Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Beli Burung di Facebook? Cek 3 Hal Ini Sebelum Transaksi

Beli Burung di Facebook? Cek 3 Hal Ini Sebelum Transaksi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2026
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Mencari burung peliharaan sekarang tidak harus datang ke pasar atau bertanya dari satu kandang ke kandang lain. Media sosial, termasuk Facebook, membuat orang bisa menemukan berbagai jenis burung hanya lewat layar ponsel.

Namun, ada satu hal yang jangan sampai terlewat sebelum transaksi: pastikan burung yang hendak dibeli memang boleh diperdagangkan dan dimiliki.

Sebab, tidak semua satwa liar yang ditawarkan secara terbuka di media sosial otomatis bebas diperjualbelikan.

Hal itu terlihat dari pengungkapan perdagangan satwa liar di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Tim Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkumhut) Kementerian Kehutanan menemukan aktivitas jual-beli satwa melalui patroli siber di Facebook.

Jejak digital tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan operasi di dua lokasi di Jalan Sahabat, Kelurahan Pasar Sentral, Kecamatan Mimika Baru, pada 3 September 2026.

Dari lokasi pertama, petugas mengamankan tujuh ekor Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory). Sementara di lokasi kedua ditemukan tiga ekor burung paruh bengkok, yakni satu Kasturi Kepala Hitam, satu Nuri Kelam (Pseudeos fuscata), dan satu Nuri Aru (Chalcopsitta scintillata).

Total ada 10 ekor burung yang diamankan.

Pengusutan kasus tersebut kemudian berkembang. Penyidik menemukan adanya pihak lain yang diduga terlibat hingga akhirnya tiga orang berinisial VR (56), YN (50), dan RS (46) ditetapkan sebagai tersangka melalui gelar perkara pada 11 September 2026.

Sebelum Beli, Kenali Dulu Burungnya

Kasus tersebut memberikan pelajaran sederhana bagi masyarakat yang biasa mencari burung melalui internet.

Jangan hanya melihat foto, harga, dan kondisi burung.

Hal pertama yang perlu diketahui adalah jenis satwa yang ditawarkan.

Burung dengan nama lokal yang berbeda-beda bisa membuat pembeli kesulitan mengenali statusnya. Karena itu, calon pembeli sebaiknya mencari tahu nama jenisnya, termasuk nama ilmiahnya jika diperlukan, kemudian mengecek apakah satwa tersebut termasuk jenis yang dilindungi atau memiliki ketentuan khusus dalam perdagangan.

Jangan berasumsi bahwa burung yang banyak dijual berarti otomatis boleh diperjualbelikan.

Cek Asal-Usulnya

Hal kedua adalah asal-usul burung.

Calon pembeli perlu berhati-hati jika penjual tidak dapat menjelaskan dari mana satwa tersebut diperoleh. Apalagi jika jawabannya berubah-ubah atau penjual menghindari pertanyaan mengenai asal-usul dan dokumen pendukungnya.

Asal-usul penting karena status legal sebuah satwa tidak hanya ditentukan oleh apakah burung tersebut sedang berada di tangan seseorang.

Cara satwa diperoleh dan bagaimana satwa tersebut diperdagangkan juga perlu diperhatikan.

Jangan Abaikan Legalitas Transaksi

Hal ketiga adalah memastikan legalitasnya.

Jika satwa termasuk jenis yang memiliki perlindungan atau aturan khusus, jangan hanya mengandalkan pernyataan penjual seperti “aman”, “sudah lama dipelihara”, atau “banyak yang punya”.

Keterangan tersebut belum cukup untuk memastikan transaksi benar-benar diperbolehkan.

Pembeli sebaiknya meminta informasi dan dokumen yang relevan serta memastikan ketentuannya kepada pihak yang berwenang sebelum melakukan transaksi.

Dengan begitu, pembeli tidak hanya menghindari persoalan di kemudian hari, tetapi juga tidak ikut mendorong perdagangan satwa yang berpotensi merugikan populasi di alam.

Kenapa Perdagangan Online Perlu Diwaspadai?

Perdagangan satwa melalui media sosial memiliki pola yang relatif sederhana.

Penjual mengunggah foto, mencantumkan harga, lalu calon pembeli menghubungi melalui komentar atau pesan pribadi. Setelah terjadi kesepakatan, transaksi bisa dilanjutkan secara langsung maupun melalui pengiriman.

Karena tampilannya seperti jual-beli barang biasa, pembeli terkadang tidak menyadari bahwa objek yang diperjualbelikan merupakan satwa liar dengan aturan tertentu.

Padahal, ketika permintaan terhadap satwa liar terus meningkat, tekanan terhadap populasi di alam juga dapat ikut meningkat.

Satwa ditangkap, dipindahkan dari habitatnya, lalu masuk ke rantai perdagangan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi tersebut dapat mengancam keberadaan satwa di alam.

Terlebih Papua memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat besar, termasuk berbagai jenis burung endemik.

Facebook Bukan Masalahnya

Yang perlu dipahami, berjualan atau membeli burung melalui Facebook tidak otomatis berarti melanggar hukum.

Persoalannya terletak pada jenis satwa, status perlindungan, asal-usul, serta legalitas kepemilikan dan perdagangannya.

Karena itu, masyarakat tidak perlu langsung menganggap setiap unggahan jual-beli burung sebagai tindak pidana.

Namun, jika menemukan penawaran satwa yang diduga dilindungi atau transaksi yang mencurigakan, informasi tersebut dapat dilaporkan kepada aparat atau instansi terkait untuk diverifikasi.

Kasus di Mimika menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan satwa di media sosial juga dapat terpantau.

Patroli siber Gakkumhut menemukan jejak digital, kemudian informasi tersebut ditindaklanjuti hingga ke lapangan.

Pesannya sederhana: sebelum membeli burung di Facebook, jangan cuma bertanya berapa harganya.

Cari tahu dulu burung apa yang ditawarkan, dari mana asalnya, dan apakah transaksi tersebut memang diperbolehkan.

Sebab, satu keputusan pembelian tidak hanya menentukan apa yang masuk ke kandang di rumah, tetapi juga bisa ikut menentukan apakah perdagangan satwa liar terus memiliki pasar atau tidak. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Creative Marketing : Strategi  Bisnis Anak Zaman Now

    Creative Marketing : Strategi  Bisnis Anak Zaman Now

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.316
    • 0Komentar

    By : Hapzon Effendi* PEMASARAN (marketing) dalam dunia bisnis pada dasarnya adalah suatu seni yang memerlukan  kreatifivas ataupun  inovasi dari waktu ke waktu, sehingga pemasaran bukan menjadi suatu hal yang menjenuhkan atau sebagai robot yang tak benyawa. Dengan kreativitas seni yang tinggi lalu padukan dengan ilmu dan teknologi yang canggih, maka jadilah aktifitas pemasaran itu […]

  • Alex Noerdin Ajak PKK Sumsel Sukseskan Asian Games

    Alex Noerdin Ajak PKK Sumsel Sukseskan Asian Games

    • calendar_month Selasa, 26 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang -Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin semakin gencar menggaungkan Asian Games 2018. Senin (25/6/2018) misalnya, terlihat ribuan anggota PKK Sumsel dan Dharma Wanita se-Provinsi Sumsel memadati Griya Agung untuk mendengarkan sosialisasi Asian Games 2018. “Asian Games sudah di depan mata, 45 negara hadir di sini, ribuan atlet dan puluhan ribu pengunjung hadir di Jakabaring. […]

  • Pertamina Lubricants Santuni 1.300 Anak Yatim, Disertai Doa Bersama

    Pertamina Lubricants Santuni 1.300 Anak Yatim, Disertai Doa Bersama

    • calendar_month Selasa, 4 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    MENJELANG berakhirnya bulan Ramadhan 1442 H tahun 2021, PT Pertamina Lubricants, anak perusahaan PT Pertamina (Persero), menyelenggarakan kegiatan silaturahmi dan doa bersama serta pemberian santunan kepada lebih dari 1.300 anak yatim dan kaum duafa di 46 yayasan dan panti asuhan di 15 kota di Indonesia. Kegiatan di lakukan oleh 10 wilayah operasi perusahaan yakni melalui […]

  • Peringatan 1 Tahun RSDC, Doni : Jangan  Menyerah Lawan Covid-19

    Peringatan 1 Tahun RSDC, Doni : Jangan  Menyerah Lawan Covid-19

    • calendar_month Rabu, 24 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 784
    • 0Komentar

    KEPALA BNPB Doni Monardo menghadiri acara peringatan satu tahun Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet pada Selasa (23/3) di Kemayoran, Jakarta. Turut hadir dalam acara Menteri Sosial Tri Rismaharini, Koordinator RSDC Wisma Atlet Kemayoran Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono. Pengalihfungsian wisma atlet kemayoran menjadi RSDC tepat sudah satu tahun, semenjak diresmikannya pada 23 Maret […]

  • Munas FSB

    Sekda Sumsel Nasrun Umar Buka Munas FSB

    • calendar_month Minggu, 25 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 960
    • 0Komentar

    Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nasrun Umar membuka secara resmi Musyawarah Nasional Federasi Serikat Buruh (FSB NIKEUBA) sekaligus sosialisasi Asian Games XVIII tahun 2018 di Griya Agung, Minggu

  • Jelang Ramadhan, Gubernur Sumsel kunjungi 2 Ponpes Ini

    Jelang Ramadhan, Gubernur Sumsel kunjungi 2 Ponpes Ini

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.125
    • 0Komentar

    Palembang – Menjelang Ramadhan 1440 Hijriah, Gubernur Sumatera Selatan  H. Herman Deru  mengunjungi Pondok  Pesantren Ar Rahman yang beralamat  di Jalan Tegal Binangun Plaju Darat. Ponpes ini  selain menjadi  pusat pendidikan Ilmu Agama Islam juga menjadi pusat rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Sabtu (4/5/2019). “Saya ucapkan terima kasih kepada pengurus sudah susah payah menegakan Pondok Pesantren […]

expand_less
WordPress Archive Accommodo – Accommodation Travel WordPress Theme Accordion FAQ – WordPress FAQ Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Accordion FAQ WordPress Plugin Responsive Accordion for WPBakery Page Builder (Formerly Visual Composer) Accordionza – jQuery Plugin Accu – Healthcare, Massage WordPress Theme AceBeat – DJ Personal Page WordPress Theme Acele – Responsive APP Showcase WordPress Theme Acelle Connect – WordPress Plugin for Acelle Mail