Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hoaks Kesehatan Makin Marak, Begini Cara Bedakan Fakta dan Tipuan

Hoaks Kesehatan Makin Marak, Begini Cara Bedakan Fakta dan Tipuan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Hoaks kesehatan makin marak dan semakin sulit dikenali menyusul informasi terlihat sangat meyakinkan bisa saja berisi klaim keliru, bahkan beredar luas sebelum sempat diperiksa kebenarannya.

Lantas, bagaimana cara membedakan informasi kesehatan yang benar dengan tipuan yang sengaja dibuat agar orang percaya? Bahkan, satu pesan berantai, video pendek, atau unggahan media sosial bisa menyebar dari satu orang ke orang lain hanya dalam hitungan menit.

Pasalnya, semakin cepat informasi beredar, semakin besar pula peluang masyarakat menerima klaim kesehatan tanpa mengecek sumbernya terlebih dahulu.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat ada 2.622 hoaks kesehatan yang beredar di berbagai platform digital sepanjang Agustus 2018 hingga September 2026. Imunisasi menjadi salah satu topik yang paling banyak disisipi hoaks.

Bukan hanya soal imunisasi, bahkan informasi keliru juga ditemukan pada isu tuberkulosis (TB), air susu ibu (ASI), vitamin hingga suplemen yang diklaim mampu meningkatkan daya tahan tubuh.

Yang membuat hoaks kesehatan berbahaya, karena bentuknya tidak selalu terlihat seperti kebohongan, misalnya ada yang menggunakan istilah medis, mencantumkan angka, membawa nama dokter, bahkan memakai potongan hasil penelitian agar terlihat meyakinkan.

Oleh karena itu, masyarakat tidak cukup hanya bertanya “oh ini benar atau tidak ya?” Namun ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum sebuah informasi kesehatan dipercaya atau diteruskan.

Kenapa Hoaks Kesehatan Mudah Dipercaya?

Hoaks biasanya tidak datang dengan tanda bahwa informasi tersebut palsu.

Bahkan, informasi dibuat sedemikian rupa agar pembaca merasa perlu segera percaya dan membagikannya.

Kalimat seperti “dokter tidak mau Anda tahu”, “ini obat paling ampuh”, atau “sebarkan sebelum dihapus” misalnya, dapat memancing rasa penasaran sekaligus menciptakan kesan  informasi tersebut sangat penting.

Padahal, semakin luar biasa sebuah klaim kesehatan, semakin penting pula memeriksa sumber dan bukti yang mendukungnya.

Dampaknya Bukan Hanya Salah Informasi

Informasi kesehatan yang keliru bisa memengaruhi keputusan seseorang ketika memilih pengobatan, menerima vaksinasi, menggunakan suplemen atau menentukan langkah ketika menghadapi penyakit.

Kemenkes mencatat cakupan imunisasi nasional turun dari sekitar 95 persen pada 2023 menjadi 87 persen pada 2024 dan sekitar 80 persen pada 2025.

Sepanjang 2025-2026, sejumlah daerah di Indonesia juga mengalami wabah atau kejadian luar biasa campak. Kemenkes mencatat 72 anak meninggal dalam periode tersebut.

Kondisi ini membuat persoalan informasi kesehatan semakin penting diperhatikan. Ketika masyarakat sulit membedakan fakta dan klaim yang menyesatkan, keputusan yang diambil juga berisiko tidak didasarkan pada informasi yang tepat.

Begini Cara Membedakan Fakta dan Tipuan

  1. Periksa sumbernya

Cari tahu siapa yang pertama kali menyampaikan informasi tersebut. Jangan hanya melihat nama akun atau foto profil. Periksa apakah sumbernya memiliki identitas dan kompetensi yang jelas.

  1. Jangan terpancing judul

Judul yang mengejutkan belum tentu menggambarkan isi informasi secara utuh. Baca sampai selesai dan cari data yang digunakan untuk mendukung klaim tersebut.

  1. Waspadai klaim yang terlalu sempurna

Satu bahan yang disebut bisa menyembuhkan banyak penyakit, obat yang diklaim tanpa efek samping, atau metode yang disebut pasti berhasil patut diperiksa lebih lanjut.

  1. Cek tanggal dan konteks

Informasi lama sering kembali beredar dengan narasi baru. Foto atau video juga dapat digunakan di luar konteks aslinya.

  1. Bandingkan dengan sumber terpercaya

Jangan berhenti pada satu unggahan. Bandingkan informasi dengan sumber resmi pemerintah, organisasi kesehatan, tenaga medis yang kredibel atau publikasi ilmiah yang relevan.

Pemerintah Mulai Perkuat Respons

Besarnya peredaran hoaks membuat penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan klarifikasi setelah informasi telanjur viral.

Kemenkes bersama Kementerian Komunikasi dan Digital serta mitra lintas sektor meluncurkan Playbook Respons Cepat Penanganan Hoaks Kesehatan di Jakarta pada 17 September 2026.

Playbook tersebut dirancang untuk memperkuat mekanisme kerja bersama, mulai dari deteksi, moderasi, verifikasi hingga respons ketika sebuah isu kesehatan muncul.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan rilis dilaman  resminya mengatakan penanganan hoaks perlu didukung sistem monitoring yang kuat, pakar untuk melakukan verifikasi cepat, unit teknis serta jejaring komunikasi yang dapat bergerak ketika isu muncul.

Namun, perang melawan hoaks kesehatan tidak berhenti di pemerintah.

Masyarakat juga punya peran penting, terutama sebelum menekan tombol bagikan.

Sederhana saja, cek sumbernya, cari buktinya, bandingkan informasinya.

Sebab di tengah derasnya informasi kesehatan di media sosial, kemampuan membedakan fakta dan tipuan bukan lagi sekadar soal bisa menggunakan internet. Ini menyangkut bagaimana seseorang mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mesin Jahit Rumput Rekomendasi FIFA Tiba Di Bali, Erick Thohir Pastikan Semua Lapangan di Enam Stadion Utama Piala Dunia U20 Penuhi Persyaratan

    Mesin Jahit Rumput Rekomendasi FIFA Tiba Di Bali, Erick Thohir Pastikan Semua Lapangan di Enam Stadion Utama Piala Dunia U20 Penuhi Persyaratan

    • calendar_month Sabtu, 18 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.734
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  -Ketua Panitia Penyelenggara FIFA U-20 World Cup 2023 (LOC) Erick Thohir memastikan semua lapangan di enam stadion utama Piala Dunia U20 akan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Erick menyatakan kedatangan mesin pitch stitching atau jahit rumput rekomendasi FIFA di Indonesia akan meningkatkan kualitas standar lapangan sehingga layak memanggungkan event nomor kedua terbesar FIFA tersebut. “Mesin […]

  • Air Sungai Uang Mengalir, Apakah Inflasi Ikut Banjir?

    Air Sungai Uang Mengalir, Apakah Inflasi Ikut Banjir?

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 873
    • 0Komentar

    KALAU ekonomi diibaratkan kampung, maka M2 alias uang beredar itu ibarat sungai yang melintas di tengah desa. Pada Juli 2025, sungai itu makin deras, M2 tumbuh 6,5% (yoy) atau setara Rp9.569,7 triliun. Lebih tinggi sedikit dari bulan lalu yang 6,4%. Sekilas angka ini dingin seperti laporan cuaca, tapi sebenarnya punya cerita, semakin banyak air yang […]

  • “Bukan Sekadar Pupuk, Pusri Penopang Ekonomi Sumsel”

    “Bukan Sekadar Pupuk, Pusri Penopang Ekonomi Sumsel”

    • calendar_month Selasa, 9 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.010
    • 0Komentar

    MISALNYA ada lomba siapa yang paling sabar di dunia, mungkin jawabannya bukan orang, tapi pupuk, bayangin aja, jika ditaruh di gudang panas, dicemplungin ke lumpur, diinjak-injak traktor, tapi dia tetap setia nunggu giliran buat bikin tanaman subur. Nah, di balik butiran kecil itu ada nama besar PT Pupuk Sriwijaya Palembang (Pusri). Pusri ini bukan cuma […]

  • Bendungan Ladongi, Bukan Hanya Untuk Pertanian, Juga Berfungsi Sebagai Tempat Wisata

    Bendungan Ladongi, Bukan Hanya Untuk Pertanian, Juga Berfungsi Sebagai Tempat Wisata

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.510
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Ladongi di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa (28/12/2021) dan bendungan tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Ada yang unik dalam peresmian infrastruktur bendungan ini, karena Presiden Jokowi sempat menaiki Perahu Naga ketika menuju tempat peresmian. Ketika menaiki perahu tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi sejumlah menteri dan […]

  • Pemulihan Pascagempa Flores Berlanjut, 84 KK Kembali ke Rumah

    Pemulihan Pascagempa Flores Berlanjut, 84 KK Kembali ke Rumah

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Proses pemulihan setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores mulai memasuki tahap berikutnya. Sebanyak 84 kepala keluarga (KK) atau 237 jiwa penyintas yang sebelumnya mengungsi di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali ke rumah masing-masing pada Senin (24/8). Kepulangan tersebut dilakukan secara bertahap setelah rumah warga diperiksa dan dinyatakan masih […]

  • Dinkominfo Muba Tercatat Sebagai OPD Tercepat ke 2 Sampaikan Laporan Keuangan

    Dinkominfo Muba Tercatat Sebagai OPD Tercepat ke 2 Sampaikan Laporan Keuangan

    • calendar_month Rabu, 26 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Keren, Dinas Komunikasi dan Informatika dibawah komando Herryandi Sinulingga AP tercatat sebagai perangkat daerah tercepat dan terlengkap ke dua dalam menyampaikan laporan keuangan bulan Januari tahun 2023 di lingkungan Pemkab Muba. Pj Bupati Musi Banyuasin H Apriyadi Melalui Kepala BPKAD Muba H Zabidi, SE MM secara langsung menyampaikan apresiasi kepada Dinkominfo Muba yang […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Square Add-On Gravity Forms Stripe Addon Gravity Forms Styles Pro Add-on Gravity Forms Trello Addon Gravity Forms Twilio Addon Gravity Forms User Registration Addon Gravity Forms Webhooks Add-On Gravity Forms (Word) Documents Gravity Forms WordPress Plugin Gravity Forms Zapier Addon