Rabu, 9 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Dapur MBG, Ketika KADIN Masak Rasa Kepedulian

Dapur MBG, Ketika KADIN Masak Rasa Kepedulian

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 2.423
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NGOMONGIN soal dapur, biasanya identik dengan aroma bawang goreng, panci gosong, atau emak-emak yang lagi heboh masak sambil ngomel, namun tidak untuk dapur di Sumatera Selatan, karena sangat istimewa dan punya makna lain, bahkan dapur ini, bukan sekadar untuk tempat masak sayur asem, lodeh dan sebagainya, tapi tempat untuk meracik kepedulian.

Dapur itu disebut dengan nama Dapur MBG, karya bareng KADIN Sumsel dan diresmikan langsung  Gubernur Herman Deru di Transmart Palembang.

Siapa sangka lagi, organisasi yang biasanya identik sama jas rapi dan angka miliaran di neraca keuangan, tiba-tiba ngomongin urusan dapur rakyat. Biasanya mereka diskusi soal investasi, kali ini malah mikirin harga cabai, dunia memang berubah, bung.

Acara itu sebenarnya Rapimprov KADIN Sumsel, namanya aja udah bikin dahi berkerut yakni  Rapat Pimpinan Provinsi. Kedengarannya kaku, penuh istilah ekonomi dan target pertumbuhan. Tapi kali ini, rapatnya punya aroma beda kayak sambal terasi di wajan panas. Soalnya diselipin peluncuran Gerakan Pangan Murah dan peresmian Dapur MBG.

Gubernur Herman Deru yang hadir tampak sumringah, sebutnya, KADIN Sumsel itu bukan cuma jago ngurus bisnis, tapi juga mulai jago “masak rasa sosial”. Kok bisa, ya bisa-lah sebab di zaman harga bahan pokok naik-turun kayak sinyal Wi-Fi, yang dibutuhkan rakyat itu bukan teori ekonomi makro, tapi nasi dan lauk yang masih bisa dijangkau dompet tipis.

Kata Deru, gerakan pangan murah ini penting buat jaga stabilitas harga dan bantu masyarakat dapat bahan pokok tanpa bikin jantung deg-degan di kasir. Nah, akur, ini baru namanya kolaborasi nggak cuma numpang tanda tangan MoU, tapi juga nyentuh dapur warga.

Biasanya kalau dengar kata KADIN, orang mikirnya “Ah, kumpulan pengusaha”. Tapi di sini beda, mereka lagi berusaha menepis stereotip itu. Lewat Dapur MBG, mereka seperti bilang “Hei, kita juga bisa peduli kok, bukan cuma cari untung”.

Inisiatif ini seperti nasi goreng tengah malam, sederhana, tapi bikin hangat, lantaran di dalamnya ada bumbu tanggung jawab sosial. Ini bukan proyek pencitraan, tapi bentuk nyata kalau dunia usaha juga punya hati, bukan sekadar kalkulator laba-rugi.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, malah sempat bilang, “Sumsel ini beda, kolaborasinya nyata”. Nah, ini pujian yang jarang keluar dari mulut pengusaha nasional.

Artinya, KADIN Sumsel berhasil bikin dunia usaha tampil dengan wajah manusiawi. Bukan lagi sosok elit yang cuma nongol di seminar ber-AC, tapi hadir di tengah rakyat, di bawah terik panas dan aroma minyak goreng.

Kalau dipikir-pikir, dapur itu memang simbol kehidupan, dari situ energi manusia lahir, dari situ pula rasa syukur diuji karena tak semua orang punya dapur yang berasap tiap hari. Maka dari itu, Dapur MBG bukan cuma bangunan dengan panci dan kompor, tapi simbol harapan.

Dari dapur pula lahir solidaritas, di sana, orang bisa belajar bahwa rezeki itu nggak harus selalu disimpan, tapi juga dibagi, seperti pepatah lama bilang, “Semakin sering kau menanak nasi untuk orang lain, makin kenyang juga hatimu sendiri”.

Dan ini yang sering kita lupa, apalagi di tengah hiruk-pikuk politik dan ekonomi, kadang yang dibutuhkan rakyat bukan janji manis di baliho, tapi nasi hangat di meja makan.

Kehadiran Dapur MBG dan Gerakan Pangan Murah ini seolah jadi bukti kalau pemerintah dan pengusaha bisa duduk satu meja tanpa harus berebut kursi. Satu masak, satu cicip, tapi hasilnya buat rakyat banyak.
Kalau kolaborasi ini terus dijaga, bisa jadi Sumsel bukan cuma dikenal sebagai lumbung energi, tapi juga lumbung empati.

Dan jujur aja, di zaman sekarang, empati itu barang langka. Kadang lebih susah dicari daripada minyak goreng waktu harga naik. Tapi kalau KADIN dan pemerintah bisa jadi contoh, barangkali dunia usaha lain bakal ikut-ikutan. Kan kata pepatah, “api kecil dari dapur bisa menyalakan obor besar di luar sana”.

Tapi, tentu semua ini nggak bisa berhenti di seremoni dan potong pita saja, karena dapur, sehebat apa pun alatnya, nggak bakal hidup tanpa api. Api itu semangat dan konsistensi, jangan sampai Dapur MBG ini cuma ramai waktu peresmian, lalu redup kayak bara yang kehabisan angin.

Kepedulian sosial itu harus dijaga, terus dikipasi, biar nggak padam. Karena rakyat nggak butuh program musiman, tapi solusi berkelanjutan, seperti kata pepatah lagi, “lebih baik nasi hangat tiap hari daripada tumpeng setahun sekali”.

Oleh sebab itu, dalam dunia yang makin sibuk mengejar target, kadang manusia lupa menanak rasa. Padahal, hidup ini bukan cuma soal siapa yang paling kaya, tapi siapa yang paling peduli. KADIN Sumsel dan Pemprov sudah mulai langkah kecil dengan Dapur MBG, tinggal kita, mau ikut masak atau cuma nonton dari jauh?

Karena pada akhirnya, urusan dapur bukan cuma soal makan, tapi soal nilai, dan kalau hati sudah ikut masak, yakinlah, yang kenyang bukan cuma perut, tapi juga nurani.

Jadi, Dapur MBG bukan sekadar program, tapi simbol bahwa dunia usaha juga bisa berempati bahwa tanggung jawab sosial itu bukan kewajiban, tapi panggilan hati. Selama kepedulian masih dijaga, Sumsel akan tetap hangat,  bukan karena cuaca, tapi karena api solidaritasnya tak pernah padam, semoga tak meleset!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Album terbaik sepanjang masa dari 4 grup band legendaris dunia

    Album terbaik sepanjang masa dari 4 grup band legendaris dunia

    • calendar_month Minggu, 18 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.794
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Empat grup band dunia yang legendaris ini cukup tenar dan hampir dinikmati oleh pecandu musik di seluruh dunia, nah mungkin ini bisa jadi referensi ente dari empat band legendaris ini yang masih didengar dan dinikmati sepanjang masa :   The Rolling Stones The Rolling Stones memiliki katalog album yang sangat luas dan beragam, […]

  • Pembatalan SKB 3 Menteri Tentang Seragam Sekolah, Itu Harus Dihormati

    Pembatalan SKB 3 Menteri Tentang Seragam Sekolah, Itu Harus Dihormati

    • calendar_month Sabtu, 8 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menghormati putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan pemberlakuan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri terkait penggunaan pakaian seragam dan atribut bagi peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah yang diselenggarakan Pemda pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. SKB ini sebelumnya telah diterbitkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, […]

  • 2020, BPS Provinsi Sumsel Sebut Sensus Gunakan Sistem Online, Apa Tujuannya ?

    2020, BPS Provinsi Sumsel Sebut Sensus Gunakan Sistem Online, Apa Tujuannya ?

    • calendar_month Jumat, 6 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 848
    • 0Komentar

    “Sensus online ini harus dibarengi juga dengan sensus manual yang dilakukan selama ini, karena ada beberapa daerah yang belum siap untuk online. Dengan adanya pendataan penduduk di tahun mendatang, saya harapkan agar BPS dapat menciptakan data yang valid untuk kabupaten Muba,”

  • Jelang Iduladha, Pesan-pesan Kabareskrim Ini Patut Jadi Bahan Intropeksi Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

    Jelang Iduladha, Pesan-pesan Kabareskrim Ini Patut Jadi Bahan Intropeksi Bagi Masyarakat Pada Masa Pandemi Covid-19

    • calendar_month Senin, 19 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    MENJELANG Iduladha 1443 H, yang jatuh besok selasa, 20 Juli 2021, KabareskrimPolri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., turut menyampaikam pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mantan Kapolda Sumut tersebut mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentuh Idul adha tersebut untuk meninggalkan sifat-sifat buruk yang ada di diri masing-masing. “Melalui momen Iduladha ini, sembelihlah sifat-sifat hewani […]

  • “Musyawarah Digital dari Negeri Serba Diskon”

    “Musyawarah Digital dari Negeri Serba Diskon”

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, “Kalau harga ayam murah terus, jangan-jangan nanti ayamnya juga ikut mogok bertelur karena stress!”Begitulah  celetuk seorang emak-emak di pasar sabtu akhir pekan lalu, saat ditanya kenapa tersenyum senang meski sedang antre beli telur. Tapi siapa sangka, senyuman warga kadang menyimpan derita di sisi lain di kandang peternak. Kata orang tua zaman dulu, “harga boleh […]

  • Pandemi Tak Halangi Putri Remaja Indonesia 2020 Beraktivitas

    Pandemi Tak Halangi Putri Remaja Indonesia 2020 Beraktivitas

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    MASA pandemik yang membuat banyak orang hanya mampu berdiam di rumah dan menahan diri dari aktivitas di luar rumah, tak membuat aktivitas berkesenian Rosa Indiana terhenti. Berbagai kegiatan dan even, tetap dilakoninya. Hanya saja, dia mematuhi protokol kesehatan dengan ketat. Apalagi, saat ini dia pun tercatat sebagai salah seorang Gadis Protokol Kesehatan, Palembang. Rosa Indiana, […]

expand_less
WordPress Archive Roph – Creative Ajax Portfolio WordPress Theme Rosaa – Flower Shop WordPress Theme Rosaleen – Health Coach & Speaker WordPress Theme Rosalinda | Health Coach & Vegetarian Lifestyle Blog WordPress Theme Rose Business Suite – Accounting, CRM and POS Software Rosemary – Health & Beauty Brand Elementor Template Kit Rosey – Jewelry Store WooCommerce WordPress Theme Rouge – Makeup & Beauty Elementor Template Kit Roundex – Circular Portfolio WordPress Theme Rovex – Design Agency WordPress Theme