Jumat, 18 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hoaks Kesehatan Makin Marak, Begini Cara Bedakan Fakta dan Tipuan

Hoaks Kesehatan Makin Marak, Begini Cara Bedakan Fakta dan Tipuan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 38 menit yang lalu
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hoaks kesehatan makin marak dan semakin sulit dikenali menyusul informasi terlihat sangat meyakinkan bisa saja berisi klaim keliru, bahkan beredar luas sebelum sempat diperiksa kebenarannya.

Lantas, bagaimana cara membedakan informasi kesehatan yang benar dengan tipuan yang sengaja dibuat agar orang percaya? Bahkan, satu pesan berantai, video pendek, atau unggahan media sosial bisa menyebar dari satu orang ke orang lain hanya dalam hitungan menit.

Pasalnya, semakin cepat informasi beredar, semakin besar pula peluang masyarakat menerima klaim kesehatan tanpa mengecek sumbernya terlebih dahulu.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat ada 2.622 hoaks kesehatan yang beredar di berbagai platform digital sepanjang Agustus 2018 hingga September 2026. Imunisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak disisipi hoaks.

Bukan hanya soal imunisasi, bahkan informasi keliru juga ditemukan pada isu tuberkulosis (TB), air susu ibu (ASI), vitamin hingga suplemen yang diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Yang membuat hoaks kesehatan berbahaya, karena bentuknya tidak selalu terlihat seperti kebohongan, misalnya ada yang menggunakan istilah medis, mencantumkan angka, membawa nama dokter, bahkan memakai potongan hasil penelitian agar terlihat meyakinkan.

Oleh karena itu, masyarakat tidak cukup hanya bertanya “oh ini benar atau tidak ya?” Namun ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum sebuah informasi kesehatan dipercaya atau diteruskan.

Kenapa Hoaks Kesehatan Mudah Dipercaya?

Hoaks biasanya tidak datang dengan tanda bahwa informasi tersebut palsu.

Bahkan, informasi dibuat sedemikian rupa agar pembaca merasa perlu segera percaya dan membagikannya.

Kalimat seperti “dokter tidak mau Anda tahu”, “ini obat paling ampuh”, atau “sebarkan sebelum dihapus” misalnya, dapat memancing rasa penasaran sekaligus menciptakan kesan  informasi tersebut sangat penting.

Padahal, semakin luar biasa sebuah klaim kesehatan, semakin penting pula memeriksa sumber dan bukti yang mendukungnya.

Dampaknya Bukan Hanya Salah Informasi

Informasi kesehatan yang keliru bisa memengaruhi keputusan seseorang ketika memilih pengobatan, menerima vaksinasi, menggunakan suplemen atau menentukan langkah ketika menghadapi penyakit.

Kemenkes mencatat cakupan imunisasi nasional turun dari sekitar 95 persen pada 2023 menjadi 87 persen pada 2024 dan sekitar 80 persen pada 2025.

Sepanjang 2025-2026, sejumlah daerah di Indonesia juga mengalami wabah atau kejadian luar biasa campak. Kemenkes mencatat 72 anak meninggal dalam periode tersebut.

Kondisi ini membuat persoalan informasi kesehatan semakin penting diperhatikan. Ketika masyarakat sulit membedakan fakta dan klaim yang menyesatkan, keputusan yang diambil juga berisiko tidak didasarkan pada informasi yang tepat.

Begini Cara Membedakan Fakta dan Tipuan

  1. Periksa sumbernya

Cari tahu siapa yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut. Jangan hanya melihat nama akun atau foto profil. Periksa apakah sumbernya memiliki identitas dan kompetensi yang jelas.

  1. Jangan terpancing judul

Judul yang mengejutkan belum tentu menggambarkan isi informasi secara utuh. Baca sampai selesai dan cari data yang digunakan untuk mendukung klaim tersebut.

  1. Waspadai klaim yang terlalu sempurna

Satu bahan yang disebut bisa menyembuhkan banyak penyakit, obat yang diklaim tanpa efek samping, atau metode yang disebut pasti berhasil patut diperiksa lebih lanjut.

  1. Cek tanggal dan konteks

Informasi lama sering kembali beredar dengan narasi baru. Foto atau video juga dapat digunakan di luar konteks aslinya.

  1. Bandingkan dengan sumber terpercaya

Jangan berhenti pada satu unggahan. Bandingkan informasi dengan sumber resmi pemerintah, organisasi kesehatan, tenaga medis yang kredibel atau publikasi ilmiah yang relevan.

Pemerintah Mulai Perkuat Respons

Besarnya peredaran hoaks membuat penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan klarifikasi setelah informasi telanjur viral.

Kemenkes bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta mitra lintas sektor meluncurkan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan di Jakarta pada 17 September 2026.

Playbook tersebut dirancang untuk memperkuat mekanisme kerja bersama, mulai dari deteksi, moderasi, verifikasi hingga respons ketika sebuah isu kesehatan muncul.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan rilis dilaman  resminya mengatakan penanganan hoaks perlu didukung sistem monitoring yang kuat, pakar untuk melakukan verifikasi cepat, unit teknis serta jejaring komunikasi yang dapat bergerak ketika isu muncul.

Namun, perang melawan hoaks kesehatan tidak berhenti di pemerintah.

Masyarakat juga punya peran penting, terutama sebelum menekan tombol bagikan.

Sederhana saja, cek sumbernya, cari buktinya, bandingkan informasinya.

Sebab di tengah derasnya informasi kesehatan di media sosial, kemampuan membedakan fakta dan tipuan bukan lagi sekadar soal bisa menggunakan internet. Ini menyangkut bagaimana seseorang mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kembali ke Tanah Air  Usai Laga di Olimpiade Tokyo, Menpora Ucapkan Ini Kepada Atlet  & Ofisial

    Kembali ke Tanah Air  Usai Laga di Olimpiade Tokyo, Menpora Ucapkan Ini Kepada Atlet & Ofisial

    • calendar_month Jumat, 30 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    APRESIASI  tinggi diberikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Zainudin Amali kepada atlet Indonesia yang sudah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020. Rombongan kloter pertama atlet Indonesia yang sudah kembali ke tanah air disambut langsung Menpora Amali di VIP Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta pada Kamis (29/7) pukul 23.30 WIB. Senyum bahagia dan ucapan selamat […]

  • Ini Empat Negara Berikan Surat Kepercayaan Pada Presiden

    Ini Empat Negara Berikan Surat Kepercayaan Pada Presiden

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 834
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menerima surat kepercayaan dari empat duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (dubes LBBP) dari negara sahabat. Penyerahan surat kepercayaan tersebut digelar di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (1/9/2021). Dilansir dari setkab.go.id menerangkan, prosesi acara penyerahan surat kepercayaan dimulai dengan diperdengarkannya lagu kebangsaan dari masing-masing negara sahabat setelah duta […]

  • Sumsel Komitmen Jadi Daerah Terbaik Pembangunan Pelayanan Publik

    Sumsel Komitmen Jadi Daerah Terbaik Pembangunan Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 18 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.402
    • 0Komentar

    Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar mengatakan, Pemprov terus berkomitmen mewujudkan pembangunan pelayanan publik dan dan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik

  • 18 Januari 2022, Pengguna Bybit Dapat Beli &Jual Tether (USDT)

    18 Januari 2022, Pengguna Bybit Dapat Beli &Jual Tether (USDT)

    • calendar_month Rabu, 19 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    SINGAPURA – Bybit, salah satu pertukaran mata uang kripto dengan pertumbuhan tercepat di dunia telah membawa perdagangan ke tingkat berikutnya dengan memungkinkan transaksi peer-to-peer (P2P) untuk membantu akses di dalam dan di luar jalur yang lebih mudah. Mulai 18 Januari 2022, pengguna Bybit dapat membeli dan menjual Tether (USDT) dengan pengguna lain, dengan mudah dan […]

  • Hasil Quick Count Keluar, Dolar AS Bergerak Naik Turun

    Hasil Quick Count Keluar, Dolar AS Bergerak Naik Turun

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.767
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta – Pemilu 2019 diyakini memiliki pengaruh terhadap pergerakan nilai tukar rupiah. Benar saja, hari ini mata uang Indonesia sempat mengalami penguatan. Melansir data Reuters, Kamis (18/4/2019), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mengalami pelemahan. Dolar AS sempat berada di bawah level Rp 14.000. Pada pukul 09.00 WIB dolar AS berada di level Rp […]

  • Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

    Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat, Bisa Terbang atau Petani Ngambek?

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 526
    • 0Komentar

    BRO, Sumatera Selatan baru aja bikin dunia tepok jidat alias ternganga, bukan karena pesawat tiba-tiba bisa terbang sendiri, tapi karena kelapa lokal kita bakal jadi bahan bakar pesawat alias Bio-Avtur. Iya, kelapa yang biasanya cuma jadi teman minum santai di pinggir jalan sekarang bisa bikin Boeing naik kelas! Hebat nggak! karena kelapa naik kelas, mulanya […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Square Add-On Gravity Forms Stripe Addon Gravity Forms Styles Pro Add-on Gravity Forms Trello Addon Gravity Forms Twilio Addon Gravity Forms User Registration Addon Gravity Forms Webhooks Add-On Gravity Forms (Word) Documents Gravity Forms WordPress Plugin Gravity Forms Zapier Addon