Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Empat Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Berat

Empat Penyebab Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Berat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 23 Des 2021
  • visibility 755
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BANK Indonesia (BI) memperkuat koordinasi kebijakan demi menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.

Tinggal beberapa hari lagi, kita akan meninggalkan 2021 menuju 2022. Biasanya, kita selalu menyambut kedatangan pergantian tahun dengan sukacita. Namun, badai wabah Covid-19 yang masih terus berlangsung menyebabkan kita harus tetap waspada.

Apalagi, kini di depan mata kita telah datang varian baru dari Covid-19, yakni Omicron. Presiden Joko Widodo pun telah memberikan peringatan agar masyarakat mewaspadai penularan virus Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia.

Tentunya, kedatangan varian baru Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia juga membuyarkan sejumlah optimisme terhadap ekonomi di tahun depan. Menteri Keuangan Sri Mulyani pun sudah memberikan sinyal bahwa ekonomi global pada 2022 tidak akan lebih baik daripada 2021.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya ketidakpastian, terutama di negara maju dan adanya dampak inflasi yang cukup tinggi. Outlook 2022 untuk global ekonomi tidak sebaik pada 2021.

“Ini kita perlu waspadai. Berarti outlook pertumbuhan ekonomi 2022 secara global lebih rendah,” kata Sri Mulyani dalam satu acara, Rabu (15/12/2021).

Ada empat penyebab dan isu alasan pertumbuhan ekonomi pada 2022 global bakal lebih berat, pertama, inflasi hingga masalah moneter di AS dan Eropa. Isu pertama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di 2022 menjadi lebih sulit adalah inflasi yang terjadi AS.

Sri Mulyani menyebut, dengan inflasi tinggi, AS akan melakukan tapering lebih dini dan lebih cepat dan berdampak ke seluruh dunia. “Demikian juga di Eropa di mana bank sentral akan dihadapkan pada opsi untuk melakukan penanganan inflasi melalui pengetatan moneter,” ucapnya.

Kedua, Tiongkok dengan sejumlah kebijakan dan masalahnya yang berpengaruh pada ekonomi dunia. Negeri Tirai Bambu ini masih punya masalah dengan perusahaan properti Tiongkok, Evergrande hingga kebijakan green economy mereka yang memberhentikan pembiayaan di bidang batu bara.

Ketiga, masalah suplai dunia. Ada masalah distrupsi suplai yang memberikan dampak pada inflasi dunia. Distrupsi ini bisa karena transportasi dan distribusi seperti masalah pengiriman dan kontainer.

“Maupun distruption karena labour supply tidak secepat meningkat dengan permintaan yang sekarang melonjak setelah terjadi normalisasi,” ujar Sri Mulyani.

Keempat, komitmen isu lingkungan juga bakal ganggu perekonomian

Isu keempat lain yang bakal bikin ekonomi global 2022 tidak sebaik 2021 adalah komitmen negara-negara dunia untuk menurunkan temperatur dunia atau mencegah kenaikan suhu dunia. Hal ini menimbulkan dampak pada harga komoditas terutama energi.

Bagaimana dalam konteks faktor inflasi dan ekonomi ke depan Indonesia? Sejumlah kalangan, baik pengamat maupun pemerintah sudah seirama bahwa tingkat inflasi pada 2022 diperkirakan meningkat tinggi dibandingkan dengan capaian inflasi pada 2021, seiring pemulihan ekonomi domestik.

Beberapa dari mereka memberikan prediksi tingkat inflasi pada 2022 pada kisaran 3,5 persen secara tahunan. Ada beberapa faktor fundamental yang memicu tekanan inflasi pada 2022, misalnya, kenaikan harga energi yang akan berimplikasi pada peningkatan biaya produksi dan akan terepresentasikan dari harga jual produk atau jasa tersebut.

Memang, tanda-tanda kenaikan inflasi tahun depan tidak hanya terjadi pada perekonomian domestik, melainkan juga di negara-negara maju. Pemulihan yang lebih cepat di negara maju telah mendorong kenaikan inflasi, sementara negara berkembang masih berupaya memulihkan daya beli dan menangani pandemi.

Faktor pemicu inflasi berikutnya yang juga perlu diantisipasi, seperti risiko depresiasi nilai tukar di 2022 yang dapat mendorong kenaikan imported inflation. Faktor gangguan produksi di dalam negeri juga dapat menjadi tantangan yang memicu peningkatan inflasi. Kontributor utama inflasi di Indonesia adalah inflasi yang bersumber dari volatilitas harga bahan pangan.

Akibat curah hujan yang tinggi dan bencana banjir yang umumnya terjadi hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia dapat memicu peningkatan inflasi. Faktor pengerek inflasi tersebut pun masih akan diikuti oleh tantangan pemulihan daya beli masyarakat.

Dalam rangka itu, Bank Indonesia bersama pemerintah terus menjaga tingkat inflasi sepanjang 2021 yang diperkirakan berada pada kisaran 1,9 persen secara tahunan.

Artinya, tingkat inflasi pada 2021 itu masih jauh lebih rendah dari sasaran target 2–4 persen sehingga inflasi tahun depan bisa diukur dan disesuaikan dengan menggeliatnya pemulihan ekonomi nasional.Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati OKI Muchendi tegaskan pentingnya pencatatan dan pengelolaan aset

    Bupati OKI Muchendi tegaskan pentingnya pencatatan dan pengelolaan aset

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.052
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Pengecekan kendaraan dinas yang dilakukan Pemkab OKI merupakan langkah positif dan patut diapresiasi. Pengelolaan aset daerah yang transparan dan akuntabel sangat penting untuk memastikan anggaran yang dikeluarkan pemerintah benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Tidak jarang ditemukan kasus kendaraan dinas yang disalahgunakan, baik untuk kepentingan pribadi maupun tidak terawat dengan baik sehingga menurunkan efisiensi […]

  • Siaga Karhutbunlah, Muba Bangun 9 Embung & Sumur Bor

    Siaga Karhutbunlah, Muba Bangun 9 Embung & Sumur Bor

    • calendar_month Kamis, 19 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.205
    • 0Komentar

    BERBAGAI upaya dilakukan dalam melakukan pencegahan Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di Kabupten Musi Banyuasin (Muba). Salah satunya dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementan RI dalam pembuatan embung dan sumur bor. Terdapat sembilan kelompok tani (Koptan) dalam Kabupaten Muba yang diberikan bantuan pembangunan embung dan sumur […]

  • Warga Terima Takjil & Masker Di Hut Ke-5 Partai Berkarya

    Warga Terima Takjil & Masker Di Hut Ke-5 Partai Berkarya

    • calendar_month Senin, 3 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.614
    • 0Komentar

    DI  bulan suci Ramadan yang juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke Lima yakni Partai Berkarya, melaksanakan bakti sosial dengan berbagi takjil serta masker kepada pengguna jalan. Selain berbagi takjil dan masker, dalam kesempatan itu juga dilaksanakan buka puasa dan doa bersama yang dihadiri oleh seluruh anggota Partai Berkarya Kabupaten Muara Enim, di […]

  • Wajah Baru Politik di Era Tekhnologi

    Wajah Baru Politik di Era Tekhnologi

    • calendar_month Selasa, 10 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.968
    • 0Komentar

    Seperti dilansir Kompas.com, Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Sonny Harry Harmadi mengatakan bahwa kelompok berpendidikan baik dan mengenal teknologi maju dengan tingkat pendidikan dan akses informasi yang lebih baik, kelompok ini cenderung paham dengan perkembangan politik terkini, serta mengambil keputusan dengan rasional. Mereka melek politik dan teknolog. Teknologi secara fundamental telah mengubah proses […]

  • Enam Episode Animasi Sinematik plus Seri Gambar Bergerak Inovatif sebagai Pembuka Lagu Baru “Goodbye Princess”

    Enam Episode Animasi Sinematik plus Seri Gambar Bergerak Inovatif sebagai Pembuka Lagu Baru “Goodbye Princess”

    • calendar_month Sabtu, 12 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 864
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Pada hari ini, Tia Lee, ikon mode Asia, penyanyi pop, aktris film dan televisi, episode pertama dari seri animasi perdananya, yang menceritakan perjalanan Tia dan perjuangannya di industri hiburan dan mode.     Seri animasi ini berpusat pada pesan yang dari lagu baru Tia yang akan segera diluncurkan, “GOODBYE […]

  • “Pupuk Datang Duluan, Petani Senyum Lebar! Satu Tahun Prabowo-Gibran”

    “Pupuk Datang Duluan, Petani Senyum Lebar! Satu Tahun Prabowo-Gibran”

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.418
    • 0Komentar

    TAHUN pertama pemerintahan Prabowo-Gibran nggak cuma soal pidato megah atau sidang PBB. Ternyata ada kabar bahagia dari sawah, yaitu terkait pupuk subsidi tiba tepat waktu, dan bikin petani senyum sampai gigi kelihatan semua!. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, bilang, “Tata kelola pupuk subsidi berubah drastis. Petani sekarang bisa menebus pupuk lebih gampang, lebih cepat, […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Conditional Logic Ninja Forms Constant Contact Ninja Forms ConvertKit Ninja Forms Elavon Ninja Forms EmailOctopus Ninja Forms Emma Ninja Forms Excel Export Ninja Forms File Uploads Ninja Forms for AMP Ninja Forms FreshBooks