Destry Dorong Langkah Konkret BRICS Saat Ekonomi Global Bergejolak
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 25 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bi.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya tensi geopolitik membuat negara-negara BRICS menghadapi tantangan untuk menjaga ketahanan ekonomi bersama.
Di tengah kondisi tersebut, Indonesia mendorong agar kerja sama BRICS tidak berhenti pada kesepakatan, tetapi diterjemahkan menjadi langkah yang bisa memberi manfaat nyata.
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melihat penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara sebagai bagian penting dari upaya tersebut. Menurutnya, penguatan kerja sama ekonomi dan keuangan perlu tetap mempertimbangkan kondisi serta prioritas masing-masing negara anggota.
“Indonesia melihat peluang strategis bagi BRICS untuk mengubah berbagai tantangan menjadi resiliensi bersama melalui penguatan kerja sama konkret,” ujar Destry.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral BRICS atau 2nd BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting di Mumbai, India, pada 9–10 September 2026.
Dalam forum itu, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas sekaligus memperkuat sumber pertumbuhan. Penguatan transaksi menggunakan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran lintas negara menjadi salah satu agenda yang didorong Indonesia.
Bagi Indonesia, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi fragmentasi ekonomi global. Kerja sama antarnegera BRICS dinilai perlu diarahkan pada hubungan ekonomi yang saling melengkapi, bukan sekadar menghasilkan pernyataan bersama.
Agenda itu kemudian berlanjut dalam pembicaraan bilateral Indonesia dengan India. Di sela pertemuan BRICS di Mumbai, Destry bertemu Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Sanjay Malhotra.
Pertemuan tersebut membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia-India, Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran melalui QR antarnegara.
Kerja sama Indonesia-India ini menjadi salah satu langkah konkret untuk menerjemahkan pembahasan di tingkat BRICS ke dalam hubungan ekonomi dan keuangan bilateral. Penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran menjadi bagian dari agenda yang dibahas kedua pihak.
Sementara itu, Pertemuan BRICS FMCBG juga membahas sejumlah isu strategis lainnya. Di antaranya penguatan resiliensi dan pertumbuhan ekonomi, transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), ketahanan siber, serta keuangan berkelanjutan.
Negara-negara anggota BRICS kemudian menyepakati komitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan keuangan sekaligus meningkatkan resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Penguatan arsitektur keuangan global turut menjadi perhatian. BRICS menilai reformasi tata kelola IMF penting untuk memperkuat suara dan representasi negara berkembang.
Indonesia dalam forum tersebut menekankan bahwa perbedaan karakteristik negara anggota dapat menjadi kekuatan. Dengan kondisi dan prioritas yang berbeda, masing-masing negara tetap dapat membangun kerja sama yang saling melengkapi dan menghasilkan nilai tambah bersama.
Pertemuan tersebut dihadiri para pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan negara anggota BRICS, yakni Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan Iran. Indonesia diwakili Destry Damayanti dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung.
Hasil pertemuan BRICS FMCBG kedua dituangkan dalam Pernyataan Bersama yang mencerminkan komitmen negara anggota menghadapi tantangan ekonomi global.
Ke depan, Indonesia memandang ruang dialog tetap penting di tengah fragmentasi global. Bank Indonesia bersama pemerintah akan terus berkontribusi dalam agenda kerja sama internasional dengan mendorong langkah yang konkret dan inklusif, sekaligus tetap sejalan dengan prioritas nasional untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
