Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

Sungai Hilang, Banjir Berulang di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 107
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aliansi Suara Orang Muda gunakan momentum Hari Bumi tekan kebijakan pemerintah

KOTA Palembang menghadapi peningkatan kejadian banjir dalam beberapa bulan terakhir di berbagai titik kota, genangan tidak hanya muncul di kawasan pinggiran, tetapi juga di ruas-ruas utama yang menjadi pusat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Di balik situasi tersebut, sejumlah kelompok masyarakat sipil menyoroti perubahan besar pada sistem lingkungan kota.

Data dari WALHI Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan  ratusan sungai di Palembang tidak lagi berfungsi sebagaimana sebelumnya.

Dari jaringan aliran air yang pernah membentuk struktur kota, saat ini hanya sekitar 114 sungai yang masih tercatat berfungsi, sementara sisanya mengalami penyempitan, alih fungsi, atau hilang.

Selain itu, kawasan rawa yang berperan sebagai daerah resapan air juga mengalami penurunan luas. WALHI Sumsel mencatat penyusutan sekitar 30 persen, dengan sisa area sekitar 691 hektare. Perubahan ini dinilai berdampak langsung pada kemampuan kota dalam mengelola limpasan air hujan.

Dalam periode Januari hingga April 2026, WALHI mencatat sedikitnya 17 kejadian banjir di berbagai wilayah Palembang. Titik-titik banjir tersebut tersebar di kawasan strategis seperti Jalan Basuki Rahmat, Demang Lebar Daun, R. Soekamto, R.A. Rozak, hingga Kolonel H. Burlian.

Fenomena ini menunjukkan persoalan banjir tidak lagi bersifat insidental. Sejumlah pihak menilai kondisi tersebut merupakan bagian dari perubahan sistemik dalam tata kelola lingkungan perkotaan, terutama terkait berkurangnya fungsi alami sistem air.

Dalam konteks hidrologi perkotaan, sungai dan rawa memiliki peran sebagai penyangga utama dalam mengalirkan serta menyerap air. Ketika fungsi ini berkurang, kapasitas kota dalam menahan limpasan air menjadi terbatas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

Situasi ini menjadi latar belakang aksi digelar  Aliansi Suara Orang Muda “Melawan Krisis Iklim -Dari Sumsel untuk Bumi,” Kamis (23/4/2026)

Aksi tersebut bertepatan dengan momentum Hari Bumi dan diikuti  ratusan peserta dari berbagai komunitas.

Koordinator aksi, Galang Suganda, menjelaskan kondisi banjir yang terjadi berulang tidak dapat dilepaskan dari pendekatan pembangunan yang berlangsung selama ini.

Tekanan terhadap sistem ekologis kota, jelas dia, menunjukkan adanya persoalan yang lebih luas dari sekadar faktor cuaca.

“Intensitas dan sebaran banjir menunjukkan bahwa ini bukan kejadian insidental, tetapi krisis ekologis yang bersifat sistemik,” ujarnya.

Peserta aksi menilai pembangunan kota belum sepenuhnya mempertimbangkan daya dukung lingkungan sehingga ekspansi kawasan terbangun, alih fungsi lahan, serta penyempitan ruang air disebut sebagai faktor yang memperbesar kerentanan terhadap banjir.

Selain aspek lingkungan, aksi tersebut juga menyoroti implementasi kebijakan. Massa merujuk pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palembang Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG yang sebelumnya mengabulkan sebagian gugatan terkait penanganan banjir.

Namun, menurut mereka, pelaksanaan putusan tersebut belum berjalan secara optimal di lapangan. Kondisi ini menciptakan kesenjangan antara keputusan hukum dan realitas pengelolaan kota.

Putusan pengadilan

Dalam aksi itu, Aliansi Suara Orang Muda menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya adalah pelaksanaan penuh putusan pengadilan, penyediaan ruang terbuka hijau minimal 30 persen, serta pemulihan fungsi rawa sebagai daerah resapan air.

Mereka juga meminta perbaikan sistem drainase secara menyeluruh, pembangunan kolam retensi, serta penguatan sistem kesiapsiagaan bencana, termasuk peringatan dini dan posko darurat.

Selain itu, massa aksi mendesak evaluasi terhadap izin pembangunan di kawasan yang dinilai berfungsi sebagai daerah resapan air.

Menurut mereka, pembangunan di wilayah tersebut berpotensi memperburuk risiko banjir dalam jangka panjang.

Isu tata ruang menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi ini. Penataan ruang yang tidak berbasis pada prinsip keberlanjutan dinilai dapat mempercepat degradasi fungsi ekologis kota.

Berbagai masalah, tekanan pembangunan dan kebutuhan ruang urban sering kali menggeser fungsi alami lingkungan. Hal ini menciptakan ketidakseimbangan yang dampaknya baru terlihat setelah beberapa waktu, salah satunya dalam bentuk banjir berulang.

Situasi yang terjadi di Palembang mencerminkan tantangan yang dihadapi banyak kota berkembang, dimana pertumbuhan ekonomi tidak selalu diiringi dengan penguatan sistem lingkungan.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko bencana, jika tidak diimbangi dengan perencanaan yang terintegrasi antara pembangunan dan konservasi.

Aksi yang dilakukan Aliansi Suara Orang Muda menunjukkan meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.

Momen Hari Bumi dimanfaatkan sebagai ruang untuk menyuarakan tekanan terhadap kebijakan yang dianggap belum cukup responsif terhadap krisis ekologis.

Ke depan, arah kebijakan dan implementasi di tingkat daerah akan menjadi faktor penentu dalam mengurangi risiko banjir yang semakin sering terjadi.

Tanpa langkah korektif yang konsisten, tekanan terhadap sistem ekologis kota diperkirakan akan terus meningkat seiring waktu. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Kedaulatan Negara, Pemerintah Bangun BTS Wilayah Terluar

    Jaga Kedaulatan Negara, Pemerintah Bangun BTS Wilayah Terluar

    • calendar_month Jumat, 23 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.421
    • 0Komentar

    MENJAGA kedaulatan negara pada wilayah terluar NKRI, menjadi perhatian tinggi dalam setiap aspek pembangunan nasional Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan hal itu yang melandasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan informasi di Indonesia. “Infrastruktur digital adalah pokok dan penting dalam menjaga kedaulatan negara, semisal melalui telekomunikasi dan informasi terkait keamanan perairan laut,” ujarnya […]

  • Finda Datang, Sampah Bersih, ‘Pendek Bacoannyo’

    Finda Datang, Sampah Bersih, ‘Pendek Bacoannyo’

    • calendar_month Rabu, 7 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.422
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – ‘Pendek Bacoan-nyo, Mak Kato Wong Palembang tu bekelakar,’ pasalnya ketika Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda [Finda] mengunjung warganya di Kelurahan 24 Ilir, Orang Nomor 2 itu langsung mendengarkan keluhan dan aspirasi warga setempat. Begini ceritanya, salah satu keluhan tersebut dari Guntur, Warga,  Kelurahan 24 Ilir, yang kebutulan menjabat sebagai Ketua Forum RT/RW […]

  • Samsung Electronics Memperkenalkan ISOCELL Zoom Anyplace & E2E AI Remosaic untuk Sensor Gambar 200 MP

    Samsung Electronics Memperkenalkan ISOCELL Zoom Anyplace & E2E AI Remosaic untuk Sensor Gambar 200 MP

    • calendar_month Rabu, 27 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.235
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Samsung Electronics pertama kali meluncurkan Sensor Gambar 200 Megapiksel (MP) pada tahun 2021. Sejak saat itu, perusahaan ini telah memimpin industri megapiksel ultra-tinggi dengan terus meluncurkan produk baru dan giat mendorong inovasi lebih lanjut. Perkembangan tersebut termasuk penerapan Dual-VTG dan Tetra2pixel, yang telah meningkatkan teknologi piksel secara pesat. Seiring dengan kelanjutan upaya ini, […]

  • Berjuang Tetap di Jalur  Zero Suspect Covid-19, Muba Lakukan Ini

    Berjuang Tetap di Jalur Zero Suspect Covid-19, Muba Lakukan Ini

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    UPAYA antisipasi dan pencehagan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk pencegahan penyebaran wabah Virus Corona (COVID-19) di wilayah Kabupaten Muba. Tepat hari ini, Kamis (19/3/2020) Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris daerah Drs H Apriyadi MSi didampingi kepala Dinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS meninjau langsung sejumlah gedung yang menjadi pusat […]

  • Bupati-Walkot Ujung Tombak Pencegahan Covid-19

    Bupati-Walkot Ujung Tombak Pencegahan Covid-19

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    HAMPIR 3 bulan terakhir ini masyarakat Sumsel hidup di tengah pandemi Covid -19. Direncanakan sesuai kebijakan pemerintah pusat, masyarakat akan menjalani kehidupan normal secara bertahap yang akan dimulai pada Juni mendatang dengan protokol kesehatan dan aturan ketat. Menindaklanjuti arahan Presiden terkait perumusan protokol masyarakat produktif dan aman Covid-19, bertempat di Command Center provinsi Sumsel,  Kamis […]

  • Ini Kata Pemkab Muba Terkait Soal Pengentasan Kemiskinan Tahun 2024

    Ini Kata Pemkab Muba Terkait Soal Pengentasan Kemiskinan Tahun 2024

    • calendar_month Kamis, 4 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    MUBA –  Kemiskinan memang menjadi masalah klasik setiap daerah,  untuk mengatasi tak segampang membalikkan telapak tangan, oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Sosial Kabupaten Muba menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Program Bantuan Sosial untuk pengentasan Kemiskinan di Kabupaten Muba tahun 2024. Rapat berlangsung di Ruang Rapat Kantor Dinas Sosial Kabupaten Muba, Rabu […]

expand_less
WordPress Archive Istiqbal – Islamic Center & Mosque WordPress Theme IT Solutions & Technology Multi-Purpose Elementor WordPress Theme – Agiletech iTalk – Event & Conference Elementor Template Kit Itechie – IT Solutions and Services WordPress Theme IThemes BackupBuddy WordPress Plugin iThemes Content Upgrades iThemes Sales Accelerator Inventory iThemes Sales Accelerator MultiChannel iThemes Sales Accelerator Reporting Pro iThemes Security Pro