Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Empat Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Berat

Empat Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Berat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
  • visibility 741
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANK Indonesia (BI) memperkuat koordinasi kebijakan demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Tinggal beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan 2021 menuju 2022. Biasanya, kita selalu menyambut kedatangan pergantian tahun dengan sukacita. Namun, badai wabah Covid-19 yang masih terus berlangsung menyebabkan kita harus tetap waspada.

Apalagi, kini di depan mata kita telah datang varian baru dari Covid-19, yakni Omicron. Presiden Joko Widodo pun telah memberikan peringatan agar masyarakat mewaspadai penularan virus Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia.

Tentunya, kedatangan varian baru Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia juga membuyarkan sejumlah optimisme terhadap ekonomi di tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun sudah memberikan sinyal bahwa ekonomi global pada 2022 tidak akan lebih baik daripada 2021.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya ketidakpastian, terutama di negara maju dan adanya dampak inflasi yang cukup tinggi. Outlook 2022 untuk global ekonomi tidak sebaik pada 2021.

“Ini kita perlu waspadai. Berarti outlook pertumbuhan ekonomi 2022 secara global lebih rendah,” kata Sri Mulyani dalam satu acara, Rabu (15/12/2021).

Ada empat penyebab dan isu alasan pertumbuhan ekonomi pada 2022 global bakal lebih berat, pertama, inflasi hingga masalah moneter di AS dan Eropa. Isu pertama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di 2022 menjadi lebih sulit adalah inflasi yang terjadi AS.

Sri Mulyani menyebut, dengan inflasi tinggi, AS akan melakukan tapering lebih dini dan lebih cepat dan berdampak ke seluruh dunia. “Demikian juga di Eropa di mana bank sentral akan dihadapkan pada opsi untuk melakukan penanganan inflasi melalui pengetatan moneter,” ucapnya.

Kedua, Tiongkok dengan sejumlah kebijakan dan masalahnya yang berpengaruh pada ekonomi dunia. Negeri Tirai Bambu ini masih punya masalah dengan perusahaan properti Tiongkok, Evergrande hingga kebijakan green economy mereka yang memberhentikan pembiayaan di bidang batu bara.

Ketiga, masalah suplai dunia. Ada masalah distrupsi suplai yang memberikan dampak pada inflasi dunia. Distrupsi ini bisa karena transportasi dan distribusi seperti masalah pengiriman dan kontainer.

“Maupun distruption karena labour supply tidak secepat meningkat dengan permintaan yang sekarang melonjak setelah terjadi normalisasi,” ujar Sri Mulyani.

Keempat, komitmen isu lingkungan juga bakal ganggu perekonomian

Isu keempat lain yang bakal bikin ekonomi global 2022 tidak sebaik 2021 adalah komitmen negara-negara dunia untuk menurunkan temperatur dunia atau mencegah kenaikan suhu dunia. Hal ini menimbulkan dampak pada harga komoditas terutama energi.

Bagaimana dalam konteks faktor inflasi dan ekonomi ke depan Indonesia? Sejumlah kalangan, baik pengamat maupun pemerintah sudah seirama bahwa tingkat inflasi pada 2022 diperkirakan meningkat tinggi dibandingkan dengan capaian inflasi pada 2021, seiring pemulihan ekonomi domestik.

Beberapa dari mereka memberikan prediksi tingkat inflasi pada 2022 pada kisaran 3,5 persen secara tahunan. Ada beberapa faktor fundamental yang memicu tekanan inflasi pada 2022, misalnya, kenaikan harga energi yang akan berimplikasi pada peningkatan biaya produksi dan akan terepresentasikan dari harga jual produk atau jasa tersebut.

Memang, tanda-tanda kenaikan inflasi tahun depan tidak hanya terjadi pada perekonomian domestik, melainkan juga di negara-negara maju. Pemulihan yang lebih cepat di negara maju telah mendorong kenaikan inflasi, sementara negara berkembang masih berupaya memulihkan daya beli dan menangani pandemi.

Faktor pemicu inflasi berikutnya yang juga perlu diantisipasi, seperti risiko depresiasi nilai tukar di 2022 yang dapat mendorong kenaikan imported inflation. Faktor gangguan produksi di dalam negeri juga dapat menjadi tantangan yang memicu peningkatan inflasi. Kontributor utama inflasi di Indonesia adalah inflasi yang bersumber dari volatilitas harga bahan pangan.

Akibat curah hujan yang tinggi dan bencana banjir yang umumnya terjadi hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia dapat memicu peningkatan inflasi. Faktor pengerek inflasi tersebut pun masih akan diikuti oleh tantangan pemulihan daya beli masyarakat.

Dalam rangka itu, Bank Indonesia bersama pemerintah terus menjaga tingkat inflasi sepanjang 2021 yang diperkirakan berada pada kisaran 1,9 persen secara tahunan.

Artinya, tingkat inflasi pada 2021 itu masih jauh lebih rendah dari sasaran target 2–4 persen sehingga inflasi tahun depan bisa diukur dan disesuaikan dengan menggeliatnya pemulihan ekonomi nasional.Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Fraksi DPRD Pagaralam Menarik Diri Ditahapan Pembahasan RAPBD

    2 Fraksi DPRD Pagaralam Menarik Diri Ditahapan Pembahasan RAPBD

    • calendar_month Selasa, 10 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.778
    • 0Komentar

    DUA Fraksi DPRD yaitu Fraksi NasDem dan Fraksi Golkar Kota Pagaralam menyatakan sikap menarik diri dari tahapan pembahasan baik ditingkat Komisi maupun di Badan Anggaran dalam kegiatan pembahasan RAPBD Perubahan tahun anggaran 2020 dan pembahasan RAPBD tahun 2021. Sikap tersebut diambil, karena belum ditanda taganinya hasil Rapat dalam Berita Acara Badan Anggaran DPRD Kota Pagaralam, […]

  • Perbaiki Jalan Rusak Sepanjang 7 KM di Kecamatan Jirak Jaya

    Perbaiki Jalan Rusak Sepanjang 7 KM di Kecamatan Jirak Jaya

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kecamatan Jirak Jaya dalam mengatasi jalan rusak yang berada di Simpang Rukun Rahayu – Sungai Menang, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Jirak Jaya sepanjang 7 Kilometer langsung di respon dengan cepat. Hal tersebut setelah Camat Jirak Jaya bersama Pemerintah Desa Mekar Jaya, dan perusahaan _duduk besame_ mencari solusi melakukan perbaikan tanggap darurat terhadap jalan yang […]

  • Future Minerals Forum Dorong Diskusi Global tentang Transisi Energi Bersih

    Future Minerals Forum Dorong Diskusi Global tentang Transisi Energi Bersih

    • calendar_month Kamis, 28 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 987
    • 0Komentar

    Kemitraan Baru bakal Membentuk Percakapan tentang Pembangunan Berkelanjutan dalam Logam dan Mineral Global di Future Minerals Forum 2024 Sumselterkini.co.id, RIYADH, Arab Saudi, Dec. 28, 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Future Minerals Forum (FMF), yang dijadwalkan berlangsung antara tanggal 9-11 Januari di Riyadh, Arab Saudi, hari ini mengumumkan tiga kemitraan strategis baru untuk menginformasikan wacana global tentang […]

  • 1 Warga Kab Bandung Jadi Korban Tebing Longsor

    1 Warga Kab Bandung Jadi Korban Tebing Longsor

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

    SATU warga dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tebing sawah setinggi 30 meter di Desa Neglasari, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, kemarin. Fenomena tanah longsor yang kemudian mengakibatkan satu warga menjadi korban itu terjadi setelah hujan mengguyur wilayah tersebut dan kondisi tanah labil. Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung telah melakukan assessment dan berkoordinasi […]

  • Gubernur Kunjungan Kerja Ke OKU Timur, Laksanakan Bedah Rumah  Dan Bantu Masyarakat Terdampak Covid

    Gubernur Kunjungan Kerja Ke OKU Timur, Laksanakan Bedah Rumah Dan Bantu Masyarakat Terdampak Covid

    • calendar_month Minggu, 19 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 750
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Bupati Ogan Komering Ulu Timur H. Lanosin, S.T. dan didampingi Wakil Bupati OKU Timur H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H  hadiri acara bakti sosial bedah rumah warga tidak mampu serta pemberian bantuan beras kepada warga terdampak covid 19. Di Desa Bantan, Minggu 19 September 2021. Dalam kesempatan itu, […]

  • Mang Zenal & Wak Beg Bicara KSTI 2025, Dari Drone Ngusir Pipit sampai AI di Sawah

    Mang Zenal & Wak Beg Bicara KSTI 2025, Dari Drone Ngusir Pipit sampai AI di Sawah

    • calendar_month Senin, 11 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 904
    • 0Komentar

    “Teknologi baru itu kayak cangkul modern, kalau cuma dipajang di gudang, ya tetap saja rumput tumbuh di sawah” DI sebuah sore yang malas, Mang Zenal duduk santai di pos ronda kampung. Kopinya sudah tinggal setitik, dan asapnya kalah sama bau gorengan Wak Darmi di seberang jalan. Wak Beg datang sambil nyeret sandal jepit, bawa koran […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Conditional Logic Ninja Forms Constant Contact Ninja Forms ConvertKit Ninja Forms Elavon Ninja Forms EmailOctopus Ninja Forms Emma Ninja Forms Excel Export Ninja Forms File Uploads Ninja Forms for AMP Ninja Forms FreshBooks