Kamis, 10 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Dana Pemda Parkir Rp100 Triliun di Bank, Menkeu: “Rencananya Saya Mau Ambil”

Dana Pemda Parkir Rp100 Triliun di Bank, Menkeu: “Rencananya Saya Mau Ambil”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada dana pemerintah daerah yang jumlahnya mencapai Rp100 triliun, tetapi belum bergerak ke mana-mana.

Uang tersebut masih tersimpan di perbankan hingga mendekati akhir tahun. Kondisi ini menjadi perhatian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini berencana menarik dana pemda yang masih mengendap tersebut.

Purbaya tidak berputar-putar ketika ditanya soal dana tersebut. “Yang Rp100 triliun? Rencananya saya mau ambil,” kata Purbaya, Selasa (8/9/2026).

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat mulai menyoroti dana daerah yang terlalu lama tersimpan di bank. Sederhananya, uangnya sudah ada, tetapi belanjanya belum bergerak.

Dana yang mengendap tersebut merupakan likuiditas pemerintah daerah yang belum digunakan. Pemerintah melihat kondisi ini perlu diubah agar uang yang tersedia tidak hanya menjadi saldo di rekening perbankan.

Namun, rencana mengambil dana tersebut bukan berarti pemerintah pusat ingin membuat daerah kehilangan uang.

Purbaya mengaitkan kebijakan itu dengan pembenahan sistem Transfer ke Daerah (TKD). Pemerintah ingin mekanisme transfer dibuat lebih cepat, sehingga daerah tidak harus menyimpan dana dalam jumlah besar hanya untuk mengantisipasi kebutuhan pada awal tahun.

Selama ini, sebagian daerah memilih menahan kas karena harus memastikan kebutuhan anggaran berikutnya tetap aman.

Dengan sistem transfer yang lebih cepat, alasan untuk menumpuk dana dalam jumlah besar di bank diharapkan berkurang.

Rencana Kemenkeu mulai masuk, dana yang belum digunakan dapat ditarik lebih dahulu. Ketika daerah kembali membutuhkan uang untuk menjalankan program dan belanja, dana tersebut akan disalurkan.

Purbaya memastikan pemerintah tidak akan membiarkan daerah kekurangan likuiditas.

“Kita ambil itu, nanti kita salurin lagi Januari agar mereka nggak kekurangan uang,” ujarnya.

Jadi, persoalannya bukan hanya  uang daerah ditarik atau tidak. Pemerintah sedang mencoba mengubah cara dana tersebut bergerak.

Daripada mengendap berbulan-bulan di rekening, pemerintah ingin uang itu dikelola lebih aktif sesuai kebutuhan.

Sebab, ketika dana dalam jumlah besar hanya tersimpan di bank, manfaatnya belum terasa melalui belanja pemerintah.

Padahal, anggaran daerah pada akhirnya diharapkan mengalir ke berbagai kebutuhan, mulai dari pelayanan pemerintahan hingga program pembangunan.

Rp100 triliun tentu bukan angka kecil, jika dana sebesar itu bisa bergerak lebih cepat, pemerintah berharap aktivitas belanja juga ikut terdorong.

Tetapi di bagian lain, pemerintah daerah tetap harus menghitung kebutuhan kas dengan cermat. Jangan sampai perubahan mekanisme ini justru mengganggu pembayaran atau program yang memang sudah dijadwalkan.

Oleh sebab itu, pelaksanaan rencana penarikan tersebut akan menjadi perhatian tersendiri bagi pemerintah daerah.

Pemerintah pusat kini mengirim pesan yang cukup jelas, dana daerah boleh tersedia, tetapi jangan terlalu lama diam. Dan untuk sekitar Rp100 triliun yang masih mengendap itu, Purbaya sudah menyampaikan rencananya dengan terus terang.

“Rencananya saya mau ambil.” (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jargas Mengalir di Bayung Lencir, Warga Panjatkan Syukur

    Jargas Mengalir di Bayung Lencir, Warga Panjatkan Syukur

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.183
    • 0Komentar

    JARINGAN gas [Jargas] mengalir di Kecamatan Bayung Lencir, Kelurahan Bayung Lencir, Kab. Musi Banyuasin [Muba].Warga pun  memanjatkan syukurnya, karena dengan adanya jargas setidak dapat menghemat kebutuhan gas untuk rumah tangga. “Tahun 2021 ada 6.000 sambungan tersebar di Kelurahan Bayungl Lencir Indah dan beberapa desa seperti Simpang  Bayat, Bayat Ilir, Mendis dan Senawar Jaya, ” terang […]

  • Dampak COVID-19, Iskandar Minta Masyarakat OKI Tenang, Ada Dana Yang Bakal Dibagikan Selama 3 Bulan

    Dampak COVID-19, Iskandar Minta Masyarakat OKI Tenang, Ada Dana Yang Bakal Dibagikan Selama 3 Bulan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    WABAH COVID-19 memang membawa dampak yang besar terutama pada perekonomian masyarakat, bukan saja di Kabupaten OKI, bahkan seluruh masyarakat global. Pemerintah pun dituntut kerja keras guna menanggulangi masalah tersebut, pasalnya akibat dari COVID-19 tersebut banyak masyarakat miskin baru [misbar] yang timbul hampir di seluruh daerah. Oleh sebab itu, Bupati OKI Iskandar pun terus mengeluarkan kebijakan […]

  • Sumsel Fokus Pada Pencegahan Karhutla

    Sumsel Fokus Pada Pencegahan Karhutla

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 935
    • 0Komentar

    SUMATERA  (Sumsel) hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan kondusif  tidak ada terjadi konflik di berbagai lini kehidupan di tengah masyarakat, baik itu konflik antar suku, ras, agama dan antar golongan (Sara). “Hingga saat ini di Sumatera Selatan  masih tetap terjaga kerukunannya. Bahkan bisa dikatakan Sumsel zero konflik. Ini tidak lain karena keaktifan dari […]

  • Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    Uang Banyak, Harga Deg-degan dan Inflasi Jangan Ikut Liar

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 438
    • 0Komentar

    AKHIR  2025 lalu, uang di Indonesia lagi rajin-rajinnya berolahraga, berlari kencang sampai ngos-ngosan, tapi terlihat bahagia. Menurut rilis Bank Indonesia dilaman resminya, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2025 tumbuh 9,6 persen (yoy), naik dari November 2025 yang 8,3 persen (yoy). Total M2 pun tembus Rp10.133,1 triliun. Angka ini kalau […]

  • Tanpa Peresmian, Gubernur Operasikan Tol Kayuagung – Palembang Gratis

    Tanpa Peresmian, Gubernur Operasikan Tol Kayuagung – Palembang Gratis

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.293
    • 0Komentar

     RUAS tol Palembang-Kayu Agung sepanjang 33 kilometer yang telah lama dinantikan oleh seluruh masyarakat Provinsi Sumsel, Hari ini Rabu (1/4/2020) telah resmi beroperasi secara gratis. Kendati tanpa peresmian, Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru bersama Kapolda Provinsi Sumsel Irjen Priyo Widyanto, dan Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan meninjau langsung pengoperasian hari pertama […]

  • TGB-Muhammad Zainul Majdi

    Begini Kata TGB  Peran Serta Sekda di Era Otonomi Daerah

    • calendar_month Jumat, 27 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    Sekda harus kreatif, inovatif dan sigap

expand_less
WordPress Archive RedHelp – Startup Showcase Elementor Template Kit Redias – Business Consulting WordPress Theme Redlight Cyber Security & IT Management WordPress Theme Redwood – A Responsive WordPress Blog Theme Redy | Marathon & Running Sports WordPress Theme Reeco – Furniture WooCommerce WordPress Theme ReEstate – Real Estate with MLS IDX Listing Realtor Theme Refix – Appliance Repair Company Elementor Template Kit Reflekt – Minimalist Portfolio Theme ReFormer – Multichannel Contact Form for Elementor