Kamis, 3 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aliansi Suara Orang Muda gunakan momentum Hari Bumi tekan kebijakan pemerintah

KOTA Palembang menghadapi peningkatan kejadian banjir dalam beberapa bulan terakhir di berbagai titik kota, genangan tidak hanya muncul di kawasan pinggiran, tetapi juga di ruas-ruas utama yang menjadi pusat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Di balik situasi tersebut, sejumlah kelompok masyarakat sipil menyoroti perubahan besar pada sistem lingkungan kota.

Data dari WALHI Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan  ratusan sungai di Palembang tidak lagi berfungsi sebagaimana sebelumnya.

Dari jaringan aliran air yang pernah membentuk struktur kota, saat ini hanya sekitar 114 sungai yang masih tercatat berfungsi, sementara sisanya mengalami penyempitan, alih fungsi, atau hilang.

Selain itu, kawasan rawa yang berperan sebagai daerah resapan air juga mengalami penurunan luas. WALHI Sumsel mencatat penyusutan sekitar 30 persen, dengan sisa area sekitar 691 hektare. Perubahan ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan kota dalam mengelola limpasan air hujan.

Dalam periode Januari hingga April 2026, WALHI mencatat sedikitnya 17 kejadian banjir di berbagai wilayah Palembang. Titik-titik banjir tersebut tersebar di kawasan strategis seperti Jalan Basuki Rahmat, Demang Lebar Daun, R. Soekamto, R.A. Rozak, hingga Kolonel H. Burlian.

Fenomena ini menunjukkan persoalan banjir tidak lagi bersifat insidental. Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari perubahan sistemik dalam tata kelola lingkungan perkotaan, terutama terkait berkurangnya fungsi alami sistem air.

Dalam konteks hidrologi perkotaan, sungai dan rawa memiliki peran sebagai penyangga utama dalam mengalirkan serta menyerap air. Ketika fungsi ini berkurang, kapasitas kota dalam menahan limpasan air menjadi terbatas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Situasi ini menjadi latar belakang aksi digelar  Aliansi Suara Orang Muda “Melawan Krisis Iklim -Dari Sumsel untuk Bumi,” Kamis (23/4/2026)

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum Hari Bumi dan diikuti  ratusan peserta dari berbagai komunitas.

Koordinator aksi, Galang Suganda, menjelaskan kondisi banjir yang terjadi berulang tidak dapat dilepaskan dari pendekatan pembangunan yang berlangsung selama ini.

Tekanan terhadap sistem ekologis kota, jelas dia, menunjukkan adanya persoalan yang lebih luas dari sekadar faktor cuaca.

“Intensitas dan sebaran banjir menunjukkan bahwa ini bukan kejadian insidental, tetapi krisis ekologis yang bersifat sistemik,” ujarnya.

Peserta aksi menilai pembangunan kota belum sepenuhnya mempertimbangkan daya dukung lingkungan sehingga ekspansi kawasan terbangun, alih fungsi lahan, serta penyempitan ruang air disebut sebagai faktor yang memperbesar kerentanan terhadap banjir.

Selain aspek lingkungan, aksi tersebut juga menyoroti implementasi kebijakan. Massa merujuk pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG yang sebelumnya mengabulkan sebagian gugatan terkait penanganan banjir.

Namun, menurut mereka, pelaksanaan putusan tersebut belum berjalan secara optimal di lapangan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara keputusan hukum dan realitas pengelolaan kota.

Putusan pengadilan

Dalam aksi itu, Aliansi Suara Orang Muda menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya adalah pelaksanaan penuh putusan pengadilan, penyediaan ruang terbuka hijau minimal 30 persen, serta pemulihan fungsi rawa sebagai daerah resapan air.

Mereka juga meminta perbaikan sistem drainase secara menyeluruh, pembangunan kolam retensi, serta penguatan sistem kesiapsiagaan bencana, termasuk peringatan dini dan posko darurat.

Selain itu, massa aksi mendesak evaluasi terhadap izin pembangunan di kawasan yang dinilai berfungsi sebagai daerah resapan air.

Menurut mereka, pembangunan di wilayah tersebut berpotensi memperburuk risiko banjir dalam jangka panjang.

Isu tata ruang menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini. Penataan ruang yang tidak berbasis pada prinsip keberlanjutan dinilai dapat mempercepat degradasi fungsi ekologis kota.

Berbagai masalah, tekanan pembangunan dan kebutuhan ruang urban sering kali menggeser fungsi alami lingkungan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan yang dampaknya baru terlihat setelah beberapa waktu, salah satunya dalam bentuk banjir berulang.

Situasi yang terjadi di Palembang mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak kota berkembang, dimana pertumbuhan ekonomi tidak selalu diiringi dengan penguatan sistem lingkungan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana, jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan dan konservasi.

Aksi yang dilakukan Aliansi Suara Orang Muda menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.

Momen Hari Bumi dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyuarakan tekanan terhadap kebijakan yang dianggap belum cukup responsif terhadap krisis ekologis.

Ke depan, arah kebijakan dan implementasi di tingkat daerah akan menjadi faktor penentu dalam mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi.

Tanpa langkah korektif yang konsisten, tekanan terhadap sistem ekologis kota diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setiap RS Harus Miliki Pelayanan Unggulan

    Setiap RS Harus Miliki Pelayanan Unggulan

    • calendar_month Rabu, 5 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 663
    • 0Komentar

    MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur H. Herman Deru meresmikan Gedung Pelayanan A RSUP Dr. Rivai Abdullah dan Peresmian Unit Pelaksanaan Fungsional Pengamanan Fasilitas Kesehatan (UPF PFK) di Mariana, Banyuasin. Peresmian Gedung dan Pelayanan UPF PFK ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Menkes RI bertempat di RSUP Dr. Rivai Abdullah yang dulu merupakan […]

  • “Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

    “Ngarsipin Racun, Ketika BPOM Bikin Museum Demi Jaga Perut Bangsa”

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.540
    • 0Komentar

    KALAU kamu pikir museum itu, cuma tempat lihat dinosaurus, lukisan Mona Lisa KW, atau patung pahlawan yang mukanya mirip dosen sejarah, pasti itu  salah besar, pasalnya saat ini, BPOM juga punya diorama alias museum mini yang isinya bukan koleksi fosil, tapi perjalanan lembaga yang tiap hari kerjaannya nyelamatin perut rakyat dari racun. Yup, Diorama BPOM […]

  • Asisten Administrasi Umum Pimpin Rapat Finalisasi Pameran Apkasi Otonomi Expo 

    Asisten Administrasi Umum Pimpin Rapat Finalisasi Pameran Apkasi Otonomi Expo 

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.038
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kabupaten Musi Banyuasin dibawah komando Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi menyatakan siap berpartisipasi dalam acara pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo dan APKASI Procurement Network tahun 2024 di Hall A dan Hall B Jakarta Convention Center Senayan pada tanggal 10- 12 Juli 2024 mendatang. Hal ini dinyatakan Asisten Administrasi Umum […]

  • Jelang Malam ke -17, dari Brunei Darussalam 2 Hafidz RI Raih Juara

    Jelang Malam ke -17, dari Brunei Darussalam 2 Hafidz RI Raih Juara

    • calendar_month Sabtu, 8 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 609
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Menjelang malam ke -17 Puasa Ramadhan, dari Brunei Darussalam, Dua hafidz (penghafal Al-Qur’an) asal Indonesia berhasil meraih juara dalam ajang Musabaqah Menghafaz Al-Qur’an dan Pemahamannya (MHQ) di Brunei Darussalam. Pertama, Muhammad Bagus Ma’shum yang berhasil meraih juara pertama pada cabang hafalan 30 juz putra. Kedua, Rahmiyatul Khairat yang berhasil meraih juara ketiga pada […]

  • Jangan Lengah, Agar Tidak Masuk Zona Merah!

    Jangan Lengah, Agar Tidak Masuk Zona Merah!

    • calendar_month Minggu, 27 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.150
    • 0Komentar

    DATA zona risiko daerah per 22 Desember 2020 menunjukan hanya ada 12 Kabupaten/Kota yang tidak terdampak ataupun memiliki kasus baru. Sedangkan ada 378 Kabupaten/Kota yang berada di Zona Oranye atau berisiko sedang, dan 60 Kabupaten/Kota di Zona Merah. Waspada, jangan lengah! Jangan sampai akhir tahun menjadi ajang lemburnya virus penyebab COVID-19. Mari songsong 2021 dengan […]

  • Pedas, Gurih, Harum! Pepes Ikan Patin Tempoyak Bikin Perut Bunyi Krukkk, Begini Resepnya

    Pedas, Gurih, Harum! Pepes Ikan Patin Tempoyak Bikin Perut Bunyi Krukkk, Begini Resepnya

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau punya ikan patin di rumah dan kebetulan ada tempoyak, jangan cuma dimasak jadi pindang, coba sekali-sekali dibuat pepes ikan patin tempoyak, wah.. rasanya pedas, gurih, dengan asam khas tempoyak yang bikin bumbu terasa lebih segar. Ikan patin yang dagingnya lembut juga cocok sekali dimasak dengan bumbu seperti ini. Cara membuatnya pun tidak […]

expand_less
WordPress Archive Istiqbal – Islamic Center & Mosque WordPress Theme IT Solutions & Technology Multi-Purpose Elementor WordPress Theme – Agiletech iTalk – Event & Conference Elementor Template Kit Itechie – IT Solutions and Services WordPress Theme IThemes BackupBuddy WordPress Plugin iThemes Content Upgrades iThemes Sales Accelerator Inventory iThemes Sales Accelerator MultiChannel iThemes Sales Accelerator Reporting Pro iThemes Security Pro