Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Dapur MBG, Ketika KADIN Masak Rasa Kepedulian

Dapur MBG, Ketika KADIN Masak Rasa Kepedulian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 2.430
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NGOMONGIN soal dapur, biasanya identik dengan aroma bawang goreng, panci gosong, atau emak-emak yang lagi heboh masak sambil ngomel, namun tidak untuk dapur di Sumatera Selatan, karena sangat istimewa dan punya makna lain, bahkan dapur ini, bukan sekadar untuk tempat masak sayur asem, lodeh dan sebagainya, tapi tempat untuk meracik kepedulian.

Dapur itu disebut dengan nama Dapur MBG, karya bareng KADIN Sumsel dan diresmikan langsung  Gubernur Herman Deru di Transmart Palembang.

Siapa sangka lagi, organisasi yang biasanya identik sama jas rapi dan angka miliaran di neraca keuangan, tiba-tiba ngomongin urusan dapur rakyat. Biasanya mereka diskusi soal investasi, kali ini malah mikirin harga cabai, dunia memang berubah, bung.

Acara itu sebenarnya Rapimprov KADIN Sumsel, namanya aja udah bikin dahi berkerut yakni  Rapat Pimpinan Provinsi. Kedengarannya kaku, penuh istilah ekonomi dan target pertumbuhan. Tapi kali ini, rapatnya punya aroma beda kayak sambal terasi di wajan panas. Soalnya diselipin peluncuran Gerakan Pangan Murah dan peresmian Dapur MBG.

Gubernur Herman Deru yang hadir tampak sumringah, sebutnya, KADIN Sumsel itu bukan cuma jago ngurus bisnis, tapi juga mulai jago “masak rasa sosial”. Kok bisa, ya bisa-lah sebab di zaman harga bahan pokok naik-turun kayak sinyal Wi-Fi, yang dibutuhkan rakyat itu bukan teori ekonomi makro, tapi nasi dan lauk yang masih bisa dijangkau dompet tipis.

Kata Deru, gerakan pangan murah ini penting buat jaga stabilitas harga dan bantu masyarakat dapat bahan pokok tanpa bikin jantung deg-degan di kasir. Nah, akur, ini baru namanya kolaborasi nggak cuma numpang tanda tangan MoU, tapi juga nyentuh dapur warga.

Biasanya kalau dengar kata KADIN, orang mikirnya “Ah, kumpulan pengusaha”. Tapi di sini beda, mereka lagi berusaha menepis stereotip itu. Lewat Dapur MBG, mereka seperti bilang “Hei, kita juga bisa peduli kok, bukan cuma cari untung”.

Inisiatif ini seperti nasi goreng tengah malam, sederhana, tapi bikin hangat, lantaran di dalamnya ada bumbu tanggung jawab sosial. Ini bukan proyek pencitraan, tapi bentuk nyata kalau dunia usaha juga punya hati, bukan sekadar kalkulator laba-rugi.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, malah sempat bilang, “Sumsel ini beda, kolaborasinya nyata”. Nah, ini pujian yang jarang keluar dari mulut pengusaha nasional.

Artinya, KADIN Sumsel berhasil bikin dunia usaha tampil dengan wajah manusiawi. Bukan lagi sosok elit yang cuma nongol di seminar ber-AC, tapi hadir di tengah rakyat, di bawah terik panas dan aroma minyak goreng.

Kalau dipikir-pikir, dapur itu memang simbol kehidupan, dari situ energi manusia lahir, dari situ pula rasa syukur diuji karena tak semua orang punya dapur yang berasap tiap hari. Maka dari itu, Dapur MBG bukan cuma bangunan dengan panci dan kompor, tapi simbol harapan.

Dari dapur pula lahir solidaritas, di sana, orang bisa belajar bahwa rezeki itu nggak harus selalu disimpan, tapi juga dibagi, seperti pepatah lama bilang, “Semakin sering kau menanak nasi untuk orang lain, makin kenyang juga hatimu sendiri”.

Dan ini yang sering kita lupa, apalagi di tengah hiruk-pikuk politik dan ekonomi, kadang yang dibutuhkan rakyat bukan janji manis di baliho, tapi nasi hangat di meja makan.

Kehadiran Dapur MBG dan Gerakan Pangan Murah ini seolah jadi bukti kalau pemerintah dan pengusaha bisa duduk satu meja tanpa harus berebut kursi. Satu masak, satu cicip, tapi hasilnya buat rakyat banyak.
Kalau kolaborasi ini terus dijaga, bisa jadi Sumsel bukan cuma dikenal sebagai lumbung energi, tapi juga lumbung empati.

Dan jujur aja, di zaman sekarang, empati itu barang langka. Kadang lebih susah dicari daripada minyak goreng waktu harga naik. Tapi kalau KADIN dan pemerintah bisa jadi contoh, barangkali dunia usaha lain bakal ikut-ikutan. Kan kata pepatah, “api kecil dari dapur bisa menyalakan obor besar di luar sana”.

Tapi, tentu semua ini nggak bisa berhenti di seremoni dan potong pita saja, karena dapur, sehebat apa pun alatnya, nggak bakal hidup tanpa api. Api itu semangat dan konsistensi, jangan sampai Dapur MBG ini cuma ramai waktu peresmian, lalu redup kayak bara yang kehabisan angin.

Kepedulian sosial itu harus dijaga, terus dikipasi, biar nggak padam. Karena rakyat nggak butuh program musiman, tapi solusi berkelanjutan, seperti kata pepatah lagi, “lebih baik nasi hangat tiap hari daripada tumpeng setahun sekali”.

Oleh sebab itu, dalam dunia yang makin sibuk mengejar target, kadang manusia lupa menanak rasa. Padahal, hidup ini bukan cuma soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling peduli. KADIN Sumsel dan Pemprov sudah mulai langkah kecil dengan Dapur MBG, tinggal kita, mau ikut masak atau cuma nonton dari jauh?

Karena pada akhirnya, urusan dapur bukan cuma soal makan, tapi soal nilai, dan kalau hati sudah ikut masak, yakinlah, yang kenyang bukan cuma perut, tapi juga nurani.

Jadi, Dapur MBG bukan sekadar program, tapi simbol bahwa dunia usaha juga bisa berempati bahwa tanggung jawab sosial itu bukan kewajiban, tapi panggilan hati. Selama kepedulian masih dijaga, Sumsel akan tetap hangat,  bukan karena cuaca, tapi karena api solidaritasnya tak pernah padam, semoga tak meleset!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Meski Pandemi Covid,Tak Ganggu Suplai Telur

    Meski Pandemi Covid,Tak Ganggu Suplai Telur

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.228
    • 0Komentar

    SUPLAI telur dimasa pandemi dan PSBB covid-19 tak terganggu di Kota Pagaralam. Sigit Dwijo Prawoto Direktur CV. Nezifarm mengatakan setiap 5 hari sekali mendistibusikan telur sebanyak 1 truk untuk di sebar ke beberapa toko penjual di Kota Pagaralam masih aman. Menurutnya, pendistribusian telur yang disebar ke toko-toko di Kota Pagaralam ini berasal dari Kota Padang […]

  • Perkenalkan watchOS 10, pembaruan penting untuk Apple Watch

    Perkenalkan watchOS 10, pembaruan penting untuk Apple Watch

    • calendar_month Rabu, 14 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

      Menghadirkan aplikasi yang didesain ulang, Smart Stack baru, tampilan jam tambahan, fitur bersepeda dan hiking baru, serta alat untuk mendukung kesehatan mental Sumselterkini.co.id, – CUPERTINO, CALIFORNIA Apple hari ini mempratinjau watchOS 10, memberi pengguna Apple Watch pendekatan baru untuk melihat informasi dengan cepat dengan aplikasi yang didesain ulang, Smart Stack baru untuk menampilkan widget […]

  • Cuti habis, Jangan sampai ditegur Pak Sekda Pemprov Sumsel, ASN wajib masuk tanggal 8 April, titik!

    Cuti habis, Jangan sampai ditegur Pak Sekda Pemprov Sumsel, ASN wajib masuk tanggal 8 April, titik!

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 990
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Belum habis wangi ketupat dan sisa rendang di kulkas, Wali Kota Palembang udah ngasih kode keras buat para ASN “Jangan kelamaan leyeh-leyeh, abis libur ya balik kerja!” Nah, sinyal ini langsung disambut serius sama Pemprov Sumatera Selatan. Gak main-main, Sekda Sumsel Edward Candra langsung ngegas. ASN wajib masuk tanggal 8 April, titik! Libur panjang […]

  • Ramadan,BKPRMI Laporkan Kegiatan kepada Kemenpora, Ini Kegiatannya

    Ramadan,BKPRMI Laporkan Kegiatan kepada Kemenpora, Ini Kegiatannya

    • calendar_month Selasa, 30 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 862
    • 0Komentar

    MENTERI Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menerima kunjungan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di ruang kerjanya, lantai 10 gedung Kemenpora, Jakarta Pusat, Selasa (30/3). Kedatangan pengurus pusat BKPRMI ini untuk melaporkan sejumlah rencana kegiatan yang akan dilakukan antara lain Rakernas yang dirangkaikan dengan Latihan Mujahid Dakwah (LMD) […]

  • Wawako Palembang Ingin Petugas Puskesmas Contoh Petugas Bank

    Wawako Palembang Ingin Petugas Puskesmas Contoh Petugas Bank

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Pelayanan di Puskesmas harus mencontoh layaknya pelayanan petugas Bank kepada nasabah, ramah tamah dimulai dari pintu terdepan. Kalau pelayanannya kasar, masyarakat yang berobat bukannya sembuh malah bisa semakin sakit, demikian pesan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, saat membuka Rapat Koordinasi danPenandatanganan  Komitmen Pencapaian  Kinerja  Dinas  Kesehatan Kota Palembang  dengan  Puskesmas se-Kota  Palembang […]

  • Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

    Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    SEPAK  bola Indonesia pernah seperti kapal tanpa jangkar, hanyut di tengah badai. Tahun 2015, sanksi FIFA membuat PSSI terhenti, stadion tetap berdiri, tapi arah terasa kabur. Kompetisi berhenti, pemain bingung, suporter gelisah, dan dunia tampak menutup pintu. Mimpi anak-anak muda yang ingin bermain di panggung internasional seolah terombang-ambing di tribun kosong. Sepuluh tahun berselang, pemandangannya […]

expand_less
WordPress Archive Roph – Creative Ajax Portfolio WordPress Theme Rosaa – Flower Shop WordPress Theme Rosaleen – Health Coach & Speaker WordPress Theme Rosalinda | Health Coach & Vegetarian Lifestyle Blog WordPress Theme Rose Business Suite – Accounting, CRM and POS Software Rosemary – Health & Beauty Brand Elementor Template Kit Rosey – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Rouge – Makeup & Beauty Elementor Template Kit Roundex – Circular Portfolio WordPress Theme Rovex – Design Agency WordPress Theme