Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Program Kesehatan Banyak, Tapi Kenapa Hasilnya Belum Maksimal? Kemenkes Ungkap 3 Kuncinya

Program Kesehatan Banyak, Tapi Kenapa Hasilnya Belum Maksimal? Kemenkes Ungkap 3 Kuncinya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Program kesehatan terus berjalan dengan melibatkan pemerintah, mitra pembangunan, organisasi, hingga berbagai pemangku kepentingan. Namun, banyaknya program dan pihak yang terlibat belum otomatis menjamin hasil kesehatan yang dirasakan masyarakat.

Justru dengan hal ini persoalan besarnya muncul, yaitu bagaimana memastikan seluruh program kesehatan tidak berjalan sendiri-sendiri?

Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menilai jawabannya bukan semata-mata dengan menambah program atau mengejar besarnya anggaran. Yang dibutuhkan adalah cara kerja yang lebih terarah, terintegrasi, dan memiliki ukuran keberhasilan yang sama.

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menilai ada tiga prinsip utama yang perlu menjadi pegangan bersama, yakni One Plan, One Budget, dan One Evaluation.

1. One Plan, program kesehatan jangan berjalan sendiri-sendiri

Prinsip pertama adalah One Plan atau satu perencanaan.

Artinya, berbagai program dan inisiatif yang dijalankan melalui kemitraan harus bergerak menuju arah dan prioritas nasional yang sama.

Tentu masalah Ini menjadi penting, karena sektor kesehatan melibatkan banyak pihak. Pemerintah memiliki program sendiri, mitra pembangunan membawa dukungan dan keahlian, sementara organisasi lain memiliki jaringan serta kapasitas yang berbeda.

Jika masing-masing berjalan dengan target sendiri, potensi tumpang tindih bisa terjadi. Sebaliknya, ketika seluruh kekuatan diarahkan dalam satu perencanaan, sumber daya yang ada dapat digunakan untuk tujuan yang lebih besar.

Dengan kata lain, persoalannya bukan sekadar berapa banyak program kesehatan yang dijalankan, tetapi apakah semuanya bergerak ke arah yang sama.

2. One Budget, anggaran harus saling melengkapi

Prinsip kedua adalah One Budget atau satu penganggaran.

Kemenkes melihat pendanaan domestik dan dukungan eksternal perlu saling melengkapi serta ditempatkan dalam koridor investasi kesehatan yang terkoordinasi.

Gagasan ini menjadi semakin penting ketika kemampuan fiskal memiliki keterbatasan, daripada sumber pendanaan berjalan terpisah dengan prioritas masing-masing, penganggaran perlu diselaraskan agar setiap dukungan benar-benar memperkuat sistem kesehatan.

Jadi, ukuran persoalannya bukan hanya besar kecilnya anggaran kesehatan, tetapi bagaimana anggaran tersebut diarahkan agar menghasilkan dampak yang nyata.

3. One Evaluation, keberhasilan bukan sekadar laporan

Bagian ketiga mungkin menjadi yang paling penting One Evaluation atau satu evaluasi.

Sebuah program kesehatan tidak seharusnya dinilai hanya karena kegiatan sudah terlaksana, laporan sudah dibuat, atau target administratif sudah terpenuhi.

Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah masyarakat benar-benar mendapatkan manfaat dan menjadi lebih terlindungi?

Kemenkes menekankan keberhasilan program pada akhirnya harus dilihat dari dampaknya terhadap masyarakat.

Perspektif ini mengubah cara melihat keberhasilan program kesehatan. Bukan lagi hanya apakah kegiatan selesai, tetapi apakah sistem kesehatan yang dibangun benar-benar memberikan perlindungan dan hasil kesehatan yang lebih baik.

Dari tiga prinsip menuju satu komitmen

One Plan, One Budget, dan One Evaluation pada akhirnya bermuara pada satu hal: One Commitment atau satu komitmen.

Prof. Dante menegaskan masyarakat tidak akan membedakan apakah sebuah program berasal dari pemerintah, donor, atau organisasi tertentu. Sementara masyarakat sendiri menilai yang jauh lebih penting adalah satu pertanyaan sederhana, apakah mereka benar-benar terlindungi oleh sistem kesehatan?

Oleh sebab itu, mau tidak mau semestinya kemitraan kesehatan dituntut naik kelas. Kerja sama tidak cukup hanya ditandai oleh banyaknya lembaga yang terlibat atau banyaknya kegiatan yang dilakukan.

Kemitraan harus menghasilkan sistem yang lebih kuat dan manfaat yang benar-benar dirasakan.

Bukan soal siapa yang paling banyak berkontribusi

Dante menggambarkan kemitraan dengan cara yang sederhana. Dalam matematika, satu ditambah satu menghasilkan dua.

Namun dalam kemitraan, hasilnya seharusnya lebih besar dari sekadar penjumlahan kontribusi masing-masing pihak.

Ketika prioritas pemerintah bertemu dengan keahlian mitra pembangunan serta jaringan para pemangku kepentingan, kekuatan yang terbentuk seharusnya menghasilkan dampak yang lebih besar.

Oleh karena itu, tantangan program kesehatan ke depan bukan hanya menambah jumlah program, melainkan memastikan berbagai kekuatan yang sudah ada benar-benar terhubung.

Mengapa pola ini penting bagi transformasi kesehatan?

Transformasi kesehatan membutuhkan kerja lintas sektor dan lintas lembaga. Tidak mungkin seluruh persoalan kesehatan diselesaikan oleh satu institusi saja.

Namun semakin banyak pihak yang terlibat, semakin penting pula adanya kesamaan arah. Tanpa perencanaan yang terintegrasi, pendanaan yang terkoordinasi, dan evaluasi yang menggunakan ukuran keberhasilan yang jelas, berbagai program berisiko menghasilkan capaian yang terpisah-pisah.

Sebaliknya, ketika ketiga prinsip tersebut berjalan bersama, kemitraan dapat diarahkan bukan hanya untuk menjalankan proyek, tetapi untuk memperkuat sistem kesehatan nasional.

Gagasan inilah yang kembali ditegaskan Kemenkes dalam 4th Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) di Jakarta, Selasa, 15 September 2026, yang mengusung tema Moving from Partnership to Impact.

Pesan besarnya yaitu, program kesehatan bukan hanya tentang berapa banyak kegiatan yang dilakukan, berapa besar dana yang tersedia, atau berapa banyak pihak yang ikut terlibat.

Ujungnya tetap sama, seberapa besar seluruh upaya tersebut mampu membuat masyarakat Indonesia lebih sehat dan lebih terlindungi. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujud amalkan nilai-nilai Pancasila, Pj Bupati OKI ajak generasi muda jaga kerukunan

    Wujud amalkan nilai-nilai Pancasila, Pj Bupati OKI ajak generasi muda jaga kerukunan

    • calendar_month Senin, 3 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co..id, -Pj. Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) menyampaikan agar generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia menjaga kerukunan dan keutuhan sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Pancasila. “Dalam momentum yang sangat bersejarah ini, saya mengajak masyarakat OKI untuk bahu membahu membumikan nilai-nilai Pancasila ke dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujar Asmar, Senin (3/6/2024). Peringatan Hari […]

  • Saiful Mujani Reaearch Sebut Tingkat Kepuasan Masyarakat Terhadap Walikota Palembang Kalahkan Jokowi

    Alhamdulillah, Ada Kabar Baik dari Pemkot Palembang Soal Ini, Simak !

    • calendar_month Senin, 8 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.475
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota Palembang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palembang memberlakukan kebijakan penghapusan denda untuk seluruh pajak yang tertunggak bagi wajib pajak atau WP di Kota Palembang. Hal ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Palembang Nomor 157/KPTS/Bapenda/2023 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang Pajak Daerah Tahun 2023. Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, kebijakan penghapusan denda pajak daerah ini […]

  • Simak Langsung Arahan Menkeu dan Mendagri Terkait Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru

    Simak Langsung Arahan Menkeu dan Mendagri Terkait Lomba Inovasi Daerah Tatanan Normal Baru

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 810
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Sumsel Mawardi Yahya, menggelar Rapat melalui video conference bersama Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Kementerian kesehatan RI serta seluruh kepala daerah dari 34 Provinsi. Bertempat di Ruang Command Center (29/5) Jum’at Siang, Video conference yang […]

  • Sepiring Nasi Jaga Jutaan Langkah Haji

    Sepiring Nasi Jaga Jutaan Langkah Haji

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Layanan konsumsi kini berubah lebih digital dan manusiawi. SEPIRING makan siang mungkin terdengar sederhana di tengah perjalanan haji. Namun bagi ribuan jemaah lanjut usia yang harus bertahan di suhu panas Makkah, makanan bisa menjadi tenaga tambahan untuk menyelesaikan ibadah. Padahal bagi jemaah haji, terutama yang sudah lanjut usia, makanan bukan cuma urusan kenyang. Ia bisa […]

  • Pendapatan Daerah Muba Direncanakan Surplus Rp 147 Miliar, Pembangunan Berdasarkan Isu Strategis

    Pendapatan Daerah Muba Direncanakan Surplus Rp 147 Miliar, Pembangunan Berdasarkan Isu Strategis

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 933
    • 0Komentar

    PRIORITAS pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2021 disusun berdasarkan pada isu-isu strategis dan tema pembangunan Tahun 2021 serta sejalan dan sinergis dengan kebijakan pembangunan Provinsi Sumatera Selatan dan Nasional. Demikian diungkapkan Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex Noerdin saat menyampaikan Nota Keuangan Rencana APBD Kabupaten Muba tahun 2021, dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin […]

  • Akhirnya Kepengurusan DPD I Partai Golkar Periode 2020-2025 Disahkan

    Akhirnya Kepengurusan DPD I Partai Golkar Periode 2020-2025 Disahkan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.213
    • 0Komentar

    Kepengurusan DPD I Partai Golkar Sumsel periode 2020-2025, hasil Musyawarah Daerah (Musda) ke X dibawah kepemimpinan Dodi Reza Alex, akhirnya disahkan DPP Golkar. SESUAI SK Nomor:SKEP-3/DPP/Golkar/IV/2020 tentang pengesahan komposisi dan personalia DPD Partai Golkar provinsi Sumsel masa bakti 2020-2025 (Hasil Musda), yang dikeluarkan pada 8 April dan ditandatangani Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk […]

expand_less
WordPress Archive Reimvpn - Proxy & VPN Services Elementor Template Kit Rekko – AI & Robotics WordPress Theme Rekord – Ajaxify Music – Events – Podcasts Multipurpose WordPress Theme Relaxa – Yoga Teacher & Studio Elementor Template Kit Relayzo – Email Capture Relazio – Public Relation Agency Elementor Template Kit Relevanssi Premium Relife Physiotherapy & Chiropractor Elementor Template Kit Reload - Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Remake – Minimal Theme