Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Misi Rahasia Hiu Paus, Berenang, Difoto hingga Dikasih Alat Mata-Mata, Ada Apa!

Misi Rahasia Hiu Paus, Berenang, Difoto hingga Dikasih Alat Mata-Mata, Ada Apa!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
  • visibility 792
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Di perairan Desa Botubarani, Gorontalo, dua ekor hiu paus baru saja dikasih Wi-Fi dari langit. Bukan buat update status atau cari jodoh via aplikasi, tapi untuk dilacak ke mana mereka berenang.

Ya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kerja bareng Yayasan Konservasi Cakrawala Indonesia (YKCI) masangin satellite tagging alias penanda satelit di punggung dua makhluk gede yang lembut hati itu.

Kenapa penting? Karena hiu paus ini seperti tamu misterius datang tiba-tiba, pergi tanpa pamit, dan kadang nyasar sampai ke laut negara tetangga. Makanya, perlu dilacak biar kita tahu, mereka mampir ke mana aja? Ngapain? Bawa bekal berapa kilo plankton?

Kalau manusia butuh Google Maps biar nggak nyasar, hiu paus butuh satelit biar manusia tahu ke mana mereka nyebur. Lucunya, hewan laut ini bisa lebih gampang dilacak dibanding mantan yang tiba-tiba hilang setelah ngutang!

Botubarani ini ibarat rumah makan Padang di luar negeri nggak besar, tapi selalu rame. Tiap tahun, hiu paus nongol dengan gaya selebriti laut berenang perlahan, senyum-senyum, lalu difoto turis.

Bahkan dunia internasional sudah melirik, kata Abdi Hasan dari YKCI, sudah lima ekor hiu paus di-tagging, dan sebentar lagi bakal genap sepuluh. Kalo dikumpulin, bisa bikin grup WhatsApp Hiu Paus Botubarani Lovers.

Tapi jangan salah, ini bukan cuma buat lucu-lucuan. Teknologi tagging ini penting. Kita jadi tahu rute migrasi si bintang laut ini mungkin dari Gorontalo ke Filipina, mampir ke Bali, terus lanjut honeymoon ke Samudra Hindia.

Kalau manusia punya rencana hidup lima tahun ke depan, hiu paus pun punya rencana migrasi musim depan. Pepatah laut berkata. “Jangan hanya menonton ikan menari, pahami juga arus yang menggerakkannya.”

Direktur Jenderal Koswara bilang, kehadiran hiu paus bisa jadi daya tarik wisata. Ini ibarat punya boyband tapi bentuknya ikan raksasa. Dan, tentu saja, konsernya cuma di laut.

Bayangin, negara lain juga berlomba-lomba menjadikan hiu paus sebagai maskot pariwisata, Di Meksiko, turis rela bayar mahal buat berenang bareng mereka. Di Filipina, Donsol sudah panen duit dari wisata ramah hiu paus. Indonesia? Ya harusnya bisa lebih jago. Kita punya laut luas, hiu-nya ganteng-ganteng, dan warga lokal yang jago masak ikan (eh, bukan yang ini maksudnya…).

Yang penting, wisata hiu paus harus tetap pakai SOP ramah lingkungan. Jangan sampai demi dapet selfie, turis malah bikin si hiu stres, lalu migrasi ke tempat lain kayak mantan yang kabur gara-gara kamu terlalu posesif.

Tagging ini sukses bukan karena satu lembaga kerja sendiri, tapi karena bareng-bareng. Ada KKP, YKCI, Dinas Kelautan dan Perikanan Gorontalo, sampai komunitas lokal yang nggak kalah semangat. Ada KOMPAK Orca, Pokdarwis, dan Pokmaswas yang kalau dijadiin boyband, bisa bikin album “Laut Kita, Tanggung Jawab Bersama”.

Dan jangan lupakan masyarakat. Wisata bahari berbasis komunitas itu penting. Jangan sampai lautnya keren, tapi warga lokal cuma jadi penonton. Harus ada pelibatan nyata, bukan cuma narasi indah di proposal seminar.

Proyek tagging hiu paus ini seperti kita belajar memahami pasangan harus sabar, telaten, dan pakai teknologi kalau perlu. Jika hiu paus bisa diteliti pergerakannya demi ekosistem, masa kamu masih belum ngerti kenapa dia marah tiap malam minggu?

Konservasi bukan cuma soal menyelamatkan makhluk laut, tapi juga menyelamatkan masa depan kita sendiri. Karena kalau laut rusak, bukan cuma ikan yang hilang. Kita juga kehilangan sumber pangan, wisata, dan cerita, seperti kata orang bijak dari pesisir.“Jangan tunggu laut marah dulu baru kau belajar mencintainya,”.

Kalau kamu ke Botubarani nanti, jangan cuma cari hiu paus buat konten. Dengarkan laut. Karena laut pun bisa bicara kalau kita mau menyimak, bukan hanya selfie.

Tapi ingat, jangan ganggu hiu pausnya. Hormati rumahnya. Jangan cuma datang buat konten, tapi datanglah dengan kesadaran bahwa setiap titik GPS di punggung hiu paus adalah sinyal bahwa laut sedang berbicara kepada kita.

Kata nenek moyang bahari, “. Jika engkau mencintai laut, cintailah pula isi dan misterinya. Karena laut bukan hanya air, tapi rumah bagi kehidupan yang belum kita pahami,”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bagi Rapor, He..he.., Pemkab Muba Umumkan Nilai Kinerja OPD, Simak !!

    Bagi Rapor, He..he.., Pemkab Muba Umumkan Nilai Kinerja OPD, Simak !!

    • calendar_month Jumat, 1 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.024
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Ternyata bukan pelajar di sekolah saja  yang menerima hasil rapor sebagai cara untuk pengukuran kinerja dibelajar, namun di instansi pemerintah juga wajib mendapat rapor dari kepala daerahnya, guna memacu semangat kerja serta mengukur tingkat kerja dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah [OPD]. Salah satunya pemberian rapor tersebut dilakukan oleh Pemkab Musi Banyuasin [Muba]. Masuk […]

  • Mengapa seseorang merasa kurang bersemangat untuk memulai hari Senin setelah liburan akhir pekan ! berikut tips yang harus dilakukan biar semangat lagi

    Mengapa seseorang merasa kurang bersemangat untuk memulai hari Senin setelah liburan akhir pekan ! berikut tips yang harus dilakukan biar semangat lagi

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.476
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Libur akhir pekan hari sabtu dan minggu membuat suasana ente cair, dan rilek melepas tegang selama bekerja senin- jumat, tapi setelah libur dua hari diakhir pekan, membuat males untuk memulai kembali aktivitas di hari senin. Ada beberapa alasan mengapa seseorang mungkin merasa kurang bersemangat untuk memulai hari Senin setelah liburan akhir pekan. Beberapa […]

  • Mau Lepas atau Pakai Masker?

    Mau Lepas atau Pakai Masker?

    • calendar_month Senin, 18 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    BINGUNG mau lepas atau pakai masker? Hmm, kalau mau lebih terlindungi sih #TetapPakaiMasker Kalau mau melindungi yang tersayang sih #TetapPakaiMasker Apalagi kalau memang sudah nyaman, lanjutkan #TetapPakaiMasker agar tetap aman Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #TetapPakaiMasker #VaksinHarusLengkap #CuciTanganPakaiSabun

  • HUT RI Ke-81, Menkomdigi Minta Jajaran Tak Lagi Bekerja dalam Sekat-Sekat

    HUT RI Ke-81, Menkomdigi Minta Jajaran Tak Lagi Bekerja dalam Sekat-Sekat

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – HUT RI Ke-81 menjadi momen bagi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) guna memperkuat budaya kerja kolaboratif, meningkatkan sinergi lintas unit, serta mendorong pelayanan publik semakin efektif. Semangat persatuan itu,  melandasi perjuangan kemerdekaan dinilai harus menjadi fondasi guna menjalankan tugas dan fungsi kementerian. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan seluruh jajaran Kemkomdigi […]

  • OPPO Announces Enhanced AI Strategy to Deliver Next-level Mobile AI Experiences at OPPO AI Tech Summit during MWC25

    OPPO Announces Enhanced AI Strategy to Deliver Next-level Mobile AI Experiences at OPPO AI Tech Summit during MWC25

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    OPPO is one of the first smartphone brands to implement Private Computing Cloud and has further integrated applications with Google Gemini so users can soon take action across OPPO apps in Gemini. During MWC2025, OPPO unveiled new AI features, including AI Call Translator and AI VoiceScribe, and has committed to releasing new AI updates roughly […]

  • Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    Curi Gelas Antik, Langganan Penghuni Hotel Predeo Ini Kembali Diringkus, Ampun Dech.!!

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 968
    • 0Komentar

    IBARAT sudah penyakit yang akut, sampai-sampai ditahan pun tak ada rasa takut, begitulah yang dilakukan David Alamsyah (24) Warga Jalan Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang. Untuk kali ke tujuh ia menjadi penghuni Hotel Predeo. Menurut pengakuannya kebiasaan mencuri sudah dilakukan sejak umur 16 tahun…duh !! “Gak kebayang lagi, penjara jadi […]

expand_less
WordPress Archive Femina – Feminine Business Elementor Template Kit Femina Health – Women’s Health & Fertility Clinic Medical WordPress Theme Fempire – Business Coach Elementor Template Kit Fennik – Multipurpose Creative WordPress Theme Fesshion – Fashion & Clothing Elementor Template Kit Festiva – Event & Conference WordPress Theme Festival Events – Elementor Template Kit Fete – Responsive WordPress Blog Theme Feux – Creative Digital Agency WordPress Theme Fexy - Agency Landing Page Elementor Template Kit