Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Air Tak Lagi Punya Jalan Pulang di Palembang

Air Tak Lagi Punya Jalan Pulang di Palembang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
  • visibility 78
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Walhi Sumsel tagih komitmen Pemkot jalankan putusan PTUN soal banjir dan rawa kota.

KOTA ini sebenarnya sudah lama akrab dengan air. Dari zaman perahu masih lebih dihormati ketimbang klakson mobil, Palembang tumbuh bersama sungai, rawa, dan tanah basah. Air dulu bukan musuh. Ia seperti tamu lama yang tahu kapan datang dan kapan pulang.

Tapi belakangan, air tampaknya mulai bingung.

Ia datang terlalu lama, masuk gang, menginap di halaman rumah warga, bahkan kadang duduk santai di ruang tamu sambil membuat motor mogok dan sandal hanyut ke tetangga sebelah.

Palembang perlahan berubah. Rawa yang dulu menjadi tempat air “beristirahat” satu per satu menghilang. Ada yang berubah menjadi perumahan, ada yang disulap jadi bangunan beton, ada pula yang tinggal nama di peta lama. Kota berkembang cepat, sementara ruang air menyusut pelan-pelan.

Di tengah kondisi itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan kembali mengingatkan Pemerintah Kota Palembang agar tidak menganggap banjir sekadar urusan hujan deras dan drainase mampet.

Senin (18/5/2026), jajaran pengurus Walhi Sumsel melakukan audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang yang dipimpin Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Pertemuan itu membahas pelaksanaan Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang Nomor 10/G/TF/2022/PTUN.PLG terkait pengendalian banjir dan pemulihan lingkungan hidup.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sumsel, Ersyah Hairunisah Suhada, menilai persoalan banjir di Palembang jauh lebih kompleks dibanding sekadar saluran air.

“Persoalan banjir di Palembang bukan hanya masalah teknis drainase, tetapi juga akibat hilangnya rawa, kawasan resapan air, minimnya ruang terbuka hijau, serta pembangunan yang terus menekan ruang ekologis kota,” ujar Ersyah.

Kalimat itu sebenarnya sederhana, tapi menohok.

Sebab selama ini, setiap banjir datang, kota sering sibuk mencari pompa air paling besar, menggali drainase paling panjang, atau memperlebar saluran paling cepat. Padahal, air bukan hanya soal ke mana ia dibuang, tetapi juga di mana ia diberi ruang untuk tinggal sejenak.

Rawa selama ini bekerja diam-diam seperti spons raksasa kota. Ia menyerap air tanpa banyak bicara. Masalahnya, spons itu kini makin tipis.

Dalam putusan PTUN tersebut, Pemerintah Kota Palembang diwajibkan menjalankan sejumlah langkah strategis. Mulai dari menyediakan Ruang Terbuka Hijau minimal 30 persen dari luas wilayah kota, mengembalikan fungsi rawa konservasi seluas 2.106,13 hektare, hingga menyediakan kolam retensi dan sistem drainase yang memadai.

Pemerintah juga diminta menyediakan tempat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta membangun posko bencana banjir di wilayah rawan.

Namun menurut Walhi, pelaksanaan putusan itu belum berjalan optimal. Salah satu yang disorot adalah belum adanya roadmap atau peta jalan implementasi yang jelas dan terbuka ke publik.

Kota Kehilangan Spons

Walhi Sumsel kemudian menyampaikan lima rekomendasi kepada Pemerintah Kota Palembang. Mulai dari pembentukan Tim Percepatan Pelaksanaan Putusan PTUN, penyusunan roadmap yang terukur, audit lingkungan dan tata ruang, moratorium alih fungsi rawa, hingga keterbukaan laporan perkembangan kepada masyarakat.

Permintaan itu terdengar serius, tetapi sebenarnya logis.

Sebab warga kota hari ini mulai hidup dengan pola yang unik: pagi berangkat kerja melihat cuaca, siang memantau awan, sore mulai bertanya di grup WhatsApp, “Daerah sini aman dak?” Palembang seperti perlahan menjadikan banjir sebagai rutinitas musiman, padahal seharusnya tidak demikian.

Yang menarik, Walhi tidak datang sekadar membawa kritik. Mereka juga mendorong perubahan cara pandang pembangunan kota.

Selama ini pembangunan sering diukur dari banyaknya beton berdiri dan cepatnya lahan berubah fungsi. Padahal kota yang sehat bukan hanya kota yang tinggi gedungnya, tetapi juga yang masih punya ruang bernapas untuk air dan lingkungan.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa dalam audiensi tersebut menerima berbagai masukan dari Walhi Sumsel terkait penanganan banjir dan pemulihan lingkungan kota. Pemerintah kota diharapkan dapat menyusun langkah konkret agar putusan PTUN tidak berhenti sebagai dokumen hukum semata.

Sebab pada akhirnya, banjir bukan hanya urusan genangan. Ia pelan-pelan menyentuh ekonomi warga, kesehatan lingkungan, hingga kualitas hidup masyarakat perkotaan.

Ketika air mulai masuk rumah, aktivitas berhenti. Warung tutup lebih cepat, kendaraan mogok, anak sekolah terlambat, dan warga sibuk meninggikan barang elektronik seperti sedang latihan evakuasi tahunan.

Ironisnya, air sering disalahkan penuh. Padahal yang berubah bukan hujan, melainkan kota.

Palembang tentu tidak bisa kembali sepenuhnya menjadi rawa seperti masa lalu. Kota tetap harus tumbuh, jalan tetap perlu dibangun, investasi tetap harus berjalan. Namun pembangunan tanpa perhitungan ekologis ibarat membangun rumah sambil menutup semua ventilasi: terlihat megah dari luar, tetapi pelan-pelan membuat penghuninya sesak sendiri.

Karena itu, titik penting dari persoalan ini bukan memilih antara pembangunan atau lingkungan. Keduanya harus berjalan bersama.

Drainase penting, pompa air juga perlu. Tetapi menjaga rawa, mempertahankan kawasan resapan, dan menata ruang kota secara disiplin jauh lebih menentukan untuk masa depan.

Palembang sejak dulu dikenal sebagai kota air. Maka mungkin sudah waktunya kota ini kembali berdamai dengan air, bukan terus-menerus memusuhinya.

Sebab jika rawa terus hilang dan ruang resapan makin sempit, maka air akan selalu mencari jalannya sendiri. Dan biasanya, jalan paling mudah yang ia temukan adalah rumah warga. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KELADI & PACAK Rambah Kecamatan Ini

    KELADI & PACAK Rambah Kecamatan Ini

    • calendar_month Rabu, 8 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 801
    • 0Komentar

    DINAS Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) kembali meresmikan loket Administrasi Langsung Jadi (Keladi), Selasa, (7/12/2021) di Kecamatan Jirak Jaya. Peresmian loket KELADI di kecamatan paling muda Bumi Serasan Sekate ini adalah rangkaian layanan loket yang akan dibuka di seluruh kecamatan di Muba Melalui loket administrasi KELADI di kecamatan, masyarakat akan mendapat […]

  • Wagub Ingin ODP Covid-19 Nyaman di Wisma Atlet

    Wagub Ingin ODP Covid-19 Nyaman di Wisma Atlet

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    KETUA ODP Center, Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya  kembali datang ke Wisma Atlet untuk melakukan pengecekan ulang. Saat pengecekan, Wagub tampak didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nurainy, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Yusuf Ahmad, serta Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Aufa Syarkowi dan Dirut PT JSC Meina Fatriani Paloh. Tak hanya kamar di Wisma […]

  • Safari Ramadhan Pemkab Muara Enim di Ds. Segamit, Pj Sekda : Warga Jangan Terpancing Konflik Soal Tapal Batas

    Safari Ramadhan Pemkab Muara Enim di Ds. Segamit, Pj Sekda : Warga Jangan Terpancing Konflik Soal Tapal Batas

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.762
    • 0Komentar

    WARGA di Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim diingatkan tidak terpancing [terprovokasi] terkait masalah tapal batas karena telah sah diatur melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Pernyataan itu disampaikan Pj. Sekda Kabupaten Muara Enim, Drs. Emran Tabrani, M.Si saat melakukan Safari Ramadan, berbuka puasa dan shalat tarawih ke wilayah paling ujung disebelah Timur […]

  • Pertunjukan Drone Indonesia Pukau Jakarta di HUT ke-80 RI: Kreativitas Anak Bangsa & Teknologi Futuristik

    Pertunjukan Drone Indonesia Pukau Jakarta di HUT ke-80 RI: Kreativitas Anak Bangsa & Teknologi Futuristik

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 839
    • 0Komentar

    MALAM di Bundaran HI berubah bak langit planet lain, bahkan  ribuan mata menatap ke atas, bukan hanya untuk kembang api yang meledak seperti popcorn raksasa, tapi juga untuk 1.400 drone Indonesia yang menari di langit dengan formasi menakjubkan. Drone-drone itu menampilkan perjalanan kemerdekaan Indonesia dari bambu runcing hingga burung Garuda, dan bahkan “emoji makanan” untuk […]

  • Langkah Kecil, Perubahan Besar, Usai Subuh Tengok Wajah Palembang

    Langkah Kecil, Perubahan Besar, Usai Subuh Tengok Wajah Palembang

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 914
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fajar baru saja merekah di langit Palembang ketika Wali Kota Ratu Dewa melangkah keluar, menyusuri jalanan kota yang masih sunyi, kemarin. Namun, perjalanannya pagi itu bukan sekadar olahraga biasa. Setiap pijakan yang ia ambil membawa arti, setiap pandangan yang ia layangkan menandakan perhatian mendalam terhadap wajah kota yang ia pimpin. Ditemani sejumlah Kepala […]

  • Pandemi Covid-19 Gak Jadi Penghalang, Atlet RI Masih Mampu Raih Medali Di Ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020

    Pandemi Covid-19 Gak Jadi Penghalang, Atlet RI Masih Mampu Raih Medali Di Ajang Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020

    • calendar_month Kamis, 16 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    KETUM Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Said Aldi Idrus menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali atas torehan prestasi yang diraih atlet tim nasional pada Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 lalu. “Pertama kami sampaikan apresiasi kepada pak menteri, selamat pelaksanaan Olimpiade berjalan dengan […]

expand_less
WordPress Archive Atap – Roofing Service & Construction Elementor Template Kit Atelier – Creative Multi-Purpose eCommerce Theme Atena – College and University template Athens - Law Agency WordPress Theme Athetics – Gym Fitness WordPress Theme (Mobile Layout Ready) Athlete Fitness | Gym and Sport WordPress Theme Athlete – Fluid Responsive Magento Theme Athletex – WooCommerce Sport Equipment Theme Atik – A Simple WordPress Theme for your Online Store Atisa – Interactive Portfolio Showcase WordPress Theme