Jumat, 25 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Pembelajaran Tatap Muka Kurangi Risiko Dampak Sosial Negatif untuk Anak

Pembelajaran Tatap Muka Kurangi Risiko Dampak Sosial Negatif untuk Anak

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 5 Sep 2021
  • visibility 729
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEMERINTAH  mendorong penerapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian untuk mengurangi risiko dampak sosial negatif berkepanjangan. Dampak sosial tidak hanya meliputi kualitas pendidikan, melainkan juga terkait tumbuh kembang dan hak anak.

“Situasi penanganan pandemi terus menunjukkan tren perbaikan, khususnya di Jawa dan Bali. Karena itu, pemerintah tidak ingin menunda lagi untuk mempercepat pembukaan proses PTM terbatas di wilayah yang sudah menerapkan PPKM Level 1, 2, dan 3 secara bertahap, tentunya dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan ketat,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.

Menkominfo Johnny mengatakan bahwa PTM terbatas perlu dipercepat karena pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkepanjangan berisiko memberi dampak negatif pada anak. Setidaknya terdapat tiga alasan utama yang menjadi dasar pelaksanaan PTM terbatas.

Pertama, untuk menghindari ancaman putus sekolah. PJJ yang tidak optimal membuat anak terpaksa bekerja dan tidak belajar, terutama untuk membantu keuangan keluarga di tengah krisis pandemi. Selain itu, apabila proses pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, banyak orang tua tidak bisa melihat peranan sekolah dalam proses belajar mengajar.

Kedua, untuk menghindari penurunan capaian belajar anak. Pembelajaran di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik saat dibandingkan dengan PJJ. Perbedaan akses, kualitas materi yang didapatkan peserta didik, juga sarana yang dimiliki, dapat mengakibatkan kesenjangan capaian belajar, terutama untuk anak yang memiliki keterbatasan secara sosio-ekonomi.

Ketiga, terdapat risiko psikososial atau kondisi individu mencakup aspek psikis dan sosial pada anak. Risiko ini meliputi peningkatan kekerasan pada anak di rumah, risiko pernikahan dini, eksploitasi anak terutama perempuan, serta kehamilan remaja. Anak juga bisa mengalami perasaan tertekan, karena tidak bermain dan bertemu dengan kawan-kawannya dalam waktu lama.

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan bagi semua pihak yang terlibat di PTM terbatas, baik bagi peserta didik, tenaga pengajar, pengurus sekolah dan pihak yang lain yang terlibat.

Proses pembelajaran harus mengikuti peraturan dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat, sesuai penerapan PPKM berdasarkan Asesmen Situasi COVID-19 (Level 4,3,2,1). Lebih lanjut,

pemerintah telah menerbitkan SKB 4 Menteri pada bulan Maret 2021 untuk mengatur akselerasi PTM terbatas dengan tetap menjalankan protokol kesehatan

Setelah pendidik dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan divaksinasi COVID-19 secara lengkap, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kanwil, atau kantor Kemenag mewajibkan satuan pendidikan untuk menyediakan 2 macam layanan pendidikan. Yakni pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan pembelajaran jarak jauh

“Dengan demikian, orang tua/wali dapat memilih bagi anaknya untuk melakukan pembelajaran tatap muka terbatas atau tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” ujar Menteri Kominfo.

Menkominfo menjelaskan, vaksinasi peserta didik tidak menjadi persyaratan pembelajaran tatap muka terbatas. Sekolah di wilayah dengan PPKM Level 1, 2, 3 dan memiliki peserta didik yang belum mendapatkan giliran vaksinasi tetap dapat menyelenggarakan PTM terbatas. Namun, tentunya pelaksanaan PTM Terbatas harus selalu mengikuti protokol kesehatan, seperti mengenakan masker, serta aturan-aturan lain sesuai daftar periksa yang ada dalam SKB 4 Menteri.[***]

ril

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkuat Prokes, BNPB Luncurkan Mobil Masker

    Perkuat Prokes, BNPB Luncurkan Mobil Masker

    • calendar_month Kamis, 19 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 569
    • 0Komentar

    KEPALA BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M. meluncurkan gerakan mobil masker ke seluruh wilayah kabupaten dan kota di Provinsi Bali. Para relawan dan mahasiswa yang bertugas di mobil masker ini selanjutnya akan membagikan 500.000 masker di pusat-pusat aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk penguatan protokol kesehatan (prokes) dan pengendalian Covid-19 di Pulau Dewata. Setiap wilayah […]

  • Gubernur Minta UT Siapkan Sarjana yang Berkualitas

    Gubernur Minta UT Siapkan Sarjana yang Berkualitas

    • calendar_month Sabtu, 10 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.108
    • 0Komentar

    UPBJJ-UT Palembang merupakan Universitas Terbuka yang memiliki fasilitas cukup baik.

  • Wujudkan Smart City, Wapres Dukung Riset Inovatif Perguruan Tinggi

    Wujudkan Smart City, Wapres Dukung Riset Inovatif Perguruan Tinggi

    • calendar_month Senin, 2 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 905
    • 0Komentar

    SEBAGAIMANA tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024, transformasi digital menjadi program prioritas pemerintah yang diharapkan dapat mendukung pembangunan kota cerdas (smart city) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan. Untuk itu, peran serta para akademisi atau peneliti di perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam merumuskan langkah strategis pengembangan smart city. “Saat ini smart city […]

  • Bukan Api yang Diburu, Sespimti Bedah Akar Karhutla Sumsel

    Bukan Api yang Diburu, Sespimti Bedah Akar Karhutla Sumsel

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Api bukan lagi satu-satunya sasaran dalam perang melawan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel). Kali ini, akar persoalan justru yang diburu. Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun 2026 turun ke Sumsel melalui Praktik Kerja Dalam Negeri (PKDN) untuk mengorek fakta lapangan dan mencari formula penanganan Karhutla yang tidak berhenti pada […]

  • Cek Situasi Terkini, Kepala BNPB Kunjungi Lima Posko Pengungsian Banjir Kalimantan Tengah

    Cek Situasi Terkini, Kepala BNPB Kunjungi Lima Posko Pengungsian Banjir Kalimantan Tengah

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.355
    • 0Komentar

    KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan situasi lapangan dan pos pengungsi banjir di lima titik di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Minggu (21/11). Agenda tersebut menjadi rangkaian kunjungan kerja Kepala BNPB hari kedua di ‘Bumi Tambun Bungai’ setelah sebelumnya juga melakukan kunjungan kerja meninjau banjir di Kalimantan Barat. Lokasi pertama yang […]

  • Diikuti 22 Negara, MAN 1 Kuantan Toreh Prestasi Internasional

    Diikuti 22 Negara, MAN 1 Kuantan Toreh Prestasi Internasional

    • calendar_month Senin, 21 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 656
    • 0Komentar

    TIM Riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kuantan Singigi kembali menoreh prestasi dengan meraih medali emas atau Gold Medal for Engineering Category Youth International Science Fair (YISF) karena mampu menyisihkan 21 negara peserta lainnya. Tim Riset MAN Kuansing memaparkan karya WATERCARE. Yaitu, device system monitoring quality of water base on Internet of Things. Hasil riset […]

expand_less
WordPress Archive AIT Languages AIT PayPal Payments AIT PayPal Subscriptions AIT Permissions Manager AIT Quick Comments AIT Shortcodes AIT Special Offers AIT Stripe Payments AIT Subscribe Form Aixor - Marketing Agency