Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » “Ngopi Sambil Nyiram Hutan, Cerita Jambore Anti-Kabut Asap di Kaltim!”

“Ngopi Sambil Nyiram Hutan, Cerita Jambore Anti-Kabut Asap di Kaltim!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
  • visibility 725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI SUATU pagi yang agak-agak panas tapi masih bisa ditahan, ribuan pasang kaki berderap masuk ke hutan. Bukan buat camping ceria atau cari sinyal buat unggah konten, tapi buat satu misi mulia ngusir si api dari hutan Kalimantan Timur. Yup, tanggal 6 sampai 8 Agustus 2025, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang kalau disingkat mirip nama boyband Korea mendadak ramai sama manusia-manusia berkepala tegak yang ikut Apel Siaga dan Jambore Pengendalian Karhutla.

Bukan jambore biasa. Ini jambore serius tapi santai. Tempatnya di Diklathut Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, tapi suasananya kayak gabungan antara latihan militer, festival lingkungan, dan reuni anak pecinta alam.

Kenapa rame? Karena Kalimantan Timur ini lagi-lagi masuk daftar rawan kebakaran, kayak hati mantan yang belum move on. Sejak Januari sampai 5 Agustus aja udah 66 titik panas nongol. Kayak kompor yang lupa dimatiin, hutan bisa kebakar kalau nggak dijagain. Dan ingat, katanya Wamen Kehutanan Pak Sulaiman Umar “Mencegah itu lebih murah ketimbang padamkan.” Betul, Pak. Sama kayak cinta lebih baik menjaga hubungan daripada ribet minta balikan.

Menurut BMKG, tahun ini musim kemaraunya kategori kemarau basah. Kayak mie instan kebanyakan air tetap panas, tapi masih bisa diminum. Tapi suhu tetap naik loh, antara 0,3 sampai 0,6 derajat Celcius. Jadi jangan salah, meski agak-agak lembab, si api tetap bisa ngendap di balik semak-semak.

Nah, makanya digelarlah apel dan jambore. Isinya bukan cuma hormat-hormat dan pidato, tapi ada juga simulasi pemadaman, pelatihan teknis, penanaman pohon, dan deklarasi Relawan Muda Siaga Karhutla. Pokoknya dari yang muda sampai yang ubanan, semua digeret buat ikut sadar bahwa hutan bukan warisan nenek moyang yang bisa dibakar sesuka hati.

Wamen Sulaiman juga bilang, teknologi harus dimaksimalkan. Drone, satelit, bahkan kamera CCTV kalau perlu dipasang juga di semak. Jangan sampai kita kalah sama teknologi para peternak konten. Di sisi lain, masyarakat adat, tokoh agama, dan emak-emak arisan juga kudu diajak. Karena kadang, nasihat Bu RT lebih didengar daripada suara alarm kebakaran.

Dan tentu saja, generasi muda jangan cuma sibuk nyanyi “api-api-api… makin panas makin asik.” Kalo bisa jadi relawan jaga hutan, kenapa harus jadi netizen yang cuma bisa komen “OMG sad banget” waktu hutan kebakar?

Presiden Prabowo sendiri udah wanti-wanti lewat rapat kabinet waspada karhutla, jangan sampai kita kejar-kejaran sama api tiap tahun kayak sinetron yang nggak tamat-tamat.

Mencegah api itu kayak menyiram tanaman kelihatan sepele, tapi efeknya luar biasa. Hutan itu tumbuh puluhan tahun, terbakar satu hari. Menjaga hutan itu bukan tugas dinas kehutanan semata, tapi tanggung jawab semua, termasuk kamu yang baca sambil ngopi ini.

Pepatah baru hari ini “Lebih baik peluh di pelatihan, daripada air mata saat pemadaman.”

Jadi sobat rindang dan pejuang anti-asap, kalau ada kegiatan seperti jambore karhutla ini, jangan ditanggapi dengan malas dan ngantuk. Karena kalau hutan habis, mau napas pakai apa? Pakai filter IG?

Yuk, jaga hutan mulai dari sekarang. Jangan sampai cucumu nanti kenalnya bukan hutan tropis, tapi hutan kenangan. Salam lestari, salam anti-asap, dan salam ngopi sambil nyiram!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Tapir Terekam Tengah Malam di Mesuji, Kemunculannya Ungkap Kondisi Hutan Register 45

    Dua Tapir Terekam Tengah Malam di Mesuji, Kemunculannya Ungkap Kondisi Hutan Register 45

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Dua tapir muncul bersamaan di depan kamera jebak pada tengah malam di kawasan hutan Register 45 Sungai Buaya, Mesuji, Lampung. Rekaman ini menjadi petunjuk bahwa kawasan konservasi di areal PT Silva Inhutani Lampung masih digunakan tapir untuk beraktivitas. Rekaman kamera jebak SIL2 pada 5 Agustus 2026 pukul 00.00.48 WIB, bukan satu ekor saja malah kamera […]

  • 3 Bayi Kembar Lahir di Muba, Dinsos : Alhamdullilah, Pasutri Itu Rutin Peroleh PKH

    3 Bayi Kembar Lahir di Muba, Dinsos : Alhamdullilah, Pasutri Itu Rutin Peroleh PKH

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 766
    • 0Komentar

    RASA syukur dan bahagia pasangan suami istri (pasutri) Edi Yanto dan Reni Marlina warga Desa Toman Dusun 1 RT 8 Kecamatan Babat Toman Musi Banyuasin tidak hanya sebatas sudah sejak lama rutin tercover bantuan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Rasa bahagia keduanya juga bertambah ketika pada Minggu 10 Mei lalu juga pasutri ini diberkahi 3 anak […]

  • Puskesmas Tanjung Lubuk Diresmikan, Layanan Mirip Rumah Sakit Tipe D

    Puskesmas Tanjung Lubuk Diresmikan, Layanan Mirip Rumah Sakit Tipe D

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 686
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati OKI, H. M. Dja’far Shodiq meresmikan pusat layanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tanjung Lubuk Kabupaten OKI  pada Rabu, (25/5). Puskesmas yang berdiri megah di pusat ibu kota kecamatan  ini miliki fasilitas lengkap setara Rumah Sakit (RS) tipe D. “Komitmen Pak Bupati (H. Iskandar, SE) di dukung Pak Gubernur (Herman Deru) untuk memberikan layanan kesehatan […]

  • Seragam Biru & Semangat Baru, Muba Sambut Praja IPDN

    Seragam Biru & Semangat Baru, Muba Sambut Praja IPDN

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada yang beda di Ruang Rapat Serasan Sekate, Rabu (9/4/2025) kemarin. Bukan karena pendingin ruangan mendadak disetel ke suhu kutub, tapi karena Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kedatangan tamu-tamu muda berseragam gagah para Praja dari IPDN. Iya, mereka bukan sekadar datang buat numpang foto dan say hi ke Pak Camat, tapi datang buat magang […]

  • Agar Ekonomi Syariah Sumsel berkembang, perlu libatkan UMKM & Ponpes

    Agar Ekonomi Syariah Sumsel berkembang, perlu libatkan UMKM & Ponpes

    • calendar_month Sabtu, 30 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.453
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ekonomi syariah di Sumsel perlu dikembangkan dengan melibatkan para pelaku Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM) dan Pondok Pesantren. Hal ini diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan berbasis syariah dalam mendukung terwujudnya ekosistem halal value chain yang berdaya saing tinggi. Selain itu perlu juga  mendukung terwujudnya ekosistem halal yang berdaya saing tinggi […]

  • Ajang tingkatkan kualitas kerja, Muba sambut Tim Penilai Penilai Kelompok Dasawisma tingkat Provinsi Sumsel

    Ajang tingkatkan kualitas kerja, Muba sambut Tim Penilai Penilai Kelompok Dasawisma tingkat Provinsi Sumsel

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Desa Sidorejo Kecamatan Keluang wakili Kabupaten Musi Banyuasin dalam Lomba Kelompok Dasawisma tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024. Hal ini diketahui saat Pj Ketua TP PKK Muba Hj Triana Sandi Fahlepi diwakili Anies Endang selaku Staff Ahli PKK Muba menyambut kunjungan Tim Penilai Penilai Kelompok Dasawisma tingkat Provinsi Sumsel yang dipimpin oleh Ir […]

expand_less
WordPress Archive Revaldak – Printing Services WordPress Theme Reveal – Directory & Listing WordPress Theme Revelance – Multi/One-Page Business Parallax Theme Reveri – Education & Online Courses Elementor Template Kit Reviewer – Reviews Slider for Elementor Reviewer – WP Theme for Entertainment Reviews Revija – Blog/Magazine WordPress Theme Revirta – Virtual Assistant Business Template Kit Revista – Flat Magazine WordPress Theme Revive – Medical Elementor Template Kit