Antisipasi Banjir Palembang, Informasi Iklim BMKG Jadi Bekal Mitigasi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 26 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Antisipasi banjir di Palembang diperkuat melalui pemanfaatan informasi iklim dan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bekal mitigasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Penguatan langkah tersebut dibahas dalam audiensi Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama perwakilan BMKG Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan di Ruang Vidcon Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Selasa (27/10/2026).
Informasi mengenai perubahan pola musim dan potensi cuaca ekstrem menjadi salah satu bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun langkah mitigasi. Informasi itu diharapkan dapat membantu mengarahkan kesiapan sesuai potensi ancaman di lapangan.
Bahkan, antisipasi tidak cukup dilakukan ketika banjir mulai mengganggu aktivitas warga. Kesiapan infrastruktur, koordinasi antarinstansi, serta penyampaian informasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menekankan pentingnya sinergi dengan BMKG agar informasi iklim dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menentukan langkah antisipasi dan mitigasi.
Dalam audiensi tersebut, Ratu Dewa didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Kesehatan, serta Dinas Perhubungan.
Keterlibatan OPD diperlukan untuk mendukung kesiapsiagaan sesuai tugas masing-masing. Dinas PUPR berkaitan dengan infrastruktur drainase, sedangkan DLH mendukung kebersihan lingkungan dan saluran air.
Sementara itu, Diskominfo berperan dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Kesiapan sektor kesehatan dan perhubungan juga dibutuhkan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak bencana terhadap pelayanan publik dan mobilitas warga.
Peringatan dini yang disampaikan secara tepat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya warga di kawasan yang berpotensi terdampak banjir.
Melalui koordinasi dengan BMKG dan keterlibatan lintas OPD, Pemkot Palembang berupaya memperkuat mitigasi agar langkah antisipasi dapat disusun lebih terarah berdasarkan informasi iklim dan potensi ancaman di lapangan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
