Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Di Palembang, Sampah Bisa Jadi Bayar SPP

Di Palembang, Sampah Bisa Jadi Bayar SPP

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
  • visibility 67
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI di Kampung Al-Qur’an, Kecamatan Kalidoni, Palembang, terlihat seperti hari sekolah biasa.

Anak-anak datang membawa tas. Ada yang bercanda di pinggir jalan. Ada pula yang masih sibuk merapikan seragamnya. Tapi beberapa di antara mereka membawa barang tambahan: karung kecil berisi botol plastik, kardus bekas, gelas air mineral, hingga kaleng minuman.

Di banyak tempat, benda-benda itu mungkin sudah berakhir di tong sampah. Di sini, sampah justru punya masa depan.

Karena di Kampung Al-Qur’an, sampah bisa berubah menjadi tabungan untuk membayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sekolah.

Program unik itu dijalankan oleh Bank Sampah Indonesia Legacy, sebuah bank sampah yang pelan-pelan mengubah cara warga memandang sampah. Bukan lagi sesuatu yang harus buru-buru dibuang atau dibakar, melainkan sesuatu yang bisa bernilai ekonomi jika dikelola dengan benar.

Inovasi itulah yang membuat Wali Kota Palembang Ratu Dewa memberikan apresiasi khusus saat menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pengelolaan sampah kepada 25 bank sampah paling aktif di Kota Palembang, Rabu (20/5/2026).

Penyerahan bantuan dipusatkan di Jalan Lebak Jaya 3 Kalidoni.

Di tengah acara yang dipenuhi deretan tempat sampah warna-warni, mesin pencacah plastik, hingga motor sampah, perhatian justru tertarik pada satu gagasan sederhana: anak-anak yang belajar bahwa sampah ternyata bisa membantu biaya pendidikan mereka.

“Ini adalah langkah edukatif yang luar biasa dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya belajar pendidikan formal dan agama, tetapi juga diajarkan bahwa sampah memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujar Ratu Dewa.

Kalimat itu terdengar sederhana. Tapi di kota besar seperti Palembang, persoalan sampah memang sudah bukan lagi urusan sepele.

Setiap hari, volume sampah terus bertambah seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jika tak dikelola serius, dampaknya bisa ke mana-mana: saluran air tersumbat, banjir datang, lingkungan kumuh, hingga gangguan kesehatan.

Karena itulah Pemerintah Kota Palembang menjalankan program “1 Kelurahan 1 Bank Sampah” sebagai salah satu solusi dari hulu.

Saat ini tercatat ada 98 bank sampah tersebar di 18 kecamatan di Palembang. Dari jumlah itu, 25 bank sampah paling aktif mendapat bantuan fasilitas pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Bantuannya cukup lengkap. Mulai dari motor sampah, tempat sampah berbagai ukuran, kotak sampah terpilah, komposter, timbangan, hingga mesin pencacah sampah dan plastik.

Namun sebenarnya, yang sedang dibangun bukan hanya fasilitas.

Melainkan kebiasaan baru.

Sebab mengurus sampah ternyata bukan pekerjaan petugas kebersihan semata. Kota bersih juga lahir dari kebiasaan kecil warga memilah sampah, tidak membuang sembarangan, dan mulai memahami bahwa barang bekas pun masih bisa punya nilai.

Di Kampung Al-Qur’an, pelajaran itu diajarkan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami anak-anak.

Mereka belajar bahwa botol plastik tidak selalu harus berakhir di selokan. Kardus bekas tidak harus menumpuk di dapur. Dan sampah, jika dikelola dengan benar, ternyata bisa membantu meringankan biaya sekolah.

Mungkin itu sebabnya bank sampah ini terasa berbeda.

Karena yang ditabung bukan cuma sampah.

Tetapi juga kesadaran untuk menjaga masa depan kota. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSBB DKI Jakarta, Bank SumselBabel Cabang Terapkan WFH & WAO

    PSBB DKI Jakarta, Bank SumselBabel Cabang Terapkan WFH & WAO

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.232
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel menerapkan lagi system kerja Work From Home /WFH di Kantor Cabangnya di Jakarta setelah Pemprov DKI Jakarta menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat dampak Covid-19 yang kian meningkat. “Ya, mau tidak mau kita harus ikuti juga aturan main di Jakarta, dengan menerapkan WFH untuk seluruh karyawan disan,” kata  Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel […]

  • Alex : LRT Bikin Palembang Jadi Mahal

    Alex : LRT Bikin Palembang Jadi Mahal

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.258
    • 0Komentar

    Dibangun bukan hanya untuk transportasi semata, melainkan infrastruktur yang mampu mengangkat derajat masyarakat menjadi lebih tinggi,

  • 3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    3 Cara Tutup Cela Korupsi Versi Gub.Sumsel

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    PERINGATI hari Anti Korupsi menjadi momen penting bagi semua pihak tak terkecuali Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.  Karena itu, Iapun memilih hadir pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Harkodia) yang digelar di Gedung KPK, kemarin. Dalam kesempatan wawancara, HD memberikan sejumlah masukan dan pendapat mengenai perbaikan yang dapat dilakukan pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi tempat […]

  • Gedung Diklat OKI Disiapkan Jadi Pusat Karantina ODP

    Gedung Diklat OKI Disiapkan Jadi Pusat Karantina ODP

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 835
    • 0Komentar

     Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan dan Penangan COVID-19 Kabupaten OKI menyiapkan Gedung Diklat Teluk Gelam sebagai pusat karantina Orang Dalam Pantauan (ODP) Center.   GEDUNG Diklat yang dikelola Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten OKI ini memiliki kapasitas 60 kamar ditambah ruang khusus petugas medis dan aparat keamanan. Juru bicara gugus tugas Covid-19 Kabupaten OKI, Iwan Setiawan mengatakan […]

  • 1.116 Warga Kota Pagaralam Peroleh Bansos APBN

    1.116 Warga Kota Pagaralam Peroleh Bansos APBN

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.589
    • 0Komentar

    1.116 warga Kota Pagaralam peroleh bantuan langsung tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bantuan ini sebesar Rp600 ribu, bakal dicairkan secara bertahap selama 3 bulan. Keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di lima kecamatan ini diantaranya sebanyak 480 KPM di Kecamatan Pagaralam Utara, di Kecamatan Pagaralam Selatan sebanyak 248 KPM, kemudian […]

  • Tinjau Jembatan Musi II & Jalan Tegal Binangun Gubernur Pastikan Tuntas Awal April

    Tinjau Jembatan Musi II & Jalan Tegal Binangun Gubernur Pastikan Tuntas Awal April

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 945
    • 0Komentar

    KERUSAKAN Jembatan Musi II Palembang akibat termakan usia menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Jembatan yang dibangun pada 1990  lalu dengan sistem rangka tersebut ditargetkan perbaikannya tuntas pada awal April ini. “Jembatan ini sangat vital untuk masyarakat Palembang, harus tuntas perbaikannya April mendatang. Saya ingin memastikan langsung kebenaran target penyelesaiannya. Karena saat hari […]

expand_less
WordPress Archive Virtus – Modern Blog & Magazine WordPress Theme Virtuware – Saas & Digital Company Elementor Kit VisaPlan – Immigration & Visa Consulting Elementor Template Kit. Visard – Immigration Visa Center & Travel Agency WordPress Theme Visibility Logic for Elementor Pro Vision – Interactive Image Map Builder for WordPress Visography - Photography & Portfolio Elementor Template Kit Vissio – Business Elementor Template Kit Visual Admin Menu Visual Composer – Background Liquid Effects