Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aliansi Suara Orang Muda gunakan momentum Hari Bumi tekan kebijakan pemerintah

KOTA Palembang menghadapi peningkatan kejadian banjir dalam beberapa bulan terakhir di berbagai titik kota, genangan tidak hanya muncul di kawasan pinggiran, tetapi juga di ruas-ruas utama yang menjadi pusat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Di balik situasi tersebut, sejumlah kelompok masyarakat sipil menyoroti perubahan besar pada sistem lingkungan kota.

Data dari WALHI Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan  ratusan sungai di Palembang tidak lagi berfungsi sebagaimana sebelumnya.

Dari jaringan aliran air yang pernah membentuk struktur kota, saat ini hanya sekitar 114 sungai yang masih tercatat berfungsi, sementara sisanya mengalami penyempitan, alih fungsi, atau hilang.

Selain itu, kawasan rawa yang berperan sebagai daerah resapan air juga mengalami penurunan luas. WALHI Sumsel mencatat penyusutan sekitar 30 persen, dengan sisa area sekitar 691 hektare. Perubahan ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan kota dalam mengelola limpasan air hujan.

Dalam periode Januari hingga April 2026, WALHI mencatat sedikitnya 17 kejadian banjir di berbagai wilayah Palembang. Titik-titik banjir tersebut tersebar di kawasan strategis seperti Jalan Basuki Rahmat, Demang Lebar Daun, R. Soekamto, R.A. Rozak, hingga Kolonel H. Burlian.

Fenomena ini menunjukkan persoalan banjir tidak lagi bersifat insidental. Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari perubahan sistemik dalam tata kelola lingkungan perkotaan, terutama terkait berkurangnya fungsi alami sistem air.

Dalam konteks hidrologi perkotaan, sungai dan rawa memiliki peran sebagai penyangga utama dalam mengalirkan serta menyerap air. Ketika fungsi ini berkurang, kapasitas kota dalam menahan limpasan air menjadi terbatas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Situasi ini menjadi latar belakang aksi digelar  Aliansi Suara Orang Muda “Melawan Krisis Iklim -Dari Sumsel untuk Bumi,” Kamis (23/4/2026)

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum Hari Bumi dan diikuti  ratusan peserta dari berbagai komunitas.

Koordinator aksi, Galang Suganda, menjelaskan kondisi banjir yang terjadi berulang tidak dapat dilepaskan dari pendekatan pembangunan yang berlangsung selama ini.

Tekanan terhadap sistem ekologis kota, jelas dia, menunjukkan adanya persoalan yang lebih luas dari sekadar faktor cuaca.

“Intensitas dan sebaran banjir menunjukkan bahwa ini bukan kejadian insidental, tetapi krisis ekologis yang bersifat sistemik,” ujarnya.

Peserta aksi menilai pembangunan kota belum sepenuhnya mempertimbangkan daya dukung lingkungan sehingga ekspansi kawasan terbangun, alih fungsi lahan, serta penyempitan ruang air disebut sebagai faktor yang memperbesar kerentanan terhadap banjir.

Selain aspek lingkungan, aksi tersebut juga menyoroti implementasi kebijakan. Massa merujuk pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG yang sebelumnya mengabulkan sebagian gugatan terkait penanganan banjir.

Namun, menurut mereka, pelaksanaan putusan tersebut belum berjalan secara optimal di lapangan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara keputusan hukum dan realitas pengelolaan kota.

Putusan pengadilan

Dalam aksi itu, Aliansi Suara Orang Muda menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya adalah pelaksanaan penuh putusan pengadilan, penyediaan ruang terbuka hijau minimal 30 persen, serta pemulihan fungsi rawa sebagai daerah resapan air.

Mereka juga meminta perbaikan sistem drainase secara menyeluruh, pembangunan kolam retensi, serta penguatan sistem kesiapsiagaan bencana, termasuk peringatan dini dan posko darurat.

Selain itu, massa aksi mendesak evaluasi terhadap izin pembangunan di kawasan yang dinilai berfungsi sebagai daerah resapan air.

Menurut mereka, pembangunan di wilayah tersebut berpotensi memperburuk risiko banjir dalam jangka panjang.

Isu tata ruang menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini. Penataan ruang yang tidak berbasis pada prinsip keberlanjutan dinilai dapat mempercepat degradasi fungsi ekologis kota.

Berbagai masalah, tekanan pembangunan dan kebutuhan ruang urban sering kali menggeser fungsi alami lingkungan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan yang dampaknya baru terlihat setelah beberapa waktu, salah satunya dalam bentuk banjir berulang.

Situasi yang terjadi di Palembang mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak kota berkembang, dimana pertumbuhan ekonomi tidak selalu diiringi dengan penguatan sistem lingkungan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana, jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan dan konservasi.

Aksi yang dilakukan Aliansi Suara Orang Muda menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.

Momen Hari Bumi dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyuarakan tekanan terhadap kebijakan yang dianggap belum cukup responsif terhadap krisis ekologis.

Ke depan, arah kebijakan dan implementasi di tingkat daerah akan menjadi faktor penentu dalam mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi.

Tanpa langkah korektif yang konsisten, tekanan terhadap sistem ekologis kota diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri  BUMN Resmi Tunjuk Direksi Baru Pelindo II

    Menteri BUMN Resmi Tunjuk Direksi Baru Pelindo II

    • calendar_month Selasa, 9 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara [BUMN] hari ini, Senin (8/4/2019), resmi menunjuk dua nama direksi baru di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC. Penunjukan dua Direksi IPC tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri BUMN selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pelabuhan Indonesia II dengan Nomor SK-80/MBU/04/2019 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-anggota […]

  • Atlet Banyuasin Diminta Setia, Bupati Pesan 4 Hal Ini

    Atlet Banyuasin Diminta Setia, Bupati Pesan 4 Hal Ini

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.720
    • 0Komentar

      MUSYAWARAH Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuasin Resmi dibuka langsung Bupati Banyuasin H. Askolani SH,. MH, Sabtu (3/4/2021). Hadir Dalam Musorkab ini Wakil Bupati Banyuasin H Slamet Soemosentono, Ketua TP PKK Banyuasin dr. Sri Fitriyanti Askolani, kepala OPD, hingga kepengurusan KONI Sumsel. Dalam sambutannya Bupati Banyuasin meminta kesetiaan atlet Banyuasin untuk tetap memperkuat Bumi […]

  • 5 Cara Kuatkan Daya Tahan Mental Agar Tubuh Lebih Sehat

    5 Cara Kuatkan Daya Tahan Mental Agar Tubuh Lebih Sehat

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.249
    • 0Komentar

    Di masa pandemi, tidak hanya kesehatan tubuh jasmaniah yang penting, namun juga kesehatan mental kita. Untuk menguatkan daya tahan mental agar tubuh juga jadi lebih sehat, coba lakukan hal-hal seperti mencoba berpikir positif, menjaga silaturahmi dengan orang terdekat dan lingkungan sekitar, atau rajin beribadah dan tidak panik. Bisa juga dengan bijak memilah informasi serta menghindari […]

  • Stok Darah Ditengah COVID-19 Kekurangan, Ketua PMI Ajak Masyarakat Galang Donor

    Stok Darah Ditengah COVID-19 Kekurangan, Ketua PMI Ajak Masyarakat Galang Donor

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    PALANG Merah Indonesia [PMI] Kota Palembang  meminta masyarakat menggalang donor darah sebab stok darah ditengah COVID-19 kekurangan. Ketua PMI Palembang yang juga Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengajak masyarakat kota Palembang membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang. “Efek penyebaran COVID-19, stok darah PMI mengalami penurunan dampak dari imbauan distancing social diberlakukan, sehingga membuat masyarkat […]

  • Bisnis Kuliner di Sumsel Makin Bersinar

    Bisnis Kuliner di Sumsel Makin Bersinar

    • calendar_month Kamis, 27 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.355
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan Herman Deru mengapresiasi mitra Gojek yang telah ikut serta mendongkrak usaha kuliner dan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sumatera Selatan. “Berkat adanya layanan aplikasi go food ini turut mendongkrak usaha kuliner di Sumsel. Membangkitkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Masyarakat kini memiliki banyak pilihan untuk menikmati kuliner khas Palembang,” katanya […]

  • Cara Kominfo OKI – BSB Sosialisasikan 6 M di Masa Pandemi Kepada Kaum Milenial

    Cara Kominfo OKI – BSB Sosialisasikan 6 M di Masa Pandemi Kepada Kaum Milenial

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 954
    • 0Komentar

    PARA pengguna media sosial khususnya dikalangan milenial ramai menyemarakan lomba foto prokes 6 M yang diinisiasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI bersama Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung. Sejak dibuka kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta dan mengundang atensi para peminat fotograpi dan penggiat media sosial di Kabupaten OKI. Protokol kesehatan 6M menjadi pilihan terbaik […]

expand_less
WordPress Archive Istiqbal – Islamic Center & Mosque WordPress Theme IT Solutions & Technology Multi-Purpose Elementor WordPress Theme – Agiletech iTalk – Event & Conference Elementor Template Kit Itechie – IT Solutions and Services WordPress Theme IThemes BackupBuddy WordPress Plugin iThemes Content Upgrades iThemes Sales Accelerator Inventory iThemes Sales Accelerator MultiChannel iThemes Sales Accelerator Reporting Pro iThemes Security Pro