Rabu, 14 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

“Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 582
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI kemarin, di Desa Maju Ria, angin bertiup pelan membelai pucuk-pucuk padi yang sudah masak. Petani-petani tampak sumringah, mereka tak cuma menanti bulir padi yang montok-montok seperti dompet saat baru gajian, tapi juga menanti kedatangan bintang tamu utama, bukan Sule atau Ayu Ting Ting, tapi Gubernur Sumsel, H. Herman Deru.

Untuk melaksanakan paner raya, tentu saja, panen raya kali ini bukan sekadar panen biasa, karena ini adalah IP 200 panen dua kali setahun!, sebuah prestasi pertanian yang kalau diibaratkan ujian nasional, nilainya sudah cumlaude, tinggal nunggu ijazah dari Menteri Pertanian.

Dengan panen raya itu, Sumatera Selatan kini bukan cuma jago soal nyanyian Gending Sriwijaya atau durian Palembang yang bisa bikin kerongkongan nyengir seminggu. Tapi juga jago soal produksi padi, Tahun 2024, Banyuasin menyumbang 948.089 ton GKG (Gabah Kering Giling), menempati peringkat ke-4 nasional, setingkat lagi, tinggal geser ke podium top 3 bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Mungkin kalau Banyuasin ikut Liga Padi Nasional, pialanya sudah disimpan di rumah dinas bupati.

Tapi di balik kejayaan panen ini, ada cerita tikus yang tak bisa dianggap remeh, bukan tikus berdasi seperti di film-film KPK, tapi tikus sawah yang bikin petani garuk-garuk kepala sambil bersedih di pinggir pematang.

Belum lagi air asin yang nyelonong masuk ke sawah karena tanggul jebol, air asin ini lebih jahat dari mantan yang datang pas kita lagi bahagia.

Seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan… dan di Banyuasin, jalan itu harus dibeton dulu biar traktor gak nyangkut”. Sukses pertanian bukanlah hasil dari cuaca cerah semata, tapi dari kedisiplinan petani yang bangun pagi sebelum alarm berbunyi, dari PPL yang rela blusukan ke sawah ketimbang duduk manis di kantor ber-AC, dan dari pemimpin daerah yang lebih doyan pakai sepatu boot ketimbang sepatu pantofel saat panen.

Gubernur Herman Deru mengingatkan “Disiplin itu kuncinya”, Nah, kalau ini sih cocok dijadikan slogan nasional, seperti “Bhinneka Tunggal Ika” versi sawah.

Bayangkan, kalau seluruh petani Indonesia disiplin tanam dan panen, negeri ini tak perlu impor beras dari negara yang lahannya saja kalah luas dari kebun tetangga kita di OKU Timur.

Menurut BPS Sumsel, produksi padi Sumatera Selatan tahun 2024 mencapai 2,73 juta ton GKG, menjadikannya salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Banyuasin, sebagai penyuplai utama, mengalahkan provinsi-provinsi lain di luar Jawa, dan nyaris menyalip prestasi petani-petani legendaris dari Karawang atau Ngawi.

Kalau kita bandingkan dengan provinsi lain Jawa Timur (No.1 Nasional): 9,6 juta ton, Jawa Tengah  9,1 juta ton, Jawa Barat 8,7 juta ton, Sumatera Selatan 2,73 juta ton dan Sulawesi Selatan  2,6 juta ton, artinya Sumsel berada di posisi ke-5 nasional, tinggal satu dorongan traktor lagi untuk naik podium.

Sumsel bisa belajar dari Thailand karena petaninya memakai aplikasi digital seperti “Smart Farmer” untuk prediksi cuaca dan jadwal tanam. Di Banyuwangi, pemerintah menyediakan drone pertanian dan marketplace gabah online. Kalau Banyuasin bisa adopsi itu, bukan cuma tikus yang kalah, tapi juga para tengkulak yang sering bikin harga panen ambyar kayak hati ditinggal waktu musim tanam.

Seperti kata Norman Borlaug, Bapak Revolusi Hijau “You can’t build a peaceful world on empty stomachs”. Maka dari itu, keberhasilan panen di Banyuasin bukan cuma soal beras di piring, tapi juga tentang stabilitas ekonomi, pendidikan anak petani, dan bahkan masa depan politik negeri ini.

Meski Sumsel panen berlimpah, tapi jangan anggap remeh nasi sepiring, di baliknya ada keringat, tikus, matahari, dan kadang air asin. Ada juga harapan dan hutang KUR yang belum lunas. Maka dari itu, panen raya harus disambut dengan strategi, bukan seremonial doang. Dibutuhkan kolaborasi dari PPL sampai Dinas, dari SPBU Alsintan sampai kebijakan pupuk.

Kalau semua bersinergi, jangan heran kalau nanti kita bisa ekspor beras ke Jepang, dan siapa tahu, nasi goreng Banyuasin bisa masuk menu sarapan di hotel Tokyo. Minimal, nasi uduk Maju Ria bisa dijual di kafe Jakarta Selatan.

Panen bukan akhir, tapi awal perjuangan baru, saat bulir padi dituai, masalah baru datang distribusi, harga, hama, infrastruktur, seperti petani yang tak pernah lelah membajak, negeri ini harus terus bekerja.

Banyuasin sudah membuktikan dengan disiplin, sinergi, dan sedikit semangat ngopi di pinggir sawah, Indonesia bisa jadi raksasa pangan dunia, kalau kata anak muda “Salam panen, jangan cuma viral, tapi juga stabil!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hasil Operasi, Densus 88 Kembali Tangkap 3 Terduga Teroris

    Hasil Operasi, Densus 88 Kembali Tangkap 3 Terduga Teroris

    • calendar_month Jumat, 10 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri kembali menangkap tiga terduga teroris. Salah satu dari mereka ditangkap di wilayah Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (10/9/2021) pagi ini. Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Dr. Ahmad Ramadhan, S.H., M.H., M.Si., menjelaskan, para terduga teroris yang ditangkap ini merupakan kelompok Jamaah Islamiyah (JI). “Ada penangkapan […]

  • Sinergitas Muba-Kejari Berhasil Tarik 18 Randis

    Sinergitas Muba-Kejari Berhasil Tarik 18 Randis

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 800
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu – Sebanyak 18 Kendaraan Dinas Operasional Roda 4 (Empat) Milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin diserahkan Oleh Kepala Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin Kepada Sekretaris Daerah Musi Banyuasin. Kendaraan tersebut merupakan hasil dari penertiban oleh Pihak Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin yang sebelumnya dikuasai oleh mantan Pejabat maupun eks Anggota DPRD yang tidak lagi menjabat. Kajari Muba […]

  • Mayoritas Sudah Patuh, Ditlantas Polda Metro Jaya Klaim 98 Persen Kendaraan Taat Sistem Ganjil Genap

    Mayoritas Sudah Patuh, Ditlantas Polda Metro Jaya Klaim 98 Persen Kendaraan Taat Sistem Ganjil Genap

    • calendar_month Minggu, 15 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    DIREKTUR Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan pada hari pertama pengendalian mobilitas dengan sistem ganjil-genap yang dilaksanakan pada tanggal 12 Agustus – 18 Agustus 2021 dimana masyarakat yang beraktivitas dengan kendaraan roda empat mulai mengikuti kebijakan penerapan ganjil genap yang diterapkan. Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa sampai sejauh […]

  • Adu Kambing, Pengendara Roda Dua Tewas Seketika

    Adu Kambing, Pengendara Roda Dua Tewas Seketika

    • calendar_month Jumat, 5 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.692
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id. Kayuagung – Jalan Lintas Timur Blok A Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memakan korban, satu orang pengendaran motor tewas seketika akibat ditabrak kendaraaan roda empat dengan arah berlawanan  ‘Adu Kambing’. Peristiwa itu terjadi kemarin yang menyebabkan nyawa Yasir Arafat [25] warga Desa Tanjung Seteko, Kabupaten Ogan Ilir (OI) melayang dengan kondisi kaki […]

  • Kuras Barang Rumah Kosong, Warga Desa Pauh Ini Diciduk Polisi

    Kuras Barang Rumah Kosong, Warga Desa Pauh Ini Diciduk Polisi

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    AP (27), Warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir diamankan personil Polsek Polsek Rawas Ilir setelah aparat ia membobol rumah guru Sekolah Dasar [SD], Aida Laila [35] Warga Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Rumah tersebut kosong ditinggal beberapa hari pergi ke Palembang oleh pemiliknya. Naasnya harta di dalam rumah tersebut […]

  • Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

    Apakah COVID-19 Bisa Menyebar Melalui Makanan?

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.225
    • 0Komentar

    VIRUS penyebab COVID-19 belum terbukti bisa menyebar via makanan, karena virusnya butuh inang atau jaringan hidup untuk bisa berkembang biak. Penyebaran utama COVID-19 adalah melalui droplet yang dihasilkan saat orang berbicara, batuk, atau bersin, yang masuk ke tubuh melalui mata, hidung, atau mulut. Walaupun begitu, kita bisa terapkan cara konsumsi makanan yang lebih aman sehingga […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Product Documents WooCommerce Product Enquiry Form WooCommerce Product Enquiry & WooCommerce Request A Quote Plugin WooCommerce Product Featured Video Content Plugin WooCommerce Product Filter WooCommerce Product Finder WooCommerce Product Grid Builder WooCommerce Product Image Accordion Addon For Elementor WooCommerce Product Keyword Suggest WooCommerce Product Licenser- Elite Licenser Pro Addon