUT Pol PP ke -72

    • calendar_month Senin, 7 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    SATUAN Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Palembang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Sat Pol Pp ke- 72 dan Satuan Pelindung Masyarakat (Satlinmas) ke -60 Menurut Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda Sat Pol PP harus bisa humanis dalam menjalankan tugas, dan selalu tegakan daerah (Perda). “Pol PP adalah garda terdepan dalam menegakan perda, dan […]

  • Ubah Struktur Ekonomi Berbasis Komoditas Jadi Inovasi Teknologi

    Ubah Struktur Ekonomi Berbasis Komoditas Jadi Inovasi Teknologi

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.461
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia berupaya untuk mengubah struktur ekonomi berbasis komoditas menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi. Demikian disampaikan Presiden saat melakukan groundbreaking pabrik industri kendaraan listrik PT HKML Battery Indonesia di Kompleks Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (15/09/2021). Kepala Negara menuturkan, pembangunan pabrik dengan […]

  • Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang  memangkas anggaran di setiap SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah (biasa disingkat SKPD] guna serius penangangan Virus COVID-19. Pemkot telah melakukan pengurangan belanja langsung untuk pembayaran hutang APBD 2019 pada APBD 2020. “Pandemi Corona ini, pemerintah pusat telah memberikan kemudahan dalam regulasi penangana Covid-19 pada Pemerintah daerah dalam pergeseran anggaran,” kata Sekda kota Palembang Ratu […]

expand_less
WordPress Archive Everest Forms Stripe Everest Forms Survey, Polls and Quiz Everest Google Places Reviews Everly – Blog & Magazine Elementor Template Kit Evernet – Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Evior – Modern Magazine WordPress Theme Evisa – Immigration and Visa Consulting WordPress Theme Evne – Creative Portfolio WordPress Theme Evomind – Home Healthcare Services Elementor Template Kit Evont – Event And Conference WordPress Theme