Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » “Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

“Panen Raya di Banyuasin, Tikus, Tanggul & Taktik Nasional Menaklukkan Perut Negeri”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
  • visibility 568
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PAGI kemarin, di Desa Maju Ria, angin bertiup pelan membelai pucuk-pucuk padi yang sudah masak. Petani-petani tampak sumringah, mereka tak cuma menanti bulir padi yang montok-montok seperti dompet saat baru gajian, tapi juga menanti kedatangan bintang tamu utama, bukan Sule atau Ayu Ting Ting, tapi Gubernur Sumsel, H. Herman Deru.

Untuk melaksanakan paner raya, tentu saja, panen raya kali ini bukan sekadar panen biasa, karena ini adalah IP 200 panen dua kali setahun!, sebuah prestasi pertanian yang kalau diibaratkan ujian nasional, nilainya sudah cumlaude, tinggal nunggu ijazah dari Menteri Pertanian.

Dengan panen raya itu, Sumatera Selatan kini bukan cuma jago soal nyanyian Gending Sriwijaya atau durian Palembang yang bisa bikin kerongkongan nyengir seminggu. Tapi juga jago soal produksi padi, Tahun 2024, Banyuasin menyumbang 948.089 ton GKG (Gabah Kering Giling), menempati peringkat ke-4 nasional, setingkat lagi, tinggal geser ke podium top 3 bersama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Mungkin kalau Banyuasin ikut Liga Padi Nasional, pialanya sudah disimpan di rumah dinas bupati.

Tapi di balik kejayaan panen ini, ada cerita tikus yang tak bisa dianggap remeh, bukan tikus berdasi seperti di film-film KPK, tapi tikus sawah yang bikin petani garuk-garuk kepala sambil bersedih di pinggir pematang.

Belum lagi air asin yang nyelonong masuk ke sawah karena tanggul jebol, air asin ini lebih jahat dari mantan yang datang pas kita lagi bahagia.

Seperti kata pepatah, “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan… dan di Banyuasin, jalan itu harus dibeton dulu biar traktor gak nyangkut”. Sukses pertanian bukanlah hasil dari cuaca cerah semata, tapi dari kedisiplinan petani yang bangun pagi sebelum alarm berbunyi, dari PPL yang rela blusukan ke sawah ketimbang duduk manis di kantor ber-AC, dan dari pemimpin daerah yang lebih doyan pakai sepatu boot ketimbang sepatu pantofel saat panen.

Gubernur Herman Deru mengingatkan “Disiplin itu kuncinya”, Nah, kalau ini sih cocok dijadikan slogan nasional, seperti “Bhinneka Tunggal Ika” versi sawah.

Bayangkan, kalau seluruh petani Indonesia disiplin tanam dan panen, negeri ini tak perlu impor beras dari negara yang lahannya saja kalah luas dari kebun tetangga kita di OKU Timur.

Menurut BPS Sumsel, produksi padi Sumatera Selatan tahun 2024 mencapai 2,73 juta ton GKG, menjadikannya salah satu provinsi dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Banyuasin, sebagai penyuplai utama, mengalahkan provinsi-provinsi lain di luar Jawa, dan nyaris menyalip prestasi petani-petani legendaris dari Karawang atau Ngawi.

Kalau kita bandingkan dengan provinsi lain Jawa Timur (No.1 Nasional): 9,6 juta ton, Jawa Tengah  9,1 juta ton, Jawa Barat 8,7 juta ton, Sumatera Selatan 2,73 juta ton dan Sulawesi Selatan  2,6 juta ton, artinya Sumsel berada di posisi ke-5 nasional, tinggal satu dorongan traktor lagi untuk naik podium.

Sumsel bisa belajar dari Thailand karena petaninya memakai aplikasi digital seperti “Smart Farmer” untuk prediksi cuaca dan jadwal tanam. Di Banyuwangi, pemerintah menyediakan drone pertanian dan marketplace gabah online. Kalau Banyuasin bisa adopsi itu, bukan cuma tikus yang kalah, tapi juga para tengkulak yang sering bikin harga panen ambyar kayak hati ditinggal waktu musim tanam.

Seperti kata Norman Borlaug, Bapak Revolusi Hijau “You can’t build a peaceful world on empty stomachs”. Maka dari itu, keberhasilan panen di Banyuasin bukan cuma soal beras di piring, tapi juga tentang stabilitas ekonomi, pendidikan anak petani, dan bahkan masa depan politik negeri ini.

Meski Sumsel panen berlimpah, tapi jangan anggap remeh nasi sepiring, di baliknya ada keringat, tikus, matahari, dan kadang air asin. Ada juga harapan dan hutang KUR yang belum lunas. Maka dari itu, panen raya harus disambut dengan strategi, bukan seremonial doang. Dibutuhkan kolaborasi dari PPL sampai Dinas, dari SPBU Alsintan sampai kebijakan pupuk.

Kalau semua bersinergi, jangan heran kalau nanti kita bisa ekspor beras ke Jepang, dan siapa tahu, nasi goreng Banyuasin bisa masuk menu sarapan di hotel Tokyo. Minimal, nasi uduk Maju Ria bisa dijual di kafe Jakarta Selatan.

Panen bukan akhir, tapi awal perjuangan baru, saat bulir padi dituai, masalah baru datang distribusi, harga, hama, infrastruktur, seperti petani yang tak pernah lelah membajak, negeri ini harus terus bekerja.

Banyuasin sudah membuktikan dengan disiplin, sinergi, dan sedikit semangat ngopi di pinggir sawah, Indonesia bisa jadi raksasa pangan dunia, kalau kata anak muda “Salam panen, jangan cuma viral, tapi juga stabil!”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Total Positif Covid di Sumsel 2.604 Kasus

    Total Positif Covid di Sumsel 2.604 Kasus

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.073
    • 0Komentar

    JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, per Sabtu (11/7/2020) kasus positif bertambah 36 orang, sehingga total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 menjadi 2.604 kasus. “Kasus baru ini ada 36, tersebar di Palembang 25, Musi Banyuasin 1, Muara Enim 1, Banyuasin 5, Lubuklinggau 2, PALI 1, luar wilayah 1,” kata Yusri, Sabtu (12/7/2020). […]

  • COVID-19, Muba Mulai Program JPS Hari Ini Untuk Sektor Ekonomi, Libatkan Jurnalis

    COVID-19, Muba Mulai Program JPS Hari Ini Untuk Sektor Ekonomi, Libatkan Jurnalis

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.285
    • 0Komentar

    Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dimulai hari ini. Program JPS merupakan bantuan sektor ekonomi akibat pandemi virus Corona (COVID-19).   Bupati Muba Dodi Reza Alex Salurkan Bantuan  JPS kepada Warga Muba Untuk Penanggulangan COVID-19 KICK off (dimulainya) program ini ditandai  penyerahan bantuan 1100 paket sembako  dari Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan […]

  • Bentuk TPKJM Pertama di Sumsel

    Bentuk TPKJM Pertama di Sumsel

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    ADANYA orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Muba membuat Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tergerak untuk melakukan penangangan secara serius kepada warga yang berstatus ODGJ.   Tindak keseriusan Pemkab Muba ini menjadi sorotan, karenanya di Provinsi Sumatera Selatan baru kabupaten Muba yang sudah membentuk Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat.   Dikatakan, Penjabat (Pj) Bupati Musi Banyuasin […]

  • Hari Antikorupsi Sedunia  Secara Virtual, Stakeholders Diingatkan Konsisten Berantas Korupsi

    Hari Antikorupsi Sedunia  Secara Virtual, Stakeholders Diingatkan Konsisten Berantas Korupsi

    • calendar_month Rabu, 16 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.037
    • 0Komentar

    PALEMBANG- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus melakukan upaya pencegahan  dan pemberantasan korupsi. Komitmen tersebut sejalan dengan ditunjuknya provinsi ini sebagai pilot project penerapkan Whistleblower System (WBS) atau sistem pengungkap fakta, kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Gubernur Sumsel Herman Deru dibincangi usai menghadiri Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia)  yang digelar secara […]

  • Tes SKD CPNS Muba Dipusatkan di GOR Ranggonang Sekayu

    Tes SKD CPNS Muba Dipusatkan di GOR Ranggonang Sekayu

    • calendar_month Senin, 2 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) diperkirakan akan dilaksanakan pada Februari 2020 mendatang. Tercatat, total pelamar CPNS Muba yakni ada sebanyak 7.625 Pelamar dan 5 Formasi paling banyak peminat diantaranya Bidan: 1.386, Guru Bahasa Inggris: 504, Guru Kelas: 498, Guru Matematika: 469, dan Perawat: 444. “Pada […]

  • Marketing Politik for Pilkada

    Marketing Politik for Pilkada

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.236
    • 0Komentar

    MUSIM Pilkada (pemilihan kepala daerah) langsung kembali tiba. Setelah tahapan Pilkada terhenti karena pandemi virus Corona, pemerintah telah menetapkan jadwal tahapan Pilkada serentak dimulai kembali pada 15 Juni 2020 dan pemungutan suara akan dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2020. Selama masa jeda tahapan Pilkada banyak bakal calon kepala daerah memanfaatkannya untuk mensosialisasikan diri atau sosoknya kepada […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Product Documents WooCommerce Product Enquiry Form WooCommerce Product Enquiry & WooCommerce Request A Quote Plugin WooCommerce Product Featured Video Content Plugin WooCommerce Product Filter WooCommerce Product Finder WooCommerce Product Grid Builder WooCommerce Product Image Accordion Addon For Elementor WooCommerce Product Keyword Suggest WooCommerce Product Licenser- Elite Licenser Pro Addon