Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » BUKU DIARI PAGI : “Suara Kodok Subuh, Renungan Filosofis dari Perum Pesona Harapan Jaya Tahap Satu”

BUKU DIARI PAGI : “Suara Kodok Subuh, Renungan Filosofis dari Perum Pesona Harapan Jaya Tahap Satu”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
  • visibility 563
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ketika Kodok Lebih Bijak dari Grup WA RT 

PAGI – pagi buta usai sholat subuh, langit masih item legam kayak dompet akhir bulan, udara dingin menusuk sampai tulang ekor, dan suasana hening kayak grup WhatsApp alumni yang cuma aktif pas nyebar undangan nikahan anak.

Tak ada suara manusia. Tak ada bunyi emak-emak ngaduk kopi di dapur atau suara sandal swallow nyeret ke warung. Perumahan Pesona Harapan Jaya Tahap Satu RT50, Kalidoni, Palembang, mendadak kayak planet Mars yang belum ada colokan listriknya. Kendaraan? Jangankan Avanza, motor beat aja belum berani lewat, semua beku.

Tapi di tengah sunyi dan sisa hujan yang semalam turun kaya kegalauan mantan di status Facebook, satu-satunya yang hidup… adalah suara kodok.

Dari belakang rumah “Ktok… ktoktok… krkkkkkk…”

Dari depan pagar “Kotok… krotok… krik krik…”

Entah mereka ngadain rapat koordinasi atau sedang syukuran pindahan rumah lumpur, yang jelas pagi itu mereka adalah satu-satunya komunitas yang hidup dan aktif, meski belum diverifikasi KTP dan NPWP-nya.

Orang bijak bilang, “Kalau tak bisa jadi elang di angkasa, jadilah kodok di lumpur yang tetap bersuara”
Dan pagi itu, kodok-kodok dari RT50 Blok C ini ngajarin saya satu hal penting kehidupan harus tetap bersuara, walau kadang kita hidup di tempat paling becek dan gelap.

Kodok hidup di kubangan, di got air, parit, di rawa.. di dalam hutan, dihalaman rumah penuh rumput /gulma, tapi apa mereka ngeluh?
Enggak…
Mereka bersuara, bersautan, nyanyi bareng, kayak boyband tanpa audisi.
Mereka gak nunggu langit cerah buat nyanyi, mereka justru jadi orkestra di tengah kabut dan kedinginan.

Itulah hidup, kawan. Jangan nunggu semuanya sempurna buat mulai bersuara. Kalau hidup cuma nunggu matahari, kodok pasti punah sejak zaman VOC.

Coba renungkan kalau kodok bisa bikin status “Kubangan boleh keruh, asal suara tetap jernih”

Atau “Lebih baik bersuara di lumpur, daripada diam di atas panggung tanpa isi”

Jleb….itu bukan cuma cocok buat kodok, namun juga buat kita manusia yang kadang baru bisa nyanyi kalau udah viral, baru bisa ngomong kalau udah banyak yang nonton.

Suara kodok subuh itu mungkin gak ada artinya buat sebagian orang. Tapi pagi ini, saya belajar keheningan bukan alasan untuk berhenti bicara, kubangan hidup bukan halangan untuk nyanyi, dan kebahagiaan gak nunggu musim semi, cukup suara sahabat dari lumpur.

Jadi, kalau kamu merasa hidupmu kayak dikubangan, ingatlah kodok-kodok pagi itu. Mereka gak nunggu tepuk tangan, gak peduli dishoot CCTV, tapi tetap rajin bunyi ktok… ktrrkkk… ktoktok…  menghibur dunia tanpa diminta.

Ya..yang jelas diari pagi ini lebih ramai dari Grup WA Takziah, sebab mungkin kita butuh lebih banyak “suara kodok” dalam hidup yang sederhana, jujur, dan konsisten. Gak nyari pujian, gak nunggu trending, tapi tetap bersuara dalam dingin dan gelapnya dunia.

Dan pagi itu, di Perum Pesona Harapan Jaya Tahap Satu, saya menulis di buku diari pagi saya “Allah SWT, terima kasih. Hari ini saya gak sendirian. Ada kodok-kodok kecil yang ngajarin saya cara bertahan hidup sambil tetap bernyanyi di kubangan lumpur kehidupan”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov. Sumsel Berikan Pembinaan & Pelatihan Ratusan Bilal Mayit

    Pemprov. Sumsel Berikan Pembinaan & Pelatihan Ratusan Bilal Mayit

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel memberikan pelatihan dan pembinaan untuk ratusan bilal mayit se-Sumsel, pasalnya Kemampuan untuk mengurus jenazah atau mayit merupakan salah satu kewajiban umat Islam. Namun, untuk melakukan kewajiban tersebut diperlukan pengetahuan dan pemahaman secarah utuh, bahkan tanpa diberikan pelatihan bilal mayit tak akan berkembang dan lankah. Oleh sebab itu, guna meningkatkan kemampuan tersebut, Pemerintah Provinsi […]

  • Pendidikan Negeriku

    Pendidikan Negeriku

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.371
    • 0Komentar

    NEGARA bertanggung jawab atas keberlangsungan pendidikan untuk warga negaranya, yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, itu bunyi UUD 1945 Bab XIII Pendidikan dan Kebudayaan Pasal 31 ayat 1 dan 2. Dan Negara juga bertanggung […]

  • AI Pemerintahan, Sahabat atau Bumerang Warga?

    AI Pemerintahan, Sahabat atau Bumerang Warga?

    • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    ANTRI di loket pelayanan publik itu sudah seperti ritual harian, ada yang lesu, ada yang menguap, dan kadang ada yang nyengir tapi salah hitung formulir, sekarang bayangkan ada “petugas baru” AI. Tersenyum manis, cekatan, tapi kalau algoritmanya salah langkah… wah, bisa bikin data pribadimu bocor, itulah dunia AI di pemerintahan, canggih dan efisien, tapi tetap […]

  • 3 Jagoan di Lingkungan Pemprov Sumsel Ikutan Rakor,KPK Senang

    3 Jagoan di Lingkungan Pemprov Sumsel Ikutan Rakor,KPK Senang

    • calendar_month Rabu, 5 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.099
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Koordinator Wilayah Sumatera II Supervisi dan Pencegahan KPK, Adlinsyah M Nasution mengaku sangat bangga karena rapat koordinasi dihadiri sekaligus oleh 3 pejabat tinggi di Sumsel, yakni Gubernur, Wakil Gubernur Mawardi Yahya dan Sekda Sumsel Nasrun Umar. “Tiga jagoannya datang semua. Ini benar-benar penghormatan bagi kami,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Manajemen ASN […]

  • Sumsel Optimistis Semua Desa Teraliri Listrik

    Sumsel Optimistis Semua Desa Teraliri Listrik

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.477
    • 0Komentar

    DALAM rangka meningkatkan hubungan dan harmonisasi antara stakeholder dan PT. PLN (persero) yang berada di wilayah kerja Kota Palembang, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Herman Deru  menghadiri Multistakeholder Forum (MFS) 2019, di Hotel Santika Premiere, Kamis (20/6/2019). Gubernur Sumsel H. Herman Deru menuturkan, Listrik telah menjadi kebutuhan masyarakat mulai dari kota hingga ke pelosok desa, namun […]

  • Lantik Pejabat Walikota Lubuk Linggau, Ini Pesan Gubernur

    Lantik Pejabat Walikota Lubuk Linggau, Ini Pesan Gubernur

    • calendar_month Jumat, 9 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Kepala Daerah Bupati/ Walikota untuk tetap menjaga kondusifitas daerah masing-masing.

expand_less
WordPress Archive uDesign – Responsive WordPress Theme Udrive – Driving School Elementor Template Kit UiPress Pro WordPress Plugin Ukil – Law Firm Template Kit Ukila – Lawyer & Attorney Elementor Template Kit Uking – Responsive WordPress Education Theme Ukko – Personal Portfolio WordPress Theme Ultima – Digital Marketing Agency WordPress Theme Ultimate 3D Carousel WordPress & WooCommerce Plugin Ultimate Addons for Beaver Builder